cover
Contact Name
Heffry V. Dien
Contact Email
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Phone
+62811432676
Journal Mail Official
Jurnal.itpt@unsrat.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Kampus Unsrat, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP
Memuat hasil penelitian dan critical review (tinjauan kritis) tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang mencakup, tapi tidak terbatas pada bidang: rancang bangun dan hidrodinamika alat tangkap ikan, rancang bangun dan hidrodinamika kapal perikanan, operasi penangkapan ikan, meteo-oseanografi perikanan dan kelautan, daerah penangkapan ikan, biologi perikanan, pengelolaan perikanan dan kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4: Desember 2016" : 5 Documents clear
Pelaksanaan monitoring, controlling, surveillance kapal pengangkut ikan di atas 30 GT di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Implementation monitoring, controlling, surveillance on fish transport vessels above 30 GT in oceanic fishery harbor Bitung) Aprililian E. Supit; Revols D. Ch. Pamikiran; Fransisco P.T. Pangalila
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 2 No. 4: Desember 2016
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.2.4.2016.14029

Abstract

ABSTRAK Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan melalui Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung bertugas memastikan kegiatan kapal perikanan yang pemberangkatan dan pendaratannya di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung sebagai pelabuhan pangkalan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Penelitian lebih ditujukan pada pengawasan terhadap kepatuhan kapal perikanan dan juga terhadap kegiatan-kegiatan illegal yang menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan juga penerapan sanksi terhadap kapal-kapal tersebut sebagai konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode deskriptif. Sanksi terhadap pelanggaran dilakukan berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu petunjuk teknis pengawasan operasional kapal perikanan no Kep.143/DJ.PSDKP/2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tingkat kepatuhan terhadap aturan, berada pada tingkat kepatuhan yang tinggi (76%-100%), dimana aturan yang dilaksanakan yaitu kesesuaian pelabuhan pangkalan, kesesuaian dokumen kapal, jumlah hari operasi dan kesesuaian jumlah ikan dengan kapasitas penyimpanan. Penerapan sanksi telah dilakukan terhadap kapal yang tidak patuh, dan hal ini telah menunjukkan efek yang baik bagi pelaku perikanan yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Kata –kata kunci : kapal pengangkut ikan, pengawasan, kepatuhan. ABSTRACT The Directorate General of Marine Resources and Fisheries through the Marine and Fisheries Resources Supervision Base Bitung charge of making sure that the departure of fishing boats and catch landing in the Oceanic Fishing Port Bitung as their port corresponding Indonesia n Law. This research aimed at monitoring the compliance of fishing vessels and also against illegal activities that violate laws and regulations in force and also to the application of sanctions against the ships as a consequence of the violation. This research was conducted by descriptive method. Penalties for violations carried out by the legislation in force, namely the technical manual operational control of fishing boats no Kep.143 / DJ.PSDKP / 2012. The results showed that the percentage of degree of compliance with the rules on a high compliance rate (76% -100%), where the rules are implemented, namely the suitability of the base port, the suitability of the ship documents, the number of operation days and suitability of the number of fish with the storage capacity. The application of sanctions has been committed against non-compliant ships, and it has shown a good effect for the fishery based in Port of Bitung Ocean Fisheries. Key words : fish transport vessels, surveillance, compliance [1] Penulis untuk penyuratan; email: supitapril@gmail.com
Ketaatan Kapal Penangkap Jaring Insang di Laut Arafura yang Berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (The obedience gill nets boats in the Arafura Sea that based in Bitung Oceanic Fisheries Port) Bahrul Y. N. I. Syah; Lefrand Manoppo; Emil Reppie
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 2 No. 4: Desember 2016
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.2.4.2016.14034

Abstract

Arafura Sea waters are one of the good fishing ground for gill net boats over than 30 GT.Currently, there are 14 gill nets boats that fishing in these waters and are based in Bitung Oceanic Fisheries Port.Therefore, it is necessary to study the boat obedience-based during fishing activities. This study aimed to evaluate compliance gill net vessels based in Bitung Oceanic Port according long days operation in each trip and port based.  This research was conducted from August to September 2015 in Marine and Fisheries Resources Supervision Base and Bitung Oceanic Fisheries Port; and done with descriptive method.  Results of the analysis showed that 79% of gill net boats based in Bitung Oceanic Fisheries Port disobedient in day fishing operations; and 14% of the boats did not obey the appropriate port based.Key words: Gill net, Arafura Sea, obedience day operations, obedience-port based ABSTRAKPerairan Laut Arafura merupakan salah satu fishing ground yang cocok untuk pengoperasian jaring insang dengan kapal berukuran di atas 30 GT. Saat ini terdapat 14 kapal jaring insang yang menangkap ikan di perairan tersebut dan berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera  Bitung. Oleh karena itu, perlu di lakukan kajian mengenai ketaatan berpangkalan kapal–kapal tersebut saat melakukan kegiatan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketaatan kapal jaring insang yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung berdasarkan lama hari operasi dalam setiap trip dan pelabuhan pangkalan.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2015 di Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung dan Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung; dikerjakan dengan metode deskriptif.  Hasil analisis menunjukan bahwa 79% kapal jaring insang yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung tidak taat menurut hari operasi penangkapan; dan 14% kapal tidak taat sesuai pelabuhan pangkalan. Kata kunci: Jaring insang, Laut Arafura, ketaatan hari operasi, ketaatan berpangkalan
Laju tangkap dan musim penangkapan madidihang (Thunnus albacares) dengan tuna hand line yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (Fishing rate and season at hand line caught-Tuna (Thunnus albacares) landed in Bitung Oceanic Fisheries Port) Usep Setiawan; Johny Wenno; Mariana E. Kayadoe
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 2 No. 4: Desember 2016
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.2.4.2016.14061

Abstract

Tuna (Thunnus albacares) is a big pelagic fish with an extensive distribution from tropics to subtropics. It is categorized as highly economic fish and takes important role in promoting fisheries trades at the national and international level. This study was aimed at knowing the handline fishing rate and appropriate fishing season. The method used in this study was descriptive through case study approach. The study employed secondary data of Bitung oceanic fisheries port based on 5 year-fisheries log data, from 2011 to 2015. Results showed that the lowest fishing rate occurred in November 2013, 2.24 kg/hr/fisher and the highest was found in November 2011, 93.14 kg/hr/fisher. Based on fishing season, it was found that fishing season occurred in January, July, August, September, October and November. Keywords :  fishing rate, season, tuna   ABSTRAK Madidihang (Thunnus albacares) merupakan ikan pelagis besar dengan distribusi geografis mulai dari daerah tropis sampai sub tropis. Madidihang tergolong ikan bernilai ekonomis tinggi serta berperan penting dalam menggerakkan perdagangan hasil perikanan secara nasional dan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju tangkap madidihang dengan tuna hand line dan mengetahui musim yang baik untuk penangkapan madidihang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan dalam analisis laju tangkap dan musim penangkapan yaitu data sekunder yang di peroleh dari data log perikanan selama 5 tahun (2011-2015) yang tercatat di PPS Bitung . Hasil analisis laju tangkap diperoleh laju tangkap terendah berada pada bulan November 2013 yaitu 2,24 kg/jam/pemancing, sedangkan pada bulan November 2011 memiliki nilai laju tangkap tertinggi yaitu 93,14 kg/jam/pemancing. Berdasarkan hasil analisis musim penangkapan, diketahui bahwa musim penangkapan madidihang terjadi pada bulan Januari, Juli, Agustus, September, Oktober dan Nopember. Kata kunci : Laju tangkap, musim tangkap, madidhang
Perbandingan Hasil Tangkapan Rajungan Pada Alat Tangkap Bubu Kerucut dengan Umpan yang Berbeda (The Comparison Catch of Swimming crab In Trap with Different Bait) Fransisco P.T. Pangalila; Ivor L. Labaro
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 2 No. 4: Desember 2016
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.2.4.2016.14231

Abstract

Swimming Crab (Portunus pelagicus) is one of the economically important marine commodities produced from the coastal waters of Indonesia. The Catching of swimming crabs directly from nature carried out using various types of fishing gear, one of which is a trap. Methods using experimental methods. Therefore, the objective of this research was to study the effect of  type of bait to catch swimming crab. Two kinds of bait, the scad mackerel and chicken intestines. Catch data were collected using 6 units of  trap, operated in coastal waters of Manado bay; and data analysis is based on a  t-test is done using a comparative analysis of the value of the middle observation sample pairs. Besides evaluation carapace size and weight (legal size) swimming crab based Permen KP nomor 1 tahun 2015. The catch was 76 swimming crabs in total, and the results of t-test analysis showed that the use of bait scad mackerel and chicken intestines on traps caused high significant effect in catch. The size of swimming crabs showed that nearly all eligible allowable catch of 71 individuals (93%) both carapace size and weight, and only 5 individuals (7%) who do not eligible allowable catch. Keywords : swimming crab, carapace size, trap baits, chicken intestines.   ABSTRAK Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditi hasil laut ekonomis penting yang dihasilkan dari perairan pantai Indonesia.  Penangkapan rajungan langsung dari alam dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap, salah satunya adalah bubu.  Metode Penelitian menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis umpan terhadap hasil tangkapan rajungan. Dua jenis umpan yang digunakan, yaitu ikan layang dan usus ayam. Data tangkapan dikumpulkan dengan menggunakan 6 unit bubu, yang dioperasikan di perairan pantai Malalayang Teluk Manado; dan analisis data didasarkan pada uji t yang dikerjakan menggunakan analisis perbandingan nilai tengah contoh pengamatan berpasangan.  Selain itu dilakukan evaluasi ukuran karapas dan berat (legal size) rajungan berdasarkan Permen KP nomor 1 tahun 2015. Total hasil tangkapan 76 ekor, dan hasil analisis uji t menunjukkan bahwa penggunaan umpan ikan layang dan usus ayam pada bubu kerucut memberikan hasil tangkapan rajungan yang sangat berbeda nyata.  Ukuran hasil tangkapan rajungan yang diperoleh menunjukkan bahwa hampir semuanya memenuhi persyaratan tangkapan yang diperbolehkan yaitu 71 ekor (93 %) baik ukuran karapas maupun berat, dan hanya 5 ekor (7 %) yang tidak memenuhi persyaratan. Kata-kata kunci : rajungan, ukuran karapas, umpan bubu, usus ayam.
Ketaatan kapal pukat cincin yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung terhadap wilayah penangkapan ikan yang ditetapkan menggunakan data Vessel Monitoring System Ade Pramana Febriansyah; Alfret Luasunaung; Heffry V. Dien
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 2 No. 4: Desember 2016
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.2.4.2016.15024

Abstract

There are many problems faced by the Indonesian government in managing the territorial waters of the country, and one of which is Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Therefore, the Indonesian government has begun to implement a Vessel Monitoring System (VMS) using satellites and equipment transmitter placed on fishing vessels in order to easily control and monitor the fishing vessel movements or activities based on the ship position observed on Fisheries Monitoring Centre. Top of Form This study was aimed to evaluate the compliance of purse seiners based on the VMS and to map the movements and activities of purse seiner during their fishing operations. This research was conducted at the Regional Monitoring Centre (RMC) room of Marine and Fisheries Resources Monitoring Base in Bitung from January to March 2016 using a descriptive method. The number of vessels observed in this study was 7. The data analysis of Tracking VMS based on Regional Fisheries Management of the Republic of Indonesia (WPP NRI) showed that 87% purse seiner did not obey the rules of fishing ground establishment. Nevertheless, based on Sea Map issued by the Department of Navy Hydro Oceanography commonly used by fishermen, all the boat skippers did not break the rules. Keywords: Purse seiner, obedience, vessel monitoring system ABSTRAK Banyak masalah yang dihadapi pemerintah Indonesia dalam mengelola wilayah perairan negara, dan salah satunya adalah masalah Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mulai menerapkan Vessel Monitoring System (VMS) yang menggunakan satelit dan peralatan transmitter yang ditempatkan pada kapal perikanan guna mempermudah pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan atau aktifitas kapal ikan, berdasarkan posisi kapal yang terpantau di Pusat Pemantauan Kapal Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan kapal pukat cincin berdasarkan VMS; dan memetakan pergerakan dan aktifitas kapal pukat cincin selama beroperasi di laut. Penelitian ini dilakukan di ruangan Regional Monitoring Centre (RMC) Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Bitung selama bulan Januari  sampai Maret 2016 dan dikerjakan dengan metode deskriptif. Jumlah kapal yang diamati dalam penelitian ini adalah 7 buah.  Hasil analisis data VMS berdasarkan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI), maka 87% kapal pukat cincin tidak taat terhadap aturan mengenai wilayah penangkapan. Namun demikian, berdasarkan Peta Laut terbitan Dinas Hidro Oseanografi TNI-AL yang lazim dipakai oleh nelayan, semua nakhoda kapal pukat cincin tidak melanggar peraturan mengenai wilayah penangkapan. Kata-kata kunci: Kapal pukat cincin, ketaatan, vessel monitoring system

Page 1 of 1 | Total Record : 5