cover
Contact Name
Ayu Herzanita Yufrizal
Contact Email
ayu.herzanita@univpancasila.ac.id
Phone
+6221-7864730
Journal Mail Official
Jurnal.janata@univpancasila.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Lantai 3 Gedung Fakultas Teknik Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan, 12640
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Janata
Published by Universitas Pancasila
ISSN : 27985113     EISSN : 28093488     DOI : https://doi.org/10.35814/janata.v1i2.3117
Jurnal Janata is a journal manged by Departement of Civil Engineering Universitas Pancasila. This journal concerned with the practice and processes of community engagement. This journal accepts and publishes scientific articles focused on community service. The theme of the articles included in the scope (coverage) that can be accepted for publication in this journal, but not restricted, are: - Civil Engineering - Transportation Engineering - Water Resources Engineering - Geotechnical Engineering - Environmental Engineering - Construction Managemen
Articles 55 Documents
Penerapan Portable Outbound Games di Sekolah Alam Indonesia Cibinong Bogor Nia Rachmawati
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/nnfyd853

Abstract

Modul portable outbound merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk mendorong perkembangan anak usia 5-8 tahun melalui aktifitas fisik, permainan terstruktur dan pengalaman belajar langsung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menerapkan modul permainan terhadap aspek motorik, sosial -emosional, serta kemampuan kognitif anak, sekaligus meninjau pentingnya desain bongkar pasang yang memungkinkan penggunaan di berbagai kondisi dan lokasi. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa aktivitas outbound mampu meningkatkan koordinasi gerak, keberanian, kerja sama dan kemampuan memecahkan masalah, Sementara itu karakter modul yang portable dan mudah dirakit menjadikan kegiatan tetap dapat dilaksanakan tanpa terkenda; cuaca maupun keterbatasan ruang. Kesimpulannya modul portable outbound memberikan kontribusi signifikan terhadap tumbuh kembang abak secara holistik dan menawarkan solusi pembelajaran yang flesksibel, adaptif dan efektif bagi lingkungan anak usia dini.
PELATIHAN PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA BANGUNAN GEDUNG BERBASIS DIGITALISASI 3D BIM KEPADA SISWA SMK JURUSAN TEKNIK BANGUNAN Rossy Armyn Machfudiyanto
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/dcj9t761

Abstract

Industri konstruksi memiliki tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, namun adopsi keselamatan berbasis digital di Indonesia masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi K3 dan keterampilan terapan Building Information Modelling (BIM) bagi siswa SMKN 1 Cibinong, khususnya kompetensi keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif selama 3 hari (10–12 November 2025) yang mencakup onboarding, pemodelan 3D, dan integrasi K3, serta evaluasi berbasis kinerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan K3 siswa dari 24,25 menjadi 28,83. Secara teknis, 100% peserta berhasil melakukan setup lingkungan kerja digital, dan 90% peserta mampu menghasilkan model 3D serta gambar kerja (sheet) yang valid. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa modul ajar, poster, dan template proyek standar yang memungkinkan replikasi mandiri oleh pihak sekolah.
Peduli Listrik Aman melalui Edukasi dan Audit Instalasi Listrik Di Desa Paslaten Leony Ariesta Wenno
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/3mhma451

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat modern yang juga menyimpan potensi bahaya tinggi apabila instalasi tidak memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan (K2). Permasalahan ini khususnya ditemukan di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap tenaga teknis profesional dan minimnya sosialisasi mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat Desa Paslaten tentang keselamatan listrik melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi keselamatan ketenagalistrikan dan audit instalasi listrik secara gratis. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan (need-based approach), meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatan edukasi diikuti oleh 30 peserta, sementara audit dilakukan pada 5 rumah warga. Hasil audit menunjukkan bahwa seluruh rumah yang diperiksa (100%) belum memenuhi standar instalasi listrik, dengan temuan utama berupa penggunaan kabel yang tidak sesuai kapasitas beban, stop kontak tidak bergrounding, penggunaan stop kontak gabungan secara berlebihan, serta MCB yang tidak sesuai kapasitas daya. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bahaya listrik dan rekomendasi perbaikan instalasi yang aplikatif. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model intervensi berbasis komunitas dalam meningkatkan keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan rumah tangga pedesaan.
Analisis Dampak Pelatihan Socio-Technopreneur Terhadap Keterampilan Produksi dan Pemasaran Perempuan Tani Ardiansyah
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/q95cck04

Abstract

Keterbatasan akses perempuan tani terhadap pelatihan kewirausahaan, teknologi produksi, dan strategi pemasaran masih menjadi salah satu faktor struktural yang menghambat peningkatan nilai tambah ekonomi di wilayah pedesaan. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sumber daya, tetapi juga dengan rendahnya literasi digital, minimnya akses terhadap inovasi teknologi tepat guna, serta terbatasnya ruang partisipasi perempuan dalam rantai nilai ekonomi pertanian (FAO, 2021; Kabeer, 2012). Dalam konteks tersebut, pendekatan socio-technopreneur dipandang sebagai model intervensi yang mampu mengintegrasikan dimensi sosial, teknologi sederhana, dan kewirausahaan berbasis komunitas. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kaungcaang, Kabupaten Pandeglang, dengan tujuan untuk menganalisis dampak pelatihan socio-technopreneur terhadap peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran perempuan tani. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana, melalui instrumen pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara kelompok terarah (focus group discussion). Data dianalisis secara tematik untuk menggambarkan perubahan kapasitas peserta sebelum dan sesudah intervensi program. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi sebesar 45%, terutama pada aspek pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah seperti olahan jahe merah dan keripik pisang. Peningkatan ini tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap standar kebersihan, pengemasan, dan kualitas produk yang lebih layak jual. Transformasi ini sejalan dengan konsep experiential learning yang menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis dibandingkan pendekatan teoritis semata (Kolb, 1984). Pada aspek pemasaran, terjadi perubahan signifikan dari sistem konvensional menuju pemanfaatan media digital. Perempuan tani mulai menggunakan platform seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar. Digitalisasi pemasaran ini memperlihatkan peningkatan literasi digital yang berdampak langsung pada kemampuan komunikasi bisnis dan branding produk lokal. Temuan ini selaras dengan laporan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (2022) yang menyatakan bahwa digitalisasi UMKM berkontribusi terhadap peningkatan daya saing produk berbasis komunitas di wilayah pedesaan. Selain peningkatan keterampilan teknis dan pemasaran, program ini juga mendorong transformasi kesadaran kewirausahaan sosial pada peserta. Perempuan tani mulai menunjukkan perubahan pola pikir dari sekadar produsen rumah tangga menjadi pelaku usaha mikro yang memiliki orientasi ekonomi berkelanjutan. Proses ini mencerminkan konsep pemberdayaan yang menekankan pada peningkatan agency individu dalam mengambil keputusan ekonomi dan sosial secara mandiri (Kabeer, 2012). Bahkan, muncul inisiatif pembentukan kelembagaan ekonomi berbasis kelompok sebagai bentuk penguatan modal sosial komunitas. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Socio-Technopreneur tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan produksi dan pemasaran, tetapi juga memperkuat struktur sosial ekonomi perempuan di tingkat desa. Integrasi antara teknologi sederhana, kewirausahaan sosial, dan pendekatan partisipatif terbukti mampu menciptakan perubahan yang bersifat multidimensional, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan demikian, model ini memiliki potensi untuk direplikasi dalam program pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis gender dan potensi lokal.
Pelatihan dan pendampingan Aquaponik Vertikal bagi masyarakat peduli Ciliwung untuk Urban Farming Rini Trisno Lestari
Jurnal JANATA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/3nvx0p21

Abstract

Sungai Ciliwung memainkan peran penting sebagai sumber kehidupan, jalur ekosistem, serta bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Jakarta. Namun, bantaran sungai menghadapi berbagai tantangan, seperti sempitnya ruang terbuka hijau, pencemaran lingkungan, dan rendahnya pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan. Masyarakat Peduli Ciliwung, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian sungai, menghadapi keterbatasan pengetahuan dalam mengoptimalkan lahan untuk urban farming. Untuk itu, tim pengabdian masyarakat melaksanakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem Aquaponik vertikal di kawasan bantaran Sungai Ciliwung sebagai solusi urban farming. Program ini bertujuan untuk membentuk instalasi Aquaponik vertikal komunal dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam budidaya berbasis Aquaponik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi teori, praktik pembuatan instalasi menggunakan bahan ramah lingkungan, serta pendampingan dalam perawatan dan pengelolaan kebun. Hasil dari program ini adalah terbentuknya instalasi Aquaponik vertikal, meningkatnya keterampilan masyarakat dalam urban farming, serta tersusunnya modul pelatihan sebagai panduan mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan bantaran sungai yang hijau, bersih, sehat, dan produktif, serta menjadi model pemberdayaan berbasis urban farming yang dapat direplikasi di wilayah lain.