cover
Contact Name
Safni Elivia
Contact Email
safni@iphorr.com
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Karet, Sumber Rejo, Kec. Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung 35155
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns
ISSN : 27984095     EISSN : 27984192     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan Juni dan Desember
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024" : 7 Documents clear
Efektivitas teknik relaksasi progresif terhadap nyeri luka episiotomi pada ibu post partum Aliun, Fatimah Wahab; Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.456

Abstract

Background: Every woman experiences different levels of postpartum pain, with different pain thresholds. The results of an episiotomy, which is performed to prevent spontaneous perineal tears and accelerate labor, can cause postpartum pain. Purpose: To determine how progressive relaxation techniques affect maternal pain after an episiotomy at the Barokah Medika Clinic. Method: This study was conducted experimentally using a pre-experimental research method. The Barokah Medika Clinic received 56 respondents with episiotomy wounds. Total sampling was used, so the sample consisted of 56 people who answered. In this study, the instrument used was the MC Gill observation sheet used to transmit the pain response shown by mothers who experienced episiotomy wounds. Results: Data processing of the analysis test using the Wilcoxone Test, which produced a p value of 0.000 indicating that there was a difference in the pain scale between the pre-test and post-test. Conclusion: The progressive relaxation method successfully reduced pain levels and had a positive impact on multidimensional quality of life, including increased sleep quantity and quality, reduced physical restlessness, the mother's ability to be more independent in activities, social relationships, and sexual life in accordance with the postpartum phase.   Keywords: Episiotomy Pain; Post Partum; Progressive Relaxation.   Pendahuluan: Setiap wanita mengalami nyeri pasca persalinan yang berbeda tingkatnya, dengan rentang ambang nyeri yang berbeda. Hasil dari episiotomi, yang dilakukan untuk mencegah robekan spontan perineum dan mempercepat kelahiran, dapat menyebabkan nyeri postpartum. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana teknik relaksasi progresif berdampak pada nyeri ibu pasca episiotomi di Klinik Barokah Medika. Metode: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan metode penelitian pre-eksperimenal. Klinik Barokah Medika menerima 56 responden dengan luka episiotomi. Sampling total digunakan, jadi sampelnya terdiri dari 56 orang yang menjawab. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan menggunakan lembar observasi MC Gill digunakan untuk mengevaluasi respons nyeri yang ditunjukkan oleh ibu yang mengalami luka episiotomi. Hasil: Pengolahan data uji analisis menggunakan Uji Wilcoxone, yang menghasilkan nilai p 0.000 menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam skala nyeri antara tes sebelum dan setelah tes. Simpulan: Metode relakasi progresif berhasil mengurangi tingkat nyeri dan berdampak positif pada kualitas hidup muldimensi, yang mencakup peningkatan kuantitas dan kualitas tidur, pengurangan pembatasan fisik, kemampuan ibu untuk lebih mandiri dalam aktivitas, hubungan sosial, dan kehidupan seksual yang sesuai dengan fase masa nifas.   Kata Kunci: Episiotomy Pain; Post Partum; Progressive Relaxation.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka post sectio caesarea Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.460

Abstract

Background:  Post-cesarean section patients usually require hospitalization for around 3-5 days after surgery. Complications after surgery can also prolong the length of treatment and recovery in the hospital and one of the factors in the wound healing process in post-cesarean section patients can be influenced by nutrition, mobilization and personal hygiene. Purpose: To determine the factors related to the wound healing process in post-cesarean section patients at Bhayangkara Hospital Bandarlampung. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study were post-cesarean section patients at Bhayangkara Hospital Bandarlampung, with an average of 62 mothers per month. The number of samples taken was fifty people. The chi-square test was used to test the bivariate. Results: Of the three factors that influence wound healing after CS at Bhayangkara Hospital Bandarlampung, these three factors have the greatest influence on wound healing. Nutrition has a significant correlation (p=0.018), mobility has a significant correlation (p=0.000), and personal hygiene has a significant correlation (p=0.000). Conclusion: There is a significant relationship between nutritional factors, mobilization, and personal hygiene with wound healing.   Keywords: Mobilization; Nutrition; Post Sectio Caesarea wound healing; Personal Hygiene.   Pendahuluan: Pasien post sectio caesarea biasanya membutuhkan waktu rawat inap sekitar 3-5 hari setelah operasi. Komplikasi setelah tindakan pembedahan, juga dapat memperpanjang lama perawatan dan pemulihan dirumah sakit dan salah satu faktor proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea dapat dipengaruhi oleh nutrisi, mobilisasi dan personal hygiene. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung terhitung dengan rata-rata perbulan 62 ibu. Jumlah sampel yang diambil adalah lima puluh orang. Uji chi square digunakan untuk menguji bivariat. Hasil: Dari tiga faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka setelah SC di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung, ketiga faktor tersebut paling banyak mempengaruhi penyembuhan luka. Nutrisi memiliki korelasi signifikan (p=0.018), mobilitas memiliki korelasi signifikan (p=0.000), dan kebersihan pribadi memiliki korelasi signifikan (p=0.000). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara faktor nutrisi, mobilisasi, dan personal hygine dengan penyembuhan luka.   Kata Kunci: Mobilisasi; Nutrisi; Penyembuhan luka Post Sectio Caesarea; Personal Hygiene.
Hubungan skor time up and go test dengan risiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2 Raminda, Santri; Fadhail, Maulana Ahsan; Kurniawan, Ryanda Masri; Ni`mah, Anisah Khanin; Zulfikar, Zulfikar
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.486

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus is a metabolic disease involving increased blood glucose levels caused by impaired insulin secretion or insulin production performance.Purpose: To see the relationship between time up and go test scores and the risk of falling in women with type 2 diabetes.Method: Observational study with correlation method. The sample of this study was 15 women with type 2 diabetes mellitus at the Siger Physio Bandar Lampung clinic. The type of data used in this study is primary data, data obtained directly from respondents and is the result of observations and interviews with respondents through the Morse Fall Scale form and after conducting a balance test with the time up and go test.Results: Based on the gamma & somers'd test, a significance value of 0.02 was obtained (p <0.05) which means that there is a significant relationship between the time up and go test score and the risk of falling in women with type 2 diabetes.Conclusion: There is a significant relationship between balance and the risk of falling in women with type 2 diabetes mellitus for 60 minutes within 4 weeks at the Siger Physio Bandar Lampung clinic. Keywords: Fall Risk; Morse Fall Scale Shape; Time Out and Test; Type 2 Diabetes. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau kinerja produksi insulin.Tujuan: Untuk melihat hubungan skor time up and go test, terhadap resiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2.Metode: Penelitian observasional dengan metode korelasi. Sampel penelitian ini adalah 15 wanita dengan diabetes militus tipe 2 di klinik Siger Fisio Bandar Lampung. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer, data didapat langsung dari responden dan merupakan hasil observasi serta wawancara dari responden melalui form morse fall scale dan dan setelah melakukan tes keseimbangan dengan time up and go testHasil: Berdasarkan uji gamma & somers’d didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.02 (p<0.05) yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara skor time up and go test dengan resiko jatuh pada wanita diabetes tipe 2.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dengan risiko jatuh yang signifikan pada wanita diabetes melitus tipe 2 selama 60 menit dalam waktu 4 minggu di klinik Siger Fisio Bandar Lampung. Kata Kunci: Diabetes Tipe 2; Form Morse Fall Scale; Resiko Jatuh; Time Up and Go test.
Hubungan Skor Sensory Neuropathy Dengan Lamanya Menderita Diabetes Militus Tipe 2 Pada Wanita Raminda, Santri; Kurniawan, Ryanda Masri; Ando, Dimas Ning Pangesti; Zulfikar, Zulfikar; Fadhail, Maulana Ahsan
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.487

Abstract

AbstractBackground: Diabetes mellitus is one of the most common metabolic disorders, caused by a combination of two main factors impaired insulin secretion by pancreatic β-cells and the inability of insulin-sensitive tissues to respond appropriately to insulin.Purpose: To see the relationship between sensory neuropathy score and duration of type 2 diabetes mellitus in women.Method: Observational study with correlation method, with a sample of 35 women grouped by age 45-74 years, measured using a questionnaire for the duration of having type 2 diabetes mellitus and the Ipswich Touch Test for 15 minutes within 12 weeks.Results: Based on chi square, a significance value of 0.004 (p<0.05) was obtained, which means that there is a relationship between the sensory neuropathy score and the duration of having type 2 diabetes mellitus in women.Conclusion: There is a significant relationship between sensory neuropathy score and duration of type 2 diabetes mellitus in women for 25 minutes within 12 weeks.Suggestion: Further research is expected to develop this research with a larger number of samples so that the research can be analyzed optimally and get better results. Keywords: Ipswich Touch Test; Sensory Neuropathy; Type 2 Diabetes Mellitus. Pendahuluan: Diabetes Mellitus Tipe salah satu kelainan metabolik yang paling umum, disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama gangguan sekresi insulin oleh sel β pankreas dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespons insulin secara tepat.Tujuan: Untuk melihat hubungan hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita.Metode: Penelitian observasional dengan metode korelasi, dengan sampel 35 wanita dikelompokkan berdasarkan umur 45-74 tahun, diukur menggunakan kuisioner durasi mengidap diabetes militus tipe 2 dan Ipswich Touch Test selama 15 menit dalam waktu 12 minggu.Hasil: Berdasarkan chi square didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.004 (p<0.05) yang berarti ada hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan yaitu ada hubungan skor sensory neuropathy dengan lamanya menderita diabetes militus tipe 2 pada wanita selama 25 menit dalam waktu 12 minggu.Saran: Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangakn penelitian ini dengan jumlah sample lebih banyak lagi agar penelitian bisa di analisis dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang lebih baik.Kata Kunci: Diabetes Militus Tipe 2; Ipswich Touch Test; Sensory Neuropathy.
Multigravida hamil 35 minggu dengan partus prematurus imminens janin tunggal hidup letak lintang Shariff, Fonda Octarianingsih; Murtado, Ahmad
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.568

Abstract

Abstract A 35-year-old multigravida patient, 35 weeks pregnant, presented to the Emergency Room of RSBAH Bandar Lampung with complaints of leaking amniotic fluid and bloody mucus from the birth canal since 14:00 WIB. The complaints were accompanied by cramps (+). Blood pressure was 120/80 mmHg, pulse 82 beats per minute, respiratory rate 22 breaths per minute, temperature 36.7°C, and oxygen saturation 99%. Hematology findings revealed a decrease in rod leukocytes (1%), an increase in segmented leukocytes (73%), and a decrease in platelets (122.000/μL). Ultrasonography (USG) findings showed a single fetus with a gestational age of 35 weeks and 5 days. The estimated delivery date is November 26, 2024, with an abdominal circumference (AC) of 30.7 cm. The diagnosis in this case is a 35-week pregnant multigravida with imminent premature labor and a single live fetus in transverse lie. The management for this patient includes observation of the general condition, regular TTV checks, and hospitalization with the following treatments: observation of TTV and GCS, advising the mother to rest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2×2 amps, and Inj. Cefazolin 2×1 g IV. The prognosis in this patient is Dubia ad bonam Keywords: Imminent Preterm Labor; Living Fetus in Lie; Pregnancy. Pasien usia 35 tahun Multigravida hamil 35 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan keluar air ketuban dan lendir darah dari jalan lahir sejak 14.00 wib. Keluhan disertai mulas (+). Tekanan Darah 120/80 mmHg, Denyut Nadi 82 x/menit, Laju Pernapasan 22 x/menit, Suhu 36,7°C, Saturasi Oksigen 99%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan Penurunan jenis leukosit batang (1%), peningkatan jenis leukosit segmen (73%), penurunan trombosit (122.000 ul). Pada pemeriksaan penunjang Ultrasonografi (USG) didapatkan kesan Tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 35 minggu 5 hari. Perkiraan persalinan pada tanggal 26 November 2024. Abdominal Circumferential (AC) 30,7 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu multigravida hamil 35 minggu dengan Partus Prematurus Imminens Janin Tunggal Hidup Letak Lintang. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi rawat inap dengan pengobatan: Observasi TTV dan GCS, anjurkan ibu untuk bedrest, IVFD RL + 1-amp Proterin xx tpm, Inj. Dexamethasone 2x2 amp, Inj. Cefazoline 2x1 gr/iv. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Letak Lintang; Partus Prematurus Imminens.
G4P3A0 Hamil 37 Minggu Dengan Preeklamsia Berat Egiestine, Dea Putri; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.569

Abstract

Abstract  A 30-year-old patient G4P3AO, 37 weeks pregnant, came to the Emergency Room of RSBAH ​​Bandar Lampung with complaints of shortness of breath since 02.00 WIB, complaints accompanied by dizziness, nausea, blurred vision and swelling in the legs since 1 month ago. The patient said she had only been diagnosed with hypertension since the current pregnancy. In the patient's family there is a history of hypertension in the father and a history of diabetes mellitus in the patient's mother. Blood Pressure 190/100 mmHg, Pulse Rate 81x/minute, Respiratory Rate 22x/minute, Temperature 36.6°C, Oxygen Saturation 97%. In the hematology supporting examination, a decrease in Hemoglobin (11.8 g/dl), an increase in Leukocytes (18,200 ul), a decrease in Hematocrit (32%) was found. In the USG supporting examination on 10-28-2024, a single fetus was seen with a gestational age of 36 weeks 5 days, Estimated Fetal Weight 1976 grams, in Abdominal Circumferential (AC) / estimated abdominal circumference size in the fetus 28.36 cm, in Femur Length (FL) / estimated length of the fetal thigh bone 5.96 cm and estimated delivery on December 2, 2024. The management received by the patient is observation of general condition, regular TTV checks, indications for cesarean section surgery are given IVFD RL xx tpm therapy, Nifedipine 2x1 tab, Inbion 2x1 tab, Cefadroxil 2x1. The prognosis in this patient is dubia ad bonam. Keywords: High Blood Pressure; Pregnancy; Severe Preeclamsia.   Pasien usia 30 tahun G4P3AO hamil 37 minggu datang ke IGD RSBAH Bandar Lampung dengan keluhan sesak napas sejak pukul 02.00 WIB keluhan di sertai pusing,mual,pandangan berkunang kunang dan bengkak pada tungkai sejak 1 bulan yang lalu. Pasien mengatakan baru terkena penyakit hipertensi semenjak kehamilan sekarang.Pada keluarga pasien terdapat riwayat penyakit hipertensi pada ayah dan riwayat diabetes melitus pada ibu pasien. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 190/100 mmHg, denyut nadi 81x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 36,6°C, saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan penurunan hemoglobin (11,8 g/dl), peningkatan leukosit (18.200 ul), penurunan hematokrit (32%).Pada pemeriksaan penunjang USG pada tanggal 28-10-2024 didapatkan tampak janin tunggal dengan usia kehamilan 36 minggu 5 hari , perkiraan berat janin 1976 gram, pada Abdominal Circumferential (AC)/ perkiraan ukuran lingkar perut pada janin 28,36 cm, pada Femur Length (FL)/ perkiraan panjang tulang paha janin 5,96 cm dan perkiraan persalinan pada tanggal 2 Desember 2024. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu observasi keadaan umum, cek TTV secara berkala, indikasi operasi sectio caesarea diberikan terapi IVFD RL xx tpm, Nifedipine 2x1 tab,Inbion 2x1 tab ,Cefadroxil 2x1.Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; Preeklamsia Berat; Tekanan Darah Tinggi.
Primigravida Dengan Hiperemesis Gravidarum Susanto, Febi; Shariff, Fonda Octarianingsih
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i1.571

Abstract

Abstract The patient came to the Obgyn Polyclinic at Bintang Amin Hospital with G1P0A0 7 weeks pregnant with complaints of vomiting more than 10 times per day accompanied by nausea, weakness and sometimes dizziness. But the patient said the weight increased drastically during pregnancy. First menstruation at the age of 14 years, menstruation lasted 7 days, the patient changed sanitary napkins twice a day. On physical examination, vital signs were found including blood pressure 90/80 mmHg, pulse 72x/minute, respiratory rate 20x/minute, temperature 36.7 °C, oxygen saturation 98%. The internal vaginal examination was not carried out. On hematology supporting examination, it was found that the leukocytes were increased to 11,100 ul, the hematocrit decreased by 35%. On ultrasound examination, it was found that A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. The diagnosis in this case is primigravida with hyperemesis gravidarum. The treatment received by the patient was IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, ondansetron inj 3x1amp, antacid syr 3x1c/oral. The prognosis for this patient is dubia ad bonam. Keywords: HEG; Pregnant; Vomiting. Pasien datang ke Poliklinik Obgyn Rumah Sakit Bintang Amin dengan G1P0A0 hamil 7 minggu dengan keluahan muntah sudah lebih dari 10 kali perhari disertai mual, lemas dan terkadang pusing. Tetapi os mengatakan berat badan meningkat secara drastis saat hamil.Haid pertama pada umur 14 tahun, haid selama 7 hari, pasien ganti pembalut sebanyak 2x sehari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital diantaranya tekanan darah 90/80 mmHg, denyut nadi 72 x/menit, laju pernapasan 20x/menit, suhu 36.7 °C, saturasi oksigen 98%. Pada Pemeriksaan dalam vaginal tocher tidak dilakukan. Pada pemeriksaan penunjang hematologi didapatkan peningkatan leukosit 11.100 ul, penurunan hematokrit 35 %. Pada pemeriksaan USG didapatkan A: Crown Rump Lengh (CRL): 1.87 cm, B: Crown Rump Lengh (CRL): 1.63 cm. Diagnosis pada kasus ini yaitu primigravida dengan hiperemesis gravidarum. Tatalaksana yang didapat oleh pasien yaitu IVFD RL + 1-amp neurobion gtt 20 tpm, inj ondansetron 3x1amp, antasida syr 3x1c/oral. Prognosis pada pasien ini yaitu dubia ad bonam. Kata Kunci: Hamil; HEG; muntah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7