cover
Contact Name
Agung Setya Wibowo
Contact Email
jurnal.grafting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.grafting@gmail.com
Editorial Address
Jalan Majapahit No. 4 Kec. Sananwetan, Kota Blitar
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Grafting : Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian
ISSN : 20882440     EISSN : 2963041X     DOI : https://doi.org/10.35457/grafting
Core Subject : Agriculture,
Grafting : Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian adalah jurnal yang diterbitkan oleh departemen pertanian untuk para peneliti dan dosen yang akan mempublikasikan atau mempublikasikan penelitiannya. Tujuan jurnal ini adalah untuk memfasilitasi publikasi ilmiah dari hasil penelitian di Indonesia dan berpartisipasi dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian bagi akademisi dan peneliti. Jurnal Grafting diterbitkan 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Grafting berfokus pada pertanian termasuk Hortikultura, Agronomi, Pemuliaan tanaman, Ilmu tanah, Perlindungan tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Manajemen Agribisnis, Komunikasi dan pemberdayaan pertanian.
Articles 62 Documents
PEMULIAAN TANAMAN PARTISIPATIF PADA SORGUM LOKAL: TINJAUAN KARAKTERISASI, POTENSI, DAN STRATEGI PENGEMEMBANGAN Agnes Dwi Meita Sari; Lita Wahyu Rika Wati; Yuniel Melvanolo Zendrato; Theresa Dwi Kurnia
grafting Vol 16 No 02 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/q4vf6653

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemuliaan tanaman partisipatif dalam pengembangan sorgum lokal melalui tinjauan terhadap karakterisasi, potensi, dan strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengintegrasikan berbagai hasil penelitian terkait karakter morfologi, agronomi, serta pemanfaatan sorgum, khususnya di wilayah Sumba Timur sebagai salah satu pusat keragaman plasma nutfah lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa sorgum memiliki keunggulan adaptasi yang tinggi terhadap lahan kering dan kondisi lingkungan marginal, didukung oleh karakter fisiologis seperti sistem fotosintesis C4, efisiensi penggunaan air, serta kemampuan ratoon. Keragaman morfologi, terutama pada malai dan biji, mencerminkan potensi genetik yang besar untuk dikembangkan sesuai kebutuhan spesifik lokasi. Selain sebagai sumber pangan alternatif, sorgum juga berpotensi sebagai pakan ternak dan bahan baku bioenergi, sehingga mendukung sistem pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Namun demikian, pengembangan sorgum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya produktivitas, keterbatasan teknologi pascapanen, akses pasar, serta minimnya adopsi varietas unggul oleh petani. Pendekatan pemuliaan tanaman partisipatif menjadi solusi yang efektif karena melibatkan petani secara langsung dalam proses seleksi varietas, sehingga meningkatkan kesesuaian dengan preferensi lokal dan mempercepat adopsi inovasi. Dengan demikian, integrasi pemuliaan partisipatif, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan menjadi kunci dalam optimalisasi pengembangan sorgum sebagai komoditas strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian energi di Indonesia.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS CIRCULAR ECONOMY MELALUI INOVASI TEKNOLOGI DAUR ULANG PLASTIK DAN HILIRISASI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI DI KELURAHAN GEDOG, KOTA BLITAR Palupi Puspitorini; Tri Endrawati; Mar'atus Solikhah; Darmadji; Gelvin Iqbal Pradhipta; Ramadhanty Cahyaning Rizky
grafting Vol 16 No 02 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/hf4kmq26

Abstract

The implementation of circular economy principles has become an effective strategy to address environmental degradation while simultaneously improving community welfare through sustainable resource utilization. This study evaluated the effectiveness of an integrated community empowerment model combining technological innovation, institutional strengthening, and downstream agricultural processing in Gedog Village, Blitar City, Indonesia. The research employed a participatory action research approach involving two community partners, namely Bank Sampah Gong Lestari and Pokmas Mandiri Hidrofarm. Appropriate technologies introduced included hydraulic plastic pressing equipment, plastic shredders, stainless-steel citronella distillation units, and product diversification into aromatherapy candles and diffuser perfumes. The intervention increased recycled plastic production from approximately 750 kg to 1,000 kg month⁻¹, while improving the selling price from IDR 3,000 kg⁻¹ to IDR 6,000 kg⁻¹. Citronella cultivation expanded to approximately 3,000 m², accompanied by increased production of value-added products and improved institutional performance. Community participation increased from 70% to 90%, operational contribution rose from 30% to 70%, and participants' technical knowledge improved from 30% to 60%. These findings demonstrate that integrating technological innovation with participatory empowerment effectively supports circular economy implementation, strengthens local economic resilience, enhances environmental sustainability, and contributes to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), Green Economy, and Indonesia Emas 2045. Keywords: circular economy; community empowerment; plastic recycling; citronella; technological innovation