cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
fatima.parepare28@gmail.com
Phone
+6242122167
Journal Mail Official
fatima.parepare28@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ganggawa, No. 22, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli serta mahasiswa di bidangnya, baik dalam lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember). “Lentera Acitya” diterbitkan pertama kali pada Desember 2014. Jurnal Kesehatan Lentera Acitya terindeks LIPI, ISSN Indonesia, Google Schoolar, PKP Index, OJS, dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) Dikti. Terintegrasi pada SINTA.
Articles 112 Documents
Pengaruh Faktor Determinan Terhadap Lama Pemberian ASI Berkelanjutan di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Samsinar *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor Determinan Pemberian ASI Berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2016.     Pemberian ASI berkelanjutan adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir  sampai  6  bulan (Eksklusif), setelah itu, barulah bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI sambil tetap menyusui hingga usianya mencapai 2 tahun (WHO, 2011). ASI berkelanjutan cenderung tidak dilakukan dapat dikarenakan beberapa faktor determinan yaitu pengetahuan, dukungan suami, kesehatan anak, status gizi ibu.    Tujuan penelitian adalah melakukan analisis pengaruh variabel  determinan  terhadap  lamanya  pemberian ASI berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.    Metode metode yang digunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional study. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan besar sampel menggunakan rumus menurut Lameshow cara pengambilan  sampel dilakukan dengan memilih sampel yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 128 orang Ibu menyusui yang berada di wilayah kerja Puskesmas  Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.     Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 128 responden yang berpartisipasi dalam lama pemberian ASI berkelanjutan adalah sebanyak 27 responden (21,1%) dan yang tidak berpartisipasi pada lama pemberian ASI berkelanjutan sebanyak 101 responden (78,9%). Dari analisis data statistik dengan uji Chi-Square dan uji regresi logistik dengan metode enter, didapatkan variabel kesehatan anak merupakan faktor yang paling signifikan (sig. = 0,000) atau nilai p < 0, 05 berhubungan dengan lama pemberian ASI berkelanjutan dan merupakan variabel yang paling berhubungan signifikan dibandingkan variabel yang lain dan kesehatan anak berpengaruh 27 kali terhadap lama pemberian ASI berkelanjutan di Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tahun 2016.
PENYULUHAN DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Meriem Meisyaroh Syamson; Zulfikar *; Hasrul *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman obat dapat dibudidayakan dalam skala kecil dan menengah, yang selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat untuk menunjang peningkatan kesehatan masyarakat, dan sekaligus dapat menjadi tambahan pendapatan keluarga. Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah berupaya memasyarakatkan TOGA ke seluruh masyarakat Pemanfaatan tanaman dan ramuan obat tradisional oleh masyarakat merupakan perwujudan peran serta dalam bidang kesehatan yang bermanfaat utnuk menolong diri dan keuarganya, sebelum memperoleh pelayanan kesehatan formal. Mengetahui pengaruh penyuluhan  terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam  pemanfaatan toga di desa carawali kabupaten sidenreng rappang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode Quasy Experiment dengan menggunakan pendektan one group pre-post test design dimana kelompok eksperimen dilakukan pre-test tentang perilaku penyuluhan sebelum pemanfaatan toga. Hasil analisis didapatkan nilai p = 0,000 dengan tingkat kemaknaan p < a (0,05) yang dimana 0,000 < 0.05 maka Ho ditolak maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Toga Di Desa Carawali Kabupaten Sidenreng Rappang. ABSTRACTMedicinal plants can be cultivated on a small and medium scale, which can then be distributed to the community to support the improvement of public health, and at the same time can be an additional family income. The Ministry of Health of the Republic of Indonesia has endeavored to promote the TOGA to the whole community. The use of plants and traditional medicinal herbs by the community is a manifestation of their participation in the health sector, which is useful to help themselves and their families before receiving formal health services. Knowing the effect of counseling on the level of community knowledge in the use of toga in the village of carawali, sidenreng rappang district. This research uses a quantitative method with the Quasy Experiment method by using a one group pre-post test design approach where the experimental group is pre-tested about counseling behavior before the use of the toga. The analysis results obtained the value of p = 0,000 with a significance level of p <a (0.05) where 0,000 <0.05 then Ho is rejected, it can be concluded that there is a significant influence on counseling of community knowledge in the use of toga in the village of Carawali Sidenreng Rappang.Keywords: Counseling, family medicinal plants
Gambaran Kejadian Kejang Demam Pada Anak di Rumah Sakit Fatima Parepare Tahun 2016 Pelagia *; Angela Marcia Toding Lembang
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 5 (2017): Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam pada anak merupakan hal yang paling sering dikeluhkan oleh orang tua mulai di praktek dokter sampai ke unit gawat darurat (UGD) anak, meliputi 10-30% dari jumlah kunjungan. Kejang yang terjadi padasaat demam disebut kejang demam. Secara definisi, kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat kenaikan suhu tubuh lebih dari 38⁰C (suhu rektal atau dubur) yang disebabkan proses di luar otak, tanpa ada bukti infeksi otak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian kejang demam pada anak di Rumah Sakit Fatima Parepare. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 27 sampel. Teknik pengumpulan data dengan menggunaka mengambil data sekunder yang diperoleh dari hasil pencatatan dan pelaporan di Rumah Sakit Fatima Parepare. Hasil penelitian antara lain mayoritas umur responden adalah umur (9 bulan-2 tahun) 16 orang (59%), jenis kelamin responden mayoritas adalah laki-laki sebanyak 18 orang (67%), infeksi virus dan bakteri responden tertinggi terdapat pada saluran pencernaan berjumlah 10 orang (37%), mayoritas responden tidak ada riwayat sebanyak 14 orang (52%). Dengan adanya penelitian ini diharapkan peneliti dapat melakukan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam tentang faktor-faktor lainnya yang belum dteliti dalam penelitian ini yang berhubungan dengan kejang demam pada anak.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERSIHAN ORGAN GENITALIA EKSTERNA PADA SISWI DI PONDOK PESANTREN AL-WASILAH Rosdiana Rosdiana; Arifa Usman; Andi Misnawati; Arini Purnamasari
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM POLEWALI TAHUN 2021 Arifa Usman; Rosdiana Rosdiana; Andi Misnawati
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas pada masa neonatal yaitu 60-80% di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Polewali, umur ibu dan jarak kehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan case control study. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di RSUD Polewali pada bulan Januari-November 2021. Cara pengambilan sampel yaitu pada kelompok kasus dan kontrol menggunakan simple rondom sampling. Seluruh sampel berjumlah 135 orang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan umur < 20 tahun atau > 35 tahun memiliki risiko 2,473 kali terhadap persalinan prematur dibandingkan ibu yang hamil dengan umur 20-35 tahun, ibu yang memiliki jarak kehamilan < 2 tahun memiliki risiko 5,666 kali terhadap persalinan prematur dibandingkan ibu yang memiliki jarak kehamilan ≥ 2 tahun. Petugas kesehatan khususnya bidan sebaiknya memberikan sosialisasi bagi ibu dan juga pada  keluarga tentang penyebab persalinan prematur dan tanda bahaya kehamilan melalui penyuluhan ataupun konseling.Kata kunci : Persalinan Prematur, Faktor RisikoABSTRACTPremature delivery is one of the main causes of mortality and morbidity in the neonatal period, which is 60-80% worldwide. This study aims to determine the risk of preterm labor in Polewali Hospital, maternal age and gestational spacing. The type of research used is  observational with a case control study design. The population of this study were all mothers who gave birth at Polewali Hospital in January-November 2021. The sampling method was in the case and control groups using simple random sampling. The entire sample amounted to 135 people. Data processing was carried out using the SPSS program, while data analysis was carried out univariate and bivariate using the Odds Ratio (OR) test. The results showed that pregnant women aged < 20 years or > 35 years had a 2.473 times risk of preterm delivery compared to pregnant women aged 20-35 years, mothers who had a pregnancy interval of < 2 years had a 5,666 times risk of preterm delivery compared to women who had a pregnancy interval of < 2 years. who have a gestation interval of 2 years. Health workers, especially midwives, should provide socialization for mothers and families about the causes of premature labor and the danger signs of pregnancy through counseling or  counseling.Keywords: Premature Delivery, Risk Factors
GAMBARAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0 – 12 BULAN DI RS FATIMA PAREPARE Yenny Randa; Rosnaeni *
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus-menerus dan menyeluruh, dan dilaksanakan sesuai standar sehinggamampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutuskan mata rantai penularan. Kejadian Luar Biasa (KLB) polio terjadi di Indonesia dalam kurung waktu 2005-2006 yang tersebar pada 47 kabupaten/ kota di 10 provinsi. Penelitian ini merupakan survey lapangan untuk mengetahui gambaran kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 0 – 12 bulan di RS Fatima Parepare dengan menganalisa berbagai faktor pendukung dalam pemberian imunisasi dasar (usia ibu, pendidikan, suku, agama, dan pekerjaan). Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir di RS Fatima Parepare pada tahun 2015, dengan sampel 100 data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Analisis data menggunakan analisa univariat, dari hasil uji tersebut disimpulkan bahwa variabel uisa ibu dan pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi sedangkan variabel suku, agama, dan pendidikan tidak memiliki pengaruh yang berarti. Disarankan bagiPemerintah Kota Parepare agar lebih meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat dengan metode yang lebih mudah dipahami mengenai imunisasi dasar dan untuk RS setempat lebih melengkapi data bayi dan orang tua yang mendapatkan imunisasi dasar. ABSTRACTImmunization is one of the preventive efforts to prevent disease through the provision of immunity which must be carried out continuously and thoroughly, and carried out according to standards so as to provide healthprotection and break the chain of transmission. Polio Extraordinary Events (KLB) occurred in Indonesia in the 2005-2006 time brackets spread across 47 districts / cities in 10 provinces. This research is a field surveyto find out the description of the completeness of basic immunization for infants aged 0-12 months in Fatima Parepare Hospital by analyzing various supporting factors in the provision of basic immunizations (mother’sage, education, ethnicity, religion, and occupation). The study population was all babies born in Fatima Parepare Hospital in 2015, with a sample of 100 data. Data collection is done by observation. Data analysis usedunivariate analysis, from the results of the test it was concluded that maternal and educational variables had a significant effect on the provision of basic immunization in infants while the variables of ethnicity, religion, and education did not have a significant effect. It is recommended for the City Government of Parepare to further improve public health knowledge with an easier-to-understand method of basic immunization and for localhospitals to better supplement the data on infants and parents who get basic immunizations.   
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU PAREPARE Taliabo, Petrus
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : FATIMA PAREPARE HEALTH SCIENCE COLLEGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GAMBARAN PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN POST STROKE DI POLIKLINIK SYARAF RSUD ANDI MAKKASAU PAREPARE Petrus Taliabo; Yunita Palinggi; Leony Patricia Anggraeni
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPotret terjadinya permasalahan kesehatan masa kini sangat beragam, salah satu yang terus mengalami peningkatan yakni kejadian stroke. Menurut WHO tahun 2012, stroke adalah salah satu gangguan saraf yang terjadi akibat dari terganggunya peredaran darah ke otak yang terjadi sekitar 24 jam atau lebih, gangguan saraf ini bersifat permanen tanpa penyebab lain kecuali gangguan vascular (Junaidi, 2011: 13). Stroke juga merupakan penyebab kematian utama dan kecacatan yang dapat dicegah (American Heart Association, 2015). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pemenuhan Activity Daily Living (ADL) pada pasien post stroke di poliklinik syaraf RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Indeks Barthel. Secara umum dari 30 responden yang ada di poliklinik saraf, rata-rata pasien mandiri dalam melakukan ADL setiap hari yaitu sebanyak 14 pasien Mandiri (46,44%) dan yang paling sedikit pasien dengan kategori ketergantungan total yaitu sebanyak 1 orang (3,34%). Di uraikan seperti yang pertama Pemenuhan Perawatan Diri Pada Pasien Post Stroke sebanyak 23 pasien Mandiri (76,66%), yang kedua berdasarkan tingkat mobilitas sebanyak 14 orang Mandiri (46,66%) dan yang ketiga berdasarkan Kemandirian dalam penggunaan toilet sebanyak 25 orang Mandiri (83,33%). Gambaran pemenuhan activity daily living (ADL) pada pasien post stroke didapatkan sebagian besar adalah tingkat activity daily living dengan kategori mandiri sedangkan yang paling sedikit adalah kategori tingkat ketergantungan total. Penelitian ini diharapkan agar responden lebih memperhatikan dan mengontrol kondisinya sesuai jadwal cek up, rutin mengikuti program rehabilitasi medik yang sudah diprogramkan untuk membantu kesembuhannya, pasien juga dianjurkan agar patuh minum obat. ABSTRACTPortraits of the occurrence of health problems today are very diverse, one of which continues to increase is the incidence of stroke. According to WHO in 2012, stroke is one of the nerve disorders that occur as a result of disruption of blood circulation to the brain that occurs around 24 hours or more, this nerve disorder is permanent without any other cause except vascular disorders (Junaidi, 2011: 13). Stroke is also a leading cause of death and preventable disability (American Heart Association, 2015). The purpose of this study: To determine the description of the fulfillment of Activity Daily Living (ADL) in post stroke patients in the nerve clinic at the Andi Makkasau Regional Hospital, Parepare City. Research Methods: This type of quantitative research with a descriptive design. The instrument used was a Barthel Index questionnaire. Results: In general out of 30 respondents in the neuro polyclinic, the average independent patient in performing ADL every day is as many as 14 independent patients (46,44%) and the least number of patients in the total dependency category is 1 person (3,34%). Described as the first fulfillment of self-care in post stroke patients as many as 23 independent patients (76,66%), the second is based on the level of mobility of 14 independent people (46,66%) and the third is based on independence in using the toilet as many as 25 independent people (83,33%). Conclusion: The description of fulfillment of daily living activity (ADL) in post stroke patients was obtained mostly by the level of daily living activity with an independent category while the least was the category of total dependency level.Suggestion: The research is expected that respondents pay more attention and control their condition according to the check-up schedule, routinely follow the medical rehabilitation program that has been programmed to help his recovery, adhere to taking medication.Keywords: Activity Daily Living (ADL) and Post Stroke
HUBUNGAN PROSES KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP MARIA RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE Pelagia P
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kepuasan pelanggan sangat bergantung pada mutu dari suatu produk (Supranto,2006). Produk bisa berupa barang atau jasa. Sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-spiritual yang konprehensif, yang ditujukan pada individu, keluarga, dan masyarakat baik yang sakit maupun yang sehat mencakup seluruh proses kehidupan manusia (Lokakarya Nasional Keperawatan, 1983). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Proses Keperawatan Terhadap Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Maria Rumah Sakit Fatima Parepare; hal ini dibuktikan dengan Uji Chi square menunjukan tingkat kemaknaan ,039 (p < 0,05). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada Hubungan Proses Keperawatan dengan Kepuasan Pasien.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARA KOTA PALOPO Ayu Irawati; Susianti Susianti; Arifa Usman
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang; Stunting merupakan kondisi kronis terganggunya pertumbuhan dengan pemeriksaan ANC yang tidak lengkap, ASI yang tidak diberikan secara eksklusif dan balita yang tidak diberikan MP-ASI. Tujuan: untuk mengetahui faktor risisko kejadian stunting pada balita usia 12-36 bulan di wilayah kerja puskesmas wara kota palopo tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu 96 balita di wilayah kerja puskesmas wara kota palopo tahun 2022, yang terdiri dari 48 kasus dan 48 kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu purporsive sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20 dan dianalisis dengan uji odds ratio (OR) serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Analisis bivariat didapatkan faktor risiko penelitian menunjukkan bahwa riwayat ANC dengan kejadian stunting (OR = 9,471), riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting (OR = 3,975), dan riwayat MP-ASI dengan kejadian stunting (OR = 5,160). Kesimpulan: Riwayat ANC, riwayat ASI eksklusif dan riwayat MP-ASI merupakan faktor risiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Wara Kota Palopo tahun 2022.Kata Kungci: Stunting, ANC, ASI Eksklusif, MP-ASIABSTRACTBackground; Stunting is a chronic condition of growth disruption with incomplete ANC examinations, breastfeeding that is not exclusively given and toddlers who are not given complementary foods. Purpose: to determine the risk factors for stunting incidence in toddlers aged 12-36 months in the work area of the Puskesmas Wara Kota Palopo in 2022. Methods: This study used an observational research method with a case control approach. The population in this study was 96 children under five in the work area of the Puskesmas Wara Kota Palopo in 2022, consisting of 48 cases and 48 controls. The sampling technique was purporsive sampling. Data collection through questionnaires. The data that has been collected is then processed and analyzed using the SPSS version 20 program and analyzed using the odds ratio (OR) test and presented in the form of a frequency distribution table. Results: The bivariate analysis showed that the risk factors of the study showed that history of ANC with the incidence of stunting (OR = 9.471), history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting (OR = 3.975), and history of complementary breastfeeding with incidence of stunting (OR = 5.160). Conclusion: History of ANC, history of exclusive breastfeeding and history of complementary breastfeeding are risk factors for stunting in the working area of Puskesmas Wara Kota Palopo in 2020. Kungci words: Stunting, ANC, Exclusive Breastfeeding, MP-ASI

Page 7 of 12 | Total Record : 112