cover
Contact Name
Antonius Primus
Contact Email
fatima.parepare28@gmail.com
Phone
+6242122167
Journal Mail Official
fatima.parepare28@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ganggawa, No. 22, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
ISSN : 23563028     EISSN : 26563495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan “Lentera Acitya” merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. “Lentera Acitya” merupakan hasil elaborasi berbagai pemikiran dan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan para ahli serta mahasiswa di bidangnya, baik dalam lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare maupun di luar lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatima Parepare. Jurnal ini diterbitkan secara berkala, dua kali setahun (Juni dan Desember). “Lentera Acitya” diterbitkan pertama kali pada Desember 2014. Jurnal Kesehatan Lentera Acitya terindeks LIPI, ISSN Indonesia, Google Schoolar, PKP Index, OJS, dan GARUDA (Garba Rujukan Digital) Dikti. Terintegrasi pada SINTA.
Articles 112 Documents
PENGARUH DIKLAT DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PATIENT SAFETY MELALUI PENERAPAN MAKP PADA RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT FATIMA PAREPARE Maseri N; Hasmin Tamsah; M. Ikhsan Kadir
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Diklat terhadap Penerapan MAKP; 2) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Penerapan MAKP; 3) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Diklat terhadap Patient Safety; 4) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh PengalamanKerja terhadap Patient Safety; 5) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Penerapan MAKP terhadap Patient Safety; 6) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Diklat terhadap Patient Safety melalui Penerapan MAKP; 7) Untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh Pengalaman Kerja terhadap Patient Safety melalui Penerapan MAKP.Responden penelitian ini adalah perawat pada Rumah Sakit Umum Fatima, Parepare sebanyak 85 Orang dengan menggunakan metode analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Diklat dan Pengalaman Kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap variabel Penerapan MAKP dan variabel Patient Safety, variabel Penerapan MAKP tidak berpengaruh langsung terhadap variabel Patient Safety. Melalui variabel Penerapan MAKP, Variabel Diklat danvariabel Pengalaman Kerja berpengaruh tidak langsung terhadap variabel Patient Safety.Kata kunci : Diklat, Pengalaman Kerja, Penerapan MAKP, Patient Safety. ABSTRACTThe objectives of this study are: 1) To Know and analyze the influence of Diklat on MAKP Implementation; 2) To Know and analyze the effect of Work Experience on MAKP Implementation; 3) To find out and analyze the influence of Diklat on Patient Safety; 4) To Know and analyze the influence of Work Experience on Patient Safety; 5) To Know and analyze the effect of MAKP Implementation on Patient Safety; 6) To Know and analyze the influence of Diklat on Patient Safety through MAKP Implementation; 7) To Know and analyze the effect of Work Experience on Patient Safety through MAKP Implementation. The respondents of this study were 85 nurses at the Fatima, Parepare Hospital using the path analysis method. The results showed that the Training and Work Experience variables had a direct and significant effect on the MAKP Implementation variable and the Patient Safety variable, the MAKP Implementation variable did not directlyaffect the Patient Safety variable. Through the MAKP Implementation variable, Diklat Variables and Work Experience variables have an indirect effect on the Patient Safety variable. Keywords: Diklat, Work Experience, Application of MAKP, Patient Safety
Kajian Pengobatan Asma Bronkial pada Pasien Dewasa di Instalasi Rawat Inap RSU Anutapura Palu Joni Tandi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Kajian Asma Bronkial Pada Pasien Dewasa Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dengan tujuan untuk mengetahui pengobatan asma bronkial pada pasien dewasa di RSU Anutapura Palu berdasarkan interaksi obat, kontraindikasi dan efek samping. Populasi penelitian adalah semua pasien yang menderita asma bronkial yang menjalani rawat inap di RSU Anutapura Palu, sedangkan sampel penelitian adalah pasien asma bronkial yang dirawat inap di RSU Anutapura Palu selama penelitian dilakukan menggunakan rancangan participant observation dengan pndekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Parameter yang digunakan adalah persentase kesesuaian obat berdasarkan dosis, indikasi, interaksi obat, kontraindikasi dan efek samping obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penggunaan obat berdasarkan tepat indikasi yang sesuai adalah 100%, persentase interaksi obat 100% tidak terjadi interaksi obat dan persentase penggunaan obat berdasarkan efek samping obat yang sesuai adalah 100%.
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG RHEUMATOID ARTHRITIS YANG MENJALANI PERAWATAN DI PPSLU MAPPAKASUNGGU KOTA PAREPARE Henrick Sampeangin; Dindha Pramesty
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPopulasi lanjut usia meningkat secara bermakna ditandai dengan meningkatnya usia harapan hidup lanjut usia (lansia).Lansia merupakan kelompok yang berisiko tinggi yang mengalami berbagai masalah kesehatan khususnya penyakit degeratifseperti Rheumatoid Arthritis. Gejala Rheumatoid Arhtritis seperti nyeri, kekakuan, dan inflamasi, oleh lansia dirasakan sebagai penyakit sederhana dan tidak menyebabkan ancaman jiwa. Jumlah penderita rheumatoid artritis didunia saat ini telah mencapai angka 355 juta jiwa, artinya 1 dari 6 penduduk bumi menderita penyakit rheumatoid arthritis. Di Indonesia prevalensi rheumatoid arthritis 23,3%- 31,6% dari jumlah penduduk Indonesia. Bertambahnya jumlah penderita Rheumatologi Arthritis di Indonesia, justru kesadaran dan salah pengertian tentang penyakit ini cukup tinggi. Keadaan inilah menjelaskan bahwa kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia khususnya lansia untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai penyakit Rheumatologi Arthritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengambarkan tingkat pengetahuanlansia tentang penyakit Rheumatoid Arthritis. Subjek penelitian ini adalah lansia yang berusia 60-75 tahun yang ada di PPSLU Mappakasunggu Parepare. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif. Data diambil dengan cara memberikan kuesioner. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat  pengetahuan lansia tentang penyakit Rheumatoid Arhtritis didapatkandalam kategori tingkat pengetahuan baik dan dalam kategori sikap lansia tentang penyakit Rheumatoid Arhtritis adalah 1 lansia sikap sangat baik (33 poin dihari ketiga) dan 2 lansia memiliki sikap baik (28 poin dihari ketiga).Diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan terhadap lansia untuk memenuhi kebutuhannya sehingga dapat mendukung jaminankesejahteraan lansia. ABSTRACTElderly population in Indonesia increasedsignificantly marked by increasing life expectancy elderly. The elderly is a high-risk groups who  aveexperiencing various health problems particular disease degeratif such as rheumatoid Arthritis. Symptoms of Rheumatoid Arthritis such as pain, stiffness, and inflammation, by elderly perceived asa simple diseaseand does not cause mental threat. The number of people with rheumatoid arthritis in the world today has reached 355 million people, meaning that 1 in 6 of the earth’s population suffering from rheumatoid arthritis. In Indonesia the prevalence of rheumatoid arthritis is 23,3%-31,6% of the population in Indonesia. Increasing number of patients with ArthritisRheumatoid in Indonesia, precisely the awareness and misunderstandings of this disease remains enough. This situation explained that lack of knowledge of Indonesian society, especially elderly to know more deeply about the Arthritis Rheumatoid disease. The purpose of this research is to describeknowledge level of elderly about the disease RheumatoidArthritis. The subject of this research is elderly 60-75 year in PPSLU Mappakasunggu Parepare city. Types of research is Descriptive. Data taken by giving questionnaire. The result of this study is the level of knowledge of the elderly about rheumatoid arthritis disease obtained in the category of good knowledge level and in the category of elderly attitude verygood (33 points from third) and 2 elderly have good attitude (28 points from third. Expected to further improve services to the elderly to meet their needs so as to support the welfare of the elderly.    
Gambaran Tingkat Depresi Pada Lansia di PPSLU Mappakasunggu Parepare Tahun 2017 Andreas Tena; Desi Famela
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 4, No 5 (2017): Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi adalah penyakit yang sering kali tidak terdeteksi namun secara nyata menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian adalah menggambarkan tingkat depresi pada lansia di PPSLU MAPPAKASUNGGU Parepare. Desain penelitian ini adalah deskriptif sederhana dengan menggunakan teknik random sampling 63 responden lansia dengan karakteristik usia, jenis kelamin, pendidikan , suku, pekerjaan, hubungan dengan keluarga dan status kesehatan. Instrument penelitian yang digunakan Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82 % lansia menderita depresi. Terdiri dari lansia yang depresi ringan 70% dan berat 12% dan tingkat depresi berdasarkan karakteristik usia 60-74tahun 70% yang mengalami depresi ,jenis kelamin perempuan sebanyak 59% responden, pekerja buruh tani 38%, pendidikan SD 44%, hubungan dengan keluarga baik 79%, suku bugis 68,2%, status kesehatan hiperensi 26%. Hasil penelitian menyarankan agar pihak panti mmberikan bekal ilmu dan pelatihan kepada para petugas panti untuk menangani lansia depresi.
GAMBARAN KEBUTUHAN CAIRAN PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Martina Malla; Bernadet Emmi; Paskalia Apriani Tae Britman
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cronic Kidney Disease (CKD) dimana kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari tiga bulan berdasarkan kelainan patologis atau pertanda kerusakan ginjal seperti protinuria sehingga sangat diperlukan untuk melakukan tindakan hemodialisa dimana hemodialisa juga berfungsi untuk membuang ekses cairan dan menyeimbangkan elektrolit. Menurut PENEFRI Di indonesia angka kejadian CKD pada tahun 2010 sebanyak 2 juta kasus sedangkanpasien yang menjalani HD baru 100.000 orang. Penelitan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran keseimbangan cairan pada pada pasien CKD yang menjalani hemodilisa di RSUD Andi Makkasau. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data menggunakan lembar observasi pada responden yang disertakan dengan rumus IDGW. Hasil penelitian terdapat 2 pasien orang dewasa Nn “S” umur 18 dan Tn “J” umur 35 tahun masing-masing input cairan 418 cc dan 800 cc per 24 jam dan output cairan dialisat 1.000 cc. Kesimpulan penelitian yaitu kebutuhan cairan pada kedua pasien berbeda, meskipun kedua pasien sama-sama sudah tidak penah buang air kecil dan cairan yang ditarik setiap kali menjalani hemodialisa dalam jumlah yang sama. Diharapkan pasien dapat mengatur dan mengontrol asupan makanan dan minuman setiap hari agar pertambahan BB diantara dua sesi HD dapat ditoleransi oleh tubuh dan bagi tenaga medis diharapkan penelitian ini bisa dijadikan informasi tambahan untuk peningkatan pelayanan.Kata kunci: CKD, Kebutuhan Cairan, HemodialisaABSTRACTChronic Kidney Disease (CKD) where kidney damage occurs for more than three months based on pathological abnormalities or signs of kidney damage such as protinuria, so it is necessary to carry out hemodialysis where hemodialysis also functions to remove excess fluid and balance electrolytes. According to PENEFRI, in Indonesia, the incidence of CKD in 2010 was 2 million cases, while only 100,000 patients underwent HD. This study was conducted with the aim of knowing the description of fluid balance in CKD patients undergoing hemolysis at the Andi Makkasau Hospital. The method used is to collect data using observation sheets on respondents which are included with the IDGW formula. The results of the study were 2 adult patients, Ms. “S” aged 18 and Mr. “J” aged 35 years, each with fluid input of 418 cc and 800 cc per 24 hours and dialysate fluid output of 1000 cc.The conclusion of the study was that the fluid requirements of the two patients were different, even though both patients had never urinated and the same amount of fluid was withdrawn each time they underwent hemodialysis.  It is hoped that patients can regulate and control food and drink intake every day so that weight gain between two HD sessions can be tolerated by the body and for medical personnel, it is hoped that this research can be used as additional information to improve services. Keywords: CKD, Fluid Needs, Hemodialysis
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN BUKIT INDAH KECAMATAN SOREANG KOTA PAREPARE Martinus Jimung; Febrian Febrian
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebiasaan merokok keluarga di dalam rumah menjadikan balita sebagai perokok pasif yang selalu terpapar asap rokok. Menurut Rahmayatul (2013), “rumah balita yang keluarganya mempunyai kebiasaan merokok cukup tinggi berpeluang meningkatkan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebesar 7,83 kali dibandingkan dengan rumah balita yang keluarganya tidak merokok di dalam rumah”. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kebiasaan merokok keluarga, (2) untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok keluarga di dalam rumah yang tanpa memperhatikan balita di sekitarnya dan (3) untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok keluarga dengan kejadian (ISPA) pada balita. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 30 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita yangmenderita lebih banyak pada kelompok usia 13-59 bulan daripada balita kelompok usia 0-12 bulan dan balita laki-laki yang menderita ISPA lebih banyak daripada balita perempuan. Kejadian setiap keluarga mempunyai 1 balita mengalami gangguan ISPA sebagian besar balita yang memiliki anggota keluarga dengan kebiasaan merokok 22 keluarga (73,3%). Sedangkan gambaran kebiasaan merokok keluarga berdasarkan lokasi merokok yang tidak memperhatikan balita di sekitarnya sebanyak 18 keluarga (81,8%). Hasil uji Chi Square test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan merokok keluarga tanpa memperhatikan balita di sekitarnya (p = -0,237) dengan kejadian ISPA pada Balita (p = 0,000) dengan masing-masing nilai P < 0,05. Kata Kunci: Rokok, Keluarga, Infeksi Saluran pernafasan Akut (ISPA) dan Balita.ABSTRACTFamily smoking habits in the house make toddlers as passive smokers who are always exposed to cigarette smoke. According to Rahmayatul (2013), “homes of toddlers whose families have a high smoking habit have the opportunity to increase the incidence of Acute Respiratory Infections (ISPA) by 7.83 times compared to homes of toddlers whose families do not smoke in the house”. This study aims: (1) to determine family smoking habits, (2) to determine the relationship between family smoking habits in the house without paying attention to the toddlers around them and (3) to determine the relationship between family smoking habits and the incidence of ISPA in toddlers. This study used an observational method with a cross sectional design. Samples were taken as many as 30 toddlers. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Data were analyzed by univariate and bivariate analysis with Chi Square test with a significance level of = 0.05.The results of this study indicate that toddlers suffer more from the age group of 13-59 months than toddlers in the age group 0-12 months and boys suffer from ISPA more than girls. The incidence of each family having 1 toddler experiencing ISPA disorders, most of the toddlers who have family members with smoking habits are 22 families (73.3%). While the description of family smoking habits based on smoking locations that did not pay attention to the toddlers around them were 18 families (81.8%). The results of the Chi Square test with a significance level of = 0.05 showed that there was a significant relationship between family smoking habits  without regard to the toddlers around them (p = -0.237) and the incidence of ISPA in children under five (p = 0.000) with each P value < 0.05.Keywords: Cigarettes, Family, Acute Respiratory Infection (ISPA) and Toddlers
REHABILITASI PARU PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK Yunita Palinggi
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pokok pembahasan soal Rehabilitasi Paru Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronik ialah untuk  membangun konsep penatalaksanaan rehabilitasi paru berupa pemberian latihan pada penderita PPOK untuk peningkatan kualitas hidup. Metode pembahasan berupa literature review terhadap sejumlah hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan penyakit Paru Obstruksi Kronik. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pemberian latihan rehabilitasi paru pada penderita PPOK cukup membantu pasien, meskipun tidak signifikan. Sehingga metode tersebut dapat digunakan dalam rangka membantu meningkatkan kualitas hidup pasien penderita PPOK. Kata Kunci: Penyakit Paru Obstruksi Kronik, rehabilitasi paru, Kualitas HidupABSTRACTThe main objective of the discussion about the problem of pulmonary rehabilitation in patients with chronic obstructive pulmonary disease is to develop the concept of pulmonary rehabilitation management in the form of giving exercise to COPD patients to improve quality of life. The method of discussion in the form of literature review of a number of results of research that has been done on the problem of Chronic Obstruction Lung disease. The results showed that the provision of pulmonary rehabilitation training in COPD patients was quite helpful for patients, although not significant. So that the method can be used in order to help improve the quality of life for patients with COPD.Keywords: Chronic Obstruction Lung, pulmonary rehabilitation, Quality of Life
GAMBARAN FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE Yenny Djeny Randa; Sukri Sukri; Rahayu Wulan Resta
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL Meriem Meisyaroh Syamson; Suparta Suparta; Abd. Hayat Fattah
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit bertujuan untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi rumah sakit juga dapat menjadi sumber infeksi. Infeksi nosokomial di Indonesia sendiri dapat dilihat dari data surveilans yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2013 di 10 RSU Pendidikan, diperoleh angka infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu sebesar 6-16% dengan rata-rata 9,8%. Tujuan penelitian menganalisis faktor yang berhubungan dengan penerapan pengendalian dan pencegahan infeksi nosocomial. Metode : Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional non eksperimental (cross sectional). Sampel pada penelitian ini total sampling yaitu semua perawat pelaksana di seluruh kelas perawatan rawat inap RS Nene Mallomo, jumlah sampel yang digunaka adalah 103 perawat pelaksana rawat inap. Kemudian dianalisa dengan menggunakan uji Chi-Square Test nilai (< α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (0,008), ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (0,021), ada hubungan yang signifikan antara keterampilan dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (0,000), dan ada hubungan yang signifikan antara sikap perawat dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial di Rumah Sakit Nene Mallomo Kab. Sidrap (0,047). ABSTRACTHospitals to cure the sick, but hospitals can also be a source of infection. Nosocomial infections in Indonesia itself can be seen from surveillance data conducted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2013 in 10 Education General Hospital, obtained that nosocomial infection rates are quite high at 6-16% with an average of 9.8%. The purpose of the study was to analyze factors related to the application of nosocomial infection control and prevention. Method: The design used in this study was non-experimental observational (cross sectional). The sample in this study total sampling is all nurses in all inpatient care classes at Nene Mallomo Hospital, the number of samples used is 103 nurses implementing nurses. Then analyzed using the Chi-Square Test value (<α = 0.05). The results showed a significant relationship between supervision and the application of prevention and control of nosocomial infection (0.008), there was a significant relationship between knowledge of nurses and the application of prevention and control of nosocomial infection (0.021), there was a significant relationship between skills and application of infection prevention and control nosocomial (0,000), and there is a significant relationship between nurses’ attitudes and the application of nosocomial infection prevention and control at Nene Mallomo Hospital, Kab. Sidrap (0.047).Keywords : Application and Prevention of Nosocomial Infection
EDUKASI INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN METODE PEER GROUP PADA IBU HAMIL DI KOTA PARE-PARE Henrick Sampeangin
Jurnal Kesehatan Lentera Acitya Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Lentera Acitya
Publisher : Nursing Faculty of Fatima Nursing Academy of Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Inisiasi Meyusu Dini (IMD) dan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayi merupakan cara terbaik bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia sejak dini. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui program perbaikan gizi masyarakat telah menargetkan cakupan ASI eksklusif 6 bulan sebesar 80% (DepKes RI, 2005). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi melalui Peer Educator terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil pada klaster pedesaan dan perkotaan, Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan rancangan one group  pretestpostest. Sampel sebanyak 180 orang ibu hamil di 6 Puskesmas Kota Parepare. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan quisioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji- t. Hasil penelitian menunjukkanada pengaruh intervensi dengan peer educator terhadap perubahan pengetahuan dan sikap terhadap inisiasi menyusu dini pada ibu hamil di Kota Parepare dimana nilai p= 0,00< 0,005. Perlunya dilakukan intervensisecara berkesinambungan terhadap ibu hamil untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang inisiasi menyusui dini.

Page 8 of 12 | Total Record : 112