cover
Contact Name
Muhammad Mujib Baidhowi
Contact Email
mujibbaidhowi@metrouniv.ac.id
Phone
+6282378475889
Journal Mail Official
moderatio@metrouniv.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Moderatio/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama
ISSN : 27975096     EISSN : 27980731     DOI : -
Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama publishes articles on religious moderation from various points of view, both case studies in literature studies and field studies. This journal places emphasis on aspects that include four pillars of strengthening Religious Moderation, namely national commitment, tolerance, non-violence, and respect for local culture. This journal warmly welcomes any contributions from scholars of the related disciplines.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN" : 10 Documents clear
FORMULASI BAHAN AJAR USHUL FIQH : OPTIMALISASI PEMAHAMAN FIQH MODERAT BAGI MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH IAIN SULTAN AMAI GORONTALO Muhammad Syakir Alkautsar
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari aktualisasi dengan internalisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) serta nilai Manajemen ASN, Whole Of Government dan Pelayanan Publik. Metode analisis isu yang dipakai menggunakan analisis isu APKL dan USG. Isu yang diangkat dalam kegiatan aktualisasi ini adalah Formulasi Bahan Ajar Ushul Fiqh: Optimalisasi Pemahaman Fiqh Moderat Bagi Mahasiswa Fakultas Syariah Iain Sultan Amai Gorontalo di IAIN Sultan Ama Gorontalo selama 30 hari . Kegiatan yang dilakukan adalah 1) Melakukan konsultasi dengan mentor; 2) Melakukan konsultasi dengan Kajur AS Fakultas Syariah Iain Sultan Amai Gorontalo, tentang rancangan aktualisasi. 3) Melakukan pembuatan rancangan awal mengenai Bahan Ajar Ushul FIqh beserta langkah-langkah dan persiapan yang harus dilakukan 4) Melakukan pendesainan Bahan Ajar Ushul FIqh 5) Melakukan konsultasi kepada Kajur kesesuaian Bahan Ajar Ushul FIqh yang dibuat 6) Melakukan pembuatan cover Bahan Ajar Ushul FIqh yang dibuat. 7) Melakukan konsultasi kembali dengan Kajur AS di Fakultas Syariah Iain Sultan Amai Gorontalo mengenai rancangan cover Bahan Ajar Ushul FIqh yang telah dikembangkan untuk mendapatkan masukan dan saran dari ahli, 8) Melakukan pencetakan dan mensosialisasikan Bahan Ajar Ushul FIqh yang telah dibuat untuk disebarluaskan kepada dosen Fakultas Syariah Iain Sultan Amai Gorontalo, Group WA Dosen, dan mensosialisasikan langsung kepada mahasiswa, 9) Melakukan konsultasi dengan mentor, kasubbag TU dan mengevaluasi serta melaporkan hasil aktualisasi kepada Kajur AS Fakultas Syariah Iain Sultan Amai Gorontalo.
REALISASI RPJMN RI 2020-2024 TENTANG MODERASI BERAGAMA PADA BANK BUMN Apriliyanus R Pratama
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Melihat fakta tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dengan melibatkan Pemerintah dan pengusaha Muslim mendirikan bank syariah di Indonesia pada tahun 1991. Prinsip-prinsip syariah tentunya diakomodasi dan disertakan dalam produk-produk yang disediakan bank syariah. Kemunculan bank syariah yang dipelopori pertama kali oleh Bank Muamalat diikuti kemunculan bank-bank syariah lainnya. Uniknya, bank-bank syariah yang hadir belakangan ini merupakan cabang-cabang dari bank konvensional. Yang membedakannya ialah sistem yang digunakan (berbasis syariah) dan nama banknya (menyematkan kata syariah). Minat masyarakat dalam menggunakan bank syariah masih sangat rendah karena kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap moderasi beragama dalam bank syariah, namun saat ini pelan pelan masyarakat mulai menyadari dan memahami sehingga sudah banyak masyarakat yang memilih menggunakan bank syariah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi moderasi beragama di indonesia yang termaktub dalam RPJMN RI 2020-2024 dalam bank BUMN
MODERASI BERAGAMA DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) Rita Afrina
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi disalahpahami sebagai kompromi teologis keyakinan antara satu agama dengan agama lainnya. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan pandangan, sikap, dan praktik keagamaan tertentu untuk digolongkan moderat atau ekstrem. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman ketika melaksanakan CSR telah menjadi tren baru yang menarik di dunia perbankan. Pelaksanaan CSR bertujuan untuk menjaga dan melestarikan manfaat serta menolak mafsadah (kerugian). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana moderasi dalam Corporate Social Responsibility (CSR) didalam perbankan syariah.
STUDI ISLAM INTERDISIPLINER DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MODERASI BERAGAMA Dedi Wahyudi; Novita Kurniasih
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The movement of the times encourages science to transform into an increasingly flexible and dynamic form. Today's phenomenon shows a new scientific trend which is based on inter-scientific integrations. Islam has never lost its allure for scientists to study more deeply about it. Various kinds of religious-related problems often occur due to the radically portrayed religious expressions of the adherents. Clashes between various sects, various beliefs, and various interests are unavoidable. The implication of this phenomenon is the destruction and loss of peace, whereas the purpose of Islam is to bring mercy to the universe. Building Islamic education based on religious moderation through interdisciplinary Islamic studies is one of the links that cannot be separated. By using library research, this paper was born from deep thoughts from the literature review obtained. In an effort to realize the interdisciplinary Islamic studies movement in strengthening Islamic education based on religious moderation, it is necessary to make steps that are carried out with firmness, encouragement and cooperation from various parties. Keywords: Religious Moderation, Interdisciplinary Islam, Islamic Education Abstrak Pergerakan zaman mendorong ilmu pengetahuan untuk bertransformasi menjadi bentuk yang semakin fleksibel dan dinamis. Fenomena hari ini menunjukkan sebuah trend baru keilmuan yang mmeiliki basis pada integrasi-interkoneksi antar keilmuan. Islam tidak pernah kehilangan daya pikatnya bagi para ilmuan untuk mengkaji lebih dalam tentangnya. Macam-macam problematika berbau agama seringkali terjadi disebabkan ekspresi keagamaan pemeluknya yang diperankan secara radikal. Benturan antara berbagai aliran, bermacam kepercayaan, dan berbagai kepentingan menjadi tidak terhindarkan. Implikasi dari adanya fenomena tersebut adalah kehancuran dan hilangaknya kedamaian, padahal tujuan dari agama Islam adalah untuk membawa rahmat bagi semesta. Membangun pendidikan Islam berbasis moderasi beragama melalui studi Islam interdisipliner merupakan salah satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menggunakan library research, tulisan ini lahir dari pemikiran mendalam dari kajian literatur yang didapatkan. Dalam upaya merealisasikan gerakan studi Islam interdisipliner dalam memperkokoh pendidikan Islam berbasis moderasi beragama, maka perlu untuk membuat langkah yang berjalan dengan dengan tegap, dorongan dan kerjasama dari berbagai pihak. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Islam Interdisipliner, Pendidikan Islam
MODERASI BERAGAMA DAN PENERAPAN AKAD QARDHUL HASAN PADA PRODUK AL-QARDH Jakfar Shodiq; Nurul Mahmudah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the application of the qardhul hasan contract on al-qardh ceria product according to religion moderation. Al-qardh ceria is a benefit financing to finance the productive and consumptive sectors for the poor. This researh uses the type of field research and is descriptive. Data collection uses interviews with information sources from branch leaders, marketing, and members of qardhul hasan financing. The results showed that that the product of al-qardh ceria was not in accordance with Fatwa DSN-MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001. Because in the fatwa, the recipien of al-qardh ceria is only charged an administrative fee. However, in its implementation, members of the qardhul hasan , apart from being charged an administrative fee, memebres are charged a takaful fee.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMAHAMAN KEUANGAN SYARIAH BAGI GENERASI MILENIAL Mariyatun Iftiyah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman dan implementasi pada generasi melenial seperti skarang ini memiliki tantangan yang sangat kompleks baik dalam tuntutan akademik maupun dalam lingkup sosial. Indonesia pada saat ini telah masuk dalam era globalisasi, dimana ditandai dengan mudahnya masyarakat memperoleh banyak informasi dari berbagai belahan dunia secara global sebagai implementasi dari perkembangan teknologi. Sehingga Hal Ini tentusaja membawa pengaruh bagi masyarakat, entah itu bersifat positif maupun pengaruh yang bersifat negatif tergantung bagaimana sikap seseorang menerima informasi tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas mengenai bagaimana penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam keberagaman agama pada masyarakat. Dengan adanya kuliah pengabdian masyarakat ini mahasiswa melakukan bimbingan kepada anak-anak memberikan solusi pemahaman, agar kiranya tidak terjadi kesalahan-kesalah dalam menanggapi sikap moderasi. Literasi keuangan yang baik khususnya dalam ranah digital saat ini menjadi penting dipahami oleh generasi milenial. Digitalisasi perbankan Syariah mampu menyediakan produk-produk keuangan yang lebih efisien, aman, cepat, dan resiko kehilangan uang lebih kecil masih belum dipahami dengan baik oleh generasi ini. Layanan digital perbankan syariah dalam hal ini mobile banking dan internet banking yang menggambarkan proses virtual penunjang seluruh layanan diharapkan mampu secara nyata menaikkan tingkat literasi perbankan syariah dan berdampak positif pada pertumbuhan bisnis secara umum.
TINGKAT PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA, INTEGRASI, DAN INTERNALISASI PENGEMBANGAN NILAI-NILAINYA DI MA.ALKHAIRAAT KOTA GORONTALO Abdurrahman Adi Saputera
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyibak tingkat pemahaman moderasi beragama, dan upaya integrasi, serta internalisasi pengembangan nilai-nilainya di MA.Alkhairaat Kota Gorontalo. Adapun metode penelitian yag digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan analisis Miles dan Huberman, serta 55 responden dari para santri/wati dan para asatidz. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemahaman moderasi beragama para santri dan asatidz di lingkungan MA.Alkhairaat tentang moderasi beragama, mayoritas responden (76,4%) mengaku belum begitu memahami apa itu moderasi beragama, namun pada indikator moderasi beragama itu sendiri secara spesifik hampir seluruh responden memahami 1) Persoalan komitmen kebangsaan, 2) Kewajiban untuk toleransi beragama (73,1%), 3) Bahaya nir kekerasan atau anti anarkism (64,4%), 4) Sedangkan sikap akomodatif terhadap budaya lokal (61,5%). Adapun Integrasi dan internalisasi konsep moderasi beragama di madrasah ini tertuang dalam hal, 1) Elaborasi nilai-nilai moderasi bergama pada mata pelajaran para santri/wati, dan 2) melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler para santri/wati, dan 3) Pengembangan moderasi beragama melalui sikap dan keteladanan Asatidz di lingkungan Madrasah. Abstract This study aims to uncover the level of understanding of religious moderation, and efforts to integrate, as well as internalize the development of its values ​​in MA.Alkhairaat Gorontalo City. The research method used is qualitative using the analysis of Miles and Huberman, as well as 55 respondents from students and asatidz. The results showed that the level of understanding of religious moderation of the santri and asatidz in the MA.Alkhairaat environment regarding religious moderation, the majority of respondents (76.4%) admitted that they did not really understand what religious moderation was, but on the indicator of religious moderation itself, almost all respondents specifically understand 1) the issue of national commitment, 2) the obligation for religious tolerance (73.1%), 3) the danger of non-violence or anti-anarchism (64.4%), 4) while being accommodative towards local culture (61.5%). The integration and internalization of the concept of religious moderation in madrasas is contained in terms of, 1) Elaboration of the values ​​of religious moderation in the subjects of santri/women, and 2) through extracurricular activities for students, and 3) Development of religious moderation through Asatidz's attitude and example in the Madrasah environment.
REKONSTRUKSI TAFSIR AYAT-AYAT BERPOTENSI TATHARRUF DENGAN PERSPEKTIF ISLAM WASATHIYAH DI ERA PANDEMI Ibnu Akbar Maliki; Muhamad Nasrudin; Digdo Aji Mukti; Robiansyah Robiansyah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A solid society based on nationalism is absolutely necessary for the Indonesian nation during the Pandemic. However, in reality there are still internal conflicts due to excessive religious practices (tatharruf) which are based on the verses of the Qur'an. The forms of tatharruf include the existence of a discourse on the basis of the state, acts of intolerance, and narrow interpretations of religious texts. This is certainly an obstacle in efforts to deal with the impact of the pandemic. Surah Al-Baqarah [2]: 143 confirms that the position of Islam is to be in the middle (wasatiyah), not to overdo it and not to underestimate it. This study will examine the reconstruction of verses that have the potential to be taharruf with the Islamic perspective of wasatiyah in the pandemic era. This research is the result of a descriptive qualitative literature review with an inductive approach. The results of the study show that wasatiyah Islam as an interpretive strategy is reflected in 'moderate' theology in the al-Asy'ariyyah doctrine which emphasizes two things, namely: a contextual approach by considering the context of space and time; and pay attention to aspects of benefit. As a tatharruf solution, Islam wasatiyah as an interpretation strategy provides the following views: On the issue of the basic discourse of the state, the caliphate is not a solution that can be applied in viewing the issue of government failure during a pandemic because it is prone to causing conflict in a multicultural society. On the issue of intolerance, Wasatiyah Islam recognizes the right for adherents of other religions to allow them to choose and carry out the guidance of their respective religions. Then on the issue of narrow religious interpretations about Covid-19, it is important for us to anticipate fear by considering the benefit, as stated in the MUI Fatwa.
REALITAS MODERASI BERAGAMA DALAM UCAPAN HARI BESAR KEAGAMAAN Sultonul Arifin
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In understanding Christmas greetings, it must be understood holistically and integrally on the one hand but on the other hand it must also be separate. Confusion and misunderstanding will result in wrong actions and so on. So that the considerations used do not always start from the text and must also end in the text again. However, it must be viewed from various sources and existing approaches so as to produce a complete conclusion. By dividing the two concepts above, namely the concept of theology (shari>'ah) and tolerance above, differences will appear and conflicts that will arise are relatively avoidable.
MODERASI DALAM MEMAKNAI HAK-HAK ANAK Siti Nurjanah
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 1 (2022): MODERASI BERAGAMA DALAM LINI KEILMUAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the concept of moderation inaddressing children's rights in terms of family,environment and society. This paper uses a descriptivequalitative research method that is literary in nature.The result of this paper is to emphasize that there arefour aspects of religious moderation that need to be therights of children in achieving tolerant religiousqualities, namely planting national commitment,strengthening tolerance, anti-violence, and introducingand preserving local culture. Strengthening religiousmoderation is a right to be taught to children from anearly age in the family and community so that childrenare able to have moderate traits and prevent radicalismin the future

Page 1 of 1 | Total Record : 10