cover
Contact Name
Yolanda Presiana Desi
Contact Email
yolanda@mmtc.ac.id
Phone
+6281328338667
Journal Mail Official
jurnal.mik@mmtc.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta Jl. Magelang Km. 6 Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi
ISSN : 26141272     EISSN : 27209857     DOI : https://doi.org/10.56873/jimik
Jurnal Ilmiah Manajamen Informasi dan Komunikasi menerima naskah-naskah berbasis penelitian di bidang manajemen informasi dan komunikasi antara lain bidang literasi informasi dan komunikasi, tata kelola informasi, public relations, corporate social responsibility, serta kajian-kajian ilmiah multidisiplin mengenai informasi dan komunikasi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Model Komunikasi J. Grunig untuk Meningkatkan Implementasi Keterbukaan Informasi Publik di Pemerintah Kabupaten Magelang Sigit Purnomo
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.86

Abstract

Implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di pemerintah kabupaten (pemkab) Magelang, masih rendah. Dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memberikan Informasi Publik wajib disediakan dan diumumkan secara berkala baru 11.71%; secara serta merta sebesar 3.25%; setiap saat 6.22%; dan yang dikecualikan 2%. Karena itu peneliti ingin mengetahui pemanfaatan Model Komunikasi J. Grunig untuk meningkatkan Implementasi KIP di Pemkab Magelang. Penelitian yang mengkaji model komunikasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian 6 informan dipilih secara purposive. Dari model Agen Pemberitaan, Diskominfo telah melakukan propaganda melalui media website, majalah bulanan, wayang kulit, surat, pertemuan sosialisasi. Model ini memanfaatkan figur Bupati, Wakapolres maupun tokoh masyarakat lainnya. Model informasi publik, media yang digunakan Diskominfo sama dengan model asimetris, namun informasi tidak memanipulasi publik. Untuk model komunikasi dua arah asimetris, digunakan website, radio, sms, whats up dan pertemuan tatap muka dengan kelompok informasi masyarakat, rembug desa, maupun kelompok tani. Karena organisasi cenderung menciptakan suasana ketertundukan masyarakat (zero- sum game), maka umpan balik dari diskursus tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Untuk model dua arah yang simetris, media yang dimanfaatkan seluruh media yang memberikan kesempatan dialogis, sebab concern atas feedback untuk merumuskan program bottom up planning. Adapun simpulannya bahwa Diskominfo telah memanfaatkan seluruh sumberdaya media seperti website, radio, majalah bulanan, surat dinas, media tradisional maupun tatap muka seperti anjangsana, pertemuan dengan kelompok informasi masyarakat, petani maupun selapanan desa. Hal yang menarik bahwa peran media website rendah, sehingga perlu disinergikan dengan media lainnya.
Audit Sistem Informasi “SAPA ASN” Pemerintah Kabupaten Bantul Menggunakan Cobit 5 Framework Domain DSS (Deliver, Service And Support) Nur Rahma Aziza; Bambang Sujarwadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.87

Abstract

Pemerintah Kabupaten Bantul mengimplementasikan Sistem Aplikasi Terpadu Aparatur Sipil Negara (SAPA ASN) sebagai salah satu sistem informasi untuk mendukung penerapan E-Government yang dikelola oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Sistem informasi SAPA ASN memuat informasi vital terkait data administrasi seluruh ASN pemerintah Kabupaten Bantul. Kegiatan audit sistem informasi diperlukan untuk memastikan sebuah sistem informasi berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kapabilitas pada tata kelola dan manajemen TI yang telah diimplementasikan pada sistem informasi SAPA ASN. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Standar atau kerangka kerja yang digunakan dalam kegiatan audit adalah COBIT 5 Framework dengan domain DSS (Deliver, Service amd Support). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kapabilitas pada keseluruhan proses domain DSS pada sistem informasi SAPA ASN berada pada level 3 Established Process (proses stabil) yang berarti secara keseluruhan aktivitas pada setiap proses pada domain DSS sudah diimplementasikan serta dikelola berdasarkan dengan standar yang telah disepakati. Rekomendasi yang diberikan adalah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), menentukan kebijakan-kebijakan terkait proses bisnis serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut, dan mengoptimalkan kontrol terhadap setiap proses bisnis yang berjalan.
Model Komunikasi Humas dalam Literasi Media Sosial (Studi Kasus Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika) Sintar Nababan
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.88

Abstract

Keterbukaan informasi dan komunikasi merupakan upaya untuk mewujudkan masyarakat informasi. Munculnya informasi hoaks melalui media sosial menjadi suatu masalah karena rendahnya tingkat literasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model komunikasi humas dalam literasi media hoaks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi yang digunakan Kementerian Kominfo untuk literasi media menggunakan empat model Grunig yaitu model press agentry (keagenan pers atau model propaganda), public information model (model informasi public), two-way asymmetrical model (model asimetris dua arah), dan two way symmetrical model (model simetris dua arah). Komunikasi satu arah dengan teknik persuasi. Model dua arah adanya negosiasi untuk meningkatkan pemahaman bersama dan rasa saling menghormati serta bertindak sebagai fasilitator komunikasi dalam pelayanan informasi, memberikan tanggapan (respons), memberikan solusi, serta melakukan tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan informasi hoaks baik itu berupa aduan masyarakat maupun temuan di lapangan.
Cover, Halaman Tim Redaksi, Daftar Isi Journal Manager
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.89

Abstract

Analisis Kebutuhan Informasi Wisatawan dalam Pengembangan Desa Wisata Kembangarum di Kabupaten Sleman Bambang Sujarwadi
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.84

Abstract

Dalam menentukan tujuan wisata, para wisatawan sangat membutuhkan informasi yang rinci dan lengkap sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk berkunjung ke obyek wisata. Untuk itu, pengelola informasi desa wisata Kembangarum seharusnya menyampaikan informasi yang dimiliki kepada masyarakat luas dengan menggunakan berbagai media, terutama media online, sehingga memenuhi kecepatan akses informasi yang tinggi dan jangkauan penyebaran informasi yang sangat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan informasi wisatawan dalam pengembangan desa wisata Kembangarum di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan  survey. Populasi penelitian terdiri atas  para wisatawan pengunjung desa wisata Kembangarum yang jumlahnya tidak diketahui, sehingga penentuan jumlah anggota sampel mengikuti pendapat Slovin yaitu 96 orang, dan dibulatkan menjadi 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis destribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara kebutuhan informasi wisatawan dengan penyediaan informasi oleh pengelola informasi desa wisata Kembangarum. Penyebaran informasi desa wisata Kembangarum lebih mengandalkan pada media tatap muka (gethok tular) dan kurang memaksimalkan penggunaan media online atau internet yang memiliki aksesibilitas tinggi dan jangkauan penyebaran informasi yang sangat luas, sehingga menjadi salah satu penyebab menurunnya kunjungan wisatawan ke desa wisata Kembangarum  dari tahun 2016 sampai sekarang.
Implementasi Fungsi Public Relations di LPP TVRI Sumatera Barat Widhihatmini Widhihatmini
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v4i1.85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan pesatnya perkembangan kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat yang memerlukan peran penting media penyiaran televisi sebagai media komunikasi massa. Peran penting tersebut dapat dilaksanakan secara optimal bila suatu organisasi penyiaran memiliki fungsi-fungsi public relations. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi public relations di LPP TVRI Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian deskriptif dipilih untuk memaparkan implementasi public relations pada lembaga penyiaran pemerintah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi-fungsi public relations telah diimplementasikan oleh LPP TVRI Sumatera Barat yang meliputi: membentuk, meningkatkan, serta memelihara citra dan reputasi positif instansi pemerintah dengan menyediakan informasi tentang kebijakan, program, dan kegiatan instansi; menciptakan iklim hubungan internal dan eksternal yang kondusif dan dinamis; menjadi penghubung instansi dengan publiknya; dan melaksanakan fungsi manajemen komunikasi yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pemberian masukan dalam pengelolaan informasi. Implementasi fungsi-fungsi public relations belum dapat dilakukan secara maksimal karena struktur organisasi LPP TVRI Sumatera Barat belum mewadahi secara struktural fungsi-fungsi public relations.

Page 1 of 1 | Total Record : 6