cover
Contact Name
Sabda Budiman
Contact Email
sabdashow99@gmail.com
Phone
+6282159752125
Journal Mail Official
kalaneasttis@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sintang Pontianak, KM 8, Balai Agung, Kec. Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kala Nea
ISSN : 27219357     EISSN : 29881714     DOI : https://doi.org/10.61295/kalanea
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Kala Nea adalah jurnal Open Access yang mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian di bidang teologi Kristen dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang. Publikasi terbitan dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Adapun Focus and Scope dari Jurnal Kala Nea sebagai berikut: 1. Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi praktika (Kepemimpinan, Penginjilan, Kontekstualisasi) 4. Teologi Pastoral 5. Etika Kristen 6. Ilmu Pendidikan Kristen 7. Ilmu Pendidikan Teologi
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): Desember" : 5 Documents clear
Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Suku Melayu Riau Melalui Budaya Tepuk Tepung Tawar Apriliani, Ribka; Selvi, Selvi; Harming, Harming
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini menganalisi upaya pendekatan penginjilan secara kontekstual kepada masyarakat di Daik Langga, Kepulauan Riau. secara khusus terjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan penginjian kepada masyarakat suku melayu di Daik Langga, karna terjadi dedominasi mayoritas agama Islam di suku Melayu. Adapun penelitian guna menemukan strategi yang signifikan agar tetap dapat menjalankan amanat Agung terhadap Suku Melayu dengan menggunakan metode pendekatan kontekstual melalui budaya Tepuk tepung tawar Dalam pelaksanaan menggunakan budaya Melayu dapat membawa ruang komunikasi yang mudah untuk mengiring masyarakat kepada Injil. Pola tersebut merupakan pendekatan untuk menjalin persahabatan mengunakan budaya Melayu sebagai penyesuaian diri. Dengan memakai pendekatan lintas budaya Melayu, para pemberita Injil dapat menemukan ruang untuk memasukkan kabar baik. Pola bermasyarakat dengan bercerita menggunakan bahasa daerah dan mengikuti cara berpakaian budaya Melayu menjadi kebiasaan suku Melayu dan mengikuti kegiatan yang masih sesuai dengan firman Tuhan. Hal ini dapat menjadi daya ketertarikan masyarakat suku Melayu terhadap pemberita Injil dengan melihat penyesuaian tersebut di tengah-tengah masyarakat suku Melayu.
Strategi Misi William Carey dan Implikasinya di Era New Normal Ijen, Ijen; Lisa, Maria Oxtavia
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.92

Abstract

Strategi misi William Carey merupakan salah satu strategi misi yang berdampak di India. Strategi misi William Carey tampaknya masih relevan dalam konteks masa kini. William Carey mengabdikan diri untuk pergi ke India dan meninggalkan kampung halamannya. Tentu ada suasana, kondisi, dan keadaan baru yang dihadapinya. Hal itu selaras dengan kondisi di Era New Normal. Era New Normal merupakan kondisi tidak seperti biasanya atau keadaan yang baru. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan untuk menemukan strategi misi William Carey dan implikasinya di era new normal. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa strategi misi William Carey adalah membuka atau mendirikan sekolah, membuka lembaga misi, menghargai budaya, dan menerjemahkan Alkitab. Dan implikasi di era new normal yaitu melakukan pengajaran secara virtual, memberikan pelatihan misi lewat youtube, mengikuti perkembangan zaman, dan membuat aplikasi penerjemahan Alkitab ke bahasa daerah.
Kajian Biblika Tentang Makna Frasa Bertolong-Tolonglah Menanggung Bebanmu Berdasarkan Galatia 6:1-5 dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini Lolongan, Renard; Luthy, Christopher James; F. Dju, Nyoman Lisias; Lele, Aldorio Flavius
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.96

Abstract

The purpose of writing this thesis is to find out the meaning of the phrase “help bear your burdens,” based on Galatians 6:1-5. The research method used is a qualitative research method with inductive reasoning, using an exegesis approach through the application of the principles and methods of Biblical Hermeneutics by Hasan Sutanto. After doing the research, the writer came to the following conclusions: First, the meaning of the phrase help bear your burdens is a form of command to believers who accidentally slip into a violation because they take the wrong step in his faith. Fellowship of believers must help bear the heavy burdens of fellow transgressors, so that he has greater and faster opportunites to recover from his transgressions (6:1b), so that in the end he returns to true faith and experiences spiritual growth in Jesus Christ. Second, the meaning of the phrase help bear your burdens states that Paul’s command in verse 2a and his statement in verse 5, do not contradict each other. Third, the meaning of the phrase help bear your burdens reveals God’s truth about the call of life for believers to bear two kinds of burdens in life. The first burden is a burden that must be borne together as a community, because it is very burdensome and cannot be borne alone (6:2a). Then the second burden is the work of service that God has given to each believer to bear (6:5).
Sejarah Misi C&MA Sebagai Implementasi Pertumbuhan Penginjilan Pada Masa Kini Iskandar, Iskandar; Ado, Ado
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.97

Abstract

The Cristian and Missionary Alliance (C&MA) adalah organisasi yang dibentuk oleh salah satu tokoh misi yaitu Albert Benjamin Simpson. Sekitar pada tahun 1897, Simpson mendirikan dua buah organisasi The Cristian Alliance (Perserikatan Kristen), dan The Evangelical Missionary Alliance (Perserikatan Injil untuk Pengutusan ke Luar Negeri). Kedua misi ini digabung menjadi The Cristian and Missionary Alliance. Sejarah C&MA sebagai implikasi menjadi salah satu faktor utama mendorong pertumbuhan gereja melalui penginjilan. Penginjilan adalah usaha memberitakan kasih Allah melalui Yesus Kristus dalam kuasa Roh Kudus yang dilakukan oleh umat Allah, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Metode yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang dipakai untuk menyelidiki suatu masalah melalui objek atau subjek berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penginjilan masa kini harus mengakui Yesus sebagai Juruselamat, dan berjiwa misi atau menyadari panggilan untuk bermisi. Amanat Agung ini diberikan kepada setiap orang percaya, dan bukan saja kepada para pemimpin gereja.
Kajian Teologis Hyper-Grace Berdasarkan Roma 5:20 dan Implikasi Terhadap Kehidupan Orang Percaya Uri, Uri; Nubatonis, Stefania; Objantoro, Enggar
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.104

Abstract

Penelitian tentang ajaran teoigis Hyper-grace dalam Roma 5:20 dimaksudkan untuk mencari jawaban apakah ajaran tentang hyper-grace sebagai kasih karunia yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mengenai kasih karunia. Dalam Perjanjian Lama Allah menunjukan kasih karunia-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi dan mujizat-mujizat yang Allah lakukan bagi bangsa Israel untuk menyelamatkan mereka dari perbudakan dosa dan perbudakan fisik. Sedangkan dalam Perjanjian Baru Allah menyatakan kasih karunia-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kutukan dosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah kasih karunia tersebut mengampuni dosa manusia dahulu, sekarang dan yang akan datang serta kasih karunia tersebut membuat manusia bebas dalam melakukan dosa? Sampai saat ini, hal ini menjadi sebuah perbedebatandiantara ajaran-ajaran Kristen. Penelitian ini mendapat beberapa keleriuan dari ajaran hyper-grace yaitu ajaran ini menentang hukum Taurat dengan alasan bahwa hukum Taurat ditambahkan agar dosa bertambah semakin banyak. Dalam Roma 5:20 adalahpenjelasan rasul Paulus agar manusia sadar bahwa kasih karunia Allah memiliki kekuatan yang memiliki maut dan ayat tersebut bermaksud agar manusia dapat melihat bahwa meskipun mereka melakukan yang jahat dimata Allah, Allah memiliki kasih yang luar biasa untuk mengampuni mereka dengan demikian manusia sadar akan dosanya dan berbalik kepada Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5