cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 292 Documents
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) DI PLESAN TIRTOMULYO KRETEK BANTUL Istifaroh Imaniyati; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19143

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pola komunikasi interpersonal orang tua dengan anak SD dalam pendampingan BDR, (2) mengetahui kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD, (3) mengetahui solusi mengatasi kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah: (1) pola komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR adalah pola otoriter, demokratis, dan permissive, (2) kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR antara lain suasana belajar yang tidak kondusif, pola komunikasi orang tua yang otoriter, hambatan psikologis dan biologis orang tua dan anak, kurangnya kredibilitas orang tua, dan anak berprasangka buruk pada orang tua. (3) cara untuk mengatasi kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR adalah orang tua menerapkan pola demokratis dan meminta bantuan orang lain.Kata kunci : pola komunikasi, komunikasi interpersonal, pendampingan BDR Abstract            This study aims to: (1) find out the pattern of interpersonal communication between parents and elementary school children in BDR assistance, (2) find out the interpersonal communication obstacles of parents in BDR assistance with elementary school children, (3) find solutions to overcome parents' interpersonal communication obstacles in mentoring BDR with elementary school children. This research method is a qualitative method. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The data analysis technique uses Miles and Huberman model data analysis. The results of this study are: (1) interpersonal communication patterns of parents in BDR assistance are authoritarian, democratic, and permissive patterns, (2) interpersonal communication barriers in BDR assistance include an unfavorable learning atmosphere, authoritarian parental communication patterns, obstacles psychological and biological parents and children, lack of credibility of parents, and children have prejudice against parents. (3) the way to overcome interpersonal communication obstacles in BDR assistance is for parents to apply a democratic pattern and ask for help from othersKeyword: communication patterns, interpersonal communication, BDR assistance
MEMBACA PELUANG FILM ALTERNATIF DI LAYAR BIOSKOP (STUDI TENTANG STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARA FILM ZIARAH KARYA BW PURBANEGARA) Gian Novianndari; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v1i1.12617

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan; (1) strategi komunikasi pemasaran film Ziarah; (2) bauran komunikasi pemasaran film Ziarah sebagai niche produk. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam  dan dokumentasi. Penentuan sumber data berdasarkan teknik purposive sampling dengan asisten sutradara dan produser film Ziarah sebagai sumber data primer dan wawancara penonton film serta analisis dokumentasi film Ziarah sebagai sumber data sekunder. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan model Analysis Interactive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi komunikasi pemasaran film Ziarah dilakukan dengan fokus pada target audiens (penonton alternatif, pencinta bahasa Jawa dan film lovers), ketepatan memposisikan film Ziarah sebagai film anomali untuk mempertanyakan kembali film Indonesia justru memberikan warna baru bagi industri perfilman. Penggunaan bauran promosi dan media seperti digital marketing, promosi penjualan dan public relations sukses menarik 30.189 penonton film bioskop, (2) strategi komunikasi pemasaran film Ziarah sebagai niche produk dilakukan dengan menekankan pada diferensiasi produk yaitu penggunaan nenek 95 tahun sebagai tokoh utama, menggangkat lokalitas Jawa dan bahasa Jawa sebagai dialog utama. Menggabungkan kesamaan kebutuhan penonton film alternatif yaitu pesan moral dalam film, pendekatan bottom-up yang dimulai dari festival film serta pendekatan pada bijak bestari agar mudah diterima publik.Kata kunci: Strategi Komunikasi Pemasaran, Film Ziarah, BW Purbanegara
PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP TINGKAT KESADARAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG SEMAKI GEDE Diovani Sulhan Zulkarnain; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19155

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pengetahuan tentang covid-19 terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kampung Semaki Gede, (2) mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kampung Semaki Gede, dan (3) mengetahui pengaruh pengetahuan tentang covid-19 dan komunikasi interpersonal secara bersama-sama terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kampung Semaki Gede. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif inferensial, dengan populasi penelitian yaitu masyarakat Kampung Semaki Gede yang berjumlah 2016 orang. Sampel dari penelitian ini sejumlah 102 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis dari penelitian ini menggunakan regresi linear berganda berdasarkan pengolahan data yang sudah dikumpulkan melalui angket. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan tentang covid-19 memiliki pengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kampung Semaki Gede dengan nilai t hitung sebesar 3.572 dan dengan tingkat signifikansi 0.001, (2) komunikasi interpersonal memiliki pengaruh terhadap tingkat kesadaran protokol kesehatan di Kampung Semaki Gede dengan nilai t hitung sebesar 3.572 dan dengan tingkat signifikansi 0.001, dan (3) pengetahuan tentang covid-19 dan komunikasi interpersonal secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kampung Semaki Gede dengan nilai f hitung sebesar 84.370 dan dengan tingkat signifikansi 0.000.Kata kunci : pengetahuan, covid-19, komunikasi interpersonal, tingkat kesadaran, dan masyarakat Abstract            This study aims to determine (1 to examine the influence of knowledge about covid-19 on the level of awareness of health protocols in the community in Semaki Gede village, (2) to examine the influence of interpersonal communication on the level of awareness of health protocols in the community in Semaki Gede village, and (3) to examine the influence of knowledge about covid-19 and interpersonal communication simultaneously on the level of awareness of health protocols in the community in Semaki Gede Village.. This study uses a survey method with an inferential quantitative approach, with the research population, namely the people of Semaki Gede Village, totaling 2016 people. The sample of this study was 102 people who were determined using the Slovin formula. The analysis of this study uses multiple linear regression based on the processing of data that has been collected through a questionnaire. The results of this study indicate that (1) knowledge about covid-19 has an influence on the level of public awareness in Semaki Gede Village with a t-count value of 3,572 and with a significance level of 0.001, (2) interpersonal communication has an influence on the level of awareness of health protocols in Kampung Semaki Gede with a t-count value of 3.572 and a significance level of 0.001, and (3) knowledge about covid-19 and interpersonal communication together has an influence on the level of public awareness in Semaki Gede Village with an f-count value of 84,370 and a significance level 0.000.Keywords : knowledge, covid-19, interpersonal communication, level of awareness, and society.
PEMBENTUKAN CITY BRANDING MELALUI IDENTITAS KLUB LOKAL (STUDI PADA KLUB LOKAL PSIS SEMARANG) Alvin Syaptia Pratama; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identitas suporter dan klub sepak bola PSIS Semarang dalam membentuk city branding Kota Semarang serta faktor penghambat dan pendukung pembentukan City Branding Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Validitas data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dengan informan ketua umum Panser Biru, manajemen PSIS dan Pemerintah Kota Semarang. Analisis data dilakukan secara interaktif mencakup empat langkah yaitu: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) sajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembentukan city branding Kota Semarang melalui identitas klub lokal PSIS sebagai berikut: 1) infrastruktur penunjang sepak bola masih dalam renovasi sehingga menghambat pembentukan city branding, tetapi ada faktor pendukung berupa; a) ketersediaan perencanaan pembangunan “Semarang Kota Atlet”; b) kekuatan sumber daya manusia Panser Biru  dalam membentuk city branding; c) penekanan angka kriminalitas kaitannya dengan tawuran suporter; d) pelayanan pemerintah yang memfasilitasi suporter dan PSIS; e) kepercayaan Panser Biru terhadap PSIS dan; f) produksi merchandise yang bisa menjadi ciri khas kota. Dari beberapa proses tersebut, pembentukan city branding Kota Semarang melalui identitas suporter dan klub merujuk pada pembentukan karakter humanis suporter.Kata Kunci:    City Branding, Komunikasi, Kota Semarang, Klub PSIS, Panser Biru
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN CERDAS BERMEDIA PADA SISWA SD MODEL SLEMAN Nur Indah Masita Putri; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18528

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui peran guru dalam menciptakan lingkungan cerdas bermedia pada siswa SD Model Sleman, (2) mengetahui literasi media yang sudah terbentuk di SD Model Sleman, dan (3) mengetahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat guru dalam menciptakan lingkungan cerdas bermedia di SD Model Sleman.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas, dan tenaga perpustakaan yang dilakukan melalui purposive sampling.  Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan Triangulasi sumber dengan membandingkan sumber data yang diperoleh melalui metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Peran guru dalam menciptakan lingkungan cerdas bermedia di SD Model Sleman adalah sebagai pengawas dan fasilitator bagi siswa. 2) Literasi media yang sudah terbentuk di SD Model Sleman dilakukan melalui 3 tahap yaitu a) tahap pembiasaan, dimana guru menggunakan “Lembar Literasi” untuk mengontrol kegiatan siswa, b) tahap pengembangan, dimana ada monitoring dari orang tua dalam kegiatan literasi maupun pembelajaran di sekolah, dan juga apresiasi capaian literasi siswa, c) tahap pengembangan, berupa pemanfaatan perpustakaan dan pojok baca untuk kegiatan literasi. 3) Faktor pendukung, minat siswa yang cukup baik dalam kegiatan literasi, metode pembelajaran dari guru yang bervariasi, kerjasama sekolah dengan pihak luar serta orangtua siswa. Faktor penghambat kebijakan sekolah yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan literasi baik baca maupun media yang kurang maksimal, karena kegiatan pembelajaran yang sangat padat serta harus terpenuhinya standar kompetensi siswa mengenai nilai di sekolah.Kata kunci: Peran Guru, Lingkungan Cerdas Bermedia, Literasi Media SD Model SlemanAbstract            This study aims to: (1) determine the teacher's role in creating a media-savvy environment for Sleman Model Elementary School students, (2) determine the media literacy that has been formed in Sleman Model Elementary School, and (3) identify and describe the supporting and inhibiting factors of teachers in creating smart media environment in SD Model Sleman.This research is a descriptive research with a qualitative approach with the subject of research is the principal, class teacher, and library staff conducted through purposive sampling. Data collection techniques used semi-structured interviews and documentation studies. The validity of the data was tested using source triangulation by comparing the data sources obtained through the interview method. Data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of the study are as follows: 1) The role of the teacher in creating a media-savvy environment at SD Model Sleman is as a supervisor and facilitator for students. 2) Media literacy that has been formed in SD Model Sleman is carried out through 3 stages, namely a) the habituation stage, where the teacher uses the "literacy sheet" to control student activities, b) the development stage, where there is monitoring from parents in literacy and learning activities at the school. schools, as well as appreciation of student literacy achievements, c) the development stage, in the form of using libraries and reading corners for literacy activities. 3) Supporting factors, good student interest in literacy activities, varied teaching methods from teachers, school collaboration with outside parties and parents. The inhibiting factor for school policies related to the implementation time of literacy both reading and media is not optimal, because learning activities are very dense and must meet student competency standards regarding grades in school.Keywords: Teacher's Role, Smart Media Environment, Media Literacy SD Model Sleman
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN LITERASI DIGITAL DAN TINGKAT KOMPETENSI LITERASI DIGITAL PADA MAHASISWA S1 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Abdul Majid Seputro; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16822

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara pemahaman literasi digital dan tingkat kompetensi literasi digital pada mahasiswa S1 Universitas Negeri Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik product  moment dan metode survey. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019, di Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah sampel yang terpilih adalah 394 mahasiswa dari populasi 22.463 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2013-2018 dengan menggunakan metode Non probability sampling dan quota sampling. Hasil pengukuran mengenai tingkat pemahaman literasi digital mahasiswa S1 Universitas Negeri Yogyakarta, menunjukkan kategori pemahaman sedang dengan skor rata-rata 3,17, sedangkan hasil pengukuran terhadap tingkat kompetensi literasi digital mahasiswa S1 Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkan kategori sedang dengan skor rata-rata 3,97. Hasil uji korelasi product moment yang dilakukan dengan aplikasi SPSS 2.2 menunjukkan adanya hubungan linier positif antara pemahaman literasi digital dan tingkat kompetensi literasi digital pada mahasiswa S1 Universitas Negeri Yogyakarta, dengan nilai korelasi sebesar 26,4 %, dan dimana sejumlah 73,6 % nilai korelasi yang dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. This study aimed to determine the relationship between understanding digital literacy and the level of digital literacy competency among undergraduate students at Yogyakarta State University. The method of research used was correlational  quantitative with product moment techniques and survey methods. This research  was  conducted  in  the  even semester  of  the  2018/2019  school  year,  at Yogyakarta State University with total samples selected was 394 students from a population of 22,463 students of Yogyakarta State University class of 2013-2018. The measurement results regarding the level of digital literacy understanding of S1 students of Yogyakarta State University showed a moderate understanding category with an average score of 3.17, while the results of measurements of the level of digital literacy competence of S1 Yogyakarta State University students showed a moderate category with an average score of 3.97 . The results of the product moment correlation test conducted with the application of SPSS 2.2 showed a positive linear relationship between understanding digital literacy and  the level of  digital  literacy  competency among undergraduate  students at  Yogyakarta State University, with a correlation  value of 26,4 %, and where 73,6 % value of the correlation  with variables else not included in this discuss. 
REPRESENTASI KESETARAAN GENDER DALAM IKLAN KECAP SEDAP ABC VERSI MEMPERINGATI HARI KESETARAAN PEREMPUAN Lisna Indriyani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i3.16929

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: menganalisis bentuk kesetaraan gender dalam iklan kecap sedap versi memperingati hari kesetaraan perempuandan untuk mengidentifikasi penggunaan pesan persuasif dalam iklan yang digunakan oleh PT. Heinz ABC dalam menyampaikan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat, mempromosikan sekaligus membangun brand image perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis konten dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi metode. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari penanda dan petanda dalam menguraikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada sebuah adegan yang diperankan dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kesetaraan gender dalam iklan tersebut yakni (tanggung jawab seorang istri adalah memasak; istri bekerja membantu keuangan keluarga; suami membantu istri memasak dan menyiapkan makanan di dapur; kodrat seorang istri mengurus urusan dapur. Selain bentuk kesetaraan yang ditampilkan, dalam iklan ini juga terdapat tindakan yang kurang sesuai dengan konsep kesetaraan gender yaitu kekerasan baik verbal maupun non verbal); (2) Pesan persuasif yang d igunakan PT.Heinz ABC dalam mempromosikan sekaligus membangun brand image yaitu: secara keseluruhan menggunakan pendekatan emosional dan juga menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Crider yaitu: penyampaian fakta, tidak adanya bias gender, dan memotivasi. Penyampaian pesan persuasif dalam iklan ini dilakukan melalui dua sisi.Kata kunci: Representasi, kesetaraan gender, gender dalam iklan AbstractThis research aims to: (1) knows the form of gender equality in kecap sedap ABC ads (commemorating women’s equality day); (2) know the use of persuasive messages used by PT. Heinz ABC in conveying the important of gender equality in social life, promoting and building the company’s brand image. This research is using qualitative approach. This research is use content analysis techniques and documentation to collecting data. The validity data is tested by tiangulation. Furthermore, this research use analysis technique from Roland Barthes technique which consists of markers and markers in outlining the meaning of denotatio, connotation, and myth in a scene played in an advertisement. The results showed that : (1) the forms of gender equality in the advertisement are: a wife’s responsibility is to cook; the wife works to help family finances; husband helps take care of domestic affairs. In addition to the forms of equality shown in this advertisement, there are also actions that are not in accordance with the concept of gender equality, namely verbal and non verbal violence. (2) the persuasive message used by PT. Heinz ABC in promoting as well as building a brand image, which as a whole uses an emotional approach and is also in accordance with the requirements put forward by Crider, namely: presenting facts, not having gender bias, and motivating. The delivery of persuasive messages in this advertisement is conveyed through two sides. Keywords: Representation, Gender equality, Gender in advertising
IMPLEMENTASI KODE ETIK JURNALISTIK PADA BERITA INFOTAINMENT DI MEDIA ONLINE (Analisis Isi Pemberitaan Kasus Prostitusi Online VA di Media Online Grid.ID Edisi Januari 2019) Monica Yuliawati; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) implementasi Kode Etik Jurnalistik di media online Grid.ID pada pemberitaan kasus prostitusi online VA; 2) peran Grid.ID dalam industri bisnis Kompas Gramedia melalui penerapan Kode Etik Jurnalistik pada pemberitaan kasus prostitusi online VA; 3) fungsi media massa yang diterapkan oleh Grid.ID melalui penerapan Kode Etik Jurnalistik pada pemberitaan kasus prostitusi online VA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik filling system (sistem pengkategorian) sesuai dengan indikator Pasal Kode Etik Jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan Kode Etik Jurnalistik Pasal 3 belum sepenuhnya dilakukan oleh Grid.ID terutama pada kategori klarifikasi pernyataan antar narasumber dan keberimbangan berita. 2) Grid.ID menerapan Kode Etik Jurnalistik Pasal 4 di semua berita dan semua kategori indikator analisi dengan tidak adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Grid.ID. 3) Pada pemberitaan kasus prostitusi online VA, Grid.ID belum menerapkan Kode Etik Pasal 5 dalam pelanggaran menyebutkan identitas nama VA. 4) Grid.ID berada dalam industri bisnis Kompas Gramedia dengan memperhatikan traffic media yang berpengaruh pada penerapan Kode Etik Jurnalistik. 5) Sebagai sebuah media massa, Grid.ID melaksanakan fungsinya dalam memberikan informasi, mendidik, mempersuasi dan menyenangkan atau memuaskan kebutuhan komunikasi khalayak.Kata kunci: Kode Etik Jurnalistik, berita infotainment, media online, Grid.ID,  prostitusi online
STRATEGI KONTEN INSTAGRAM WILDLIFE RESCUE CENTER (WRC) JOGJA UNTUK MENANGANI KRISIS FINANSIAL WILDLIFE RESCURE CENTER (WRC) JOGJA’S INSTAGRAM CONTENT STRATEGIES TO HANDLE FINANCIAL CRISIS fanny reizal qisthian; pratiwi wahyu widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19137

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana strategi yang digunakan Wildlife Rescue Center (WRC) Jogja dalam mengelola akun instagram, 2) Mengetahui jenis konten yang diproduksi media sosial Intagram Wildlife Rescue Center (WRC) Jogja, 3) Mengetahui bagaimana proses produksi konten yang dilakukan Wildlife Rescue Center (WRC) Jogja. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan dua teori utama Model The Circular Model of SOME dan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yang membahas pengelolaan media sosial dan manajemen krisis. Data diperoleh dari informan penelitian pengelola akun Instagram WRC Jogja, pihak internal organisasi, dan khalayak followers akun Instagram dengan teknik purposive sampling.  Teknik pengumpulan data primer bersumber dari wawancara dan diperkuat data sekunder berupa literatur terkait terutama akun Instagram @wrc_jogja. Data yang diperoleh diolah menggunakan logika induktif abstraktif dibahas dari khusus ke umum berdasarkan teori Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pendekatan konten yang edukatif, humanis, dan interaktif membantu WRC Jogja dalam menangani krisis finansial, 2) WRC Jogja sangat memperhatikan detail informasi yang hendak dibagikan kepada publik, 3) Penempatan manajer divisi konservasi sebagai juru bicara lembaga terhadap media massa memainkan peran agar informasi seputar krisis tidak beredar secara liar.Kata kunci : manajemen krisis, pengelolaan media sosial, strategi pengelolaan media sosial, media sosial Instagram  Abstract            This research was aimed to: 1) Knowing what strategies used by Wildife Rescue Center (WRC) Jogja in managing Instagram account, 2) Knowing the types of content that has been produced by Wildlife Rescue Center (WRC) Jogja’s Instagram social media, 3) Knowing the content production process done by Wildlife Rescue Center (WRC) Jogja. This research was a research that used descriptive qualitative approach with two major theory which were Model The Circular Model of SOME and Situational Crisis Communication Theory (SCCT) which discussed about social media and crisis management. The data were obtained from research informant of WRC Jogja Instagram account manager, organization’s internal side, and the Instagram account followers with purposive sampling technique. The primary data collection technique was sourced from interviews and were strengthened with secondary data such as related literature including @wrc_jogja Instagram account. The obtained data then were processed using abstractive inductive logic and discussed from specific to general according Huberman and Miles theory. The research results showed that: 1) Content approach which were educative, humanist, and interactive helped WRC Jogja in handling financial crisis, 2) WRC Jogja were very considerate of the information’s details which would be spread to the public, 3) The assignment of conservation division manager as agency spokeperson on mass media played a role so that information about the crisis was not illegally spread.Keywords : crisis management, social media management, social media management strategies, Instagram social media
REPRESENTASI BUDAYA TORAJA DALAM KOMIK TANA RAJA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Wahyu Agus Dwiatmoko; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16846

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) representasi budaya Toraja melalui tanda-tanda yang terkandung dalam komik Tana Raja menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda visual kepada pembaca dalam komik Tana Raja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah komik Tana Raja karya Oryza Kathleen dan Tatsuya Ishikawa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam komik Tana Raja berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari panel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Budaya Toraja direpresentasikan dalam komik Tana Raja dengan bentuk, a) Ayam jantan, b) badik, c) matahari, d) rumah tongkonan, e) tenun Toraja, f) kuliner Toraja, dan  g) kerbau. Berbagai simbol pada kebudayaan Toraja tercermin atas tindakan, interaksi, hubungan antar karakter, dan latar cerita komik. 2) pesan yang disampaikan melalui tanda visual dalam komik Tana Raja adalah a) harmonisasi masyarakat Toraja dengan alam dan lingkungan sekitarnya, direpresentasikan oleh tindakan pemeran utama dan penggambaran komikus untuk memasukkan unsur budaya Toraja dalam komik Tana Raja, dan b) Masyarakat Toraja memiliki koneksi yang dekat dengan leluhur melalui kegiatan upacara yang masih dilakukan sampai sekarang dan peninggalan pusaka dari leluhur yang memiliki kekuatan didalamnya.Kata kunci: Analisis semiotika, Roland Barthes, komik, budaya TorajaAbstractThis study aimed to describe; 1) The representation of Toraja culture through the signs contained in Tana Raja comics according to Roland Barthes’s semiotic approach; 2) messages conveyed to the readers through visual signs in the Tana Raja comics. This research used a qualitative approach with Roland Barthes’s semiotic analysis research method. The research object chosen was the Tana Raja comics, made by Oryza Kathleen and Tatsuya Ishikawa. Data collection techniques used were documentation and literature study of the content in Tana Raja comics based on the theory used. Data analysis was done using Roland Barthes’s semiotic analysis model, which consisted of a signifier, signified, denotative meaning, connotative meaning, and myth that were drawn based on theories used on the panel that was being analyzed. Results of the research showed that 1) Toraja culture was represented in the Tana Raja comics in the form of, a) A rooster, b) badik, c) sun, d) Tongkonan houses, e) Toraja weaving, f) Toraja cookings, and g) buffaloes. Various symbols of Toraja culture were reflected in the actions, interactions, relationships between characters, and the comic’s story settings. 2) The messages that were conveyed using visual signs in Tana Raja comics were a) the harmonization of Toraja people with their surroundings, represented by the main character’s actions and the artist’s depiction to include the elements of Toraja culture into the Tana Raja comics, and b) the people of Torajahad a close connection with their ancestors through ceremonial activities that were still done until now and the artifacts handed down from the ancestors that still had power in it.Keywords: Semiotic analysis, Roland Barthes, comics, Toraja culture.

Page 3 of 30 | Total Record : 292


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue