cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 272 Documents
Reproduksi pesan roleplayer K-Pop di media sosial Facebook (studi etnografi virtual pada akun roleplayer Bangtan Sonyeondan) Salma Yasmin Reyhanah; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i1.19247

Abstract

AbstrakKehadiran platform media sosial berbasis Web 2.0 memberikan ruang bagi para penggemar untuk melangsungkan praktik budaya partisipasi berbasis virtual. Roleplay merupakan praktik budaya penggemar berbasis virtual termediasi intenet yang muncul sebagai hasil transformasi budaya konvensional ke budaya digital. Dalam melangsungkan aktivitas roleplaying-nya, roleplayer memiliki peran ganda. Peran tersebut adalah sebagai komunikator yang memproduksi unggahan berisi informasi seputar idolanya dan komunikan yang mengkonsumsi informasi seputar idola dari akun media sosial resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana In Character (IC) roleplayer BTS mereproduksi pesan di Facebook, dilihat dari aktivitas produksi dan pemaknaan pesan yang dikaitkan dengan Teori Logika Desain Pesan (Message Design Logics Theory) Barbara O’Keefe dan Teori Pemaknaan (Reception Theory) Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi virtual. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara semi terstruktur via ViCon (Video Conference) Zoom, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas yang muncul pada profil akun roleplayer adalah identitas virtual yang merupakan konstruksi identitas online yang menggambarkan kehidupan offline, 2) Tema pesan yang muncul dalam unggahan roleplayer berhubungan dengan aktivitas nyata yang dilakukan oleh karakter idola yang diperankannya, dan 3) Reproduksi pesan roleplayer dapat dilihat melalui aktivitas produksi dan pemaknaan pesannya.Kata Kunci : Produksi Pesan, Roleplayer, Etnografi Virtual AbstractThe presence of web-based social media platform 2.0 provides space for the fans to carry out a virtual internet-based participatory cultural practices that has emerged as a result of the transformation of conventional culture into digital culture. During the roleplay, the roleplayer has a double role. The role is the communicators who produces an uploads information about their idol and the communicants who consumes information about their idol from official social media accounts. This study aims to find out how in character roleplayer BTS reproduces messages on Facebook, seen form the production and reception messages activites that are associated with Message Design Logic by Barbara O’Keefe and Reception Theory by Stuart Hall. This study uses a descriptive qualitative approach with virtual ethnography methods. The data collection method used in this study is the observer of participants, semi structured interview via ViCon Zoom and literature study. The research resuls showed that 1) The identity that appears on the roleplayer account profile is just a virtual identity which is an online identity construction that describe offline life, 2) The message theme that appears in the roleplayer’s upload is related to the real activity carried out by their portrayed idol character, and 3) The roleplayer’s message production can be seen through production and reception activity.Keywords : Message Production, Roleplayer, Virtual Ethnography
Citra Garuda Indonesia di Media Daring Berbasis YouTube (Analisis Isi Kasus Rius Vernandes dan Garuda Indonesia pada Media Daring YouTube tvOneNews, Official iNews, KOMPASTV) wisda fatihur rozi
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18495

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui citra Garuda Indonesia dalam pemberitaan media sebelum dan sesudah manajemen Garuda Indonesia memberikan respon krisis terhadap kasus Sekarga dan Rius Vernandes. (2) Untuk mengetahui perubahan citra pemberitaan media yang terjadi antara sebelum dan sesudah manajemen Garuda Indonesia memberikan respon krisis kepada publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Dalam penelitian ini menggunakan sumber data yaitu media daring YouTube dari kanal tvOneNews, Official iNews, KOMPASTV. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilai yang kompeten (expert judgement). Hasil penelitian ini menunjukkan : 1). Citra yang ditampilkan dalam pemberitaan media daring YouTube tvOneNews, Official iNews, dan  KOMPASTV terhadap Garuda Indonesia atas kasus unggahan buku menu tulis tangan oleh Rius Vernandes cenderung negatif sebelum Garuda Indonesia memberikan respon krisis ke publik dan cenderung berubah menjadi positif setelah memberikan respon krisis. 3) Perbedaan perubahan citra yang ditampilkan media daring YouTube tvOneNews, Official iNews, dan KOMPASTV sebelum dan sesudah Garuda Indonesia memberikan respon terletak pada citra dalam penulisan judul, sub judul, isi atau narasi berita dan juga keberimbangan narasumber dalam pemberitaan.Kata Kunci: Citra Perusahaan, Komunikasi Krisis, Majemen Krisis PR Abstract            This This project aims to: (1) Investigate the image of Garuda Indonesia in media coverage before and after Garuda Indonesia Management gave crisis response regarding the case of Sekarga and Rius Vernandes. (2) Investigate the shift of Garuda Indonesia image in the media coverage before and after Garuda Indonesia Management released the crisis response. The project uses qualitatif approach with content analysis method. The data were taken from three YouTube-Based Online media canals, tvOneNews, Official iNews, and KOMPASTV. Furthermore, Purposive Sampling method were used to collect the data. Moreover, the expert judgement were used to test the data validity. The result of the study shows : 1) The image of Garuda Indonesia presented in the YouTube- Based Online media tvOneNews, Official iNews, and KOMPASTV related to the case of Rius Vernandes relatively negative before Garuda Indonesia management released the crisis response and relatively positive after the management of Garuda Indonesia gave the public crisis response. 2) The YouTube-Based Online media tvOneNews, Official iNews, and  KOMPASTV shows that there are differences in the way they presented the image of Garuda Indonesia before and after the garuda Indonesia public crisis response. These differences or changes were shown on the title, sub title, news content, and the balance of the informations given by the interviewees.Keywords: Company Image, Crisis Communication, Public Relation Crisis Management
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMPROMOSIKAN OBJEK WISATA JOGJA EXOTARIUM Putri Setya Mahanani; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i4.16344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran Jogja Exotarium dalam mempromosikan objek wisatanya. Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi pemasaran oleh Agus Hermawan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah strategi komunikasi pemasaran dalam kajian Agus Hermawan yaitu a) khalayak sasaran objek wisata Jogja Exotarium yaitu wisatawan nusantara dengan segmen pelajar dan keluarga; b) tujuannya meningkatkan jumlah kunjungan dan mengenalkan Jogja Exotarium pada masyarakat; c) pesan berbeda-beda sesuai dengan media yang digunakan; d) saluran personal berupa presentasi kepada calon konsumen, menyebarkan brosur, pameran dan mengikuti kegiatan yang diadakan Dinas Pariwisata; e) anggaran promosi ditetapkan dengan metode tujuan dan tugas; f) bauran promosi yang digunakan yaitu periklanan, promosi penjualan, acara, humas publisitas, pemasaran langsung, pemasaran dari mulut ke mulut dan penjualan personal; g) mengukur hasil promosi dilakukan dengan melihat data kunjungan pengunjung dan bertanya langsung pada beberapa pengunjung; h) mengoordinasi proses komunikasi yang terintegrasi, dilakukan oleh bagian pemasaran.  Kata kunci: strategi, bauran, komunikasi pemasaran, IMC, objek wisata Jogja Exotarium
STRATEGI PERSONAL BRANDING SELEBGRAM NON SELEBRITI NADJA NAMEERA DI INSTAGRAM NON-CELEBRITY “NADJA NAMEERA” PERSONAL BRANDING STRATEGY ON INSTAGRAM Cahya Asmarandani Megaputri; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19150

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui motivasi personal branding selebgram non selebriti @Nadjanameera; dan (2) mengetahui hambatan strategi personal branding selebgram non selebriti pada akun Instagram @Nadjanameera. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu Nadja Nameera. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik analisis data menggunakan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Motivasi Nadja Nameera melakukan strategi personal branding untuk menunjukan identitas diri, integrasi dan interaksi sosial pada para pengguna media sosial Instagram. Identitas diri dimaknai sebagai upaya membangun citra diri terhadap para pengguna media sosial Instagram. Sedangkan integrasi dan interaksi sosial dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pengikutnya di Instagram agar dapat menjaga engagement akun instagramnya. (2) Strategi dilakukan dengan menunjukan kepribadian yang positif kepada para pengikutnya. Selain itu Nadja juga menunjukan perbedaan dengan selebgram lainnya dengan cara menunjukan fashion dan beauty yang terlihat glamour dan luxury. Terakhir, secara konsisten Nadja menunjukan konten dengan tema yang sama secara berulang agar para pengguna Instagram dapat mengasosiasikan dirinya dengan situasi tertentuKata kunci : Personal Branding, Instagram, Nadja Nameera AbstractThis study aims to (1) determine the motivation of non-celebrity personal branding @Nadjanameera; and (2) knowing the barriers to non-celebrity personal branding strategies on the @Nadjanameera Instagram account. This type of research is descriptive qualitative. Determination of informants using purposive sampling technique. The informant in this research is Nadja Nameera. Data collection techniques using interviews and documentation. The data examination technique used source triangulation and the data analysis technique used reduction, presentation and conclusion drawing. The results showed that (1) Nadja Nameera's motivation to carry out a personal branding strategy to show self-identity, integration and social interaction on Instagram social media users. Self-identity is interpreted as an effort to build self-image for Instagram social media users. Meanwhile, integration and social interaction are carried out to build relationships with followers on Instagram in order to maintain engagement with their Instagram accounts. (2) The strategy is done by showing a positive personality to his followers. In addition, Nadja also shows the difference with other celebgrams by showing fashion and beauty that looks glamorous and luxurious. Finally, Nadja consistently shows content with the same theme repeatedly so that Instagram users can associate themselves with certain situations.Keywords : Personal Branding, Instagram, Nadja Nameera
REPRESENTASI POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM “DUA GARIS BIRU” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Rosa Astia Nathaniela; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i2.18518

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pola komunikasi keluarga dalam menyelesaikan masalah kenakalan remaja pada film Dua Garis Biru dengan pendekatan semiotika Roland Barthes.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian ini adalah film berjudul Dua Garis Biru yang tayang secara reguler di bioskop Indonesia tahun 2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten pada film Dua Garis Biru berdasarkan landasan teori. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori. Analisis data yang digunakan yaitu dengan kajian isi dan semiotika Roland Barthes.Hasil penelitian menunjukan bahwa keterbukaan dengan cara pandang yang tepat akan membantu komunikasi dalam keluarga menjadi efektif. Selain itu pola komunikasi keluarga merupakan komunikasi yang unik karena pola komunikasi keluarga tidak bisa disamakan dengan keluarga lainnya. Ditemukan perbedaan pola komunikasi keluarga dalam film. Pertama, keluarga Bima merepresentasikan pola komunikasi keluarga seimbang terpisah (Balance Split Pattern), karena setiap anggota keluarga memiliki peran yang sama dan memberikan keputusan akhir kepada anggota keluarga yang dominan. Kedua, keluarga Dara merepresentasikan pola komunikasi tak seimbang terpisah (Unbalanced Split Pattern), karena anggota keluarga yang lain dirasa tidak cukup ahli dalam beberapa hal sehingga salah satu anggota keluarga menjadi lebih dominan dan mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan anggota keluarga yang lain . Pola komunikasi keluarga bukan hal yang mutlak atau paten dalam komunikasi keluarga melainkan dapat berubah sesuai keadaan.Kata Kunci : Semiotika model Roland Barthes, analisis isi, representasi, kenakalan remaja, dan film. AbstractThe study aims to describe representations of family communication patterns in solving the problem of juvenile delinquency in the film Two Blue Stripe with Roland Barthes' semiotic approach.This research uses qualitative approaches with descriptive methods. The object of this research is a film titled Two Blue Stripe which aired regularly in Indonesian cinemas in 2019. The data collection techniques used are documentation and literature studies of the content in the film Two Blue Stripe based on the theoretical foundation. The data validity test is conducted by triangulation theory. Analysis of the data used is by the study of the contents and camera techniques. Analysis of the data used is by the study of the contents and Roland Barthes' semioticThe results showed that openness with the right perspective will help communication in the family be effective. In addition, family communication patterns are unique because family communication patterns cannot be equated with other families. There are differences in family communication patterns in the film. First, the Bima family represents a Balance Split Pattern, considering each family member has the same role and gives the final decision to the dominant family member. Second, the Dara family represents an unbalanced split pattern, considering other family members are not skilled enough in some ways so that one family member becomes more dominant and makes decisions on its own without considering the other family members. Family communication patterns are not absolute or patent in family communication but can change according to circumstances.Keywords: Semiotics of Roland Barthes model, content analysis, representation, juvenile delinquency, and film
PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI POTENSI WISATA DINAS PARIWISATA KABUPATEN SLEMAN Dwi Fitri Ani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i5.16368

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tujuan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi potensi wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman; dan (2) mendeskripsikan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi potensi wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Bidang Pemasaran, Ketua Seksi Promosi, dan Ketua Seksi Analisa Pasar, Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Teknik pemeriksaan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data Model Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan pemanfaatan Instagram sebagai media promosi potensi wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sebagai berikut; (1) Tujuan komunikasi dalam memanfaatkan Instagram sebagai media promosi potensi wisata Kabupetan Sleman (a) Mengenalkan potensi wisata Kabupaten Sleman; (b) Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan; (2) Pemanfaatan Instagram sebagai media promosi potensi wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman; (a) Instagram sebagai alat periklanan kegiatan kepariwisataan; (b) Promosi penjualan kegiatan kepariwisataan dilakukan dengan adanya paket khusus menginap di Hotel; (c) Publikasi untuk menginformasikan suatu kegiatan pariwisata; (d) Interaksi dengan calon wisatawan melalui fitur comment dan dirrect messages.Kata kunci: Instagram, media promosi, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.
UNGGAHAN INFO CEGATAN JOGJA (ICJ) SEBAGAI SUMBER INFORMASI BAGI MASYARAKAT YOGYAKARTA UNGGAHAN INFO CEGATAN JOGJA (ICJ) SEBAGAI SUMBER INFORMASI BAGI MASYARAKAT YOGYAKARTA amrullah surya hartama; suranto suranto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i3.19174

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana unggahan Info Cegatan Jogja (ICJ) sebagai sumber informasi bagi masyarkat Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Januari hingga 8 Februari  2021 di Grup Info Cegatan Joga (ICJ) pada media digital facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat enam jenis-jenis informasi dalam grup Info Cegatan Jogja yaitu iklan, berita kehilangan, keluhan, informasi kecelakaan, informasi tindakan kriminal dan informasi bencana alam, (2) Unggahan Grup Info Cegatan Jogja (ICJ) sudah memenuhi karakteristik informasi yang berkualitas karena sudah meliputi karakteristik effectiveness, efficiency, confidentialit, integrity, availability, dan reliability.  Tetapi masih belum memenuhi salah satu karakteristik informasi berkualitas compliance, (3) Grup Info Cegatan Jogja (ICJ) memiliki manfaat yang banyak bagi masyarakat Yogyakarta. Kata kunci : Unggahan, Informasi, Info Cegatan Jogja(ICJ) AbstractThis  study aims to find out about the upload on Info Cegatan Jogja (ICJ)  as a source of information for the people of Yogyakarta. This research is a content analysis research that uses a qualitative approach. This research was conducted from 11 January 2021 to 8 February 2021 at the Info Group Cegatan Jogja (ICJ) on the digital media facebook. The results showed that (1) there were six types of information in the Info CegatanJogja group, namely advertisements, news of loss, complaints, accident information, information on criminal acts and information on natural disasters. Based on the percentage diagram for each upload, posts are dominated by advertisements, followed by information loss and the least percentage is entertainment uploads (2) Uploads of the JogjaCegatan Info Group (ICJ) have met the characteristics of quality information because they include the characteristics of effectiveness, efficiency, confidentiality, integrity, availability, and reliability. However, it still does not meet one of the characteristics of compliance quality information because the uploaded information is not a criterion for information about business. (3) The JogjaCegatan Info Group (ICJ) is very useful for the people of Yogyakarta. This is evidenced by the observations of researchers who found many positive responses from the people of Yogyakarta.Keywords : Upload, Information, Jogja Intercept Info (ICJ)
STRATEGI KOMUNIKASI BERBASIS AKUN TWITTER @SepakbolaSleman DALAM MENJALANKAN FUNGSI MEDIA SEBAGAI EDUKASI Imam Nur Prasetya; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.15807

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui strategi komunikasi berbasis akun Twitter @SepakbolaSleman dalam menjalankan fungsi media sebagai edukasi, (2) mengetahui faktor pendukung akun Twitter @SepakbolaSleman dalam menjalankan fungsi sebagai media edukasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi dilakukan dengan tiga tahapan. (1) khalayak dilakukan dengan membaur dengan suporter PSS Sleman dan berdiskusi atau berbalas mention. (2)  menyusun pesan pada tweet dengan lugas dan bahasa yang bersahabat, desain visual kreatif, dan selalu berusaha bersifat netral. (3) menetapkan metode dilakukan dengan cara repetisi dan menempatkan dirinya sebagai bagian suporter PSS Sleman Faktor-faktor pendukung dari strategi komunikasi yang diterapkan adalah (1) kemudahan mendapat koneksi internet (2) banyaknya pengguna Twitter di kalangan suporter PSS Sleman (3) Hubungan baik antara  Sleman Football dan klub PSS Sleman (4) suporter PSS Sleman memiliki keinginan dalam mengakses info terkait klub. Kata kunci: Strategi komunikasi, Edukasi, PSS Sleman, Akun Twitter @SepakbolaSleman
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN CV. HESEAKU TRAVELING YOGYAKARTA DI SAAT PANDEMI COVID-19 dwiki yudhanto; pratiwi wahyu widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18534

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang di terapkan oleh CV. Heseaku Traveling  di Yogyakarta saat pandemi Covid-19, (2)Mengetahui dampak pemasaran CV. Heseaku Traveling Yogyakarta selama masa pandemi covid – 19.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu Direktur, wakil direktur, staff bagian pemasaran CV Heseaku Traveling Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi.Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu yang kemudian di analisis melalui tahapan reduksi data, peyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Strategi yang dilakukan dengan mengalihkan promosi pemasarannya dari yang sebelumnya melakukan kunjungan di beberapa  instansi, mengalihkan media promosinya melalui sosial media seperti facebook, Instagram, dan google dan menjelaskan secara detail kepada klien melalui aplikasi Zoom. Dampak pandemi covid-19 pada pemasaran CV Heseaku traveling yakni turun nya omset hingga mencapai. 80% dari masa sebelum pandemi covid-19Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Komunikasi Pemasaran, CV Heseaku Traveling, Pandemi Covid-19. Abstract         The aims of the study are : (1) to find out the strategy of marketing communication that is applied by CV Heseaku Traveling in Yogyakarta during the pandemic of covid-19, (2) to know the impact of marketing in CV Heseaku Traveling at Yogyakarta during the covid-19 pandemic.         The study is a descriptive research by using quantitative approach. The subjects of this study are the directur, deputy directur, and marketing staff of CV Heseaku Traveling Yogyakarta. The data collection techniques use observation, interview, and documentation. The inspection techniques of data validity use source triangulation, technique, and time then analyzed by using three steps, that are data reduction, presentation, and verification.        The result of the study shows that : the strategy that is applied by diverting its marketing promotions from previously visiting several agencies, diverting its promotional media through media social such as facebook, instagram, and google, and explain in detail to clients by using Zoom. The affect of covid-19 pandemic on marketing at CV Heseaku Traveling Yogyakarta is the turnover that has decreased to 80% from the period before the pandemic of covid-19.Key Words : Communication strategy, marketing communication, CV Heseaku Traveling, the covid-19 pandemic.
ANALISIS BINGKAI KASUS KORUPSI BUPATI JEPARA DALAM MEDIA DARING JAWAPOS.COM DAN SUARAMERDEKA.COM Ihsanul Fahmi; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16828

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembingkaian berita kasus korupsi Bupati Jepara dalam media daring JawaPos.com dan SuaraMerdeka.com selama periode Desember  2018  sampai Januari 2019.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif dengan metode analisis bingkai model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Objek penelitian ini adalah konten pemberitaan kasus korupsi Bupati Jepara yang diunggah antara bulan Desember 2018 sampai Januari 2019 di laman media daring JawaPos.com dan SuaraMerdeka.com. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi   dan   studi   pustaka.   Keabsahan   data   hasil   analisis   penelitian ini   diuji menggunakan triangulasi metode atau teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) JawaPos.com lebih intens memberitakan kasus korupsi Bupati Jepara dibandingkan SuaraMerdeka.com; 2) JawaPos.com  dan  SuaraMerdeka.com  lebih  banyak  memberitakan tema proses penyidikan dibanding tema lainnya (penggeledahan, penetapan sebagai tersangka, dan berita pendukung); 3) JawaPos.com membuat konstruksi berita yang tidak memihak Bupati Jepara; serta 4) SuaraMerdeka.com membuat konstruksi berita yang memihak Bupati Jepara. Kata kunci: Analisis bingkai Pan dan Kosicki, Berita kasus korupsi Bupati Jepara, JawaPos.com dan SuaraMerdeka.com ABSTRACTThe goal of this research is to describe how news about corruption case of Jepara Regent are framed in online media JawaPos.com and SuaraMerdeka.com within December 2018 until Januari 2019.  This  research  use  qualitative  approach  with  framing  analysis method by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The object of this research are news about corruption case of Jepara Regent that uploaded from December 2018 until Januari 2019 in JawaPos.com and SuaraMerdeka.com's webpage. Data collection methods of this research include documentation and directory study. Validatity of research data are tested with methodological or technical triangulation. This research show that: 1) JawaPos.com‘s media coverage about corrupction case of Jepara Regent are more intensive than SuaraMerdeka.com; 2) both JawaPos.com and SuaraMerdeka.com’s are tend to bring up investigation process theme more than the other theme (search warrant, suspect confirmation, and supporting news); 3) JawaPos.com made news framework that didn’t take Jepara Regent side; and 4) SuaraMerdeka.com made news framework that take Jepara Regent side. Keywords: Framing analysis  by Pan  and Kosicki, Jepara Regent corruption  case, JawaPos.com and SuaraMerdeka.com

Page 5 of 28 | Total Record : 272


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue