cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 307 Documents
ANALISIS BIAS DAN STEREOTIPE GENDER PADA SERIAL MARVEL’S AGENT CARTER (2015) Amanda Rachma Oktavia; Andrik Purwasito; Eka Nada Shofa Alkhajar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27186

Abstract

Media berperan signifikan dalam konstruksi sosial terutama gender. Gender selalu memiliki standar yang harus ditemui dalam masyarakat sosial, seperti laki-laki harus menjadi pemimpin sedangkan perempuan tidak akan cocok jadi pemimpin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat dan menganalisis bagaimana bias dan stereotip gender di tahun 1940-an terjadi dalam serial Marvel’s Agent Carter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini memeroleh data melalui observasi seluruh episode serta peninjauan dokumen dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan proses produksi dan representasi tokoh. Proses analisis meliputi pemilahan visual dan naratif, pengidentifikasian makna denotatif, penafsiran makna konotatif, hingga pengungkapan mitos yang membentuk konstruksi gender dalam konteks sosial-budaya periode tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa Peggy cenderung dipandang remeh oleh rekan kerja laki-laki di lingkungan SSR. Serial ini tidak hanya menunjukkan diskriminasi terhadap perempuan pada tahun 1940-an, tetapi juga menunjukkan bahwa Peggy dapat memposisikan feminitas sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Walau begitu, serial ini juga memperlihatkan bahwa feminitas dapat berfungsi sebagai kekuatan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi representasi gender dalam media dan membuka ruang bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas cakupan analisis dengan metode analisis lainnya untuk melihat bagaimana pesan perlawanan serta feminisme dari tokoh utama dan perempuan lainnya di serial ini.
DINAMIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN DUKUNGAN SEBAYA DALAM KONFLIK PERAN SANTRI MAHASISWA TAHFIDZ Cherly Marlina; M. Nur Rofiq Addiansyah
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27673

Abstract

Santri mahasiswa menghadapi tantangan struktural dan psikologis yang khas akibat tuntutan ganda yakni memnuhi standar akademik perguruan tinggi sekaligus mematuhi disiplin ketat Pesantren, khusunya target hafalan Al-Qur’an. Tekan multidimensi ini rentan memicu disonansi kognitif dan kelelahan emosional jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya sebagai mekanisme resiliensi pada santri mahasiswa yang menghadapi konflik peran ganda berupa tuntutan akademik perguruan tinggi dan kewajiban hafalan Al-Qur'an. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima santri mahasiswa di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis Kudus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal horizontal dimaknai sebagai ruang negosiasi utama dalam mengelola tekanan struktural pesantren. Melalui interaksi informal dengan teman sebaya, santri menafsirkan tekanan tersebut sebagai tantangan yang dapat dikelola, bukan semata sebagai beban. Dukungan teman sebaya dipahami sebagai relasi saling menguatkan yang membantu santri mempertahankan keberlangsungan studi dan kewajiban kepesantrenan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi interpersonal dengan menekankan pentingnya makna subjektif dan relasi teman sebaya dalam proses adaptasi konflik peran ganda santri mahasiswa.
MEMAHAMI PRAKTIK ETNOGRAFI KOMUNIKASI KADER PPKBD DENGAN AKSEPTOR KB DESA KARANGRAU, BANYUMAS Almira Yoshe Alodia; Ulfah Rosyidah; Resya Nur Intan Putri; Wafirotul Masfuah; King Anugrah Wiguna
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27390

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) vital bagi kesejahteraan keluarga. Namun, partisipasi masyarakat di beberapa daerah seperti Desa Karangrau, Kabupaten Banyumas, diasumsikan masih menjadi tantangan. Menggunakan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola interaksi dan aktivitas komunikasi kader mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Karangrau sebagai akseptor KB. Melalui metode kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dam Focus Group Discussion (FGD), serta analisis dokumen, penelitian ini menggali cara pesan KB disampaikan, diterima, dan dimaknai oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dan kesadaran masyarakat Desa Karangrau terhadap program KB ternyata cukup tinggi. Keberhasilan ini didorong oleh strategi komunikasi yang efektif dari kader dan bidan desa, yang mengutamakan pendekatan antar pribadi secara tatap muka dari rumah ke rumah. Penggunaan bahasa daerah (Jawa) juga terbukti membangun kedekatan dan kepercayaan, didukung pula oleh pemanfaatan media digital seperti WhatsApp serta forum warga yang mendorong informasi dapat diterima secara maksimal. Meski demikian, keputusan ber-KB masih didominasi oleh inisiatif perempuan demi kesejahteraan keluarga, sementara partisipasi pria terhambat oleh faktor budaya seperti kekhawatiran terhadap vitalitas dan ketakutan akan perselingkuhan. Secara keseluruhan, kesuksesan program KB di Desa Karangrau tercapai berkat komunikasi yang proaktif dan peka budaya, namun tantangan terkait norma gender masih perlu diatasi untuk mencapai partisipasi yang setara.
STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL MARKETING PADA PENJUALAN RUMAH SUBSIDI TIGA JUTA DI KABUPATEN MOJOKERTO Ragil Noviyanti; Perdaning Widyanti; Akhya Muhammad Khaidzir
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang digunakan dalam penjualan perumahan bersubsidi, khususnya program Rumah Subsidi Tiga Juta di Kabupaten Mojokerto. Seirung dengan pergeseran perilaku konsumen menuju ke platform digital, pengembangan properti juga harus menyesuaikan dengan komunikasi mereka untuk menjangkau segmen berpenghasilan rendah secara efektif. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literatur review). Pengumpulan data melalui kegiatan kepustakaan yaitu mencari dan menggunakan berbagai sumber berupa artikel jurnal yang relevan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa pemasaran properti subsidi di Indonesia didominasi oleh strategi digital presisi di media sosial, berhasil menargetkan pembeli muda (Gen Z, MBR) melalui algoritma geotargeting dan konten visual (AIDA, reels). Meskipun efisien, komunikasi personal (site visit dan follow-up via WhatsApp) terbukti krusial, meningkatkan konversi hingga 40% karena membangun kepercayaan. Strategi ini menghadapi tantangan saturasi konten dan isu literasi digital/keamanan data, sehingga efektivitasnya kini bergantung pada adopsi pendekatan hybrid (virtual-fisik) dan pemanfaatan AI-CRM, menegaskan perlunya keseimbangan antara teknologi tinggi untuk targeting dan komunikasi interpersonal untuk membangun kepercayaan konsumen
FROM SILENCE TO STRENGTH: THE ROLE OF INTERPERSONAL COMMUNICATION IN BUILDING RESILIENCE AMONG SEXUAL VIOLENCE SURVIVORS Yosefina Safira Intan; Prahastiwi Utari; Ignatius Agung Satyawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28008

Abstract

Abst rakPenelitian ini bertujuan untuk menggali peran komunikasi interpersonal pendamping di Rumah Singgah St. Theresia Labuan Bajo dalam membangun resiliensi sebagai penyintas kekerasan seksual. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus berlandaskan paradigma konstruktivisme, penelitian ini melibatkan dua pendamping dan dua penyalintas sebagai informan kunci yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari kondisi kebungkaman ( silent ) menuju kekuatan (strength ) dikonstruksi melalui manajemen komunikasi yang holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pendamping menerapkan lima proses Communication Theory of Resilience (CTR), yaitu; Menciptakan kenormalan, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan dukungan jaringan, menerapkan aksi produktif melalui keterampilan pemberdayaan, serta membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya-upaya dalam keseharian pendamping yang memvalidasi perasaan penyalintas serta menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi pelaku. Penelitian menyimpulkan bahwa interaksi antarpribadi yang stabil dan suportif merupakan langkah-langkah yang krusial dalam memulihkan harga diri dan kemandirian penyintas kekerasan seksual.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Resiliensi, Penyintas Kekerasan Seksual, Rumah Singgah St. Theresia, Labuan Bajo. AbstrakStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran komunikasi interpersonal oleh pekerja pendukung di Penampungan St. Theresia di Labuan Bajo dalam membangun ketahanan di antara para penyintas kekerasan seksual. Menggunakan studi kasus kualitatif yang berlandaskan paradigma konstruktivis, studi ini melibatkan dua pekerja pendukung dan dua penyintas sebagai informan kunci, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Hasil menunjukkan bahwa transformasi penyintas dari diam menjadi kuat dibangun melalui manajemen komunikasi holistik. Temuan utama mengungkapkan bahwa pekerja pendukung menerapkan lima proses Teori Komunikasi Ketahanan (CTR): menciptakan normalitas, memperkuat jangkar identitas, memanfaatkan jaringan dukungan, menerapkan tindakan produktif melalui pemberdayaan keterampilan, dan membangun logika alternatif untuk melawan stigma. Keberhasilan proses ini didukung oleh upaya harian para pendamping untuk memvalidasi perasaan penyintas dan menyediakan ruang aman yang bebas dari intimidasi oleh pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi interpersonal yang stabil dan suportif merupakan langkah penting dalam memulihkan harga diri dan kemandirian para penyintas kekerasan seksual.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Ketahanan, Penyintas Kekerasan Seksual, Tempat Perlindungan St. Theresia, Labuan Bajo. 
IMPLEMENTASI DIGITAL PR DALAM MENGKOMUNIKASIKAN KONTINUITAS INOVASI PROGRAM CSR MELALUI INSTAGRAM @GCP.IDN Hanis Syafikoh Hasibuan; Novie Susanti Suseno; Heri Hendrawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27847

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial mendorong organisasi untuk menyesuaikan strategi komunikasi publik secara digital, khususnya dalam penyampaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Digital Public Relations melalui akun Instagram @gcp.idn dalam mengkomunikasikan kontinuitas dan nilai inovatif program Geothermal Coffee Process sebagai bagian dari CSR PT Pertamina Geothermal Energy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola akun, observasi konten Instagram, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber. Kerangka analisis merujuk pada Excellence Theory yang menekankan empat pilar utama, yaitu komunikasi dua arah simetris, transparansi informasi, konsistensi narasi, serta partisipasi dan keterlibatan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Digital Public Relations @gcp.idn diwujudkan melalui penyampaian pesan yang berkelanjutan, pengemasan konten inovatif berbasis storytelling dan simbol visual, serta interaksi aktif dengan audiens untuk membangun pemahaman publik terhadap nilai keberlanjutan dan inovasi program CSR. Integrasi keempat pilar tersebut terbukti berkontribusi dalam memperkuat citra organisasi dan meningkatkan keterlibatan publik secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian konsep kontinuitas komunikasi dan nilai inovatif dalam praktik Digital Public Relations berbasis Excellence Theory pada konteks komunikasi CSR energi terbarukan di media sosial.Kata Kunci: Digital PR, Instagram, CSR, Excellence Theory, kontinuitas inovatif AbstractThe rapid development of social media has encouraged organizations to adapt their public communication strategies in digital environments, particularly in communicating corporate social responsibility (CSR) programs. This study aims to examine the implementation of Digital Public Relations through the Instagram account @gcp.idn in communicating the continuity and innovative value of the Geothermal Coffee Process program as part of PT Pertamina Geothermal Energy’s CSR initiatives. This research adopts a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with account managers, observation of Instagram content, and documentation, and were analyzed using thematic analysis with source triangulation. The analytical framework is based on Excellence Theory, emphasizing four main pillars: symmetrical two-way communication, information transparency, narrative consistency, and public participation and engagement. The findings indicate that Digital Public Relations practices on @gcp.idn are implemented through continuous message delivery, innovative content packaging based on storytelling and visual symbols, as well as active interaction with audiences to build public understanding of sustainability and innovation values embedded in the CSR program. The integration of these four pillars plays a significant role in strengthening organizational image and enhancing sustained public engagement. The novelty of this study lies in the integration of communication continuity and innovative value through the four pillars of Digital Public Relations grounded in Excellence Theory within the context of renewable energy CSR communication on social media.Keywords: Digital PR, Instagram, CSR, Excellence Theory, innovative continuity
PENGARUH PESAN ‘SUSTAINABLE LIFESTYLE’ MATA KULIAH KOMUNIKASI LINGKUNGAN TERHADAP SIKAP MENERAPKAN GAYA HIDUP BERKELANJUTAN Fasya Syifa Mutma; Naurissa Biasini; Reni Dyanasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28966

Abstract

Berbagai permasalahan lingkungan menjadi isu utama global pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pesan sustainable lifestyle dalam mata kuliah Komunikasi Lingkungan terhadap sikap menerapkan gaya hidup berkelanjutan pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 385 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Komunikasi Lingkungan pada periode 2024–2025, dengan sampel sebanyak 197 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis korelasi, koefisien determinasi, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dan signifikan antara pesan sustainable lifestyle terhadap sikap menerapkan gaya hidup berkelanjutan dengan nilai korelasi sebesar 0,850. Koefisien determinasi menunjukkan kontribusi pengaruh sebesar 72,25%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan bahwa semakin baik pesan sustainable lifestyle yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula sikap mereka dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi penelitian di bidang komunikasi dan komunikasi lingkungan, juga diharapkan memberikan gambaran efektifitas penyampaian pesan dalam perkuliahan.
REPRESENTASI AGENSI PEREMPUAN SASAK DALAM MERESPONS MODERNITAS PADA FILM "PEREMPUAN SASAK TERAKHIR" Feriana Rizkia Amin; Andrik Purwasito; Eka Nada Shofa Alkhajar
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27438

Abstract

Studi ini meneliti film Perempuan Sasak Terakhir (2012) sebagai teks etnografi visual yang menantang bias pro-inovasi dalam Teori Difusi Inovasi. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif dari 126 adegan, penelitian ini menunjukkan bahwa artefak budaya material, khususnya mode (45,5%), bertindak sebagai pendorong utama konflik dalam 88,9% film tersebut. Temuan tersebut menggarisbawahi kontras yang jelas antara agensi hibrida Anjani, yang menegosiasikan pengaruh modern sambil tetap berakar pada nilai-nilai adat, dan keterasingan Wati yang disebabkan oleh rendahnya kompatibilitas inovasi perkotaan dalam sistem budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menjembatani kesenjangan antara budaya material dan teori difusi inovasi dalam konteks perempuan Sasak pribumi. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja untuk studi masa depan guna meneliti ketahanan budaya di destinasi wisata super-prioritas lainnya yang menghadapi transformasi modern yang cepat. Model agensi hibrida selektif ini dapat direplikasi untuk penelitian di masa mendatang dalam konteks masyarakat adat lainnya di Indonesia yang menghadapi ancaman modernitas serupa, seperti di daerah tujuan super prioritas lainnya, untuk memperkaya kekayaan komunikasi visual dan strategi pelestarian budaya di Indonesia.
PERAN TIM REDAKSI LAMPUNG GEH NEWS DALAM PROSES GATEKEEPING BERITA Trian Dara Ega Febrina; Hasan Mukmin; Ade Nur Istiani
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.28043

Abstract

Perkembangan media digital mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat dan aktual, namun juga menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas berita. Kondisi ini menuntut media online, termasuk Lampung Geh News, untuk menjalankan proses gatekeeping secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran tim redaksi dalam proses gatekeeping berita untuk menjaga kualitas berita. Teori yang menggunakan ialah teori gatekeeping dari Shoemaker dan serta teori peran sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap redaksi Lampung Geh News. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses gatekeeping dilakukan secara kolektif dan berlapis melalui lima level, yaitu individu, rutinitas media, organisasi, ideologi, dan ekstramedia. Setiap anggota tim redaksi memiliki peran yang saling melengkapi dalam proses seleksi, verifikasi, dan penyuntingan berita. Meskipun telah berpedoman pada kode etik jurnalistik dan nilai berita, proses gatekeeping masih bergantung pada pengalaman dan insting profesional jurnalis karena belum adanya standar teknis berupa checklist. Dengan demikian, kualitas berita merupakan hasil dari efektivitas kerja kolektif tim redaksi dalam menjalankan fungsi gatekeeping di tengah tuntutan kecepatan media digital. 
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN RESPONS AHMAD SAHRONI TERKAIT ISU BUBARKAN DPR Syuhada Syuhada; Putrawan Yuliandri
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27806

Abstract

Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan media terhadap respons Ahmad Sahroni dalam menanggapi isu pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Isu tersebut berkembang menjadi wacana publik yang luas setelah pernyataan Ahmad Sahroni diberitakan dan memicu beragam respons media. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media membingkai respons tersebut serta perbedaan pola framing yang digunakan oleh CNNIndonesia.com dan Tempo.co. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, yang mencakup struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian berupa delapan artikel berita yang dipublikasikan oleh CNNIndonesia.com dan Tempo.co pada periode 22 Agustus hingga 6 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNNIndonesia.com membangun framing sensasional-konfrotatif dengan mengedepankan aspek kontroversi, konflik verbal, dan dramatisasi bahasa di dalam narasi yang fokus pada reaksi serta terfragmentasi. Di lan sisi, Tempo.co membangun framing evaluatife-substantif dengan struktur berita yang menonjolkan posisi institusional, tema yang konsisten, dan penggunaan bahasa politik dalam konteks dinamika negara demokrasi. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue