cover
Contact Name
Benni Setiawan
Contact Email
bennisetiawan@uny.ac.id
Phone
+6281578968008
Journal Mail Official
ilkom@uny.ac.id
Editorial Address
Department Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dań Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Depok Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : ""     EISSN : 2988344X     DOI : https://doi.org/10.21831/
Core Subject : Education,
Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is academic journal, free of charge. Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi, is an interdisciplinary journal that welcomes contributions coming from and speaking to the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is Communication Studies.
Articles 272 Documents
Analisis manajemen event Kiskendha Mrahaswara dalam mengubah citra destinasi wisata Gua Kiskendo Ramadhan, Fadhlihi; Widiarti, Pratiwi Wahyu
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i4.19187

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses manajemen event Kiskendha Mrahaswara dan menganalisis proses manajemen komunikasi pada event Kiskendha Mrahaswara dalam upaya mengubah citra destinasi wisata Gua Kiskendo. Penelitian yang berlokasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun 4 kategori informan yang dipilih yaitu penyusun rencana, pelaksana, pengelola lapangan, dan pengunjung event. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, studi dokumentasi serta observasi. Selain itu, keabsahan data diuji dengan metode triangulasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen event Kiskendha Mrahaswara mencakup: (1) research yang meliputi identifikasi tujuan untuk mengubah citra Destinasi Gua Kiskendo, (2) design meliputi konsep berupa pertunjukan dan exhibition (3) planning berupa membagi khalayak menjadi khalayak primer dan sekunder, (4) coordination dengan pola top to down, dan (5) evaluation salah satunya terdapat hambatan dalam membangun venue. Selain itu terdapat pula tahapan manajemen komunikasi yaitu: (1) mendefinisikan masalah komunikasi berupa citra destinasi Gua Kiskendo yang kurang memenuhi selera publik, (2) perencanaan komunikasi meliputi decoding pesan melalui simbolisasi, (3) aksi komunikasi berupa komunikasi internal dan eksternal, serta (4) evaluasi komunikasi salah satunya berupa kurangnya kuantitas publikasi.Kata Kunci : Manajemen Event, Komunikasi, Gua Kiskendo.AbstractThis study aims to analyze the Kiskendha Mrahaswara event management process and determine the communication management process at the Kiskendha Mrahaswara event in an effort to change the image of the Kiskendo Cave tourist destination. This research, which is located at the Kulon Progo Regency Tourism Office, uses a descriptive method with a qualitative approach. The 4 categories of informants selected were planner, implementer, field manager, and event visitors. Data collection techniques using in-depth interviews, documentation studies and observation. In addition, the validity of the data was tested by triangulation method and analyzed using data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the process of event management of Kiskendha Mrahaswara includes: (1) the research which comprises the identification of goals in order to change the image of Kiskendo Cave Destination, (2) the design which includes showcase and exhibition, (3) the planning which divides the audience into secondary audience and primary audience (4) the coordination process with a top down scheme, and (5) the evaluation, which one of them is the obstacle in building the venue. There are also stages of communication management which are: (1) defining the communication problems which image does not meet the public tastes, (2) communication planning which comprised message decoding through symbolization (3) communication action in the forms of internal and external communication, and (4) the communication evaluations, which one of them is the lack of publication quantity.Keywords: Event Management, Communication, Kiskendo Cave.
CITRA PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN DALAM KORAN LOKAL (Analisis Wacana Kritis pada Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja Periode Januari – Desember 2017) Desy Nurjanah; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i4.16956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: analisis wacana Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pandangan koran lokal khususnya SKH Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja sebagai hasil dari kegiatan media relations Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana model Teun A. Van Dijk dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini berupa studi dokumen. Objek penelitian adalah citra Pemkab Sleman dilihat dari wacana koran Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa citra Pemkab Sleman dari hasil analisis teks pada koran Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja dalam kurun waktu satu tahun cenderung positif. Citra yang terbangun melalui wacana pemberitaan-pemberitaan pada kedua koran tersebut merupakan jenis citra perusahaan yang meliputi: (1) layanan pemerintahan yang berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat; (2) kesejahteraan rakyat yang merujuk pada bidang pendidikan, kesiapsiagaan Pemkab Sleman terhadap penanggulangan bencana, dan peningkatan fasilitas kesehatan; (3) ekonomi yang berfokus pada koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, pertanian, dan pariwisata; dan (4) pembangunan yang merujuk pada layanan pemerintah dalam memperbaiki dan membangun infrastruktur serta fasilitas umum di wilayah Kabupaten Sleman This research aim to determine the image of the Government of Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta in point of view from local newspaper especially Kedaulatan Rakyat and Tribun Jogja as a result from media relations activities in Sleman Regency Government. This research is using qualitative research method of critical discourse analysis of the Teun A. van Dijk model. Research data collection in the form of document studies. The research objects were the images of Sleman Regency Government from the text analysis of Kedaulatan Rakyat and Tribun Jogja newspaper that selected by purposive sampling. The results of this study indicate that the image of Sleman Regency Government from the text analysis results in Kedaulatan Rakyat newspaper and Jogja Tribun within one year tends to be positive. The image that was developed through the discourse in the two newspapers was a type of corporate image which included: (1) government services relating to peace, public order and public protection; (2) people's welfare which refers to the education sector, Sleman Regency Government's preparedness for disaster management, and improvement of health facilities; (3) an economy that focuses on cooperatives, micro, small and medium enterprises, agriculture, and tourism; and (4) development which refers to government services in public facilities, repairing and building infrastructure in the Sleman Regency area. . 
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI MENGANTI Nurhalimah Nurhalimah; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dalam mengembangkan wisata Pantai Menganti. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggunakan purposive sampling. Informan utama adalah Ketua Pengelola dan Pokja Pemasaran, informan pendukung adalah pengunjung objek wisata Pantai Menganti. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan Pantai Menganti berupa pantai berpasir putih, perbukitan hijau, susur laut, surfing dan tebing karst. Pantai Menganti menerapkan konsep one ticket dengan harga sebesar Rp. 12.500,-. Jalan menuju Pantai Menganti sudah bagus dengan jalan beraspal, tetapi akses jalan sulit dilalui karena banyaknya tanjakan dan turunan yang curam. Strategi kegiatan promosi meliputi delapan langkah yaitu khalayak yang dituju adalah agen travel dan keluarga, tujuan dari komunikasi pemasaran untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan, rancangan pesan dibuat berupa pesan menarik guna menarik perhatian wisatawan, saluran komunikasi personal menggunakan pameran dan festival, komunikasi nonpersonal menggunakan media cetak dan media sosial, anggaran promosi tidak ditentukan disetiap bulannya karena kegiatan promosi berbeda-beda, bauran promosi terdiri dari periklanan, penjualan personal, pemasaran dari mulut ke mulut, dan promosi penjualan, tolak ukur keberhasilan promosi dilihat dari jumlah tiket yang terjual, dan komunikasi pemasaran objek wisata Pantai Menganti dikelola oleh Pokja Pemasaran.Kata kunci: Strategi,  komunikasi pemasaran, Pantai Menganti.
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MANUSIA KERDIL PADA MASYARAKAT DI DESA PALAK SIRING KABUPATEN BENGKULU SELATAN Arif Hidayat; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19144

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal manusia kerdil pada masyarakat Desa Palak Siring Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan serta ingin mengetahui apa saja hambatan yang ditemui manusia kerdil dalam mendapatkan atensi yang baik kepada masyarakat agar stigma bisa diatasi dan bisa berinteraksi dan komunikasi secara efektif sehingga bisa hidup berdampingan tanpa memandang adanya perbedaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang yang ditentukan menggunakan purposive sampling, yaitu manusia kerdil, petinggi desa, serta masyarakat (orang tua dan kerabat). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan analisis data dilakukan melalui metode analisis interaktif yang meliputi diantaranya data reduction, data display, dan conclusion/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara manusia kerdil dengan masyarakat sebagai lawan bicara terdapat pola komunikasi yaitu primer dan sirkular. Pola komunikasi ini terjadi saat manusia kerdil memulai interaksi komunikasi dengan bercerita, bermain, serta pembiasaan. Kemudian hambatan manusia kerdil diantaranya, kurangnya konsentrasi saat berkomunikasi dengan tidak memiliki tujuan yang jelas, kurangnya percaya diri, dan tidak adanya kesesuaian dan tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi.Kata kunci: Pola Komunikasi Interpersonal, Proses Komunikasi Interpersonal, Manusia Kerdil, Hambatan Komunikasi AbstractThis study aims to describe the interpersonal communication patterns of dwarfs in the Palak Siring Village community, Kedurang District, South Bengkulu Regency and want to know what are the obstacles encountered by dwarf humans in getting good attention to the community so that stigma can be overcome and can interact and communicate effectively so that they can live side by side regardless of differences. This research use desciptive qualitative approach. The informants of this study were 8 people who were determined using purposive sampling, namely dwarf humans, village officials, and the community (parents and relatives). The data collection in this study was conducted by interview and documentation, and the validity of the data using triangulation of sources. Meanwhile, data analysis was carried out through interactive analysis methods which included data reduction, data display, and conclusion/verification. The results of this study indicate that the interpersonal communication process carried out between dwarf humans and the community as the interlocutor has communication patterns, namely primary and circular. This communication pattern occurs when dwarfs initiate communication interactions by telling stories, playing, and habituation. Then the obstacles of dwarf humans include lack of concentration when communicating with no clear goals, lack of confidence, and the absence of conformity and goals to be achieved in communication.Keywords: Interpersonal Communication Pattern, Interpersonal Communication Process, Dwarf Humans, Communication Barriers
KESENJANGAN SOSIAL DALAM IKLAN MEIKARTA VERSI “AKU INGIN PINDAH KE MEIKARTA” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Fakhri Uzair; Chatia Hastasari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v1i1.12618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan 1) makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam iklan Mekarta versi “Aku Ingin Pindah ke Meikarta” 2) representasi kesenjangan sosial dalam iklan Mekarta versi “Aku Ingin Pindah ke Meikarta”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika model Roland Barthes. Subyek penelitian ini adalah iklan Meikarta versi “Aku ingin pindah ke Meikarta” yang ditayangkan di televisi pada tahun 2017. Objek penelitian ini adalah 1) makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam iklan 2) simbol- simbol yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan studi pustaka. Validitas data yang diperoleh diuji dengan validitas teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) iklan Meikarta bukan hanya menawarkan produknya tapi mengandung makna representasi realitas sosial pada setiap scene- nya. Makna denotasi ditampilkan pada gambar, tagline, dan dialognya. Makna konotasi ditampilkan pada kesan dan makna yang terdapat pada iklan. 2) Iklan Meikarta menampilkan realitas masyarakat yang hidup di kota Jakarta dengan gambaran dua kondisi yang berbeda yang saling bertolakbelakang. gambaran dari scene yang ditampilkan tersebut menunjukan adanya ketidakmerataan dalam sektor pembagunan tempat tinggal masyarakat. Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, Analisis Iklan, Kesenjangan Sosial, Lippo Group, Meikarta
STRATEGI DIGITAL BRANDING MELALUI WEBSITE GUNA MENUMBUHKAN BRAND AWARENESS MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA Jefri Eko Cahyono; Novianto Yudha Laksana
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19156

Abstract

Abstrak             Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan serta pengembangan strategi digital branding melalui website Museum Sonobudoyo guna menumbuhkan brand awareness di masyarakat. Penelitian yang dilaksanakan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan sumber data didasarkan pada teknik purposive sampling yang telah ditentukan kriteria informannya berdasarkan peranannya. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang yang terdiri dari Pejabat Struktural, Tim Teknis dan Tim Pengelola Branding Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta analisis data interaktif model Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan 1) Strategi digital branding yang dilakukan oleh Museum Sonobudoyo Yogyakarta melalui website guna menumbuhkan brand awareness dilaksanakan dengan memperhatikan indikator pembentuk digital branding, diantaranya: a) Aksesibilitas, b) Interaktivitas, c) Hiburan, d) Kepercayaan, e) Gangguan, dan f) Informatif. Implementasi strategi digital branding Museum Sonobudoyo melalui website memperhatikan aspek eksternal lembaga, seperti segmentasi pasar dan program komunikasi publik. Selain itu, penggunaan website sebagai alternative digital branding di Museum Sonobudoyo dilaksanakan secara optimal dengan menghadirkan keinformatifan pesan yang kemudian dijadikan sebagai media penyebaran informasi tentang Museum Sonobudoyo; dan 2) Pengembangan strategi dalam mengimplementasikan program digital branding di Museum Sonobudoyo dilaksanakan dengan menentukan a) Peta jalan sebagai pertunjukan pelaksanaan program, b) Penyusunan program kerja, c) Penentuan upaya strategis, dan d) Mengelola informasi.Kata Kunci : Digital Branding, Website, Brand Awareness. Abstract            This study aims to analyze and describe the digital branding strategy of the through the Sonobudoyo Museum website in order to grow brand awareness in the community. The research, which was conducted at the Sonobudoyo Museum, Yogyakarta, used a qualitative descriptive approach. In this study, the data source collection was based on a purposive sampling technique which had determined the criteria for the informants based on their roles. There were nine informants in this study consisting of Structural Officials, Technical Teams and Branding Management Teams at the Sonobudoyo Museum, Yogyakarta. Data collection techniques in this study used observations, interviews and documentation as well as interactive data analysis using the Miles Huberman model. The results of this study show 1) The digital branding strategy carried out by the Sonobudoyo Yogyakarta Museum through the website to grow brand awareness is carried out by taking into account the indicators that form digital branding, including: a) Accessibility, b) Interactivity, c) Entertainment, d) Trust, e) Distraction, and f) Informative. The implementation of the Sonobudoyo Museum's digital branding strategy through the website takes into account external aspects of the institution, such as market segmentation and public communication programs. In addition, the use of the website as an alternative digital branding at the Sonobudoyo Museum is carried out optimally by presenting informative messages which are then used as a medium for disseminating information about the Sonobudoyo Museum; and 2) Strategy development in implementing the digital branding program at the Sonobudoyo Museum is carried out by determining a) Roadmap as a guide for program implementation, b) Preparation of work programs, c) Determining strategic efforts, and d) Managing information.Key Words : Digital Branding, Website, Brand Awareness
PENGARUH IKLAN LAYANAN MASYARAKAT KEMENTERIAN KESEHATAN VERSI “PENYAKIT YANG DIAKIBATKAN OLEH ROKOK” TERHADAP SIKAP ANTI ROKOK DI KALANGAN SISWA (SURVEI DI SMPN 9 YOGYAKARTA) Nadya Angelica Mutiara Amanda; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan layanan masyarakat Kementerian Kesehatan versi “Penyakit yang Diakibatkan Oleh Rokok” terhadap sikap anti rokok di kalangan siswa. Dari jenis permasalahannya, penelitian ini bersifat Ex-Post Facto dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah Siswa SMPN 9 Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 86 siswa. Pengumpulan data Iklan Layanan Masyarakat dan Sikap Anti Rokok dilakukan dengan metode angket. Uji coba instrumen dilaksanakan pada 30 orang siswa. Uji Validitas dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Sedangkan uji reliabilitas digunakan rumus Alpha Cronbach. Untuk mengetahui pengaruh Iklan Layanan Masyarakat dan Sikap Rokok digunakan teknik analisis regresi sederhana. Tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Iklan Layanan Masyarakat Kementerian Kesehatan versi “Penyakit yang Diakibatkan Oleh Rokok” Terhadap Sikap Anti Rokok di Kalangan Siswa ditunjukkan dengan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,44 hal ini berarti bahwa 44% Sikap Anti Rokok dijelaskan oleh Iklan Layanan Masyarakat, sedangkan 56% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.Kata kunci : Iklan Layanan Masyarakat, Sikap Anti Rokok, dan Kementerian Kesehatan.
ANALISIS WACANA MATERI SEKSIS KOMIKA DI SHOW STAND-UP COMEDY PEREMPUAN BERHAK 3 Jordhie Beally Korua; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i3.18529

Abstract

Abstrak            Show stand-up comedy “Perempuan Berhak” merupakan pertunjukkan stand-up comedy special komika Perempuan. Pertunjukkan ini menarik untuk diteliti, karena para komika membawakan materi realitas permasalahan dari masing-masing komika perempuan. Dalam materi mereka tentu saja terdapat masukan jokes dan ideologi yang ditulis oleh para komikanya. Pertunjukkan ini juga menampilkan lima komika perempuan yang memiiki latar belakang yang berbeda. Agar pembahasan dalam penelitian ini dapat berjalan lebih terarah, maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana wacana komedi tentang perempuan dari para komika perempuan dalam pertunjukan “Perempuan Berhak 3” jika dilihat dari analisis wacana model Teun A. Van Dijk? Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis materi seksis komika di show “Perempuan Berhak 3”. Selain itu, juga untuk mengetahui bagaimana narasi dan faktor para komika membawakan materi seksis dalam show. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk. Analisis wacana Van Dijk ini memiliki tiga dimensi yang menjadi objek penelitiannya, yaitu dimensi teks, kognisi sosial dan juga konteks sosial. Dimensi teks yaitu susunan struktur dalam teks materi para komika. Kognisi sosial adalah pandangan, pemahaman serta kesadaran mental komika dalam penulisan materi. Sedangkan konteks sosial merupakan pengetahuan mengenai situasi yang berkembang di masyarakat yang berkenan dalam suatu wacana. Jika dianalisa, secara garis besar para komika dalam show “Perempuan Berhak 3” masih memakai materi seksis dalam setlist materinya namun alasan diibalik itu berbeda-beda. Diantaranya untuk membela hak-hak perempuan, melawan pelecehan seksual maupun sekedar pelampiasan diri diatas panggung.Kata junci : Stand-up comedy, perempuan berhak, humor seksis Abstract            The stand-up comedy show "Perempuan Berhak 3" is a stand-up comedy special for Perempuan's comedy show. This show is interesting to research, because the comics bring material on the reality of the problems of each female comic. In their material, of course, there are input on jokes and ideology written by the comics. This show also features five female comics who have different backgrounds. In order for the discussion in this research to be more focused, the formulation of the problem is How is the comedy discourse about women from female comics in the show "Perempuan Berhak 3" when viewed from the discourse analysis of Teun A. Van Dijk's  model?  This  study also  aims  to  analyze the sexist  material  of  comics  in  the show "Perempuan Berhak 3". In addition, it is also to find out how the narrative and factors of the comics present sexist material in the show. This study uses a qualitative approach with discourse analysis methods developed by Teun A. Van Dijk. Van Dijk's discourse analysis has three dimensions which are the object of his research, namely the dimensions of text, social cognition and social context. The text dimension is the structure arrangement in the text material for the comics. Social cognition is the view, understanding and mental awareness of komika in writing material. Meanwhile, the social context is knowledge about the situation developing in society which is pleasing to a discourse. If analyzed, broadly speaking, the comics in the show "Perempuan Berhak 3" still use sexist material in their material setlist, but the reasons behind this vary. Among them are to defend women's rights, against sexual harassment and just to release oneself on stage.Key words: Stand-up comedy, Perempuan, sexist joke
IMPLEMENTASI APLIKASI TAPROSE TEMANKU HUMAS KOMINFO KABUPATEN TIBAN Early Azza Bening Brillianti; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16823

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi TapRose Temanku Humas Kominfo  Kabupaten Tuban  dan  mengetahui  hambatan  yang  dihadapi  Dinas  Kominfo  Kabupaten Tuban dalam merealisasikan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tuban, KA. Seksi Layanan Informasi Publik, KA. Seksi Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan TIK. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi   sumber.   Analisis   data   menggunakan   Model   Miles      Huberman   yang   meliputi, pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Implementasi aplikasi TapRose Temanku meliputi, a) komunikasi, proses komunikasi mulai dari proses transmisi pesan, hingga bagaimana tahap koordinasi di setiap tingkatan birokrasi dapat dikatakan berjalan lancar, namun proses komunikasi kepada masyarakat belum berjalan optimal,  sehingga  pesan  komunikasi  belum  sepenuhnya  tersampaikan  karena  kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, b) sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Kominfo sudah memadai baik secara kuantitas dan kualitas, sedangkan sumber daya finansial masih kurang memadai dikarenakan belum adanya anggaran khusus terkait aplikasi TapRose, c) disposisi atau komitmen pelaksana perlu ditingkatkan lagi karena masih banyaknya OPD yang lamban dalam menanggapi aduan yang masuk, d) struktur birokrasi dalam melaksanakan dan pembagian tugas antar bagian sudah jelas dan sesuai dengan SOP yang ada.2) Hambatan dalam implementasi aplikasi TapRose Temanku, yaitu kurang tanggapnya admin dalam merespon aduan yang masuk dikarenakan adanya admin OPD yang resign dan tidak ada yang menggantikan tugas admin yang kosong. Serta tantangan dalam implementasi aplikasi TapRose, masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi sebagai media aduan resmi dari pemerintah.Kata kunci: Implementasi, Kebijakan, Aplikasi TapRose Temanku, Dinas Kominfo Kabupaten Tuban.ABSTRACTThis study aims: 1) to find out the implementation of the “TapRose Temanku” application in the Public Relations division, Communication and Informatics Office of Tuban Regency, and 2) to find out the obstacles faced by Communication and Informatics Office of Tuban Regency in realizing public policies. This study used descriptive method with a qualitative approach. In determining the informants, researcher uses purposive sampling techniques. Informants of this research were the Regional Secretary of Tuban Regency, Head of the Communication and Information Office of Tuban Regency, KA. Public Information Services Section, KA. ICT Sector Empowerment and Development Section. Data collection techniques using interviews. Then checking the validity of the data is done by triangulating the source. In addition, the analysis data used in this study is Miles Huberman Model which includes data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results showed: 1) a communication, communication process starts from the message transmission process, to how the coordination stage at each level of the bureaucracy can be said to run smoothly, but the process of communication to the community has not been running optimally so the communication message has not been fully conveyed due to lack of socialization to the community, b) the Human Resources owned by the Communication and Informatics Office of Tuban Regency in quantity and quality is adequate, meanwhile the Financial Resources still inadequate due to  the  lack  of  a  specific  budget  related  to  the  application,  c)  disposition  or  commitment  of implementers need to be increased because there are still many OPDs who are slow in responding to complaints, d) The bureaucratic structure in the implementation and division of task is clear and accordance with the SOP. 2) The obstacle in the implementation of the “TapRose Temanku” application is the lack of responsiveness of the admin in responding the complaints which is due to the OPD admin resigning and no temporary admin replacement. As well as challenges in implementation of the “TapRose” application, people who are not accustomed to using the application as an official complaint media from the government.Keywords:   Implementation,   Policy,   “TapRose   Temanku”   Application,   Communication   and Informatics Office of Tuban Regency
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI DI PERPUSTAKAAN SUMBER ILMU DESA BALECATUR YOGYAKARTA Muliana Muliana; Pratiwi Wahyu Widiarti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i3.16930

Abstract

AbatrakTujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui pola komunikasi organisasi yang ada di Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Balecatur. (2) Mengetahui hambatan komunikasi Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Balecatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Sumber Ilmu memiliki tingkatan organisasi  vertikal  dan  horizontal.  Anggota  perpustakaan  Sumber  Ilmu  melakukan  komunikasi melalui pertemuan rutin yang mereka lakukan. Selain pertemuan offline, perpustakaan Sumber Ilmu juga  memiliki  media  komunikasi  berbasis  online.  Perpustakaan  Sumber  Ilmu  memiliki  beberapa aliran komunikasi. Aliran komunikasi yang terdapat di perpustakaan Sumber Ilmu yaitu aliran komunikasi ke bawah, ke atas, dan horizontal. Di perpustakaan Sumber Ilmu terdapat komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Perpustakaan Sumber Ilmu memiliki pemimpin yang jelas dan antar anggota dapat mengirimkan dan menerima pesan. sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa perpustakaan Sumber Ilmu memiliki pola komunikasi Y. Hambatan yang terjadi di perpustakaan Sumber Ilmu merupakan hambatan yang bersifat fisik. Hambatan tersebut terjadi karena hal yang tidak terduga, yaitu pandemi global yang membuat beberapa kegiatan menjadi tidak dapat dilaksanakan. Baik komunikasi internal maupun komunikasi eksternal di perpustakaan Sumber Ilmu terdapat gangguan mekanik.Kata kunci: Komunikasi Organisasi, Pola Komunikasi, Perpustakaan Sumber Ilmu AbstractThe purpose of this research is: (1) knowing communication pattern organizations in the library the source of Balecatur. (2) knowing barrier of communication in the library of Balecatur’s village. This study using a qualitative approach with a descriptive method. The result showing that the library has levels of vertical and horizontal. Organization members of the library communicating through routine meetings. Besides offline meeting, they are also has an online meetings. The library having several streams communication   The flow of communication in this library are downward, upward and horizontal. In the library of Sumber Ilmu has internal and external communications. The leader of the science has clear and among members can send and receive messages. So, the conclusion can be drawn that the source of the communication has Y pattern of communication. Obstacles that occur in the library of the obstacles is the physical. Obstacles is caused by the unexpected, the global pandemic that makes some activities being inapplicable. Both internal and external communications in the library there is a mechanical obstacles.Keyword: Communication Organization, Pattern of Communication, Sumber Ilmu Library

Page 6 of 28 | Total Record : 272


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 4 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 3 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 4 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi More Issue