cover
Contact Name
Ivan Rahmat Santoso
Contact Email
ivan_santoso@ung.ac.id
Phone
+62811432884
Journal Mail Official
JSEPfekon@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman, Nomor 6, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 96128, Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan
Core Subject : Economy,
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan (JSEP) adalah jurnal yang bertujuan meliput topik dan isu di berbagai subbidang ilmu ekonomi dan studi pembangunan secara umum dan khususnya dalam konteks ekonomi baru dan berkembang. Ruang lingkup jurnal meliputi:Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Perencanaan Wilayah, Ekonomi Pendidikan, Ekonomi Islam, Ekonomi Moneter, Ekonomi Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan
Articles 98 Documents
DAMPAK ANGKA PUTUS SEKOLAH TERHADAP DAYA SAING TENAGA KERJA: STUDI KOMPARATIF: 4 NEGARA ASEAN Ahmad Ruspandi
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39494

Abstract

This study compares school dropout rates and labor competitiveness in Indonesia, Malaysia, the Philippines, and Thailand using World Bank data (2019–2023). Results show that Indonesia has the highest school completion rate (99.39%) but low labor productivity (USD 26,989), far below Malaysia (USD 64,128) and Thailand (USD 36,919). Malaysia, despite having the lowest completion rate (77.97%), achieves the highest productivity. Indonesia also spends the least on education (1.03% of GDP). The study concludes that low dropout rates alone do not improve labor competitiveness without quality education. It recommends Indonesia shift focus from quantity to quality, align curriculum with industry, and strengthen vocational training.
PENGARUH DANA DESA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI RIAU TAHUN 2021-2025 Fadya Eriza Zuhry; Tria Lestari Lestari
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39274

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi daerah, termasuk di Provinsi Riau. Meskipun beberapa kabupaten memiliki potensi sumber daya alam dan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tinggi, tingkat kemiskinan di beberapa wilayah masih relatif besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan kabupaten di Provinsi Riau tahun 2021–2025. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait lainnya. Data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri dari data time series tahun 2021–2025 dan data cross section dari 10 kabupaten di Provinsi Riau. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program EViews. Pemilihan model dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier (LM), dimana hasil pengujian menunjukkan bahwa Random Effect Model (REM) merupakan model terbaik dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Dana Desa dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara parsial Dana Desa berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,886 0,05. Sementara itu, PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan PDRB mampu menurunkan tingkat kemiskinan di Provinsi Riau. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,686 menunjukkan bahwa variabel Dana Desa dan PDRB mampu menjelaskan kemiskinan sebesar 68,6%, sedangkan dibunuh dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. 
Analisis Ketimpangan Regional di Sulampua dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya I Wayan Stivan Styawan; Syarwani Canon; Rifi Fazrina Djuuna; Refinna Cesari Jacobus
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39005

Abstract

Penelitian mengenai ketimpangan regional di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) relatif terbatas dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan regional di kawasan Sulampua serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik selama periode 2015–2024. Metode analisis yang digunakan meliputi Indeks Williamson untuk mengukur tingkat ketimpangan regional dan regresi data panel untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap ketimpangan regional dengan pendekatan terbaik, yaitu Fixed Effect Model (FEM). Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas PDRB per kapita, jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sedangkan variabel dependennya adalah ketimpangan regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan regional di wilayah Sulampua bervariasi antarprovinsi. Tingkat ketimpangan tinggi terdapat di Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara. Tingkat ketimpangan sedang terdapat di Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Sulawesi Barat, sedangkan Gorontalo memiliki tingkat ketimpangan rendah. Hasil estimasi model menunjukkan bahwa PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan regional, sedangkan IPM dan TPT berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan regional di wilayah Sulampua.
ESTIMASI PENGARUH PENGELUARAN SEKTOR KESEHATAN DAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KINERJA EKONOMI Ati Tri Wigati; Milla Dian Melati
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2026): VOLUME 4, NOMOR 2, JULI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i2.39456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran sektor kesehatan dan laju pertumbuhan penduduk terhadap kinerja ekonomi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series selama periode 2019–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, serta berbagai publikasi ilmiah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pengujian parsial (uji t), simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, pengeluaran sektor kesehatan dan laju pertumbuhan penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perekonomian. Meskipun demikian, pengeluaran sektor kesehatan memiliki kecenderungan hubungan positif, sedangkan laju pertumbuhan penduduk menunjukkan hubungan negatif terhadap kinerja ekonomi, namun keduanya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Selain itu, keterbatasan jumlah data dan periode penelitian yang relatif singkat juga mempengaruhi hasil analisis. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data yang lebih luas serta menambahkan 
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI INDONESIA TAHUN 2015–2025 Devi Fransiska Sianturi; I Wayan Suparta; Aulawi Nulad Utami; Irma Irma; Tasmarniati Tasmarniati
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2026): VOLUME 4, NOMOR 2, JULI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i2.39809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat kemiskinan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia periode 2015–2025. Tingkat pengangguran terbuka masih menjadi salah satu permasalahan ekonomi makro yang penting karena berkaitan dengan kondisi pasar tenaga kerja dan keberhasilan pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk menguji hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series tahunan periode 2015–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel penelitian terdiri atas pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat kemiskinan sebagai variabel independen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka sebagai variabel dependen. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 26. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model. Selanjutnya dilakukan uji koefisien determinasi (R²), uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji F) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel maupun pengaruh secara bersama-sama terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, yang berarti peningkatan pertumbuhan ekonomi mampu menurunkan tingkat pengangguran melalui peningkatan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, sehingga perubahan tingkat inflasi selama periode penelitian belum mampu menjelaskan perubahan tingkat pengangguran secara nyata. Sementara itu, tingkat kemiskinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, yang menunjukkan bahwa peningkatan kemiskinan cenderung meningkatkan tingkat pengangguran. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,736 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 73,6% variasi Tingkat Pengangguran Terbuka, sedangkan sisanya sebesar 26,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.Kata Kunci: inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka.
Peran Diversifikasi Konsumsi Pangan Dalam Pengendalian Inflasi Pangan Di Indonesia: Analisis Time Series 2019-2025 Meylisa Handayani; Nasywa Hafizhah Ramadhani
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2026): VOLUME 4, NOMOR 2, JULI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i2.39476

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi diversifikasi konsumsi pangan terhadap pengendalian inflasi pangan di Indonesia selama periode 2019–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data deret waktu sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Regresi linier berganda diterapkan untuk menguji hubungan antar variabel, dengan inflasi pangan sebagai variabel dependen, sedangkan diversifikasi konsumsi pangan, produksi pangan domestik, dan nilai tukar IDR/USD digunakan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi konsumsi pangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap inflasi pangan pada tingkat signifikansi 10 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa diversifikasi yang lebih besar dalam pola konsumsi pangan rumah tangga dapat membantu mengurangi tekanan inflasi pangan. Struktur konsumsi yang lebih beragam mengurangi ketergantungan pada komoditas pangan tertentu, sehingga menurunkan risiko fluktuasi harga. Sebaliknya, produksi pangan domestik dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap inflasi pangan selama periode pengamatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,717 menunjukkan bahwa model tersebut menjelaskan 71,7 persen variasi inflasi pangan. Studi ini menyimpulkan bahwa diversifikasi konsumsi pangan berpotensi menjadi instrumen struktural untuk mendukung stabilitas harga pangan di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong konsumsi pangan yang lebih beragam harus terus diperkuat sebagai pelengkap langkah-langkah pengendalian inflasi yang ada, yang sebagian besar berfokus pada sisi penawaran.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi diversifikasi konsumsi pangan terhadap pengendalian inflasi pangan di Indonesia selama periode 2019–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Analisis dilakukan melalui metode regresi linier berganda, dengan inflasi pangan sebagai variabel dependen, sedangkan diversifikasi konsumsi pangan, produksi pangan domestik, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat digunakan sebagai variabel independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa diversifikasi konsumsi pangan berpengaruh negatif terhadap inflasi pangan dan signifikan pada tingkat signifikansi 10 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin beragam pola konsumsi pangan masyarakat, semakin kecil tekanan inflasi pangan yang terjadi. Kondisi tersebut mencerminkan berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap komoditas pangan tertentu sehingga risiko gejolak harga dapat diminimalkan. Di sisi lain, produksi pangan domestik dan nilai tukar rupiah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi pangan selama periode pengamatan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,717 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 71,7 persen variasi inflasi pangan. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa diversifikasi konsumsi pangan memiliki potensi sebagai salah satu instrumen struktural dalam mendukung stabilitas harga pangan di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan penganekaragaman konsumsi pangan perlu terus diperkuat sebagai pelengkap berbagai strategi pengendalian inflasi yang selama ini lebih banyak berorientasi pada sisi penawaran.
PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM MENDUKUNG STABILITAS EKONOMI KOTA SORONG (2021-2025) Muh Yusuf Busra; Devita Sari
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2026): VOLUME 4, NOMOR 2, JULI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i2.39482

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dalam mendukung stabilitas ekonomi Kota Sorong pada periode 2021–2025, mengingat stabilitas ekonomi merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang sangat bergantung pada peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berlandaskan prinsip keadilan, keterbukaan, dan bagi hasil serta bebas dari riba, ketidakpastian, dan spekulasi, sistem keuangan syariah dinilai lebih tangguh dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif serta mengolah data sekunder dari OJK, BPS, Bank Indonesia, dan laporan kinerja lembaga terkait, penelitian ini menerapkan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan LKS memberikan dampak positif dan signifikan terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, di mana penerapan sistem bagi hasil dan pembiayaan berbasis aset terbukti efektif mendorong produktivitas, meminimalkan risiko, serta memperkuat ketahanan usaha saat terjadi gejolak ekonomi. Dampak ini terwujud melalui pertumbuhan usaha, perluasan kesempatan kerja, dan stabilitas inflasi, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan keterbatasan skala operasional masih ditemui, sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga pengatur, dan pelaku industri untuk meningkatkan edukasi, memperluas jangkauan layanan, dan mengoptimalkan kontribusi sektor ini demi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.Kata Kunci: Lembaga Keuangan Syariah, Stabilitas Ekonomi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan, Kota Sorong.
PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN INVESTASI TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA Winda Winda; Muhammad Amir Arham; Sri Indriyani S Dai; Yusrin S Hasan; Annisa Pratiwi Katili
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 2 (2026): VOLUME 4, NOMOR 2, JULI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i2.39773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor serta seberapa besar pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), produktivitas tenaga kerja, dan investasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder dalam bentuk data panel yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencakup data lintas wilayah dan runtun waktu di Indonesia. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak E-Views guna memperoleh hasil estimasi yang akurat mengenai hubungan antara IPM, produktivitas tenaga kerja, dan investasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial produktivitas tenaga kerja, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan investasi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Begitu pula secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penurunan kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, tetapi juga oleh sinergi antara kualitas sumber daya manusia, efisiensi tenaga kerja, dan peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi serta memperluas kesempatan kerja. Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Produktivitas Tenaga Kerja, Investasi, Kemiskinan.

Page 10 of 10 | Total Record : 98