cover
Contact Name
Ivan Rahmat Santoso
Contact Email
ivan_santoso@ung.ac.id
Phone
+62811432884
Journal Mail Official
JSEPfekon@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Jendral Sudirman, Nomor 6, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo 96128, Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan
Core Subject : Economy,
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan (JSEP) adalah jurnal yang bertujuan meliput topik dan isu di berbagai subbidang ilmu ekonomi dan studi pembangunan secara umum dan khususnya dalam konteks ekonomi baru dan berkembang. Ruang lingkup jurnal meliputi:Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Perencanaan Wilayah, Ekonomi Pendidikan, Ekonomi Islam, Ekonomi Moneter, Ekonomi Koperasi, UMKM dan Kewirausahaan
Articles 98 Documents
KETERIKATAN LAJU PERTUMBUHAN MASYARAKAT, TINGKAT TINGKAT PENGANGGURAN DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PADA KEMISKINAN DI INDONESIA NurAziza, Wa Ode
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 3 (2025): VOLUME 3, NOMOR 3, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i3.36277

Abstract

This study aims to analyze the influence of population growth, the formal unemployment rate (TPT), and the Human Development Index (HDI) on poverty levels in Indonesia in 2025. Using a quantitative associative approach, this research employs secondary data from Statistics Indonesia (BPS) covering 38 provinces and analyzes using IBM SPSS, the information was subjected to multivariate linear regression 25. Prior to estimation, classical assumption tests—including normality, multicollinearity, and heteroskedasticity tests—were conducted and confirmed that the regression model met all analytical requirements. The results show that population growth and the open unemployment rate have no substantial impact onpoverty, while the The Human Development Index has a negative and substantial impact,indicating that improvements in education, health, and purchasing power directly contribute to reducing poverty levels. Simultaneously, the three variables significantly influence poverty, with an R-square value of 0.688, explaining 68.8% of the variation in poverty across provinces. These findings underscore the pivotal role of human development in poverty reduction, highlighting that structural improvements in education and health yield more substantial impacts than demographic or labor market fluctuations alone. The study provides empirical evidence for policymakers to prioritize human capital investment as a long-term strategy for sustainable poverty alleviation, while also reinforcing theoretical perspectives that frame poverty as a multidimensional phenomenon influenced by more than just economi and social contexts." suffused with the essence of what constitutes culture: its difference -differentness. capability enhancement.
ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN, PENGANGGURAN, DAN PDRB PER KAPITA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN PROVINSI LAMPUNG 2020-2024 Ramadanti, Sandrina; Purnama, Dimas Aji; Farhandhanu, Fazle Mawla; Syafitri, Nabilla Echa Sheila; Sabila, Resya
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 3 (2025): VOLUME 3, NOMOR 3, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i3.35546

Abstract

This study aims to analyze the influence of education, unemployment, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita on poverty levels in Lampung Province during the 2020–2024 period. Poverty issues in Lampung continue to exhibit considerable disparities across regions, making the use of panel data relevant for capturing spatial and temporal variations. The study employs a quantitative approach with panel data regression analysis. Model selection was conducted using the Chow Test, Hausman Test, and Lagrange Multiplier Test, resulting in the Random Effect Model as the most appropriate. The findings indicate that GRDP per capita has a negative and significant effect on poverty. Education shows a negative but insignificant effect, while unemployment also exhibits a negative and insignificant effect on poverty levels. Simultaneously, all three variables significantly influence poverty in Lampung Province. The Adjusted R² value of 0.657 indicates that 65.7% of the variation in poverty can be explained by the model, while the remaining portion is influenced by factors outside the model. These results highlight the importance of inclusive economic growth and equitable access to education in supporting poverty reduction efforts in Lampung Province.
DINAMIKA KEBIJAKAN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SELAMA PANDEMI COVID-19 hermawati, najwa assabila; ramdhani, muhammad farid; Wini, Wini; Setiadi, Wira; Marzuki, Ismail; Prabawa, Windhi Gita
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 3, No 3 (2025): VOLUME 3, NOMOR 3, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v3i3.33337

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda sejak awal tahun 2020 telah memicu guncangan ekonomi global, tidak terkecuali Indonesia. Untuk menanggulangi krisis multidimensi ini, pemerintah Indonesia secara signifikan meningkatkan penarikan utang luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika kebijakan utang luar negeri yang ditempuh Indonesia sepanjang periode COVID-19 (2020-2022) dan implikasinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat kunci Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (Bank Indonesia, berbagai tahun), dan akademisi, serta analisis komprehensif terhadap dokumen-dokumen resmi seperti Laporan APBN, Nota Keuangan, dan publikasi lembaga multilateral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan utang luar negeri berperan krusial dalam menopang pengeluaran fiskal darurat, menstabilkan perekonomian, dan memitigasi dampak pandemi. Namun, di sisi lain, hal ini juga memunculkan tantangan terkait keberlanjutan fiskal dan potensi risiko dalam jangka menengah. Analisis ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai kompleksitas pengelolaan utang di masa krisis serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.Kata Kunci: Utang Luar Negeri, COVID-19, Pertumbuhan Ekonomi, Kebijakan Fiskal The COVID-19 pandemic that has struck since early 2020 has triggered a global economic shock, including Indonesia. To address this multidimensional crisis, the Indonesian government significantly increased the borrowing of foreign debt. This study aims to deeply analyze the dynamics of Indonesia's foreign debt policy during the COVID-19 period (2020-2022) and its implications for national economic growth. With a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with key officials from the Ministry of Finance, Bank Indonesia (Bank Indonesia, various years), and academics, as well as comprehensive analysis of official documents such as the State Budget Report, Financial Notes, and publications from multilateral institutions. The research findings indicate that the increase in foreign debt plays a crucial role in supporting emergency fiscal expenditures, stabilizing the economy, and mitigating the impact of the pandemic. However, on the other hand, this also raises challenges related to fiscal sustainability and potential risks in the medium term. This analysis is expected to provide a comprehensive understanding of the complexities of debt management during a crisis and to formulate policy recommendations for sustainable economic recovery.Keywords: Foreign Debt, COVID-19, Economic Growth, Fiscal Policy
DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PULAU JAWA Fathurrahman, Ayif
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.31876

Abstract

Income inequality is a development problem that cannot be eliminated in developed or developing countries. The difference lies in the degree of inequality and how to overcome the problem. Java Island has a high level of inequality when compared with other islands in Indonesia. This research aims to analyze the factors that influence income inequality on the island of Java 2013-2021. The data used in this research is secondary data in the form oftime series 2013-2021 andcross section 6 provinces obtained from the Central Statistics Agency. The data analysis method used in this research is panel data regression analysis with a modelfixed effect on the program Eviews 10. The results of this study show that the GDP per capita variable has a positive and significant effect on income inequality, TPT has a positive and significant effect on income inequality, HDI has a negative and significant effect on income inequality, the poverty level has a negative and insignificant effect on income inequality.
PENGARUH PARTISIPASI PENDIDIKAN TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI GORONTALO Cahyani, Dwi
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.32923

Abstract

Berdasarkan data BPS sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2024 Provinsi Gorontalo selalu termasuk dalam lima besar provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia. Tingginya persentase penduduk miskin dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan partisipasi pendidikan yakni angka partisipasi sekolah, angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo tahun 2015-2023. Dengan menggunakan uji regresi linear berganda pada data angka partisipasi sekolah, angka partisipasi murni,  angka partisipasi kasar dan  persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo tahun 2015-2023 ditemukan bahwa angka partisipasi sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada tahun 2015-2023. Hal ini ditunjukkan dari koefisien regresi variabel angka partisipasi murni yang bernilai negatif sebesar 0,0007 dengan signifikansi sebesar 0,001 atau lebih kecil dari alpha 0,05. Secara parsial angka partisipasi murni  dan angka partisipasi kasar tidak berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada tahun 2015-2023. Angka partisipasi sekolah, angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar secara simultan berpengaruh terhadap persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada tahun 2015-2023.
Determinan Ketimpangan di Provinsi Jawa Barat: Analisis Data Panel Kurniawan, Mahrus Lutfi Adi; Jumiah, Anis
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.26741

Abstract

Asian Development Bank Institute melaporkan bahwa ketimpangan yang semakin meningkat merupakan masalah utama yang dihadapi negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Ketimpangan yang semakin tinggi akan meningkatkan resiko ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Barat. Pendekatan panel different GMM diterapkan untuk menghasilkan parameter yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB-perkapita, jumlah penduduk dan jumlah penduduk miskin berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan upah minimum dan belanja modal berpengaruh negative terhadap ketimpangan. Implikasi dari penelitian bahwa penentuan upah minimum pada taraf kompetitif dan mendorong pemerintah daerah menggunakan APBD belanja modal pada sektor-sektor yang meningkatkan produktivitas karena dapat menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan.
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN TAHUN 2020 - 2025 Fendi Tomia; Nanda Yuda Putri Aisyah
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39481

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak tingkat pengangguran terhadap perkembangan ekonomi di Kota Makassar pada periode 2020 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang menggabungkan metode deskriptif untuk menganalisis data dan metode asosiatif untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Data yang digunakan sebagai acuan terdiri dari data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk angka tingkat pengangguran terbuka dan tingkat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut selama periode pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana, disertai dengan uji koefisien determinasi (R²), uji F, dan uji t untuk menilai keandalan dan signifikansi statistik hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan terbalik antara tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai koefisien regresi sebesar -0,6999; artinya, jika tingkat pengangguran meningkat sebesar 1 persen, tingkat pertumbuhan ekonomi akan menurun sebesar 0,6999 persen. Meskipun arah hubungannya negatif, hasil uji parsial menunjukkan bahwa efek ini tidak memiliki signifikansi statistik yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan nilai t yang dihitung sebesar -1,538, yang lebih kecil dari nilai t kritis sebesar 2,776, serta tingkat signifikansi sebesar 0,198, yang berada di atas ambang batas 0,05. Selain itu, nilai R-kuadrat sebesar 0,3714 menunjukkan bahwa variasi.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ZAKAT, APBD, DAN IPM DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI PAPUA BARAT TAHUN 2020-2024 Nabila Habibatur Rohma; Syakinah Azzahra
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39458

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama pembangunan ekonomi di Provinsi Papua Barat. Tingginya tingkat kemiskinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengelolaan zakat, pembelanjaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Papua Barat periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan laporan realisasi APBD Provinsi Papua Barat. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengelolaan zakat, pembelanjaan APBD, dan IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Hasil uji simultan juga menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Papua Barat. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh zakat, APBD, dan IPM, tetapi juga oleh faktor lain seperti pertumbuhan ekonomi, pengangguran, inflasi, kondisi geografis, dan pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih optimal antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
PENGARUH INVESTASI ASING DAN PENGANGGURAN TERHADAP PDRB DI KEPULAUAN RIAU PADA TAHUN 2020-2024 Mutiara Wahid; Zaskia Putri Ode
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA) dan tingkat pengangguran terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kepulauan Riau selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data yang digunakan berupa data time series tahunan mengenai PMA, PDRB, dan tingkat pengangguran. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penanaman Modal Asing berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Secara simultan, PMA dan pengangguran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PDRB dengan nilai koefisien determinasi yang sangat tinggi. Peningkatan PMA terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan aktivitas industri. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa investasi asing memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung penurunan tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau.
ANALISIS KONTRIBUSI SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN KOTA SORONG MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT TAHUN 2020-2024 Astia Astia
Jurnal Studi Ekonomi dan Pembangunan Vol 4, No 1 (2026): VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jsep.v4i1.39191

Abstract

Abstrak: Sektor manufaktur memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi regional, namun posisinya dalam struktur ekonomi Kota Sorong masih kurang diteliti. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto Regional (PDB) Kota Sorong dan mengidentifikasi posisinya sebagai sektor basis atau non-basis selama periode 2020–2024. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggunakan data sekunder deret waktu yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor manufaktur terhadap total PDB Kota Sorong berkisar antara 5,83% hingga 6,08%, dengan kontribusi tertinggi tercatat pada tahun 2021 sebesar 6,08%, diikuti oleh penurunan bertahap menjadi 5,90% pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor ini lebih lambat daripada pertumbuhan ekonomi keseluruhan Kota Sorong. Selanjutnya, nilai LQ sepanjang periode pengamatan berkisar antara 0,28 hingga 0,30, secara konsisten di bawah satu, yang mengklasifikasikan sektor manufaktur sebagai sektor non-basis. Disimpulkan bahwa sektor manufaktur belum mengembangkan keunggulan komparatif dan masih bergantung pada pasokan dari daerah lain. Oleh karena itu, intervensi kebijakan yang tepat sasaran diperlukan untuk memperkuat sektor ini agar dapat berkembang menjadi sektor basis yang memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Kota Sorong.Abstrak: Sektor industri pengolahan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, namun posisinya dalam struktur perekonomian Kota Sorong masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Sorong dan mengidentifikasi lokasi sebagai sektor basis atau non basis selama periode 2020–2024. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan data sekunder berbentuk time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total PDRB Kota Sorong berkisar antara 5,83% hingga 6,08%, dengan kontribusi tertinggi pada tahun 2021 sebesar 6,08% yang kemudian menurun secara bertahap hingga 5,90% pada tahun 2024, mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor ini lebih lambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kota Sorong secara. Selain itu, nilai LQ sepanjang periode pengamatan berkisar antara 0,28 hingga 0,30, semuanya berada di bawah satu, sehingga sektor industri pengolahan dikategorikan sebagai sektor non-basis. Disimpulkan bahwa sektor industri pengolahan belum memiliki keunggulan komparatif dan masih bergantung pada pasokan dari daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan yang terarah untuk memperkuat sektor ini agar dapat berkembang menjadi sektor basis yang berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Sorong secara berkelanjutan.  

Page 9 of 10 | Total Record : 98