cover
Contact Name
Andi Yulianto
Contact Email
tsipil2012@umus.ac.id
Phone
+6285742182907
Journal Mail Official
tsipil2012@umus.ac.id
Editorial Address
Jl. P. Diponogoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Infratech Building Journal
ISSN : -     EISSN : 27470571     DOI : https://doi.org/10.46772/ibj.v1i01
Core Subject : Engineering,
Infratech Building Journal adalah jurnal yang dikelola oleh program studi Teknik Sipil Universitas Muhadi Setiabudi yang mengkaji dibidang: 1. Struktur Beton 2. Jalan Raya 3. Manajemen Transportasi 4. Manajemen Konstruksi
Articles 40 Documents
ANALISIS STANDAR KUALITAS MATERIAL MUTU BETON FS 45 PADA PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN BTS. JABAR-TEGAL – PEMALANG Joni Hermansyah; Wahidin, Wahidin
Infratech Building Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1360

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar kualitas material mutu betonFS 45 yang digunakan pada proyek peningkatan jalan di ruas jalan Tanjung-Losari. Betonmutu FS 45 dipilih karena memiliki kekuatan yang memadai untuk mendukung beban lalulintas yang tinggi. Studi ini mencakup analisis terhadap bahan baku, metode pengujian, sertahasil pengujian yang dilakukan di laboratorium dan lapangan.
Strategi Pengembangan Jaringan Transportasi Darat Kabupaten Brebes Saeful Amin; Wahidin Wahidin; Muhammad Taufiq; Imron Imron; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1361

Abstract

Sejalan dengan pengembangan kawasan perkotaan Kabupaten Brebes, maka dipandang perlu untuk memaksimalkan pemanfaatan jaringan jalan yang tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam mendukung pengembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kondisi jaringan jalan dikawasan perkotaan Kabupaten Brebes yang memiliki kawasan potensi sumber daya alam, menemukan strategi pengembangan jaringan trasportasi darat untuk menunjang distribusi hasil produksi pada kawasan perkotaan Kabupaten brebes. Penelitian ini dilakukan pada Tiga Kecamatan yang masuk wilayah perkotaan Kabupaten brebes yaitu Kecamatan ketanggungan, Kecamatan Larangan dan kecamatan Bulakamba. Data dianalisis dengan menggunakan Metode Location Quotient (LQ) untuk mengetahui pontesi wilayah, dan Metode Analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan jaringan jalan perkotaan Kabupaten Brebes. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa prasarana transportasi di Kabupaten brebes khususnya wilayah perkotaan jaringan jalan Kecamatan ketanggungan memiliki panjang total jalan 43,22 km dengan kondisi jalan baik sepanjang 20,15 km, sedang sepanjang 11,44 km, rusak ringan 4,5 km dan rusak berat 7,13 km. Berdasarkan hasil analisis LQ matriks potensi wilayah perkotaan menurut jenis tanaman pangan, perkebunan dan ternak Kecamatan ketanggungan memiliki 14 jenis sub sektor potensi kawasan terbanyak diantara dua kecamatan lain. Berdasarkan hasil analisis SWOT pengembangan jaringan jalan perkotaan Kabupaten brebes berada pada strategi kekuatan dan peluang (SO).
Rehabilitasi Bendung Danawarih sebagai Daerah Pelayanan Irigasi Pengairan Wilayah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Anis Wahsyati; Wahidin Wahidin; Muhammad Taufiq; Imron Imron; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1362

Abstract

Sungai Gung merupakan salah satu sungai yang berada di Kabupaten Tegal. Sungai Gung bersumber dari Gunung Slamet dan bermuara di Laut Jawa. Palung Sungai Gung terutama di ruas sungai di sekitar lokasi Bendung Tyroll Danawarih cukup lebar bahkan hampir seluruh lebar lembah merupakan palung sungai. Dalam rangka untuk pemenuhan kebutuhan irigasi, pada tahun 1912 Pemerintah Belanda telah membangun Bendung Danawarih di Sungai Gung. Pada awalnya Bendung Danawarih direncanakan untuk mengairi areal seluas 12.804 Ha, dengan debit rencana pengambilan 12,0 m3/detik. Dan dengan menggunakan bendung tetap tipe mercu bulat tanpa bangunan peredam energi. Pada awal tahun 1970-an, bendung tetap tipe Drop Weir mengalami rusak berat dimana tubuh bendung sebelah kiri patah dan hancur terbawa oleh aliran. Karena keberadaan bendung tersebut masih diperlukan, maka dibangun bendung baru yang berupa bendung saringan bawah. Selanjutnya, bendung saringan bawah ini mulai dibangun pada tahun 1972. Pada tahun 1992 diadakan perbaikan saringan mengingat sebagian besar batang rack sudah lepas. Meskipun telah dilakukan rehabilitasi, kondisi Bendung Danawarih saat ini mengalami beberapa permasalahan, Terakhir pada tahun 2015 Dilakukan rehabilitasi Bendung yang dilaksanakan dengan menambahkan pintu intake dan pintu pembagi untuk mengairi lahan persawahan serta menambah debit air yang masuk ke saluran irigasi.
Evaluasi Kinerja Struktur Dinding Bata dengan Metode Analisis Pushover pada Bangunan Sederhana Suci Dwi Wahyuni; Abdul Khamid; Wahidin Wahidin; Imron Imron; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1363

Abstract

Kerusakan terbanyak akibat gempa yang terjadi d Indonesia adalah pada bangunan sederhana dengan dinding pengisi batu bata. Hal ini disebabkan bangunan sederhana termasuk sebagai nonengineering building. Penetapan dinding bata sebagai komponen nonstruktural dalam SNI juga menyebabkan kekuatan dan kekakuan yang dimiliki dinding bata tidak diperhitungkan dalam perencanaan. Namun kenyataannya, dinding bata memiliki nilai kekuatan dan kekakuan yang berpengaruh secara signifikan untuk bangunan sederhana. Dalam studi ini dibuat 3 buah model panel struktur beton bertulang yaitu dengan lebar 4 m, 3 m, dan 2 m, terdiri dari satu tingkat, berfungsi sebagai hunian, berada di zona gempa 6 tanah lunak, dan direncanakan menggunakan analisa struktur berbasis gaya (Force Based Design). Konfigurasi balok dan kolom yang didapatkan, selanjutnya dianalisa dengan dinding yang divariasi susunan dan pembatasnya. Ketebalan dinding diasumsikan sebagai susunan satu bata dan setengah bata dengan tiga dan empat pembatas. Pada analisa struktur, dinding bata pengisi dimodelkan sebagai bracing tekan. Sehingga jumlah total model yang dianalisa adalah sejumlah 12 buah. Hasil studi menunjukan bahwa struktur dengan dinding pengisi batu bata memiliki nilai daktilitas yang lebih baik dan kapasitas base share yang lebih besar bila dibandingkan dengan struktur open frame. Dari evaluasi kinerjanya, struktur dengan dinding pengisi batu bata mampu mencapai range life safety-collapse prevention sedangkan struktur open frame hanya mampu berada pada daerah immediate occupancy. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa struktur dengan dinding pengisi batu bata memiliki perilaku yang lebih baik bila dibandingkan dengan struktur open frame. Karenanya kekuatan dan kekakuan dinding bata pengisi perlu diperhatikan dalam proses desain bangunan rumah sederhana.
Analisis Sedimentasi di Hulu Waduk Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Ahmad Muzaeni; Abdul Khamid; Wahidin Wahidin; Wahudin Diantoro; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1364

Abstract

Sedimen adalah hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya. Kenaikan persentasi sedimen pada waduk yang tiap waktu meningkat pesat sehingga menimbulkan pendangkalan waduk dan berpengaruh terhadap kapasitas waduk serta umur layanan waduk. Penelitian ini tentang volume endapan sedimen, laju sedimentasi, distribusi sedimen, dan estimasi umur layanan waduk di bendungan malahayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Volume endapan Sedimen yang mengendap pada tiap tiap elevasi yang ditandai demgan berkurangnya volume tampungan waduk. Laju sedimentasi yang terjadi berdasar pada volume sedimen yang mengendap setiap tahunnya. Umur layanan waduk ditandai dengan berkurangnya tampungan mati waduk tersebut. Volume sedimen yang terjadi di bendungan malahayu pada tahun 2016 mencapai 8.7965437 juta m3. Laju sedimentasi yang terjadi berkisar 1.2566491 juta m3/tahun. Umur usia waduk yang di rencanakan 85 tahun namun hasil pengukuran bergerak lebih cepat. Dengan membandingkan laju sedimentasi aktual dengan data perencanaan waduk, jika terjadi kesesuaian maka perlu di lakukan pemeliharaan dan jika terjadi perkiraan yang lebih cepat dengan perencanaan, maka perlu dilakukan penanganan sedimen yang terjadi.
Analisis Tingkat Kerusakan pada Jalan Pagerbarang – Margasari Kabupaten Tegal Alwi Nur Fajar; Abdul Khamid; Wahudin Diantoro; Dwi Denny Apriliano; Muhamad Yunus
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1365

Abstract

Jalan merupakan salah satu prasarana perhubungan darat yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kegiatan perekonomian dan kegiatan sosial. Namun jika terjadi kerusakan jalan akan berakibat terganggunya kegiatan ekonomi dan sosial serta dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertempat di jalan Pagerbarang – Margasari Kabupaten Tegal pada STA 0+0.00 – STA 1+1100. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan, faktor penyebab, jumlah kerusakan jalan dan Alternatif perbaikan pada ruas jalan Pagerbarang – Margasari Kabupaten Tegal, Penelitian ini menggunakan Metode Bina Marga. Jenis kerusakan yang terjadi ada 7 macam yaitu kerusakan retak dan lubang (90 m2), kerusakan ambles (176 m2), kerusakan retak memanjang (90 m2), kerusakan retak pinggir (82,5 m2), kerusakan retak blok (48,4 m2), kerusakan pelapukan (40 m2), kerusakan retak kulit buaya (42 m2).Total kerusakan seluas 568,9 m2 atau 10,34% dari luas total 5500 m2. Kerusakan yang paling dominan adalah jenis kerusakan Ambles 30,94% dan kerusakan lobang 15,82%, dari total luas kerusakan, menyebabkan tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut, hal ini terjadi akibat pengembangan yang terjadi dari jenis kerusakan-kerusakan lain yang tidak segera ditangani, pengaruh cuaca (terutama hujan) yang mempercepat terbentuknya lubang, dan rusak kecil yang terjadi. Perbaikan kerusakan dapat dilakukan dengan memperbaiki sesuai kerusakan yang terjadi, perbaikan yang sesuai adalah tambalan (patching), dan dilapis ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.
Analisis Bangunan Sederhana Kawasan Terlikuifaksi Zaelani Nur Sya’bani; Abdul Khamid; Wahudin Diantoro; Dwi Denny Apriliano; Muhamad Yunus
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1366

Abstract

Likuifaksi (liquefaction) merupakan salah satu bahaya yang ditimbulkan dari gempa bumi. Pada saat gempa terjadi tanah mengalami perubahan sifat dari solid ke liquid akibat beban siklik yang diterima. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bangunan rumah satu lantai terhadap tanah terlikuifaksi dan menganalisa penurunan yang terjadi akibat tanah dan beban bangunan ditinjau berdasarkan tebal plat lantai yang digunakan sebagai perkutan struktur. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisa struktur dengan menggunakan data tanah exsisting bangunan berdasarkan hasil uji Cone Penetration Test (CPT). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literature yang kemudian dianalisis menggunakan software SAP 2000. Hasil analisis dari titik tinjau luar dan dalam bangunan memperlihatkan bahwa gaya dalam pada kolom mengalami penurunan nilai gaya. Penurunan diakibatkan oleh diberikannya pelat pada dasar lantai sehingga struktur menjadi kaku sedangkan momen lintang dan normal mengalami penurunan yang signifikan. Sedangkan penurunan bangunan yang terjadi setelah diberikannya plat lantai menjadi seragam sehingga penggunaan plat lantai dasar dapat dijadikan sebagai metoda baru dalam persoalan penurunan bangunan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar menjadi pertimbangan dalam membuat kebijakan terhadap bangunan yang berada pada tanah terlikuifaksi.
Studi Perencanaan Perkerasan Lentur Jalan pada Ruas Jalan Balapulang – Pagerbarang Kabupaten Tegal Reynaldy Bayu Saputra; Abdul Khamid; Wahudin Diantoro; Dwi Denny Apriliano; Muhamad Yunus
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1368

Abstract

Jalan adalah sebagai salah satu prasarana transportasi dalam kehidupan bangsa, kedudukan dan peranan jaringan jalan pada hakikatnya menyangkut hajat hidup orang serta mengendalikan struktur pengembangan wilayah pada tingkat nasional terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar daerah yang seimbang dan pemerataan hasil-hasil pembangunan serta peningkatan pertanahan dan keamanan Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan tebal perkerasan lentur pada pembuatan ruas jalan dan perencanaan anggaran biaya serta time schedule yang dibutuhkan dalam pembuatan ruas jalan Balapulang-Pagerbarang Kabupaten Tegal. Objek dalam penelitian ini adalah ruas jalan Cibunar-Srengseng dengan nomor ruas 218 Kecamatan Balapulang- Pagerbarang. Teknik pengumpulan data menggunakan data yang dimiliki kantor kelurahan yang mengelola dan melakukan pengukuran langsung di lapangan sebagai pembanding dan pelengkap. Untuk menentukan tebal perkerasan yang direncanakan sesuai dengan petunjuk perencanaan tebal perkerasan lentur jalan raya dengan metode analisis komponen dinas pekerjaan umum Bina Marga. Satuan perkerasan yang dipakai adalah laston lapis permukaan antara (Asphalt Concrete-Binder Course atau AC-BC). Berdasarkan hasil analisis perencanaan perkerasan lentur jalan pada ruas jalan Balapulang – Pagerbarang Kabupaten Tegal diperoleh hasil yakni sebagai berikut. Jenis jalan tersebut merupakan jalan arteri lokal dengan spesifikasi jalan kelas III, lebar perkerasan 2x1,85 m,dengan kecepatan rencana 40 km/jam. Perkerasan jalan menggunakan jenis perkerasan lentur berdasarkan volume LHR yang ada dengan ketentuan. Jenis bahan yag dipakai adalah Surface Course: Laston dan tebal lapisan surface course: 6 cm. Perencanaan jalan Kecamatan Balapulang - Pagerbarang yang terletak di Kabupaten Tegal dengan panjang 2700 m memerlukan biaya untuk pembangunan sebesar Rp. 1.494.040.000,00 (satu milyar empat ratus sembilan puluh empat juta empat puluh ribu rupiah), dan dikerjakan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender.
Evaluasi dan Kinerja Quick Response Maintenance Ruas Jalan Kebupaten Tegal Menggunakan Asphalt Cold Mix Rheza Ari Mardika; Abdul Khamid; Wahudin Diantoro; Dwi Denny Apriliano; Muhamad Yunus
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1369

Abstract

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal pada tahun 2018 telah membentuk unit quick response maintenance yang bertugas melakukan pemeliharaan jalan. Adapun jenis aspal yang digunakan untuk melakukan perbaikan jalan tersebut adalah aspal jenis cold mix. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pemeliharaan jalan melalui quick response maintenance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal, untuk mengetahui prosedur penggunaan aspal cold mix sebagai bahan/material perbaikan jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal. Prosedur pemeliharaan jalan melalui quick response maintenance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal dengan metode cold mix, yaitu pengkajian awal setelah ada pengaduan dari Masyarakat, inspeksi langsung ke lapangan, penentuan kewenangan dan tanggung jawab Unit Quick Response Maintenance DPU Kabupaten Tegal terhadap jalan yang diinspeksi, pelaksanaan penanganan jalan dengan menggunakan material berupa aspal cold mix beserta agregat. Cara penggunaan aspal cold mix yang dilakukan Unit Quick Response Maintenance DPU Kabupaten Tegal adalah sebagai berikut: lubang di jalan dirapikan dan dibersihkan sampai bersih, menyiapkan aspal emulsi, lubang di-spray atau disiram merata dengan emulsi, apabila kedalaman lubang lebih dari 5-10 cm, maka diisi agregat 2/3 dan atau 1/2, penghamparan aspal cold mix di lubang secara merata, pemadatan hamparan dengan roda besi atau stamper, dan selesai, jalanan siap dipakai.Prosedur pemeliharaan jalan melalui quick response maintenance di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal dengan metode cold mix memiliki nilai efisiensi waktu sebesar 600% yang diperoleh dari pembagian waktu yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dengan metode aspal hot mix sebanyak 6 jam dibanding waktu yang dibutuhkan dengan metode aspal cold mix sebesar 1 jam. Rekomendasi saran kepada pihak terkait sebagai berikut. perlu peningkatan anggaran biaya untuk kegiatan pemeliharaan jalan khususnya pada unit Quick Response Maintenance DPU Kabupaten Tegal agar material dan peralatan tersedia dengan jumlah yang memadai sehingga penanganan kerusakan jalan dapat lebih maksimal, dan perlu dilakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat.
Kajian Aspek Pengendalian Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan Kabupaten Brebes Mukhyidinil Qoyyim; Wahidin Wahidin; Muhammad Taufiq; Imron Imron; Yulia Feriska
Infratech Building Journal Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/ibj.v2i2.1370

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang secara periodik mengancam Kabupaten Brebes, terutama di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan. DAS Babakan memiliki karakteristik hidrologi yang kompleks, dengan topografi yang datar dan tingkat hujan yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek pengendalian banjir di DAS Babakan Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data hidrologi, topografi, tata guna lahan, dan infrastruktur pengendalian banjir yang ada di DAS Babakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk memahami pola aliran sungai, tingkat kerentanan, dan tingkat kesiapan infrastruktur pengendalian banjir yang telah ada. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas dan frekuensi banjir di DAS Babakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DAS Babakan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap banjir, terutama di musim hujan. Faktor-faktor seperti perubahan tata guna lahan, pembangunan tidak terkontrol, dan perubahan iklim merupakan faktor utama yang mempengaruhi intensitas dan frekuensi banjir di wilayah ini. Infrastruktur pengendalian banjir yang telah ada belum sepenuhnya memadai untuk mengatasi masalah banjir di DAS Babakan. Dalam rangka mengurangi risiko banjir di DAS Babakan, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa perluasan dan perbaikan infrastruktur pengendalian banjir, pengelolaan tata guna lahan yang lebih bijaksana, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko banjir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya pengendalian banjir dan pengelolaan DAS Babakan, serta memberikan panduan bagi pihak terkait dalam merencanakan langkah-langkah pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 40