cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016" : 9 Documents clear
HUBUNGAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN PERDARAHAN PADA SAAT PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA OKTOBER 2014 – APRIL TAHUN 2015 Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.61

Abstract

Penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan (39%), eklampsia (24%), infeksi (11%) dan lain-lain (26%) dan penyebab tidak langsung Kurang Energi Kronis (37%), Anemia pada kehamilan (40%). Perdarahan pada saat persalinan merupakan penyebab kematian ibu yang paling sering terjadi, dengan tanda-tanda nya adalah keluar darah dari jalan lahir dalam jumlah banyak lebih dari 500 cc terjadi dalam waktu 24 jam setelah persalinan berlangsung (Manuaba, 2004:296). Mencegah perdarahan pada saat persalinan dimulai dari tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahaan dengan melakukan Manajemen Aktif Kala (MAK) III. Berdasarkan data yang diperoleh dari profil RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya tahun 2013, bahwa terdapat kasus perdarahan pada saat persalinan sebanyak 87 kasus, dengan penyebab atonia uteri 79 kasus (90%), retensio plasenta 8 kasus (10%). Hal ini menunjukan bahwa kasus tersebut sangat tinggi dan berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian ibu. Dari 87 kasus ibu yang mengalami perdarahan pada saat persalinan 10 kasus tidak tertolong. Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan Manajemen Aktif Kala III dengan Perdarahan pada saat persalinan Di Ruang Bersalin RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Oktober 2014 – April  Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tekhnik potong silang (cross sectional). Dengan rancangan ini informasi mengenai manajemen aktif kala III diperoleh secara bersamaan dengan perdarahan pada saat persalinan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan proses persalinan pervaginam di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, dengan sample penelitian ini menggunakan accidental sampling, yaitu ibu bersalin periode Juli – Desember 2015. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagaian besar ibu bersalin di RSUD dr Soekardjo dilakukan manajeman Aktif Kala III  (67,91%). Dari 268 ibu bersalin38 orang ( 14,18 %)  mengalami perdarahan. Serta ada hubungan antara manajeman aktif kala III dengan ibu yang mengalami perdarahan di RSUD dr Soekardjo hal ini sesua dengan hasil uji statistik Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95 % ( α sama dengan 0,05) dengan menunjukan nilai P sama dengan 0,027 (p ≤ 0,05). Berdasarkan bukti – bukti  pengelolaan aktif kala III telah memberikan hasil terhadap penurunan resiko kasus perdarahan post partum. Mengingat indonesia merupakan negara dengan geografis yang sulit dimana kematian ibu karena 3 terlambat masih banyak maka pemerintah perlu mengadakan kebijakan tegas penerapan manajemen aktif kala III pada ibu bersalin.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU NIFAS DALAM PERILAKU TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI RSU DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2015 Tupriliany Danefi, SST. M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.62

Abstract

Berdasarkan data di atas, kejadian bendungan ASI di RS dr Soekardjo mengalami kenaikan kejadian masalah bendungan ASI, Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menurunkan angka kejadian masalah tersebut yang terutama dalam hal menyusui. Masalah menyusui bisa timbul sejak masa sebelum persalinan (antenatal) seperti puting susu datar, dan masa setelah persalinan seperti puting susu lecet, bendungan ASI, payudara bengkak, dll. Teknik menyusui yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, Bendungan ASI, ASI tidak keluar optimal, sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu dan bayi jarang menyusu. Tujuan penelitian adalah Diketahuinya gambaran Karakteristik Ibu Nifas Dalam Perilaku Teknik Menyusui yang Benar di RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2015 Jenis penelitian termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dan Sampel adalah Seluruh ibu nifas di RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya pada bulan Mei s.d Juli tahun 2015. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat Hasil penelitian adalah Gambaran karakteristik umur responden menunjukkan bahwa seluruh ibu menyusui memiliki perilaku menyusui yang baik pada kategori umur 20-35 tahun sebanyak 83,3%,sebagian besar responden berperilaku baik dalam praktik menyusui yang benar berada pada kategori pendidikan tamat SD sebanyak 41,7%, sebagian besar responden berperilaku menyusui baik pada kategori ibu yang tidak bekerja (IRT) yaitu sebanyak 95,8%, paritas primipara yaitu sebanyak 62,5%, perilaku menyusui sebagian besar masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 62,5 %. Saran diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu dengan memberikan informasi melalui penyuluhan dan memberikan bimbingan tentang cara menyusui pada saat ibu menyusu.
PENGARUH YOGA TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA MAHASISWA TINGKAT III PRODI DIII KEBIDANAN STIKES RESPATI TASIKMALAYATAHUN 2015 Lia Yuliastuti, SST, M.Keb
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.64

Abstract

Dismenore atau nyeri haid pada saat menstruasi, dilaporkan sebagai keluhan ginekologis paling umum dan sering menyebabkan ketidakhadiran seorang remaja ataupun dewasa dari kerja, sekolah, ataupun aktivitas lainnya (Iqvita, 2010). Setelah dilakukan studi pendahuluan di mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Respati Tasikmalaya yakni pada semua mahasiswi yang berjumlah 232 orang, 130 orang pernah mengalami Dismenore dengan 70 orang diantaranya mengalami Dismenore pada setiap menstruasi, sebagian besar dirasakan pada hari pertama sampai hari ketiga menstruasi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh yoga terhadap penurunan Dismenore pada mahasiswa tingkat III Prodi DIII Kebidanan STIKes Respati Tasikmalaya. Rancangan penelitian ini merupakan rancangan eksperimen dengan pendekatan pre eksperimental design pre test and post test one group. Karena rancangan ini merupakan bentuk desain eksperimen yang lebih baik validitas internalnya daripada pre eksperimen namun lebih lemah dari true eksperimen. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tingkat III Prodi DIII Kebidanan STIKes Respati Tasikmalaya yang menderita Dismenore setiap menstruasinya yaitu sebanyak 25 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling dari populasi yang selalu mengalami Dismenore setiap menstruasinya pada Prodi DIII Kebidanan STIKes Respati Tasikmalaya yang berjumlah 25 orang.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner serta tehnik analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji T. Hasil penelitian adalah dari 25 orang objek penelitian selalu menderita Dismenore dengan 15 orang mengalami Dismenore derajat 1, 9 orang mengalami Dismenore derajat 2 dan 1 orang mengalami Dismenore derajat 3. Serta Dari 25 orang objek penelitian setelah melakukan yoga setiap mengalami Dismenore pada 3 siklus menstruasi, sebanyak 14 orang mengalami Dismenore derajat 0, 9 orang mengalami Dismenore derajat 1, 1 orang mengalami Dismenore derajat 2 dan 1 orang mengalami derajat Dismenore 3. Uji paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi yaitu 0,000 yang nilainya lebih kecil dari taraf kesalahan (α) 0,05. Nilai t tabel adalah 1,711, maka daerah penerimaan ho antara -1,711 sampai dengan 1,711. Pada penelitian ini, nilai t hitung 6, maka nilai di luar daerah penerimaan ho, artinya ho ditolak dan ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pengaruh yoga terhadap penurunan Dismenore diterima. Dismenorea primer yang terjadi pada remaja putri akan sangat mengganggu aktivitas dan konsentrasi sehari-hari. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena akan sangat mengganggu pekerjaan. Sebisa mungkin Dismenore primer yang terjadi harus dikurangi atau bahkan dihilangkan dengan penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmkologis. Yoga dapat membantu remaja yang mengalami Dismenore dalam mengurangi dan mencegah Dismenore.
GAMBARAN PELAKSANAAN SISTEM LIMA LANGKAH POSYANDU DI POSYANDU DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2015 Fenty Agustini, SST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.65

Abstract

Posyandu memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kematian balita baik melalui upaya peningkatan status gizi balita maupun dengan peningkatan pengetahuan ibu balita. Berdasarkan survey yang dilakukan tercatat beberapa permasalahan tentang Posyandu antara lain: a) Posyandu yang ada belum berjalan sesuai fungsinya dengan baik. b) Sebgian Besar Posyandu tidak memiliki peralatan yang memadai. c) Sebagian besar Posyandu belum memiliki tempat yang layak dan belum memiliki kader yang cukup. d) Cakupan pelayanan Posyandu masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sistem lima langkah posyandu di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Jenis penelitian ini termasuk kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji gambaran pelaksanaan sistem lima langkah posyandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dimana data diambil dengan melakukan observasi secara langsung Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar atau sebanyak 90,9 % Posyandu di Desa Cikunir melaksanakan sistem lima langkah posyandu. Perlu ditingkatkan pelaksanaan sistem lima langkah posyandu dengan terlebih dahulu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan kader mengenai pelaksanaan sistem lima langkah posyandu di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN PERSIAPAN PERSALINAN DI DESA CIKUNIR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2015 Santi Susanti, SST,M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.66

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini dipicu masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan data profil puskesmas Singaparna tahun 2014 diketahui cakupan penanganan komplikasi/kasus obstetri kebidanan mencapai 215%. Kondisi ini jauh dari perkiraan sasaran yaitu sebanyak 198 kasus dengan target pencapaian sebesar 90%. Penangan paling tinggi adalah Desa Cikunir mencapai 382%. Memperhatikan data tersebut diperlukan pemberdayaan masyarakat dalam mengenal tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan kematian ibu dan bayi menghindari faktor keterlamabatan. Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan di desa cikunir wilayah kerja puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015 Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil pada bulan Oktober di desa Cikunir Wilayah Kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015. Tekhnik pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu ibu hamil yang datang ke RSIA Respati untuk pemeriksaan USG gratis berjumlah 32 responden. Metode pengambilan data dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel dalam penelitian ini. Diketahui bahwa sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan baik yaitu 25 (78,1%). Distribusi frekuensi rencana pemilihan penolong persalinan sebagian besar responden memilih bidan sebagai penolong yaitu 31 (96,9%). Distribusi frekuensi persiapan perlengkapan ibu menunjukkan 11 orang (34,3%) sudanh lengkap. Distribusi frekuensi persiapan perlengkapan bayi diketahui responden yang sudah lengkap persiapan perlengapan bayi adalah 8 responden (25%). Distribusi frekuensi tabungan ibu bersalin diketahui sebagian besar responden menyiapkan tabulin baru sebagian yaitu 16 responden (50%). Persiapan transportasi sebagian besar ibu sudah menyiapkan transportasi untuk persalinan yaitu 23 responden (71,9%). Pengambilan keputusan diketahui sebagian besar dilaksanakan berdasarkan kesepakatan suami dan istri yaitu 19 responden (59,4%). Sedangkan persiapan pendonor darah diketahui sebagiAn besar responden belum menyiapkan yaitu 21 responden (65,6%). Ibu hamil hendaknya meningkatkan pemantauan terhadap keehatan dirinya dan kesejahteraan janinnya. Ibu dan keluarga dapat segera menyiapkan kebutuhan persalinan dan kegawatdaruratan dimulai usia kehamilan 7 bulan. Bidan dapat meningkatkan program KIE pada setiap ibu hamil dan keluarga untuk mensosialisasikan tanda bahaya kehamilan dan persiapan persiapan persalinan dengan baik
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU JAJAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2015 Sinta Fitriani, S.KM,MKM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.67

Abstract

Hasil penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) tahun 2012 mengungkapkan bahwa sebanyak 76%  pangan jajanan anak sekolah  (PJAS)  di Indonesia telah memenuhi  persyaratan keamanan, ini menunjukan masih ada  24 % yang belum memenuhi syarat, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pada 68 sampel yang diperiksa, ditemukan 18 % sampel mengandung bahan kimia berbahaya(Sumber, Dinas Kesehatan, 2014). Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri Cikunir didapatkan bahwa SDN Cikunir tidak memiliki kantin di sekolah. Hanya terdapat penjaja jajanan anak sekolah di luar sekolah. Perilaku jajan pada anak sekolah yang sangat tinggi, serta kebersihan jajanan yang kurang (terdapat beberapa penyaji jajanan terbuka) serta hampir semua penyaji makanan menggunakan bahan makanan tambahan seperti bumbu penyedap, saus dan lain lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan perilaku jajan pada anak sekolah  SD Negeri Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi SD Negeri Cikunir kelas 1 – 3 yaitu 86 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, kebiasaan membawa bekal dari rumah, peran guru serta perilaku jajan. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Sedangkan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (pengetahuan, sikap, kebiasaan membawa bekal serta dukungan guru) dengan variabel terikat (perilaku jajan). Uji analisis data yang digunakan adalah chisquare . Hasil penelitian didapatkan Mayoritas pengetahuan siswa tentang jajanan anak termasuk kategori kurang yaitu 68 orang ( 79,1%). sikap siswa SDN Cikunir tentang jajanan adalah tidak mendukung atau sikap negatif yaitu 64 orang (74,4%), 59 orang (68,6%) tidak memiliki kebiasaan membawa bekal makanan dari rumah ke sekolah serta siswa (53,5%)  menyatakan mendapat dukungan dari guru  berupa pemberian informasi dan larangan bahaya jajan sembarangan.   Hasil uji statistik didapatkan variabel pengetahuan (P sama dengan 0,001), sikap(P sama dengan 0,004) , kebiasaan membawa bekal (P sama dengan 0,000)  berhubungan dengan perilaku jajan sedangkan dukungan guru tidak berhubungan dengan perilaku jajan (P sama dengan 0,071) . Diharapkan dapat merancang kegiatan pencegahan resiko jajanan anak sekolah melalui pemberian informasi tentang bahaya jajanan anak sekolah serta perancangan aturan pengaturan dan pembinaan pedagang di sekitar sekolah.
GAMBARAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2015 Hariyani Sulistyoningsih, S.KM,M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.68

Abstract

Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia.Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014. Ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi perilaku deteksi dini kanker servik di wilayah Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015 Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di wilayah Kecamatan Manonjaya periode September 2015 sebanyak 412 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simpel random sampling sebanyak 202 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, dukungan suami dan perilaku deteksi dini kanker serviks. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner 10 pertanyaan untuk pengetahuan, 1 pertanyaan untuk dukungan dan 1 pertanyaan untuk perilaku. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas pengetahuan responden tentang deteksi dini kanker serviks adalah kurang yaitu 108 orang (53,46%), sedngkan tingkat pendidikan responden mayoritas adalah tingkat dasar yaitu 112 orang atau 55.4 %, Mayoritas responden tidak mendapatkan dukungan suami untuk melakukan deteksi dini kanker serviks yaitu 134 orang (66,3%) serta Responden yang melakukan deteksi dini kanker serviks adalah 19 orang (9,4%). Saran bagi masyarakat adalah dapat meningkatkan pengetahuan melalui pencarian informasi di berbagai media massa atau mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks. Serta bagi tenaga kesehatan diharapkan petugas kesehatan berperan aktif dalam mensosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan maupun konseling kesehatan.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP MAHASISWA TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI STIKes RESPATI TASIKMALAYA TAHUN 2015 DADAN YOGASWARA,S.KM,M.KM
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.69

Abstract

Berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012 komponen Kesehatan Reproduksi Remaja (SDKI 2012 KRR), bahwa secara nasional terjadi peningkatan angka remaja yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan data hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) 2007. Hasil survei SDKI 2012 KRR menunjukkan bahwa sekitar 9,3% atau sekitar 3,7 juta remaja menyatakan pernah melakukan hubungan seksual pranikah, sedangkan hasil SKRRI 2007 hanya sekitar 7% atau sekitar 3 juta remaja. Sehingga selama periode tahun 2007 sampai 2012 terjadi peningkatan kasus remaja yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah sebanyak 2,3%.Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang perilaku seks bebas di STIKes Respati Tasikmalaya tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIKes Respati Tasikmalaya peserta pelatihan kesehatan reproduksi yaitu 72 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian.Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner 20 pertanyaan untuk pengetahuan dan 10 pernyataan sikap. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas pengetahuan mahasiswa tentang seks bebas adalah kurang yaitu 30 orang (41,7%) serta mayoritas sikap mahasiswa tentang perilaku seks bebas adalah tidak mendukung yaitu 87,5%. Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pencarian informasi tentang resiko perilaku seks bebas pada remaja melalui penyuluhan dan konseling.
GAMBARAN FAKTOR UMUR DAN PARITAS IBU YANG MEMILIKI BAYI DENGAN BBLR DI WILAYAH KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2014 setiawan setiawan; annisa Rahmidini
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.98

Abstract

Menurut WHO, pada tahun 2005 hampir semua (88%) dari 5 juta kematian neonatal berada di negara berkembang atau berpenghasilan rendah. Lebih dari dua per tiga kematian adalah BBLR yaitu berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Secara global diperkirakan terdapat 25 juta persalinan per tahun dimana 17% diantaranya adalah BBLR dan hampir semua terjadi di negara berkembang (Hadi, 2001). Berdasarkan data yang didapatkan di wilayah Puskesmas Singaparna terdapat 44 Bayi dengan BBLR. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran umur dan paritas ibu yang memiliki Bayi dengan BBLR di wilayah kerja Puskesmas Singaparna tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian diskriptif yaitu membuat gambaran atau deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Singaparna. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 44 bayi BBLR. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 44 bayi BBLR Instrumen penelitian adalah lembar observasi yang bersumber pada rekam medik pasien laporan puskesmas Singaparna.Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas usia ibu yang memiliki BBLR adalah usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun yaitu 25 orang atau 56.8%. Serta mayoritas paritas ibu yang memiliki BBLR adalah primipara yaitu 30 orang (68.2%)Melihat hasil dari penelitian ini peneliti memberikan saran kepa calon pengantin untuk memperhatikan usia reproduksi sehat pada saat akan melakukan program hamil. Serta pengaturan jumlah anak dan jarak kelahiran juga turut diperhatikan karna dapat berkontribusi dalam kejadian BBLR.

Page 1 of 1 | Total Record : 9