cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
LITERATURE REVIEW:EFEKTIVITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG GIZI SISWA ANAK SEKOLAH DI INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.423

Abstract

Latar belakang: Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. Promosi kesehatan tidak lepas dari media karena melalui media, pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat lebih mempelajari pesan tersebut sehingga sampai memutuskan untuk mengadopsi perilaku yang positif. ( Notoatmodjo, 2007). Tujuan Penelitian: Mengetahui Pengaruh Media Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar Di Indonesia Metodologi Penelitian: Penelitian ini merupakan Penelitian ini merupakan penelitian data sekunder jenis literature review dari beberapa jurnal penelitian di Indonesia dengan kriteria jurnal yang direview adalah jurnal bahasa Indonesia, mengacu pada 2 jenis media berdasarkan berdasarkan bentuk umum penggunaan dan berdasarkan cara produksi sehingga didapatkan 9 buah jurnal yang direview. Hasil Penelitian: media promosi kesehatan jenis bacaan yang efektif adalah buku saku / booklet / komik, sedangkan media promosi kesehatan jenis peragaan adalah media audio visual serta permaianan kartu bergambar. Kesimpulan: Media promosi yang didesain semenarik mungkin disesuaikan dengan tahapan usia anak bermain memudahkan anak sekolah dalam menerima pesan kesehatan.
GAMBARAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI PABRIK KATEL B DI KECAMATAN CIKONENG KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.424

Abstract

Menurut Soeaidy(1996) dalam Ardiansyah (2015) menyatakan bahwa setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja dengan pendekatan,pemeliharaan, peningkatan Kesehatan, (Promotif), pencegahan penyakit, Pemulihan Kesehatan (Rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan sehingga dapat terwujud kesehatan masyarakat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan APD Pabrik katel B di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis tahun 2019. Penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk pengembangan keilmuan kesehatan masyarakat khusunya mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan ilmu perilaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh pekerja sebanyak 63 karyawan. Teknik sampling yang digunakan yaitu menggunakan teknik accidental sampling yang bersedia menjadi responden sebanyak 52 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pekerja kadang-kadang menggunakan APD, rata-rata umur responden 38 tahun, pendidikan mayoritas SMP, masa kerja mayoritas ≥7 tahun, mayoritas pengetahuan kategori cukup 53,8%, pabrik menyediakan APD, pekerja merasa kurang nyaman menggunakan APD sebanyak 65,4% dan pabrik melakukan pengawasan sebanyak 90.4%. Pemilik pabrik lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang pentingnya penggunaan APD serta pemberian sanksi bagi yang tidak menggunakan.
LITERATURE RIVIEW :FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.425

Abstract

Anemia terjadi akibat rendahnya kandungan hemoglobin dalam tubuh semasa hamil atau kurangnya sel-sel darah merah di dalam darah biasanya dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr%. proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia mengalami peningkatan dari 37.1% menjadi 48.9%. Salah satu usaha pemerintah untuk mencegah anemia pada ibu hamil yaitu melalui program pemberian tablet besi. Kementerian Kesehatan menganjurkan agar ibu hamil mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet besi selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh faktor predisposing (pengetahuan, sikap dan motivasi), faktor enabling (Pemeriksaan Antenatal Care, efek samping) faktor reinforcing(dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan) yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe Ibu Hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review terhadap 9 jurnal yang berkaitan. Sumber data yang digunakan merupakan penelitian terdahulu yang dapat diunduh melalui google scholar. Hasil penelitian berdasarkan literature review terhadap 9 jurnal menunjukan untuk faktor predisposing pada variabel pengetahuan didapatkan 8 jurnal, variabel sikap 4 buah jurnal dan variabel motivasi 3 jurnal. Untuk faktor enabling pada variabel kunjungan Antenatal Care didapatkan 1 jurnal dan variabel efek samping 1 jurnal.Untuk faktor reinforcing pada variabel dukungan keluarga didapatkan 5 jurnal dan variabel dukungan tenaga kesehatan 3 jurnal.
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA BOOKLET POLA HIDUP SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.426

Abstract

Salah satu cara menanggulangi masalah kesehatan adalah mencegah kekambuhan pada penderita hipertensi melalui peningkatan pengetahuan penderita tentang pola hidup sehat, melalui pendidikan kesehatan. serta alat bantu atau media pendidikan. Media yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan salah satunya adalah booklet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian media booklet pola hidup sehat terhadap pengetahuan lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Postest, uji yang digunakan yaitu Uji T- Dependent. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi usia 45-59 tahun yang datang ke posbindu di wilayah kerja Puskesmas Singaparna pada periode Januari-Maret tahun 2019 sebanyak 46 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu sebanyak 33 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner serta media booklet tentang pola hidup sehat bagi penderita hipertensi pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan lansia hipertensi sebelum diberikan media booklet pola hidup sehat yaitu 66,33 dengan standar deviasi 19, 953, serta nilai terendah adalah 27 dan nilai tertinggi adalah 100. Rata-rata nilai pengetahuan lansia hipertensi setelah diberikan media booklet pola hidup sehat yaitu 88,03 dengan standar deviasi 8,723, serta nilai terendah adalah 63 dan nilai tertinggi 100, dan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pengetahuan lansia hipertensi sebelum dan setelah diberikan media booklet pola hidup sehat dengan nilai P value sebesar 0,000. Saran bagi tenaga kesehatan yaitu tenaga kesehatan dapat meningkatkan peran promotifnya melalui kegiatan konseling dan penyuluhan dalam kegiatan posbindu.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.427

Abstract

Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dicirikan dengan fisik yang tangguh, kesehatan yang prima dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Salah satu usaha peningkatan sumber daya yang berkualitas adalah dengan pemberian Air susu ibu (ASI) sejak usia dini, terutama ASI eksklusif. ASI (Air Susu Ibu) menurut data World Health Organization (WHO) kurang dari 40% anak dibawah usia 6 bulan diberi ASI eksklusif (WHO, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI eksklusif (Infodatin 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berhubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 dari 8 artikel menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7- 12 bulan Di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif diperlukan kegiatan edukasi kesehatan dengan melibatkan suami sebagai sasaran pemberian informasi mengenai pentingnya dukungan suami kepada ibu menyusui berupa pemberian informasi, mendukung ibu dalam memberikan nilai positif terhadap ASI eksklusif, menyediakan kebutuhan menyusui, serta memberikan dukungan emosional saat memberikan ASI.
PEMETAAN KASUS DAN FAKTOR RISIKO STUNTING DI KABUPATEN TASIKMALAYATAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.428

Abstract

Latar belakang : Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya didapatkan bahwa kejadian stunting pada tahun 2013 yaitu 41.7% dan mengalami penurunan pada tahun 2018 yaitu 33.8%. Metodologi penelitian Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah tim rembug stunting Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 7 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang dirancang peneliti. Variabel dalam penelitian ini adalah Kasus stunting di kabupaten Tasikmalaya dan faktor risiko. Tehnik pengolah data dilakukan melaluitahapan editing, Coding, entry data dan tabulasi data. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan menghitung distribusi frekwensi yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian : Pemetaaan Kasus Stunting Di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2013 terdapat 23,1%, tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 17,6%, pada tahun 2015 16,8%, tahun 2016 15,4%, tahun 2016 adalah 15,2% serta tahun 2018 adalah 15,7%. Faktor risiko stunting diwilayah Kabupaten Tasikmalaya adalah sulitnya akses air bersih, sulitnya kepemilikan jamban sehat, riwayat imunisasi tidak lengkap, perilaku merokok dalam rumah, tidak memiliki JKN, memiliki riwayat penyakit penyerta, status gizi ibu KEK pada saat hamil serta riwayat cacingan. Mengingat dampak stunting yang dapat berisiko baik jangka pendek maupun panjang, peneliti menyarakan kepada para pemangku kebijakan untuk bersama sama melaksanakan intervensi spesifik gizi dan intervensi intensif agar dapat menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
LITERATUR REVIEW:PARTISIPASI IBU BALITA KE POSYANDU DI INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i1.429

Abstract

Latar Belakang : Menurut Badan kesehatan dunia WHO pada tahun 2015 memperkirakan terdapat 51 juta balita mengalami masalah gizi. Kasus gizi buruk yang dimaksud ditentukan berdasarkan perhitungan berat badan menurut tinggi badan balita Zscore < -3 standar deviasi . Menurut hasil Riskesdas 2013 prevalensi gizi sangat kurus pada balita sebesar 5,3%. Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa memudahkan masyarakat untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu hamil dan anak balita. Metode Penelitian : Sumber data penelitian berasal dari study literature review dan termasuk sumber data kualitatif dimana data kualitatif merupakan rekaman atau observasi tertulis dari sebuah penelitian. Populasi adalah semua jurnal hasil penelitian dengan topik partisipasi ibu balita ke posyandu. Artikel full–text ditelaah untuk memilih jurnal hasil penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi sampel. Hasil Penelitian : Dukungan keluarga mempengaruhi perilaku keluarga yang memiliki balita dalam mengikuti kegiatan posyandu. Dukungan keluarga yang positif akan mendukung ibu untuk rutin datang ke posyandu setiap bulan. Sedangkan dukungan keluarga yang negative ditunjukan seperti suami tidak mengantarkan istri untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang balitanya ke posyandu, keluarga lain tidak menggantikan ibu mengantar balita ke posyandu ketika ibu berhalangan . Mengaktifkan peran serta kader dalam kegiatan posyandu. Meningkatkan pemahaman pada keluarga melalui pemberdayaan keluar.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.430

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, penyakit ini menyumbang 16% kematian anak di bawah 5 tahun. Di Puskesmas Manonjaya Kejadian ISPA tahun 2018 sebesar 2,41%, sedangkan untuk targetnya itu sendiri adalah 100% tidak ada ISPA.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Manonjaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan sampel pada penelitian ini yaitu 44 kasus, instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Alat yang digunaka light meter, thermo hygro meter, roll meter, pensil dan camera. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 80% kepadatan hunian memenuhi syarat, 60% pencahayaan tidak memenuhi syarat sehat, 80% kelembaban tidak memenuhi syarat sehat, 100% suhu memenuhi syarat sehat, 55% ventilasi tidak memenuhi syarat sehat sehat, 90% anggota keluarga merokok dalam rumah, 52,5% responden menggunakan obat nyamuk bakar, 50% menggunakan kayu bakar, 57,5% responden berpengetahuan cukup. Kesimpulan dari skripsi ini mayoritas pencahayaan, kelembaban, ventilasi, kebiasaan merokok, penggunaan obat nyamuk bakar tidak memenuhi syarat sehat.Disarankan kepada instansi puskesmas agar lebih mengoptimalkan upaya penanggulangan ISPA pada balita.
KOMUNIKASI KONSELING DALAM PELAYANAN KEBIDANAN DI INDONESIA (LITERATURE REVIEW)
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.433

Abstract

Latar Belakang : Untuk mencapai tujuan keselamatan pasien dan mencapai pelayanan kesehatan yang maksimal, komunikasi yang efektif sangat penting, karena komunikasi adalah akar dari semua faktor lainnya Untuk memastikan kepuasan dan keselamatan pasien tersebut, maka komunikasi yang efektif harus ditekankan dalam semua program kesehatan dan diterapkan pada seluruh lini petugas yang bekerja di instansi kesehatan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2017 sampai 2021. menggunakan metode kuantitatif deskriptif terhadap 3 jurnal yang berkaitan. Sumber data yang digunakan merupakan penelitian terdahulu yang dapat diakses melalui google scholar. Hasil Penelitian : Kualitas pelayanan mensyaratkan bagi suatu intansi/organisasi agar mampu melakukan penyajian pelayanan secara maksimal kepada konsumen dengan tujuan supaya konsumen memperoleh kepuasan dan pada akhirnya menjadi pelanggan yang setia. Berdasarkan hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa promosi kesehatan merupakan salah satu cara dalam mencapai komunikasi yang efektif bagi petugas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Strategi komunikasi interpersonal dengan promosi kesehatan dilakukan juga untuk mencapai tujuan dalam membantu peningkatan keterampilan konseling dan komunikasi petugas kesehatan. Sarana layanan kesehatan diharapkan memiliki komunikasi dengan baik agar khsusus menyampaikan informasi mengenai kesehatan dapat tersampaikan dengan baik dan jelas.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.434

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Cara yang paling efektif memutus penularan Covid-19 yaitu dengan menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak Aman, dan Mencuci Tangan) yang merupakan satu paket protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin, serta faktor pendorong terhadap perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat. Penelitian menggunakan metode literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria kelayakan yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi syarat sejumlah 18 artikel kemudian dibaca, dibuat ringkasannya lalu dianalisis dan diberikan pandangan dari peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi yang berhubungan dengan perilaku pencegahan Covid-19 di Indonesia adalah pengetahuan (13 buah jurnal), sikap (5 buah jurnal), pendidikan (2 buah jurnal), kenyamanan menggunakan APD (1 buah jurnal) serta jenis kelamin (1 buah jurnal). Faktor pemungkin adalah sarana prasarana (2 buah jurnal), akses informasi (1 buah jurnal) serta sistem pengawasan (1 buah jurnal) dan faktor pendorong adalah dukungan keluarga (2 buah jurnal). Kesimpulan terdapat hubungan antara faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, kenyamanan APD dan jenis kelamin), faktor pemungkin (sarana prasarana, akses informasi dan sistem pengawasan), faktor pendorong (dukungan keluarga) terhadap perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Indonesia.