cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) Susanti; Fitri Handayani
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.435

Abstract

Lebih dari 90% kasus penularan langsung penyakit Infeksi HIV pada anak dan bayi ditularkan dari ibu secara vertikal pada saat kehamilan. Salah satu upaya untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi adalah dengan program Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Anak (PPIA). Berdasarkan survey pendahuluan terhadap 10 orang ibu hamil yang melakukkan ANC mayoritas ibu hamil mengetahui informasi tentang HIV/AIDS , akan tetapi hanya 20% yang mengetahui tentang PPIA, dan dari 10 orang 50% diantaranya telah melakukan skrining HIV. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam PPIA di Poliklinik RS X. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Populasi dan Sampel adalah ibu hamil yang melakukan ANC di Poliklinik RS X dengan sampel sebanyak 97 respoden. Hasil Penelitian : ibu hamil memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS sebanyak 86 (88,7%) orang, perilaku ibu hamil baik terhadap pemeriksaan HIV sebanyak 79 (81,4%) orang. Saran : petugas kesehatan untuk lebih dapat memberikan informasi dan konseling pada ibu hamil mengenai HIV/AIDS dan PPIA. Kesimpulan : Mayoritas ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dan PPIA yang baik
EFEKTIFITAS MEDIA LEAFLET ANEMIA PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN IBU DI KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2019
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.437

Abstract

Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan yang mana kadar hemoglobin dalam tubuh dibawah nilai normal sesuai kelompok orang tertentu . Dampak buruk pada janin yaitu terjadinya prematur, bayi lahir berat badan rendah, kecacatan bahkan kematian bayi . Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dibandingkan dengan 2013, pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia sedangkan pada tahun 2018 meningkat menjadi 48,9% . Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pre experimental dengan one group pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019, populasi ibu hamil sebanyak 86 responden secara accidental sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media leaflet. Variabel terikatnya adalah pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil. Hasil Penelitian : Pengetahuan ibu tentang anemia pada kehamilan sebelum diberikan leaflet menunjukkan nilai mean sebesar 41,39 dan sesudah diberikan leaflet menunjukkan nilai mean sebesar 63,72. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan peningkatan nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan leaflet yang artinya media leaflet efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Saran bagi ibu hamil diharapkan dapat mencari informasi secara mandiri bisa dengan membaca media elektronik atau mengoptimalkan buku KIA terkait informasi kesehatan terutama kesehatan selama kehamilan.
PERBEDAAN KECEMASAN MAHASISWA DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID – 19)
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.440

Abstract

Virus Corona merupakan jenis virus baru yang muncul pertama kali di Wuhan, China. Karakteristik penularan virus corona yang cepat, berdampak pada berbagai sektor kehidupan manusia, salah satunya adalah kesehatan mental. Dampak pada kesehatan mental adalah kecemasan, khususnya mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kecemasan penularan Coronavirus Disease (Covid-19) pada mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dengan yang pulang kampung ke daerah. Jenis penelitian adalah komparasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2019 Universitas Respati Yogyakarta yang berjumlah 104 orang . Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dan pulang ke daerah pada Bulan September 2020, masing-masing berjumlah 37 orang. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kecemasan penularan corona virus disease pada mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dengan yang pulang ke daerah.
LITERATUR REVIEW : RIWAYAT BBLR DAN STUNTING PADA BALITA
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.441

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan. BBLR merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dengan stunting pada balita. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu literatur review melaui data base google scholar. Berat badan lahir rendah (BBLR) terbukti berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Nak dengan Riwayat BBLR memiliki risiki yang lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang lahir normal.
POLA PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI INDONESIA (LITERATURE REVIEW)
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 13 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v13i2.443

Abstract

yang akurat untuk pertimbangan melakukan suatu tindakan. Perilaku penemuan informasi ini merupakan upaya menemukan sesuatu sebagai akibat dari adanya kebutuhan untuk memenuhi tujuan tertentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam menyusun perencanaan program promosi dan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2019 sampai 2021. menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan penelitian terdahulu yang dapat diakses melalui google scholar. Hasil Penelitian : Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan kesehatan. Sejalan dengan penelitian Debbiyantina pada remaja SMA di wilayah Jakarta Selatan bahwa pengetahuan remaja yang baik akan memiliki sikap yang positif, sebesar 82% tidak memiliki faktor risiko perilaku seks remaja. Penggunaan smartphone sudah dilakukan sejak dini, sehingga pemberian informasi kesehatan reproduksi juga bisa dilakukan sejak dini, terlebih usia pubertas pada remaja sudah semakin dini pula. Sarana layanan kesehatan diharapkan memiliki media sosial resmi yang khsusus menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Informasi pada media ini dikemas dan disajikan dengan menarik, sesuai dengan karakteristik remaja.
GAMBARAN KASUS IBU HAMIL DENGAN BLIGHTED OVUM DI RSU SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2016 Nurfaizah, Alvi Sylvia; Lisnawati, Lilis
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.473

Abstract

Blighted Ovum merupakan bentuk kegagalan dan komplikasi konsepsi pada kehamilan trimester satu. Data yang diperoleh di RSU Singaparna Medika Citrautama tahun 2015 terdapat 138 orang mengalami kehamilan blighted ovum, sedangkan pada tahun 2016 terdapat 72 orang mengalami kehamilan blighted ovum. Tujuan penelitian untuk mengetahuai gambaran karakterisktik ibu hamil dengan blighted ovum (BO) di RSU SMC Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi nya seluruh ibu hamil dengan blighted ovum pada tahun 2016. teknik pengambilan sampel yangdigunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 72 orang. Data dikumpulkan dengan cara melihat buku status pasien di rekam medis. Hasil penelitian didapatkan 72 responden yang mengalami blighted ovum, faktor penyebab blighted ovum mayoritas di sebabkan oleh faktor paritas termasuk kategori multipara yaitu sebanyak (73,6%), grande multipara sebanyak 15 orang ( 20,8 %) dan primipara sebanyak (5,6%) dan faktor usia termasuk kategori 20-35 tahun yaitu 36 orang (50%), >35 tahun sebanyak (44,4%), <20 tahun sebanyak (5,6%), responden yang mengalami komplikasi sebanyak 3 orang dan yang tidak mengalami komplikasi sebanyak 69 orang.Simpulan penelitian faktor penyebab blighted ovum paritas multipara 53 orang, usia >35 tahun 32 orang, yang mengalami tanda gejala 72 orang, dan 3 orang mengalami komplikasi perdarahan. Diharapkan perencanaan kehamilan dalam usia yang reproduktif, mengatur jarak kehamilan, melakukan tes untuk mengetahui adanya infeksi TORCH atau kelainan kromosom untuk mencegah terjadinya kehamilan blighted ovum.
GAMBARAN KASUS IBU POST PARTUM LEBIH DARI 72 JAM DENGAN MASALAH PENGELUARAN ASI DI DESA TANJUNGJAYA KECAMATAN TANJUNGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Aprilsalita, Sela; Agustini, Fenty
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.476

Abstract

Menyusui merupakan hal yang fisiologis dan alamiah dialami oleh ibu sesudah melahirkan, namun karena kondisi tertentu ibu post partum bisa terhambat oleh hormon yang kurang sehingga menurunkan produksi ASI. Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI, maka diperlukan upaya optimal melalui pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dasar ibu nifas post partum lebih dari 72 jam dengan masalah pengeluaran ASI, faktor yang mempengaruhi serta penatalaksanaan yang diberikan. Pendekatan pada penelitian ini yaitu berupa studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif, subjek dalam studi kasus ini adalah 1 ibu nifas 4 hari post partum dengan ASI sedikit. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara, format pemeriksaan fisik, lembar observasi kemudian dianalisis dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini didasarkan pada anamnesa Ny. D menegluh ASI sedikit dan bayi rewel, pemeriksaan palpasi payudara lembek dan kosong, ASI sulit dikeluarkan. Factor yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu nifas 4 hari post partum adalah riwayat penggunaan alat kontrasepsi, perawatan payudara dan kecukupan istirahat. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu pemijatan oksitosin dilakukan 4 kali pemijatan selama 2-3 menit. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya mengenai pengaruh faktor psikis terhadap menurunnya produksi ASI.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Solihah, Sinta Nur
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.477

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya penyakit kardiovaskuler . Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggiadalah suatu suatu kondisi saat nilai tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau nilai tekanan diastolic lebih tinggi dari 90 mmHg (Garnadi, 2012) . Beberapa faktor risiko diduga memiliki peran dalam terjadinya hipertensi seperti jenis kelamin, pengetahuan dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 292 responden, sampel penelitian yaitu 169 responden dengan menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan catatan laporan data petugas kesehatan. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu dengan perhitungan Chi-Square, p-value dan Relative Risk (RR). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,017, CI=1,178-5,776, RR=1,402) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,794, CI=0,273-2,293, RR=0,902) dan pola makan (p= 1,000, CI=0,501-1,814, RR=0,930) dengan kejadian hipertensi pada lansia.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI DESA TANJUNGSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALOPA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017 Andriani, Dian; Yunie, Chanty
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.478

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan dasar dan imunisasimer upakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan. Beberapa faktor yang menimbulkan seseorang berperilaku alam pemberian imunisasi diantaranya pengetahuan, pendidikan, ekonomi, dukungan suami dan lain-lain. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Salopa Kabupaten asikmalaya berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa masyarakat/ ibu yang mempunyai anak usia 12 bulan diperoleh bahwa masih banyak ibu yang tidak melakukan imunisasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Tanjungsari Wilayah Kerja Puskesmas Salopa Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 12 bulan yang tidak melaksanakan imunisasi dasar lengkap yang berjumlah 13 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap sebagian besar ada pada kategori cukup yaitu sebesar 86,6%, sikap responden terhadap pelaksanaan imunisasi dasar lengkap sebagian besar ada pada kategori positif sebesar 69,2%, tingkat pendidikan ada pada kategori tangka pendidikan sebagian besar ada pada kategori rendah sebesar 53,8%, pekerjaan responden sebagian besar ada pada kategori tidak bekerja yaitu sebesar 76,9%, pendapatan responden sebagian besar ada pada kategori rendah yaitu sebesar 76,9%,dan dukungan keluarga sebagian besar ada pada kategori mendukung yaitu sebesar 69,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rendahnya imunisasidasar lengkap tidak semuanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diteliti. Namun,ada faktor lain seperti akses lokasi. Pihak puskesmas lebih melakukan pendekatankepada masyarakat terutama kepada ibu yang mempunyai bayi untuk melakukan imunisasi dasar lengkap.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7-12 BULAN DI INDONESIA Natasya, Laila Yuanita
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.479

Abstract

Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dicirikan dengan fisik yang tangguh, kesehatan yang prima dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi. Salah satu usaha peningkatan sumber daya yang berkualitas adalah dengan pemberian Air susu ibu (ASI) sejak usia dini, terutama ASI eksklusif. ASI (Air Susu Ibu). Menurut data World Health Organization (WHO) kurang dari 40% anak dibawah usia 6 bulan diberi ASI eksklusif (WHO, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 proporsi pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI eksklusif (Infodatin 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berhubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan di Indonesia.Penelitian ini menggunakan penelitian literature review terhadap beberapa artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi syarat sejumlah 8 artikel kemudian dibaca, dibuat ringkasannya lalu dianalisis dan diberikan pandangan dari peneliti.Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 dari 8 artikel menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7-12 bulan Di Indonesia. Dalam upaya meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif diperlukan kegiatan edukasi kesehatan dengan melibatkan suami sebagai sasaran pemberian informasi mengenai pentingnya dukungan suami kepada ibu menyusui berupa pemberian informasi, mendukun ibu dalam memberikan nilai positif terhadap ASI eksklusif, menyediakan kebutuhan menyusui, serta memberikan dukungan emosional saat memberikan ASI.