cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
STUDI KASUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Nurfalah, Asri Novia; Danefi, Tupriliany
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.487

Abstract

Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia diantaranya masih didominasi oleh perdarahan (42%), salah satu penyebab perdarahan adalah anemia. Data Puskesmas Sukarame tahun 2017 tercatat sebanyak 143 (31,43 %) ibu hamil yang mengalami anemia. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 43 (19,63 %) ibu hamil yang mengalami anemia. Meskipun terjadi penurunan secara signifikan namun keadaan ini mengindikasikan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran Kasus Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menggambarkan faktor risiko, komplikasi dan penatalaksanaan anemia pada ibu hamil. Responden ibu hamil trimester III dengan anemia yang berjumlah 2 orang. Hasil penelitian, faktor risiko terjadinya anemia pada subjek I diantaranya yaitu status ekonomi, pendidikan, umur ibu dan kepatuhan konsumsi tablet Fe sedangkan pada subjek II diantaranya yaitu status ekonomi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, paritas dan status gizi serta ditemukan adanya komplikasi pada persalinan yang disebabkan anemia pada subjek I yaitu retensio plasenta sedangkan pada subjek II yaitu atonia uteri. Berdasarkan karya tulis ilmiah dapat disimpulkan faktor risiko terjadinya anemia pada subjek I diantaranya yaitu status ekonomi, pendidikan, umur ibu dan kepatuhan konsumsi tablet Fe sedangkan pada subjek II diantaranya yaitu status ekonomi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, jarak kehamilan, paritas dan status gizi serta ditemukan adanya komplikasi pada persalinan yang disebabkan anemia pada subjek I yaitu retensio plasenta sedangkan pada subjek II yaitu atonia uteri. Ibu hamil hendaknya lebih memperhatikan kesehatan selama kehamilan dengan cara meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan sesuai dengan anjuran petugas kesehatan dan meningkatkan konsumsi makanan bergizi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK UMUR 45-60 TAHUN DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGAPARNA TAHUN 2018 Nurlela, Ela
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v14i1.489

Abstract

Penyakit hipertensi menjadi masalah utama kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia dan negara lain dunia. Hipertensi juga seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) karena termasuk penyakit yang tanpa disertai dengan gejala. Prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia pada tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 30,9% (Profil Kesehatan Indonesia, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok umur 45-60 tahun di posbindu wilayah kerja Puskesmas Singaparna tahun 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dan enggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini 114 orang responden, dengan sampel penelitian ini yaitu seluruh populasi bisa dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan teknik otality sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, catatan laporan data petugas kesehatan, timbangan injak dan mikrotoa. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu dengan perhitungan chi square, p value, dan Relative Risk (RR). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=733), aktivitas fisik (p=0,522), obesitas (p=0,878) dan perokok (p=0,508). Saran yang diberikan bagi Puskesmas yaitu optimalisasi posbindu wilayah kerja Puskesmas Singaparna. Untuk kader kesehatan melakukan kunjungan ke rumah terutama bagi lansia penderita hipertensi yang tidak datang untuk mengontrol tekanan darahnya di posbindu, adanya promosi kesehatan.
EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK DI POSYANDU TERATAI MEKAR DESA SELACAI KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2023 Wina Pusfita Sari; Sulistyoningsih, Hariyani
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/8axk5j54

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang menjadi prioritas untuk diselesaikan. Tahun 2022 prevalensi stunting di Ciamis sebesar 3,4% dan di Puskesmas Cipaku sebesar 1,2%. Stunting pada balita dapat terjadi karena pemberian makan yang tidak tepat pada anak, sehingga pemerintah mendorong program Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) di posyandu teratai mekar Desa Selacai Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental, pre post one group test. Populasi yaitu ibu balita yang ada di wilayah posyandu Teratai Mekar berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, serta booklet PMBA. Analisis data secara univariat dilakukan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel yang diteliti, sedangkan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : rata-rata skor pengetahuan ibu sebelum mendapatkan edukasi sebesar  2,21 dan sesudah edukasi 5, rata-rata skor sikap ibu sebelum mendapatkan edukasi sebesar  4,33 dan sesudah edukasi sebesar 6. Nilai signifikansi untuk kedua variable adalah 0,000. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi menggunakan media booklet. Saran: keluarga balita hendaknya meningkatan pengetahuan tentang PMBA dengan cara mengakses informasi salah satunya media booklet tentang PMBA yang disediakan di fasilitas kesehatan. Puskesmas Cipaku dapat meningkatkan pemanfaatan media booklet dalam melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat, dan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian untuk melihat efektivitas media edukasi lain dalam peningkatan pengetahuan dan sikap masyarakat.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN KELELAHAN SUBJEKTIF PADA DRIVER OJEK ONLINE DI DAERAH SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2022 Setiawan; Nisari Rosdewi , Naomi; Suwarto; Alfanan , Azir
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/x8f52033

Abstract

Latar Belakang: Status gizi dengan kejadian kelelahan mempunyai hubungan karena jika seorang pekerja dengan status gizi kurang cenderung lebih mudah mengalami kelelahan. Hal ini terjadi karena keterbatasan cadangan gizi yang nantinya akan di ubah menjadi energi untuk melakuakan aktivitas Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian kelelahan subjektif pada driver ojek Online di Daerah Sleman. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ojek online yang berada di Daerah Sleman Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel adalah proporsive sampling. Hasil: Dapat diketahui bahwa hasil perhitungan dengan uji chi square mengenai hubungan status gizi dengan kejadian kelelahan subjektif di peroleh nilai p-value yang signifikan sebesar 0,002 (p-value  <0,05) hal tersebut menunjukan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian kelelahan subjektif. Kesimpulan: Responden lebih banyak tidak mengalami kelelahan yaitu sebanyak 26 orang (52%) sedangkan responden yang mengalami kelelahan sebanyak 24 orang (48%). Responden dengan status gizi kurus lebih banyak mengalami kelelahan yaitu sebesar 18 orang (69,2%). Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian kelelahan subjektif.
LITERATUR REVIEW: PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PADA BALITA DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI SEBAGAI SALAH SATU PENYEBAB STUNTING PADA BALITA Apriasih, SST, M.Kes, Hapi
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/a584qn06

Abstract

Masa balita merupakan masa rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan bahkan banyak balita tidak dapat menikmati masa keemasannya akibat orangtua tidak dapat menjaga kesehatan balita dengan baik, salah satunya adalah stunting, yang dapat disebabkan oleh penyakit infeksi seperti batuk, diare, pilek. Batuk pilek merupakan salah satu gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dimana merupakan penyebab kesakitan dan kematian dari penyakit infeksi di dunia, prevalensi ISPA pada balita di Indonesia secara keseluruhan sebesar 12,8%. Kondisi tersebut sebetulnya dapat dicegah dengan penanganan yang tepat oleh karena itu peran serta aktif  keluarga dan masyarakat dalam perawatan balita dirumah akan menjamin kelangsungan hidup anak, menurunkan tingkat kesakitan dan mempromosikan praktek-praktek dalam rangka meningkatkan tumbuh kembang anak. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencarian pengobatan pada balita dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dalam upaya pencegahan penyakit infeksi sebagai salah satu penyebab stunting pada balita. Penelusuran artikel penelitian di beberapa database menggunakan kata kunci tertentu dalam periode tahun 2001-2019. Karena keterbatasan literature penelitian dari hasil penelusuran didapatkan 10 artikel tentang perilaku pencarian pengobatan pada balita dengan ISPA  dimana hanya 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dengan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach didapatkan 4 artikel termasuk kategori superior paper. dianalisis melalui Telaah Kritis Artikel Review Sistematik dan Meta Analisis. Hasil dari telaah jurnal penelitian ini adalah 2 jurnal menggambarkan perilaku pencarian pengobatan pada balita ISPA adalah kategori baik dimana rata-rata ibu membawa anaknya ketika sakit ISPA prioritas ke tenaga kesehatan, 2 jurnal menggambarkan pengobatan ke pelayanan kesehatan merupakan prioritas kedua setelah pengobatan sendiri dan pengobatan tradisional. Mengingat ISPA merupakan penyakit yang perlu penanganan tepat maka perlu peningkatan pemahaman yang baik kepada ibu balita dengan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif bagaimana pengobatan secara dini dan langkah tepat dalam penanganan ISPA, sehingga kejadian tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh ISPA dapat dikurangi dengan demikian dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian balita yang diakibatkan oleh ISPA sebagai salah satu penyebab stunting pada balita.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT DI SDN 2 CINTARAJA TAHUN 2023 Rani Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/xm96hx35

Abstract

Latar Belakang : Anak sekolah merupakan cikal bakal generasi penerus bangsa di masa mendatang yang akan menjadi tumpuan kualitas bangsa. Anak usia sekolah rentang terpengaruh berbagai jajanan yang di jajakan baik di sekolah maupun diluar sekolah. Dalam hal pemilihan makanan jajanan, anak masih kurang memperhatikan keamanan dan kebersihan, karena kurangnya pengetahuan mengenai jajanan yang aman untuk dikonsumsi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment Research, dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Cintaraja pada bulan Mei-Juli 2023. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas III dan IV SDN 2 Cintaraja dengan populasi berjumlah 188 siswa, dan didapatkan sampel berjumlah 65 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan Uji t-dependen dan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan rata-rata nilai P-value dari pengetahuan 0.000 < α (0.05) dan sikap 0.000 < α (0.05) siswa artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan sesudah diberikan media Video tentang Jajanan Sehat. Saran : Pendidikan Kesehatan melalui Video tentang jajanan sehat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat menyediakan UKS serta kantin sehat dan kepada petugas kesehatan supaya dapat melakukan pembinaan PJAS dan kantin sehat serta melakukan penyuluhan terhadap siswa secara continue oleh petugas kesehatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI MEDIA EDUKASI VIDEO TRADISI NUJUH BULANAN DI DESA CIKUNIR TAHUN 2022 Hartiningrum, SST, M.Kes, Chanty Yunie
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/fx9n0d09

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun yang disebabkaan karena kekurangan gizi kronis, yang membuat anak tumbuh terlalu pendek menurut usianya. Terjadinya stunting merupakan proses yang terjadi secara kumulatif sejak masa kehamilan. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan ibu yang kurang tentang nutrisi dan kesehatan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Desa Cikunir. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis Uji T di karanakan data berdistribusi normal. Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian didapatkan hasil rata rata nilai sebelum edukasi adalah 43,17 sedangkan sesudah edukasi meningkat menjadi 65.83. Nilai probabilitas/p value uji T Paired: Hasil = 0,000 Artinya:  ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Sebab: Nilai p value < 0,05 (95 % kepercayaan). Dengan adanya pemberian edukasi melalui media edukasi video tradisi nujuh bulanan ibu hamil dapat meningkatkan derajat kesehatanya dengan mengkonsumsi makan-makanan yang kaya akan mengandung gizi sesuai dengan kebutuhan ibu selama kehamilan.Sarana Pemberian edukasi melalui media edukasi video tradisi nujuh bulanan ibu hamil dapat meningkatakan pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan stunting melalui berbagai metode berbeda-beda dan di sesuaikan dengan budaya masing-masing yang ada di Indonesia.
GAMBARAN KETERPAPARAN ASAP ROKOK PADA KELUARGA BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2023 Fajar Bagus Eka
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/jdpyvf65

Abstract

Balita yang terpapar asap rokok memiliki risiko 2,6 kali lebih besar mengalami kejadian stunting bila dibandingkan dengan balita yang tidak terpapar asap rokok.(Zulfikar : 2019). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran keterpaparan asap rokok pada keluarga balita stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2023.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif.. Populasi dari penelitian ini adalah ibu balita balita stunting Desa Cikunir sebanyak 98 orang. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi adalah 95 keluarga balita stunting. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analiss univariat yang disajikan dalam distribusi frekwensi dan dibuat dalam bentuk naratif.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 69,5% ibu yang memiliki  balita stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna tinggal dengan anggota keluarga yang  merokok dalam rumah, 66,3% terpapar asap rokok pada masa hamil dan atau masa bayi balita dengan waktu keterpaparan adalah 18,56 menit, serta 11,6% ventilasi tidak memenuhi syarat.Keluarga penderita stunting dapat meningkatkan perilaku sehat dengan tidak merokok dalam rumah serta tidak kontak langsung dengan kelompok risiko pada saat merokok dan menjaga ventilasi udara dalam rumah.
LITERATURE REVIEW: POLA PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 7 - 12 BULAN Danefi, SST., M.Kes, Tupriliany
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 14 No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/pph7q805

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan cairan hasil sekresi dari payudara pada ibu yang hamil maupun setelah ibu melahirkan. ASI yang dikeluarkan segar dan bebas dari kontaminasi bakteri sehingga menurangi risiko gangguan pada sistem pencernaan bayi (Depkes RI. 2015). Menurut catatan RISKESDAS pada tahun 2010 dalam Situasi dan Analisis ASI Eksklusif yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI (2014), presentase pola menyusui pada bayi usia 0 bulan di Indonesia adalah 39,8% menyusu secara eksklusif, 5,1% menyusu secara predominan, dan 55,1% menyusu secara parsial. Presentase menyusu secara eksklusif makin menurun dengan meningkatnya kelompok usia bayi (Kementerian Kesehatan. 2014). Metode yang digunakan untuk menyusun  literature review yaitu menggunakan electronic data base. Artikel dikumpulkan dengan melakukan penelusuran/pencarian jurnal menggunakan Google Scholar sesuai dengan kriteria. Hanya artikel yang memuat teks penuh (full text) yang akan dimasukkan dalam review ini. Searching pertama dilakukan dengan memasukkan kata kunci pertama “Pola Pemberian ASI”. Hasil menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian ASI berpengaruh pada perkembangan bayi usia 7-12 bulan sebagian besar 10-12 kali dalam sehari, Durasi Pemberian ASI selama 5-15 menit dan waktu dalam pemberian ASI 2-3 jam.
LITERATUR REVIEWHUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS EKONOMI TERHADAP KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN Iqbal Subekti; Subekti, Iqbal
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/vyexxg27

Abstract

Jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan pada tahun 2019 tercatat 224,1 juta orang, sedangkan pada tahun 2020 malah terjadi penurunan yakni menjadi 222,5 juta orang atau sekita 82 % dari total jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 270 juta jiwa Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan status ekonomi terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan. yang bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah wawasan akan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian sekunder berjenis Literature Review. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan identifikasi, menilai, dan menginterpretasi seluruh temuan-temuan pada suatu topik penelitian, yang termuat dalam artikel yang dipilih untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahapan yang dilakukan dan teknik penelitian diantaranya menentukan kriteria kelayakan artikel yang akan diambil, sumber informasi, dan pemilihan literature. Berdasarkan hasil penelusuran artikel, terdapat 2.600 page dimana dalam setiap page terdiri dari 10 artikel. Namun page yang bisa diakses terbatas hanya bisa 100 page, kurang lebih terdapat 1000 artikel, dan artikel yang dipilih sesuai dengan kriteria kelayakan terdapat 7 artikel. variabel pengetahuan status ekonomi terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan ada hubungan yang signifikan dibuktikan dengan data dari artikel sejalan dengan beberapa teori yang diambil. semakin baik/semakin tinggi pengetahuan maka akan semakin tinggi pula kesadaran akan kebutuhan pemeliharaan kesehatan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan, pun sebaliknya semakin kurang baik/ semakin rendah pengetahuan maka akan semakin rendah pula tingkat kesadaran akan kebutuhan pemeliharaan kesehatan dengan keikutsertaan BPJS Kesehatan. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka lebih mudah dalam mengalokasikan dana untuk pemeliharaan kesehatan dalam hal ini BPJS Kesehatan. pun sebaliknya semakin rendah pendapatan seseorang maka akan lebih sulit mengalokasikan dana untuk pemeliharaan kesehatan dalam hal ini BPJS Kesehatan