cover
Contact Name
Firat Meiyasa
Contact Email
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Phone
+6282147335435
Journal Mail Official
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Editorial Address
Kampus Univesitas Kristen Wira Wacana Sumba, Jl. R. Suprapto, No. 35, Waingapu, Sumba Timur, NTT, 87113
Location
Kab. sumba timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
ISSN : -     EISSN : 30261988     DOI : 10.58300
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis menerbitkan naskah-naskah di bidang pascapanen Perairan, bioteknologi perairan, biokimia perairan, diversifikasi produk perairan, dan karakteristik bahan baku perairan baik pangan maupun non pangan yang berasal dari perairan laut dan perairan Indonesia.
Articles 42 Documents
Karakterisasi Dan Umur Simpan Sirup Buah Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris) Kurniawan, Heri
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.1202

Abstract

Sirup adalah minuman ringan yang terdiri dari larutan gula pekat dengan berbagai rasa, memiliki minimal 65% kandungan gula dan memiliki masa simpan pendek karena kandungan airnya yang tinggi. Sirup buah pedada mengandung 70,6% vitamin C, 1,24% protein, 0,24% lemak, dan 1,74% karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan umur simpan sirup buah pedada dengan perbedaan suhu penyimpanan 35?, 40?, dan 45? dan diamati selama 20 hari. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu uji angka lempeng total (ALT), kadar pH, total padatan terlarut, uji perubahan warna dan uji organoleptik meliputi warna, aroma dan rasa. Pada uji ALT nilai tertinggi pada hari ke 20 dengan suhu penyimpanan 45? adalah 3,4 x 104 CFU/ml sedangkan nilai ALT terendah pada hari ke 4 dengan suhu penyimpanan 35? adalah 7,8 x 103 CFU/ml. Uji pH nilai tertinggi pada hari ke 20 dengan suhu penyimpanan 45? adalah 3,91 sedangkan nilai terendah pada hari ke 4 dengan suhu penyimpanan 35? adalah 3,03. Uji total padatan terlarut nilai tertinggi pada hari ke 4 dengan suhu penyimpanan 35? adalah 30°Brix sedangkan nilai terendah pada hari ke 20 suhu penyimpanan 45? adalah 20°Brix. Penentuan umur simpan berdasarkan nilai energi aktivasi terendah pada parameter uji organoleptik rasa psada ordo 0 dengan nilai energi aktivasi adalah 2344,6716 kal/mol. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan sirup buah pedada pada suhu 35? adalah 25 hari, suhu 40? adalah 23 hari, suhu 45? adalah 22 hari.
Analisis Kandungan Kimiawi Bagian Daun Dan Bunga Tanaman Kemangi (Ocimum tenuiflorum Linne) Rambu Tega, Yatris
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.1274

Abstract

Ocimum tenuiflorum Linne merupakan tanaman yang tumbuh liar dipadang ataupun dipinggir jalan tanpa dilakukan budidaya. Tanaman kemangi juga banyak dimanfaatkan sebagai campuran pada sayur ataupun dijadikan sebagai lalapan, campuran pada daging, semur dan sup. Daun kemangi dipercaya dapat dijadikan sebagai obat karena memiliki metabolit sekunder yang berperan sebagai bakteriostatik atau bakteriosida, antioksidan dan antimikroba, dan anti-inflamasi. Biji yang terdapat pada bagian bunga tanaman kemangi dapat dijadikan sebagai bahan pangan fungsional dan dapat juga dijadikan sebagai pengawet. Fokus penelitian ini yaitu menganalisis kandungan kimiawi pada bagian daun dan bunga dari tanaman kemangi yang tumbuh liar di Sumba Timur. Metode yang digunakan yaitu secara acak (probability sampling) lalu dilakukan analisis kimiawi. Hasil penelitian bahwa tanaman kemangi Ocimum basilicum pada bagian daun dan bunga menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tannin, kadar protein dan kadar lemak. Bunga tanaman kemangi dapat dijadikan sebagai sumber senyawa nabati termasuk protein dan lemak, flavonoid dan tannin yang semua dapat dijadikan sebagai bahan bangan pada industri pangan dengan khasiat yang menyehatkan, sehingga tanaman kemangi berpotensi penggunaannya dalam bidang kesehatan serta makanan sebagai bahan fungsional atau nutraceutical dan dapat dijadikan sebagai bahan pengawetan karena memiliki aktivitas antibakteri.
Profil Komposisi Gizi Olahan Tradisional “Pabudu kanai” dari Teripang Hitam (Holothuria edulis) Puti, Runia Madja; Henggu, Krisman Umbu
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2 No. 2 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.1488

Abstract

Teripang merupakan salah satu anggota hewan berkulit duri yang tergolong dalam genus Echinodermata. Pengolahan teripang di Kabupaten Sumba Timur, khususnya di Kecamatan Pahunga Lodu, umumnya masih dilakukan secara tradisional. Masyarakat Kecamatan Pahunga Lodu menyebut produk olahan tersebut dengan istilah pabudu kanai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimia dan organoleptik pada olahan tradisional “pabudu kanai” dari teripang hitam (Holothuria edulis) selama pengasapan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan proksimat produk pabudu kanai dengan kadar air 78,54%, kadar abu 7,24%, kadar lemak 0,96%, kadar protein 0,40%, dan karbohidrat 12,84%. Penerimaan panelis terhadap kualitas organoleptik produk pabudu kanai meliputi warna dengan nilai 3,08 (suka), rasa dengan nilai 3,72 (suka), aroma dengan nilai 2,88 (kurang suka), dan tekstur dengan nilai 2,96 (kurang suka).
Efektivitas Penambahan Rumput Laut Ulva reticulata Terhadap Mutu Yogurt Kaka, Stefanus; Hami, Evan Haru; Siska, Yelsin Elan; Meiyasa, Firat; Tarigan, Nurbety
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.1490

Abstract

Ulva reticulata merupakan salah satu spesies dari alga hijau yang cukup melimpah di perairan Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumba Timur. Telah dilaporkan bahwa U. reticulata kaya akan kandungan metabolit primer maupun sekunder. Hal inil menjadi dasar U. reticulata dimanfaatkan dalam bidang pangan, salah satunya adalah produk yogurt. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan U. reticulata), P1 (penambahan U. reticulata 2%), P2 (penambahan U. reticulata 4%), dan P3 (penambahan U. reticulata 6%) dan diulang sebanyak tiga kali. Data yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan U. reticulata dalam pembuatan yogurt berpengaruh nyata terhadap nilai total BAL (< 104 CFU/mL – 4.0 x 105 CFU/), nilai pH (4.72 – 6.58) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall masing masing memiliki skor 2 – 4 dengan kategori tidak suka - suka). Perlakuan terbaik dari penelitian ini terdapat pada perlakuan P1 (penambahaan U. reticulata 2%) dengan nilai total BAL 4.0 x 105 CFU/mL, nilai pH 4.72, dan uji organoleptik untuk warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall masing masing memiliki skor 4 dengan kategori suka.
Pemanfaatan Tepung Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Dalam Pembuatan Flakes Sebagai Sumber Protein Zuarfan, Nendra
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) merupakan ikan yang melimpah dan mudah ditemukan di banyak wilayah perairan di Indonesia. Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta) kaya akan kandungan gizi dan merupakan salah satu ikan dengan kandungan protein yang sangat tinggi. Namun mengingat ikan kembung merupakan bahan makanan yang mudah rusak (perishable food) diperlukan pengolahan yang tepat, salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi tepung ikan. Tepung ikan mudah digunakan sebagai bahan kuliner, dan dapat disimpan dalam jangka waktu panjang pada suhu ruang tanpa perubahan berarti. Pemanfaatan dalam bentuk tepung ikan secara optimal dapat di aplikasikan dalam berbagai jenis produk salah satunya menjadi Flakes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik (Organoleptik). Proksimat (kadar abu, air, protein, lemak dan karbohidrat) pada produk flakes dengan penambahan tepung ikan kembung (Rastrelliger kanagurta). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan SPSS 26, yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu F0 (0%), F1 (15%), F2 (30%), F3 (45%). Hasil pengujian organoleptik menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada F1 (15%) memberikan nilai rata-rata Warna 2,61, Aroma 2,49 Rasa 2,56, dan Tekstur 2,48 Hasil pengujian proksimat flakes tepung ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) berdasarkan perlakuan terbaik yaitu F1 didapatkan dengan nilai rata-rata kadar air 5,00%, kadar abu 3,23%, kadar lemak 12,25%, protein 21,93, dan karbohidrat 57,59%.
Karakterisasi Fisiko Kimia “PEDEK” Khas Natuna Pada Ikan Teri (Stolephorus Sp) Ardiansyah, Dendi
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedek Adalah makanan khas yang populer di natuna.pedek memiliki aroma yang menyengat dan memiliki tekstur yang basah. Pedek terbuat dari bahan yang sederhana seperti ikan teri(Stolephorus Sp), asam kandis, gula, dan garam yang kemudian di fermentasikan di dalam wadah di tempat kedap udara seperti botol atau tong tertutup dalam waktu 2 minggu koesoemawardani, et al.,(2016), setelah pedek di fermentasikan 2 minggu dalam tempat kedap udara, maka pedek sudah siap dikeluarkan dan dapat di olah sesuai selera. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 proses lama fermentasi (5hari, 10hari, 15hari). Masing- masing perlakuan dilakukan sebanyak 1 kali ulangan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pedek ikan teri pada perlakuan F1 dengan fermentasi selama 15 hari memberikan hasil terbaik. Ciri-cirinya adalah warna dan bentuk yang seragam, aroma khas yang tidak terlalu amis, rasa enak, dan tekstur yang tidak terlalu cair. Komposisi gizinya meliputi: kadar air 52,3%, abu 18,56%, protein 13,62%, lemak 0,61%, karbohidrat 14,82%, energi total 119,25 kkal, dan energi dari lemak 5,49 kkal. Fermentasi digunakan sebagai metode pengolahan ikan teri karena menghasilkan kandungan gizi tinggi. Pedek ikan teri ini mengandung 18 jenis asam amino, terdiri dari 10 asam amino esensial dan 8 non-esensial. Asam amino esensial tertinggi adalah L-Metionin (11,75%) dan yang terendah L-Treonin (0,92%). Sedangkan untuk asam amino non-esensial, yang tertinggi adalah L-Asam Glutamat (13,19%) dan yang terendah L-Serin (3,37%).
Pengaruh Penambahan Rumput Laut (Eucheuma cottoni) Terhadap Nilai Gizi Stik Bebas Gluten andriani, lara
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut di Indonesia merupakan produk utama dalam ekspor produk perikanan budidaya. Kepulauan Riau adalah daerah dengan potensi produksi rumput laut yang besar. Zulham (2018) menyatakan bahwa budidaya rumput laut memiliki wilayah yang luas tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan karena terkendala oleh fasilitas olahan, akses pasar, distribusi dan produksi yang masih kurang. Salah satu cara pemanfaatan rumput laut adalah dengan pebuatan stik rumput laut. Selama ini produk stik yang berbahan gluten terbuat dari terigu, yang diketahui bahwa gluten dapat memicu penyakit degeneratif jika digunakan secara berlebihan. Salah satu solusinya adalah mengganti tepung terigu dengan tepung non gluten dengan penambahan rumput laut yang mengandung serat. Pada penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan SSPS 27, yang terdiri dari 3 perlakuan F1 (33%), F2 (35%), F3 (39%). Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa pada perlakuan F2 yang terbaik pada nilai rata-rata terhadap parameter Kenampakan (2,65%), Aroma (2,69%), Rasa (2,65%), dan Tekstur (2,61%). Nilai proksimat yang dihasilkan dari uji hedonik mendapat kan Nilai rata-rata kadar air (4,95%), kadar abu (2,725%), kadar protein (4,485%), kadar lemak (31,6%), kadar karbohidrat (52,24%).
Pengaruh Penambahan Rumput Laut (K.Alvarezii) Dan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipoema batatas) Pada Karakteristik Biskuit namira adzani, nadya
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biskuit adalah salah satu produk makanan ringan yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Inovasi dalam pengolahan biskuit dapat dilakukan melalui penambahan bahan pangan fungsional, seperti rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Rumput laut kaya akan serat dan gizi, sedangkan ubi jalar ungu mengandung antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dari produk biskuit yang ditambahkan rumput laut dan tepung ubi jalar ungu, serta menganalisis karakteristik organoleptik dan kandungan gizinya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%), serta dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada F1 (15%) dengan nilai rata-rata kenampakan 2,70%, aroma 2,64%, tekstur 2,35%, dan rasa 2,61%. Hasil uji proksimat pada biskuit F1 menunjukkan kadar air 6,12%, kadar abu 2,40%, kadar protein 3,90%, kadar lemak 13,50%, dan karbohidrat 74,09%. Kandungan serat pangan tercatat sebesar 10,06%. Berdasarkan hasil tersebut, biskuit dengan formulasi F1 layak dikembangkan sebagai produk olahan fungsional yang kaya serat dan memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima konsumen. Kata kunci : Biskuit, Kappaphycus alvarezii, Ipomoea batatas, serat pangan, organoleptik, proksimat.
Karakteristik Soft Cookies Gluten Free Dengan Metode Substitusi Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii): CHARACTERISTIC OF GLUTEN FREE SOFT COOKIES WIT SEAWEED SUBSTITUTION METHOD (Kappaphycus alvarezii) Ananda, Della Tri
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gluten merupakan protein alami yang terdapat dalam gandum dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi penderita celiac. Konsumsi gluten oleh penderita celiac dapat menyebabkan kerusakan pada usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, permintaan akan produk bebas gluten turut meningkat. Salah satu produk yang banyak diminati adalah soft cookies, yang umumnya menggunakan tepung terigu dalam pembuatannya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi bahan alternatif pengganti tepung terigu. Tepung sagu dan rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan bahan bebas gluten yang kaya serat dan berpotensi digunakan sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan soft cookies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik soft cookies yang dihasilkan melalui uji organoleptik dan analisis kimiawi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu F0 (kontrol), F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan F1 dengan substitusi 10% rumput laut merupakan hasil yang disukai dari hasil uji hedonik. Berdasarkan uji analisis proksimat dan serat kasar melebihi standar SNI, namun hasil uji gluten diperoleh bahwa produk soft cookies dapat dikatakan gluten free karna kurang dari 20mg/kg. Kata kunci: Gluten, soft cookies, rumput laut (Kappaphycus alvarezii)
Pengaruh Waktu Perebusan Tulang Ikan Tenggiri (S. commerson) Terhadap Karakteristik Fisik Dan Kimia Serundeng Tulang purnama, kurnia
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tenggiri ( Scomberomorus commerson) merupakan komoditas perikanan bernilai dikonsumsi masyarakat, baik dalam bentuk segar maupun produk olahan seperti otak-otak, pempek, dan kerupuk.namun, dalam proses pengolahan, bagian-bagian seperti tulang, kepala, dan isi perut sering kali di manfaatkan, meskipun tulang ikan diketahui mengandung kalsium yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan , khususnya dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang. Salah satu inovasi pemanfaatan limbah tulang ikan adalah pengolahan menjadi serundeng tulang ikan tenggiri, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menjadi sumber kalsium alternatif bagi masyarakat. Produk ini telah dikembangkan oleh pelaku Usaha Mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Pokmas Bandeng di Kota Tanjungpinang, dan mendapat respon positif dari masyarakat karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah. Selain itu, pengembangan produk serundeng tulang turut mendukung pengurangan limbah perikanan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan tingkat konsumsi kalsium masyarakat Indonesia yang masih rendah, serundeng tulang ikan dapat menjadi solusi pangan fungsional yang kaya gizi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Ikan tenggiri, serundeng tulang, kalsium, limbah perikanan, UMKM