cover
Contact Name
Firat Meiyasa
Contact Email
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Phone
+6282147335435
Journal Mail Official
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Editorial Address
Kampus Univesitas Kristen Wira Wacana Sumba, Jl. R. Suprapto, No. 35, Waingapu, Sumba Timur, NTT, 87113
Location
Kab. sumba timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
ISSN : -     EISSN : 30261988     DOI : 10.58300
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis menerbitkan naskah-naskah di bidang pascapanen Perairan, bioteknologi perairan, biokimia perairan, diversifikasi produk perairan, dan karakteristik bahan baku perairan baik pangan maupun non pangan yang berasal dari perairan laut dan perairan Indonesia.
Articles 34 Documents
Analisis Komposisi Kimia Dan Senyawa Bioaktif Cacing Laut Dendronereis Pinnaticirris Yang Berasal Dari Pantai Moudolung Sumba Timur Meiyasa, Firat; Nanjar, Richard Umbu
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.465

Abstract

Cacing laut Dendronereis pennaticirris merupakan sumberdaya hayati laut yang banyak ditemui di perairan Indonesia, salah satunya di perairan Sumba Timur. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komposisi kimia dan senyawa biokatif cacing laut Dendronereis pinnaticirris yang berasal dari perairan Moudolung Kabupaten Sumba Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan oktober 2022, sampel tersebut kemudian dibawah kelaboratorium Terpadu Unkriswina Sumba untuk tujuan analisis. Sampel tersebut kemudian dikeluarkan isi perutnya dan dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari selama 3 hari. Sampel yang telah kering kemudian diuji komposisi kimia dan senyawa bioaktif. Data dianalisis secara deskriptif, semua data dinyatakan sebagai mean, data yang diperoleh dihitung menggunakan Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacing laut Dendronereis pinnaticrris yang diuji komposisi kimia seperti kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serat kasar dan karbohidrat masing-masing memiliki nilai sebesar 5.8%, 13.31%, 8.75%, 15.64%, 23.81% dan 12.85%. Selanjutnya, senyawa bioaktif yang terkandung padacacing laut Dendronereis pinnaticrris yaitu senyawa alkaloid, steroid, tanin, dan fenolik.
Substitusi Rumput Laut Eucheuma Cottonii Dalam Pembuatan Mie Basah. Mehang, Yeheskiel Djawa; Tega, Yatris Rambu
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.509

Abstract

Mie merupakan suatu produk makanan yang sangat disukai dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Mie bukanlah suatu makanan yang istimewa, dikarenakan pada umumnya kandungan gizi pada produk mie dan olahannya masih sangat rendah, terutama pada kandungan protein. Untuk mengetahui kandungan proksimat pada mie basah yang disubstitusikan dengan rumput laut Eucheuma cottonii dengan konsentrasi yang berbeda 20%, 25%, dan 30% dan Untuk mengetahui konsentrasi terbaik pada pembuatan mie basah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan 20%, 25%, 30% masaing-masing perlakuan dilakukan 4 kali ulangan sehingga diperoleh jumlah satuan percobaan sebanyak 12 unit percobaan. Tah pembuatan mie basah dimulai dengan Persiapan bahan baku rumput laut Eucheuma cottonii, Persiapan bahan baku rumput laut Eucheuma, Penghalusan rumput laut dengan penambahan air 1:1, Pencampuran bahan baku dengan konsentrasi rumput laut 20%, 25%, 30%, Pencetakan mie. Produk yang dihasailkan kemudian di lakukan analisis karakteristik kimia meliputi kadar air, karbohidrat, protein, kadar abu, kadar lemak. Berdasarkan hasil uji statistik ANOVAmenunjukan pelakuan konsentrasi 20% mie basah yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik kimia mie basah yang diperoleh.
Uji Efektifitas Ekstrak Daun Mangrove (Sonneratia Caseolaris) Sebagai Bahan Pengawet Alami Pada Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Dara, Yesaya Hale; Ndahawali, Suryaningsih
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.522

Abstract

Ikan tongkol merupakan jenis ikan budidaya yang populer dikolam air tawar di sumba timur. Penanganan alami masyarakat Sumba Timur saat ini belum ada sehingga melakukan penelitian menggunakan maserat daun mangrove. Mangrove Sonneratia caseolaris mengandung senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk memperlamabat pertumbuhan mikroba pada ikan. Perlakuan ekstrak daun mangrove 10%, 20% ,30% penyimpanan suhu ruang selama 24 jam. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Pengolahan data menggunakan ANOVA dengan taraf keprcayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan terhadap mutu kesegaran ikan nila (euthynnus sffinis) menggunakan maserat ekstrak daun mangrove (sonneratia caseolaris) dengan nilai organoleptik yakni, mata, insang, lendir, daging dan tekstur masing dari setiap perlakuan 10%, 20%, 30% perlakuan terbaik pada penyimpanan suhu ruang dengan konsetrasi ekstrak 30% menunjukan nilai organoleptik 8,4% - 8,73%.
Analisis Komposisi Kimia Rumput Laut Halymenia Sp. Di Perairan Hambapraing Kabupaten Sumba Timur Mbabu, Nikson; Henggu, Krisman Umbu; Ndahawali, Suryaningsih
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.525

Abstract

Rumput laut halymenia sp merupakan salah satu jenis rumput laut merah yang tahan terhadap serangan penyakit dan mudah untuk di budidaya serta bermanfaat untuk tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia pada rumput laut coklat halymenia sp. Metode penelitian yang digunakan adalah purpose sampling, dengan mengambil sampel untuk di teliti. Penelitian ini dilakukan analisis komposi kimia yang terdiri dari kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan karbohidrat (by difference). Hasil pengujian menunjukan bahwa hasil analisis komposisi kimia pada rumput laut halymenia sp di perairan Hambapraing kabupaten sumba timur masing-masing terdiri dari air 89,06%, abu 3,10%, protein 4,72%, lemak 1,33%, dan karbohidrat 1,80%.
Profil Asam Amino Cacing Laut Nyale Eunice Fucata Dari Perairan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat Marabi, Deksi Umbu; Ndahawali, Suryaningsih
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Desember 2023
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.565

Abstract

Nusa Tenggara is a traditional ritual that is carried out once a year with the aim of catching indigenous Nyale worms in its coastal waters. Nyale sea worms are members of the Annelida phylum which have been identified around 9,000 species and mostly consist of 8,000 species of Polychaeta. Nyale worms are also known by many names, including Pyak worms, Laor worms and sea worms in general. The Kendari coastal community believes in consuming sea worms as a traditional medicine, because some of the chemical compounds present in sea worms are thought to have properties that contain high protein content with efficacious properties for treating various diseases. The amino acids of sea worms consist of 2 types of acids, namely essential amino acids and non-essential amino acids which consist of 15 subindicators of amino acids. The highest essential amino acid is found in arginine, namely, 7355.37 ± 7.21. in fresh marine worms while in freeze dry marine worms that is 2537.55 ± 1.46.
Jenis Hasil Tangkapan Menggunakan Alat Tangkap Purse Seine Di Pelabuhan Perikanan Namosain, Kupang Sitanggang, Wanri
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i3.749

Abstract

The diversity of biological resources in Indonesian waters is relatively abundant. This abundance can be exploited without exceeding the fishing threshold, especially in Kupang waters. Catch limits in Kupang waters may change from time to time and can be regulated by local fisheries authorities. Local or national fisheries authorities set rules regarding the types of fish that can be caught, the minimum size of fish that can be caught, fishing seasons, and permitted fishing gear. KM. SEHATI 05 is one of the fishing vessels at the Namosain fishing port. This ship measures 16 GT and this ship uses purse seine fishing gear. Diverse and abundant catches of course require the operation of environmentally friendly fishing gear, for example purse seines. The catch targets for this tagfish are tuna, squid, trevally and barracuda. This can be seen based on the mesh size of the fishing gear. The aim of this research is to find out the types of catches that exist in KM. SEHATI 05 in the Namosain fishery using tools. The method used in this research is observation of catches and interviews with fishermen using Purse Seine fishing gear. The types of fish that are usually caught using Purse Seine fishing gear at KM SEHATI 05 are generally only a few types of pelagic fish such as squid (Loligo sp), barracuda fish (sphyraena), trevally fish (Atule mate), tembang fish (sardinella) fish. Tuna (Euthynnus affinis) catches are influenced by the size and shape of the fly, where the fishing gear used is a purse seine, where this fishing gear is made to catch pelagic fish. Keywords: Purse Seine, pelagic fish, aquatic resources and Kupang
Nilai Organoleptik Ikan Layang (Decapterus sp.) Dalam Kemasan Jar Selama Penyimpanan Manteu, Shindy Hamidah; Habie, Dwi Angriani; Goo, Maria Yasinta
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.772

Abstract

Ikan layang (Decapterus sp.) merupakan salah satu sumberdaya ikan pelagis kecil yang memiliki potensi dan nilai ekonomis tinggi di perairan Teluk Tomini. Salah satu cara untuk mempertahankan mutu ikan layang yaitu melakukan proses pengawetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan ikan layang dalam kemasan jar. Parameter yang diamati mutu organoleptik secara hedonik (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur) pada hari ke 0, 2, 4 dan 6 hari di suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan dapat mempengaruhi nilai mutu organoleptik ikan layang dalam kemasan jar. Nilai organoleptik penyimpanan 0 hari masih disukai panelis, dan masih layak dikonsumsi. Lama penyimpanan hari ke-4 sampai ke-6 hari ikan layang dengan penambahan air memiliki nilai rata-rata 5, sedangkan pada ikan layang penambahan minyak kelapa memiliki nilai rata-rata 7.
Analisis Kandungan Kimia Mie Basah Keong Sawah (Pila ampullacea) Babang, Kartini Rambu; Ndahawali, Suryaningsih
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.775

Abstract

KARTINI RAMBU JAKU BABANG. Analisis Kandungan Gizi Mie Basah Dari Keong Sawah (Pila ampullacea). Dibimbing oleh SURYANINGSIH NDAHAWALI. Keong sawah (pila ampullacea) merupakan sejenis siput air tawar yang hidup dipersawahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik pada pembuatan mie basah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023. Analisis data menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan 4 ulangan sehingga jumlah percobaan 16 unit. Konsentrasi daging keong sawah berbeda-beda P0 (0%), P1 (20%), P2 (25%), P3 (30%). Parameter yang diamati adalah analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan karbohidrat), uji organoleptik (aroma, warna, tekstur, rasa). Penambahan daging keong sawah pada mie basah berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan karbohidrat namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein. Uji organoleptik berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan rasa. Perlakuan p2 (daging 25% dan tepung terigu 70%) merupakan perlakuan terbaik pada penelitian ini dengan nilai kadar protein 17,95%, karbohidrat 28,15%, kadar lemak 2,80%, kadaar air 54,45%, dan kadar abu 1,71%.
Sistem Bagi Hasil Usaha Nelayan Suku Bugis Di Pesisir Kumbe Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan ., Sajriawati
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i3.780

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan sistem bagi hasil nelayan suku bugis yang melakukan penangkapan ikan dengan perahu Semang di Pesisir Kumbe, Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan selama bulan Januari sampai Februari 2024 dengan metode observasi dan wawancara terhadap nelayan suku Bugis yang mengoperasikan perahu Semang. Kapal Semang dalam penelitian ini adalah sebuah kapal usaha penangkapan ikan yang terbuat dari kayu dan dilengkapi mesin dengan bobot rata-rata 30 GT dengan alat tangkap utama yaitu jaring insang hanyut. Sistem bagi hasil nelayan Kapal Semang di Pesisir Kumbe dengan formasi 1 nakhoda dan 7 Anak Buah Kapal (ABK) yaitu 44% untuk pemilik kapal, 14% untuk nahkoda, dan 6% untuk masing-masing ABK. Secara umum para nelayan Semang berada pada usia produktif yaitu pada tingkat umur 20-30 tahun dengan jumlah tanggungan keluarga rata-rata sebanyak 3 orang. Selain melakukan kegiatan melaut, para nelayan semang juga memiliki pekerjaan sampingan yang bervariasi antara lain sebagai pembuat jaring, buruh, dan pedagang ikan
Peningkatan Nilai Tambah Hasil Samping Ikan Tuna (Thunnus Sp.) Sebagai Bahan Baku Kerupuk Lantu, Iin Susilawati; Ahmad, Indra G.; Manteu, Shindy Hamidah
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.786

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu olahan tradisional yang digemari masyarakat Indonesia. Selama ini kerupuk diolah dengan menggunakan bahan baku seperti udang dan ikan utuh. Oleh karena itu, fortifikasi kerupuk dengan tepung tulang ikan memiliki beberapa keunggulan antara lain kandungan nutrisi protein dan mineral kerupuk lebih baik, dapat menekan biaya produksi jika dibandingkan dengan menggunakan bahan baku ikan utuh atau udang dan limbah tulang tuna dari industri pembekuan ikan dapat dimanfaatkan. mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan

Page 2 of 4 | Total Record : 34