cover
Contact Name
Firat Meiyasa
Contact Email
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Phone
+6282147335435
Journal Mail Official
firatmeiyasa@unkriswina.ac.id
Editorial Address
Kampus Univesitas Kristen Wira Wacana Sumba, Jl. R. Suprapto, No. 35, Waingapu, Sumba Timur, NTT, 87113
Location
Kab. sumba timur,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
ISSN : -     EISSN : 30261988     DOI : 10.58300
Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis menerbitkan naskah-naskah di bidang pascapanen Perairan, bioteknologi perairan, biokimia perairan, diversifikasi produk perairan, dan karakteristik bahan baku perairan baik pangan maupun non pangan yang berasal dari perairan laut dan perairan Indonesia.
Articles 42 Documents
Pembutan Tempe Dengan Penambahan Rumput Laut Merah (Euchema cottonii) Haryadi, Udi
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan rumput laut merah (Eucheuma cottonii) terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik tempe. Rumput laut merah diketahui mengandung serat pangan, mineral, dan senyawa bioaktif yang berpotensi meningkatkan nilai gizi dan fungsi tempe sebagai pangan fungsional. Penelitian dilakukan dengan menambahkan berbagai konsentrasi Eucheuma cottonii (0%, 5%, 10%, dan 15%) ke dalam adonan kedelai saat proses pembuatan tempe. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, serat kasar, tekstur, aroma, serta uji hedonik terhadap rasa dan penampakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Eucheuma cottonii dapat meningkatkan kandungan serat dan memperkaya nilai gizi tempe tanpa mengurangi daya terima konsumen secara signifikan. Formulasi terbaik diperoleh pada penambahan 10% rumput laut, yang memberikan keseimbangan optimal antara mutu gizi dan penerimaan organoleptik. Penelitian ini menunjukkan bahwa Eucheuma cottonii berpotensi sebagai bahan tambahan dalam diversifikasi produk pangan berbasis tempe. Kata kunci: Tempe, Eucheuma cottonii, rumput laut merah, pangan fungsional, karakteristik organoleptik.
Pemanfaatan Limbah Ikan Tamban (Sardinella fimbriata) menjadi Pupuk Organik Cair untuk pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Fadel, Fadel Fernanda Islamy
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025) Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Tamban (Sardinella fimbriata) adalah ikan pelagis kecil yang termasuk dalam famili Dorosomatidae. Matanya tidak berkelopak keras serta tidak memiliki duri. Sirip punggung sejajar dengan punggung, sisik yang agak tumpul dan menyatu, ujung sirip punggung berwarna hitam, dan bintik-bintik gelap di pangkal sirip punggung. Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman yang di tanam sepanjang tahunnya, termasuk kedalam jenis sayur yang mudah diperoleh dan nilainya cukup ekonomis, berasal dari China serta Taiwan. Pupuk Organik Cair adalah campuran yang terbuat dari bagian organik dari kotoran manusia, hewan, dan tumbuhan dan hewan yang mengandung banyak nutrisi. Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat. Mikroorganisme lokal atau MOL memanfaatkan limbah ikan berupa kepala ikan, isi perut (jeroan), sirip, ekor dan bagian lain yang tidak terpakai, bersama dengan bahan-bahan tambahan yang diambil dari berbagai sumber daya lokal yang tersedia. Pupuk organik cair limbah ikan tamban dengan konsentrasi 12,5% (M4) berpengaruh sangat nyata dengan laju pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Pengaruh perlakuan formulasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan pakcoy dengan variabel tinggi tanaman dengan nilai rata-rata control (M1) sebesar 5,20 cm serta nilai rata-rata terbaik (M4) sebesar 8,20 cm. Sedangkan variabel jumlah helai daun dengan nilai rata-rata control (M1) sebesar 4,70 helai, serta nilai rata-rata terbaik (M4) sebesar 7,70 helai daun. Dan variabel berat basah tanaman dengan nilai rata-rata control (M1) sebesar 3,70 gr, serta nilai rata-rata terbaik (M4) sebesar 7,60 gr.