cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017)" : 8 Documents clear
EDITORIAL JURNAL SAPA VOL. 2 NO. 2 Editor, Tim
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REVISI PERJANJIAN LAMA TERJEMAHAN BARU Paska, Paskalis Edwin I Nyoman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revisi Kitab Suci Perjanjian Lama Terjemahan Baru (PLTB1) sudah hampir selesai dan sudah mulai disosialisasikan. Beragam reaksi muncul dari kalangan umat beriman kristiani. Kebanyakan menyambutnya dengan sikap positif, namun ada beberapa orang yang justru keberatan PLTB1 ini direvisi. Alasan utamanya ialah Sabda Tuhan jangan diubah-ubah. “Bukankah satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi”, demikian antara lain argumen dasar mereka. Tulisan ini menunjukkan apa sebetulnya yang dilakukan dalam karya merevisi terjemahan Alkitab dan mengapa karya itu perlu dilakukan. Perkembangan bahasa Indonesia, perkembangan penelitian teks Masoretik dan Septuaginta, serta perkembangan ilmu tafsir merupakan tiga alasan pokok mengapa perlu dibuat revisi PLTB1. Bahasa itu sangat dinamis, berkembang dari tahun ke tahun, sehingga apa yang dahulu wajar kini bisa dianggap janggal. Demikian pula term-term dalam Kitab Suci. Dalam setiap revisi pasti ada perubahan, namun yang diubah bukanlah Sabda Tuhan melainkan pemahaman orang akan Sabda Tuhan. Revisi PLTB1 memuat perubahan kata-kata yang sudah tidak lazim lagi dalam bahasa Indonesia, ejaan, dan tanda baca, serta perubahan dalam penafsiran bahasa sumber aslinya (TM dan LXX). Dengan lebih mendalami bahasa sumber aslinya dan perkembangan ilmu tafsir dan bahasa Indonesia, team revisi menyajikan kembali makna atau pesan Tuhan yang tertulis dalam PLTB1 secara lebih tepat, jelas, dan wajar. Contoh-contoh revisi yang disajikan menegaskan bahwa revisi tidak mengubah Sabda Tuhan melainkan memperjelas maknanya. Oleh karena itu, revisi ini perlu disambut dengan sukacita bukan skeptis dan sinis, apalagi rasa takut.
PENGAMPUNAN MENURUT KITAB SUCI PERJANJIAN BARU Sukendar, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menganalisa paham “pengampunan” menurut Kitab Suci Perjanjian Baru. Melalui analisa teks-teks dalam Kitab Suci mencoba menemukan makna dari pengampunan. Menurut Kitab Suci pengampunan yang berarti pembebasan atau pelepasan dari dosa atau kesalahan. Iman kristiani mewartakan bahwa Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni. Allah adalah Bapa yang baik hati yang suka mengampuni. Kebaikan Allah ini ditampakkan dalam hidup dan karya Yesus. Kita sebagai manusia diundang untuk bertobat dan memperoleh pengampunan dosa. Namun demikian ada konsekuensinya yaitu kitapun harus bersedia mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita. Pengampunan selalu erat kaitannya dengan Kristus yang telah wafat di kayu salib yang mencurahkan darah-Nya untuk pengampunan dosa. Seperti Allah yang selalu mengampuni, demikian pula kita juga harus mengampuni sesama kita tanpa batas. Yesus memberi kuasa kepada para murid-Nya untuk mengampuni dosa. Menurut Gereja Katolik, kuasa itu dilanjutkan oleh para pengganti para Rasul yaitu para Uskup dan rekan kerjanya yaitu para imam. Uskup dan imam dalam Gereja Katolik memiliki kuasa mengampuni dosa berkat sakramen Tahbisan yang diterimanya.
PERCEPTION OF COMMUNITY VOLUNTEERS TOWARD THE FULFILLMENT OF RIGHTS OF PERSONS WITH DISABILITIES Subasno, Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Descriptive research on the perception of community volunteers towards the fulfillment of the rights of persons with disability is a research of public opinion survey, based on the existence of Law No. 8 Year 2016 concerning Persons with Disabilities, and the community praxis associated with the concept of disability inclusive development. The objective of the study is to obtain a description of the community perspective towards the fulfillment of rights of persons with disabilities consisting of components: health, education, livelihood, empowerment and social. The other objective to be achieved is to get information on factors that support positive perspectives and vice versa. The methodology applied to process and analyze research data is combines quantitative and qualitative approaches. Data collection techniques were conducted with questionnaires and interviews. The research was conducted in Kedungkandang Sub Distric of Malang City in 12 urban villages. The sampling method is purposive sampling. A total of 36 community volunteers (community leaders and religious leaders) participated in this research. The results of this research recorded the highest public perception is on the social component with the perception of "good" reached 62.50%. While polarization of positive perception noted that education component place the highest position with the achievement of 76,38%. Factors influencing positive perceptions of the community include government assistance, pro social family attitudes, beliefs, capacity building programs for communities, parent support group of children with disabilities, and the fact that persons with disabilities are able to work. While the factors that contribute to the negative perception of the community are the lack of physical accessibility, incomplete inclusive education implementation, charity attitude of community, and the overprotective attitude of some families that have an impact on dependency.
PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Goa, Lorentius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis mencoba menguraikan soal perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat berdasarkan teori-teori perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan suatu proses pergeseran struktur atau tatanan didalam masyarakat, yang meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat. Tokoh-tokoh yang berbicara soal perubahan sosial adalah: Kingsley Davis, Mac Iver, Selo Soemarjan, William Ogburn. Kecenderungan terjadinya perubahan-perubahan sosial merupakan gejala yang wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia di dalam masyarakat. Perubahan-perubahan sosial akan terus berlangsung sepanjang masih terjadi interaksi antarmanusia dan antarmasyarakat. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, seperti perubahan dalam unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis, dan kebudayaan. Perubahan sosial dalam masyarakat tidak boleh dilihat dari satu sisi saja, sebab perubahan ini dapat mengakibatkan pergeseran pada banyak sektor dalam masyarakat sosial. Hal ini berarti, perubahan sosial akan selalu terjadi pada setiap bagian dari masyarakat itu sendiri. Gejala perubahan sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari terjadinya perubahan sistem nilai maupun norma yang berlaku saat itu dan yang tidak berlaku lagi dalam masyarakat. Tentu saja, perubahan sosial ini terjadi bukan semata mata karena individu dalam masyarakat tersebut yang mau berubah, akan tetapi karena adanya perkembangan dari berbagai sektor khususnya teknologi.
SPIRITUAL LEADERSHIP YESUS MENGATASI PROBLEM PENGIKUT Leba, Katarina
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze, describe, discuss, and discover how the spiritual leadership of Jesus and the way Jesus influenced others to follow Him. With literature approach, the data were collected and analyzed. From the analysis and discussion found that Jesus has wonderful spiritual leadership qualities. He underlies His leadership in the pursuit of His Father's will. To arrive at the successful implementation of the will of the Father (the authoritative party), Jesus built in himself the values: justice, mercy, and faithfulness. On the basis of these values, Jesus did all the activities, including teaching, preaching the good news (the gospel), interspersed with feeding, healing, exorcism, and raising the dead. In addition to being indirect, through good works, Jesus openly also invites people to followers at the risk of living altruistic love-a radical (sacrifice); willing to die for the safety and happiness of all people.
OPTIMALISASI SELF-REGULATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SUCCESS IDENTITY Laka, Laurensius
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap anak seharusnya memperoleh kesempatan untuk menciptakan success identity, terutama ketika usianya memasuki tahap perkembangan psikososial industry versus inferiority. Pada tahap ini, sejumlah besar energi disalurkan untuk menguasai keahlian sosial yang diperlukan pada masa dewasanya kelak. Jika tidak memperoleh pengalaman sukses, maka anak dapat mengalami perasaan rendah diri (inferiority) yang berpotensi mempengaruhi proses belajar dan tahap-tahap perkembangan selanjutnya. Oleh sebab itu, pada tahap ini menjadi langkah awal yang harus diraih anak untuk menciptakan success identity. Pemenuhan kebutuhan identity ditentukan oleh sejauh mana individu merasa dirinya mampu memenuhi kebutuhan akan cinta (love) dan kebutuhan untuk merasa dirinya berharga (worthwhile), baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun sayangnya, individu tidak dapat secara otomatis mencapai perasaan berharga itu tanpa pengetahuan dan kemampuannya untuk berpikir. Cara terbaik untuk menggali potensi siswa dalam berpikir adalah dengan self-regulated learning (SRL), yang dapat dimaknai sebagai sejauh mana siswa secara metacognitive, motivational, dan behavioral, berpartisipasi aktif dalam proses belajarnya sendiri. Dalam metacognitive processes, siswa yang self-regulated melakukan proses-proses plan, set goals, organize, self-monitor, dan self- evaluate. Dalam motivational processes, siswa yang self-regulated menampilkan self-efficacy, self-attribution, dan menunjukkan minat pada tugas-tugas intrinsik yang tinggi. Siswa yang demikian adalah siswa yang self-starter, yang menampilkan usaha dan ketekunan luar biasa. Sementara itu, dalam behavioral processes, siswa yang self-regulated melakukan proses memilih, menyusun, dan menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengoptimalkan proses belajarnya. Alhasil, penelitian-penelitian seputar SRL menunjukkan kaitan yang erat antara SRL dan prestasi belajar, di mana individu yang menerapkan strategi SRL secara optimal cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi, sebab siswa yang menerapkan SRL melihat dirinya sebagai agen dari perilakunya sendiri. Siswa yang demikian, meyakini bahwa belajar adalah proses proaktif, self-motivated, dan menghubungkan success identity atau failure identity pada besarnya usaha, bukan pada faktor keberuntungan, atau sumber-sumber lain yang tak dapat dikendalikannya. Siswa yang demikian menggambarkan pribadi yang bertanggung jawab (responsible person), pribadi yang memiliki kesehatan mental, yang dapat mengekspresikan perasaan- perasaannya secara bebas, bertindak secara mandiri, dan pada akhirnya menjadi pribadi yang sungguh-sungguh berfungsi secara sempurna (fully functioning person).
PERILAKU SOSIAL KOMUNITAS ALMA PUTERI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI DESA PURWOREJO DONOMULYO Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku sosial merupakan suasana saling membutuhkan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia. Perilaku sosial memusatkan perhatian pada tingkah laku dan pengulangan tingkah laku tertentu sebagai pokok persoalan. Tingkah laku yang dimaksud adalah tingkah laku yang dapat diamati dan dipelajari secara empiris. Sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri-pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Penulis meneliti perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Donomulyo karena komunitas ALMA Puteri tidak hanya menangani anak berkebutuhan khusus di wisma, tetapi terlibat secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat, dengan mengadakan pertemuan paguyuban orang tua anak disabilitas, terlibat dalam perayaan Satu Suro, dan terlibat dalam kegiatan kemerdekaan Indonesia.Masalah yang akan digali dalam penelitian ini, adalah bagaimana perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Purworejo Donomulyo. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Purworejo Donomulyo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara atau inerview. Hasil dari wawancara ditemukan bahwa komunitas ALMA Puteri yang ada di Donomulyo aktif dalam berbagai kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu pertemuan paguyuban orang tua anak disabilitas, aktif dalam kegiatan Satu Suro, dan aktif dalam persiapan ulang tahun kemerdekaan Negara Repubilk Indonesia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku sosial komunitas ALMA Puteri yang ada di Purworejo Donomulyo aktif.

Page 1 of 1 | Total Record : 8