cover
Contact Name
Agus Sudaryanto
Contact Email
agus_sudaryanto@ums.ac.id
Phone
+6289612337889
Journal Mail Official
jurnal.bik@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura Sukoharjo Telp. (0271)717417 Ext. 140, 141, 146 Fax (0271) 715448
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan
ISSN : 19792697     EISSN : 27211797     DOI : https://doi.org/10.23917/bik
Core Subject : Health,
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan focuses on sharing data and information to support evidence-based practice. Articles with focus on evidence-based nursing will be considered, including nursing education, medical and surgical nursing, pediatric nursing, mental health nursing, management and leadership in nursing, family and community nursing, and specialist nursing topics
Articles 170 Documents
Bullying on Nursing Students Ghafara, Rais Azka; Achmad, Bayu Fandi; Harjanto, Totok; Setiyarini, Sri
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 2 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i2.17859

Abstract

Bullying on nursing students occurred in more than half of the population. The incidents of bullying left negative impacts on the victims physically, psychologically, and socially. This study identifies the bullying case on nursing care students during academic learning and the roles of the students when bullying occurred. This descriptive quantitative study applied a survey design. This study used Adolescent Peer Relations Instrument (APRI), distributed via Google Form. The respondents were nursing program students that selected convenience sampling. The sample applied some inclusion criteria: the students had to undergo face-to-face learning and online learning. The sampling stage resulted in 207 respondents from three grades. The study analyzed the data with univariate analysis, in the forms of percentages and frequencies. Verbal bullying occurred with a percentage of 31.4%, social bullying with a percentage of 12.16%, and physical bullying with a percentage of 2.32%. The researchers found that 151 respondents, 78.74%, were bullying victims. A percentage of 93.23% of respondents, 193 respondents were women. A percentage of 85.71%, 12 respondents out of 14 respondents, were male. A percentage of 0.96%, 2 respondents, committed the bullying action. A percentage of 45.89%, 95 respondents defended the victims. 100 respondents or 48.45% of participant in this study were outsiders when bullying happened. This study concluded that most students ever experienced bullying cases with the most incidents of verbal bullying. Most students played the role of outsiders during the incidents of bullying.
Management Kasus Gagal Nafas Pada Penyakit Pneumonia : A Literature Review Rohmah, Dinda Nur
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.11914

Abstract

Kegagalan napas adalah kondisi yang sering terjadi pada pasien sakit kritis yang dikaitkan dengan angka kematian yang tinggi, terutama bila ventilasi mekanis invasif diperlukan. Pada banyak kasus sering terjadi demam, batuk, mengeluarkan dahak dan sesak napas. Kegagalan napas yang parah bisa menyebabkan terjadinya infeksi pernapasan berat yaitu seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Metode penelitian literature review berupa case report melalui penelusuran situs jurnal terakreditasi seperti Scientdirect dan Elsevier dengan kata kunci gagal nafas pada pneumonia dalam kurun waktu 2015-2020. Dalam menangani kasus pneumonia setiap negara memiliki cara tersendiri yaitu terdiri dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan rontgen dada, pemeriksaan CT Scan dada, pemeriksaan kultur dahak, pemasangan oksigen, pemasangan ventilasi mekanik, serta pemberian obat seperti piperacillin-tazobactim, levofloxacin, ceftriaxone, oseltamivir, azitromisin, masing-masing pasien berbeda berdasarkan riwayat sakit yang diderita. Setiap daerah maupun setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menangani kasus Pneumonia dikarenakan sampai sekarang penyakit tersebut merupakan penyebab paling sering ditemui di klinik rawat jalan rumah sakit di berbagai negara.
Self-Efficacy Terhadap Hipertensi Intradialis Pada Pasien Gagal Ginjal ayunarwanti, Rizkya; maliya, Arina
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.11603

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal dimana keadaan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan, serta elektrolit yang membutuhkan terapi hemodialisa dalam jangka panjang. Komplikasi yang terjadi saat hemodialisa adalah hipertensi, hipotensi, kram otot, muntah, dan mual. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan adalah tingkat self-efficacy. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Dengan hasil bahwa hipertensi intradialisis adalah salah satu faktor penyulit durante HD. Faktor yang terkait dengan self efficacy dan kualitas hidup pasien diantaranya usia, pasien yang tinggal dengan keluarga, dan pasien dengan penyakit komorbid. Pelatihan program self-care dapat meningkatkan efikasi diri pada pasien. Disimpulkan bahwa hipertensi intradialisis dipengaruhi oleh karakteristik usia, jenis kelamin, IDWG lebih dari normal, lama hemodialisa, serta jumlah obat antihipertensi yang dikonsumsi. Self-efficacy dibagi menjadi 2 yakni efikasi diri tingkat tinggi dan efikasi diri tingat rendah. Efikasi diri yang tinggi dan kualitas hidup yang sangat baik membuat pasien patuh terhadap proses pengobatan. Ketidakmampuan dalam diri pasien untuk menyesuaikan diri dengan kondisi penyakitnya mengakibatkan penurunan kualitas hidup.
Prosedur Pencegahan Terjadinya Ventilator-Associated Pneumonia (Vap) di Ruang Intensive Care Unit (Icu) : A Literature Review Yuniandita, Nadya; Hudiyawati, Dian
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.11604

Abstract

Ventilator merupakan alat bantu pernafasan bertekanan positif atau negatif yang membuat aliran udara terkontrol pada jalan nafas pasien sehingga mampu mempertahankan dan memperbaiki ventilasi dan pemberian oksigen. Pasien kritis dengan intubasi dan menggunakan ventilator dalam jangka waktu lama di ICU beresiko terjadi Associated Pneumonia (VAP). Ventilator- associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu HAIs atau infeksi nosokomial yang sering ditemukan di Rumah Sakit dan merupakan suatu infeksi pneumonia yang terjadi setelah 48 jam pemakaian ventilator mekanis baik pipa endotracheal maupun tracheostomy. The Institute fot Healthcare Improvement (IHI) menerbitkan suatu guide line untuk pencegahan VAP yaitu VAP bundle dinyatakan dapat menurunkan angka kejadian VAP. Metode yang digunakan penulis dalam paper ini adalah literatur journal. Berdasarkan jurnal yang ada, dapat disimpulkan bahwa VAP bundle care merupakan prosedur yang tepat sebagai pencegahan terjadinya VAP di Ruang ICU pada pasien yang terpasang ventilator mekanik.
Manajemen Perawatan Pada Pasien Dengan Transfussion Related Acute Lung Injury (TRALI) Di Ruang ICU Hidayah, Andi Nur
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.11504

Abstract

Transfusi darah dilakukan pada pasien yang mengalami perdahan dengan berbagai penyebab patologis yang mendasari atau terjadinya trauma yang mengakibatkan jumlah sel darah menurun. Transfusi disini termasuk semua jenis produk darah, sel darah merah (PRBC), Fresh Frozen Plasma (FFP), platelet (PLT). Transfusion Related Acute Lung Injury (TRALI) merupakan sindrom fatal yang menyebabkan gangguan pernafasan akut, ini adalah salah satu efek samping transfusi darah yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas di ICU. TRALI dapat muncul 6 jam pertama setelah transfusi atau hingga 72 jam selanjutnya. Disini kami membahas tentang 5 laporan kasus TRALI yang terjadi di ICU dengan penanganan suportif yang berfokus pada dukungan pernafasan dengan bantuan oksigen maupun ventilasi mekanik.
Management Pengoptimalan Kebutuhan Oksigen Pada Pasien Gagal Jantung Di Unit Perawatan Intensif: A Literatur Review Rahayu, Linggar Pangukir
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.11499

Abstract

Gagal jantung terjadi dengan gejala yang berhubungan dengan gangguan fungsi ventrikel miokard selain itu gagal jantung bermanifestasi sebagai kongesti vaskuler dalam sirkulasi paru dan sistemik sehingga menghasilkan gejala ketidakcukupam sirkulasi. Penanganan utama pada pasien gagal jantung dengan mencukupi kebutuhan oksigenasi. Tujuan: untuk mengetahui cara mengoptimalkan kebutuhan oksigen pasien gagal jantung. Metode: penelitian ini menggunakan metode literatur review yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan oksigen pasien gagal jantung dengan melakukan penelusuran di Google Scholar, Elsevier, dan Pubmed dengan menggunakan kata kunci gagal jantung, oksigenasi, respirasi, heart failure, respiratory, dan heart rate dalam kurun waktu 2015 – 2020. Hasil: pencarian mendapatkan lebih dari 500 case report sesuai dengan kata kunci lalu dilakukan penyaringan didapatkan 5 artikel case report. Jurnal tersebut menjelaskan tentang kasus pasien gagal jantung dan cara mengatasi kebutuhan oksigen pada pasien gagal jantung yang sering mengalami sesak nafas atau hipoksemia. Kesimpulan: terapi oksigenasi pasien gagal jantung dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu ventilasi dan pengaturan posisi pasien sesuai dengan kondisi dan komplikasi pasien.
Manajemen Insomnia pada Pasien Hemodialisa: Kajian Literatur Aini, Nisrina Nur; Maliya, Arina
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.11602

Abstract

Terapi hemodialisa (HD) merupakan terapi yang paling banyak dilakukan pasien End Stage Renal Disease (ESRD). Meski terapi hemodialisa telah terbukti dapat memperpanjang kelangsungan hidup, tindakan terapi hemodialisa memiliki komplikasi yang memunculkan gejala-gejala salah satunya adalah gangguan tidur. Keluhan gangguan tidur yang sering ditemui dalam unit dialisis dialami oleh 50-80% pasien dialisis. Dari berbagai gangguan tidur, insomnia merupakan salah satu gejala yang sering dialami pasien ESRD. Sebuah kajian literatur yang membandingkan beberapa literatur melalui penelusuran situs jurnal terakreditasi seperti PubMed, Elsevier, ResearchGate, dan Neliti dengan kata kunci management insomnia in hemodialysis patient dalam kurun waktu 2015-2020. Manajemen insomnia ditinjau dengan tujuan memberikan panduan untuk mendorong pengobatan. Dalam enam jurnal yang dikaji, edukasi sleep hygiene, CBT-I, terapi relaksasi, terapi pijat, dan pemberian obat-obatan (dengan perhatian) memperbaiki kualitas tidur pasien hemodialisa. Manajemen farmakologis dan non-farmakologis untuk mengatasi insomnia pada pasien hemodialisis dapat diberikan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Manajemen disarankan untuk menggunakan pendekatan nonfarmakologis terlebih dahulu. Pemberian terapi farmakologis direkomendasikan hanya untuk penggunaan jangka pendek, digunakan dengan hati-hati pada pasien hemodialisis.
Management Kasus Pneumonia COVID-19 : A Literature Review Nurhayati, Eka; Pratiwi, Arum
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.11522

Abstract

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernafasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Metode adalah penelitian literature review berupa case report melalui penelusuran situs jurnal terakreditasi seperti Scientdirect dan Elsevier dengan kata kunci pneumonia COVID-19 dalam kurun waktu 2015-2020. Dalam menangani kasus COVID-19 setiap negara memiliki cara tersendiri yaitu terdiri dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan CT Scan dada, pemeriksaan tes swab, pemeriksaan tes urine, pemasangan oksigen, pemasangan ventilasi mekanik, Tindakan Extracorporeal Membrane Oxygention (ECMO), serta pemberian obat ceftriaxone, Azitromisin, Piramivir, iopinavir-Ritonavir, nafamostat dan globulin Imun Intravena (IVIG), masing-masing pasien berbeda berdasarkan riwayat sakit yang diderita. Setiap daerah maupun setiap negara memiliki cara tersendiri dalam menangani kasus COVID-19 dikarenakan sampai sekarang belum ada pengobatan ataupun vaksin yang pasti yang dapat mengobati kasus COVID-19 yang melanda di seluruh penjuru dunia.
Pencegahan dan Perawatan Luka Tekan pada Pasien Stroke di Ruang ICU Primalia, Pudika; Hudiyawati, Dian
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.11580

Abstract

Luka tekan adalah nekrosis jaringan lokal pada jaringan kulit dan antar tonjolan tulang, pasien dengan kondisi stroke mengalami kelemahan pada satu atau semua anggota gerak yang menyebabkan pasien menjalani perawatan dengan tirah baring sehingga tinggi risiko luka tekan. Perawatan dan pencegahan luka tekan dengan bundle care dilakukan sebagai tindakan keperawatan untuk menjaga integritas kulit. Studi ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bukti ilmiah penggunaan bundle care dengan lima elemen kunci. Metode penelitian yang digunakan literature review pada artikel internasional yang terbit tahun 2015-2019, didapatkan hasil 5 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Rangkaian lima elemen kunci bundle care sebaiknya diberikan sejak awal pasien dirawat.
Pengaruh Penyuluhan Ibu Hamil Terhadap Pemberian Asi Ekslusif Melia, Sari Puspita; Ratnasari, Febi
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i2.12044

Abstract

Cakupan pemberian ASI di Indonesia pada tahun 2015 hanya sebesar 55,7% dan jika mengacu pada target renstra di tahun 2015 yang sebesar 39% maka secara nasional cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi usia kurang dari 0 sampai 6 bulan telah memenuhi target. Presentase pemberian ASI Ekslusif pada usia bayi 0-6 bulan di Provinsi Banten pada tahun 2016 sebesar 61,6%, sedikit meningkat jika dibandingkan dengan presentase pemberian ASI ekslusif pada tahun 2015 yaitu hanya sebesar 60,7%. Kabupaten/Kota dengan presentase pemberian ASI ekslusif terendah adalah Kabupaten Pandeglang yaitu 19,88%, diikuti dengan Kota Serang sebesar 39,77% (Profil Kesehatan Indonesia, 2018). Akibat dari tidak diberikannya asi ekslusif akan berdampak kepada kesehatan bayi antara lain angka kejadian diare, infeksi dan kekurangan gizi. Metode analisis yang digunakan ialah metode analisis isi jurnal. Jurnal yang dapat dibaca harus dibaca dan dicermati supaya jelas dalam menganalisis jurnal-jurnal tersebut. Dan dibuat analisa mengenai isi yang didapat dari tujuan penelitian dan hasil penelitian tersebut. Penelusuran literatur riview ini melalui situs jurnal yang sudah terakreditasi yaitu google schoolar, PubMed dan menggunakan literatur dari tahun 2016-2020. Hasil yang didapatkan 67 jurnal menggunakan kata kunci dan dan disaring lagi berdasarkan kriteria inklusi dan didapatkan hasil literatur yang memenuhi syarat sebanyak 20 jurnal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap ibu hamil tentang pemberian asi kolostrum