cover
Contact Name
Elyas Djufri
Contact Email
elyas.djufri@ustjogja.ac.id
Phone
+6285228015599
Journal Mail Official
budimuljournal@gmail.com
Editorial Address
Candi Dukuh I, Turen No. 157 RT 04 RW 02 Sardonoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Pengabdian Multidisiplin
Published by Piramida Akademi
ISSN : -     EISSN : 3025356X     DOI : -
Buletin Pengabdian Multidisiplin (Budimul) is a multidisciplinary peer-review journal that publishes articles on community service activities. Budimul pays attention to and publishes articles related to the practice and process of community service, involvement, and empowerment. Each published article is expected to provide insight and inspire activities elsewhere on related issues. BUDIMUL welcomes articles that contribute to the field in the following ways: (1) Developing a community empowerment model; (2) Increase the capacity of community service; (3) Solutions based on academic studies of needs, challenges or problems faced by the community, either directly or indirectly; (4) Activities that are able to empower people at all strata, economically, politically, socially and culturally; And (5) Transfer of technology, science, and art to the community for the development of human dignity with gender justice and social inclusion and the preservation of natural resources.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Edukasi mitigasi bencana banjir pada masyarakat di Kelurahan Tanjung Selamat, Sumatera Utara Pujiati, Pujiati; Siregar, Ameilia Zuliyanti; Iskandarini, Iskandarini
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Buletin Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v3i1.121

Abstract

The flood disaster mitigation education program aims to enhance the community's understanding and preparedness in facing disaster risks, particularly floods, which frequently occur in Tanjung Selamat Sub-district, North Sumatra. This initiative is driven by the high vulnerability of the area to flooding and the importance of equipping the public with knowledge on self-rescue procedures before, during, and after a disaster. The method employed in this community service program was descriptive, involving public outreach, hands-on mitigation training, interactive discussions, and program evaluation. Activities included expert-led sessions, evacuation simulations using role-playing techniques, and the use of audiovisual media to reinforce participants' understanding. The results indicated improved knowledge, skills, and awareness among participants regarding flood mitigation. Community members from various age groups and social backgrounds actively participated and showed enthusiasm throughout the program. Additionally, flood mitigation tools such as life jackets and informational materials were distributed to support preparedness efforts. This initiative demonstrates that structured and participatory education can build responsive, resilient, and compassionate communities in the face of disaster. The flood disaster mitigation education is expected to serve as a model for empowering communities in disaster-prone areas.
Analisa Proyeksi Ketersediaan Debit Air Sungai Terhadap Kebutuhan Air Domestik Masyarakat Desa Matinan Kecamatan Gadung Kabupaten Buol Haris
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Buletin Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v3i1.203

Abstract

Tujuan − Air merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia, baik untuk konsumsi maupun keperluan domestik lainnya. Ketersediaan air bersih yang cukup dan layak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Air yang aman dan mudah diakses merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Desa Matinan dan Desa Lripubogu yang berada di Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, merupakan wilayah yang masyarakatnya belum sepenuhnya memperoleh akses air bersih yang mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas debit air yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta memperkirakan kebutuhan air bersih hingga tahun 2035. Metode − Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan berdasarkan data hasil observasi lapangan. Tahapan analisis yang dilakukan meliputi pemilihan sumber air baku, pengukuran debit air (kuantitas), penentuan jumlah dan kepadatan penduduk, serta perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih. Pengukuran debit dilakukan menggunakan metode pelampung, dan proyeksi jumlah penduduk dihitung dengan metode aritmatik. Temuan − Debit air sungai di Desa Matinan dan Desa Lripubogu pada tahun 2024 adalah sebesar 7.115.040 liter/hari. Dengan jumlah penduduk sebanyak 2.567 jiwa, kebutuhan air bersih mencapai 179.670 liter/hari berdasarkan standar kebutuhan 70 liter/orang/hari. Artinya, kebutuhan air bersih tahun 2024 dapat terpenuhi. Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2035 sebesar 2.801 jiwa, kebutuhan air bersih diperkirakan sebesar 196.070 liter/hari, yang masih dapat ditopang oleh kapasitas debit air yang tersedia.  
Penerapan Among Methode dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Pendidikan Kewarganegaraan serta Membangun Karakter Siswa Praditya, Fadhil Syafri; Nurjanati, Amanah Ari; Rahayu, Rahmawati; Hafida, Naila Mufidatul
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Pengabdian Multidisiplin November 2024
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v2i2.70

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Metode Among dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Kewarganegaraan dan membentuk karakter siswa. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif menggambarkan atau melukiskan objek sesuai dengan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Jenis metode ini merupakan penelitian kajian pustaka. Pustaka yang dikaji diperoleh dari Google Schoolar. Data dikumpulkan dengan menggunakan bantuan internet untuk menelusuri berbagai referensi jurnal terdahulu yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil yang didapatkan menujukkan bahwa penerapan Metode Among efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui kolaborasi, refleksi, dan pengembangan keterampilan. Selain itu Metode Among juga berhasil mengembangkan karakter siswa dengan memperkuat nilai-nilai kewarganegaraan, kepemimpinan, dan partisipasi aktif dalam masyarakat. Implikasi dari hasil ini menyoroti pentingnya pengintegrasian Metode Among dalam pengembangan profesionalisme guru dan pengembangan karakter siswa di bidang pendidikan kewarganegaraan.
Studi Komparasi Keotentikan al-Qur’an perspektif W. Montgomery Watt dan John Wansbrough Fikri, Muhammad Raushan Kanzul
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Buletin Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v3i1.227

Abstract

Tujuan – Ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai dalam tulisan ini. Pertama, membandingan pandangan dari W. Montgomery Watt dan John Wansbrough terhadap keotentikan al-Quran. Kedua, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persamaan dan perbedaan pandangan mengenai keotentikan al-Quran antara Watt dan Wansbrough. Ketiga, mengetahui implikasi dari perbedaan argument pemikiran kedua tokoh tersebut dalam studi al-Quran Metode – Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis dan komperatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil – Analalisis Wansbrough dan Watt mengenai keotentikan al-Quran mencakup beberapa hal, setidaknya ada 3 hal. Pertama, keterlambatan kanonisasi, dimana kedua tokoh ini sama-sama mengamini keterlambatan kanonisasi al-Quran, namun mereka berbeda pendapat pada pengaruh dari keterlambatan tersebut. Kedua, keterpengaruhan al-Quran, dimana Wansbrough berpendapat bahwa al-Quran merupakan imitasi dan jiplakan tradisi sebelumnya, sementara Watt berpendapat bahwa itu merupakan konsekuensi historis. Ketiga, kodifikasi Utsman, dimana Wansbrough berpendapat bahwa proses kodifikasi al-Quran yang dilakukan di zaman Utsman bukanlah al-Quran yang ada di zaman Nabi, sedangkan Watt justru mengapresiasi Utsman. . Adapun implikasi dari kedua pandangan ini adalah pada studi al-Quran di kalangan barat, khususnya orientalis.

Page 4 of 4 | Total Record : 34