cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 546 Documents
PENGARUH LAMA SIMPAN DAN TINGKAT HEMOLISIS DARAH K2EDTA RESIPIEN TERHADAP HASIL CROSSMATCH METODE GEL
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1538

Abstract

Pemeriksaan crossmatch dilakukan sebagai tindakan pra-transfusi untuk mencocokkan darah resipien dan darah donor yang diperlukan sebelum darah tersebut diberikan kepada resipien. Sampel yang baik untuk pemeriksaan crossmatch yaitu sampel darah yang baru saja diambil, namun kenyataan dilapangan berbeda, dalam keadaan tertentu sampel darah yang tersedia seringkali berada di suhu kamar (25°c) dan suhu kulkas (2-8°c) sampai 3 hari. Kesalahan pada pengujian crossmatch yaitu pada proses pra analitik, 60% disebabkan oleh darah hemolisis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari tingkat hemolisis darah K2EDTA resipien dan pengaruh lama simpan terhadap hasil crossmatch metode gel. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Jumlah sampel yang digunakan adalah 3 sampel darah vena dan diambil sebanyak 12 mL. Data dianalisis menggunakan uji statistika Kruskal- Wallis. Hasil uji crossmatch pada darah K2EDTA dengan tingkat hemolisis mulai dari tidak hemolisis, hemolisis ringan, hemolisis sedang, dan hemolisis berat menunjukkan hasil kompatibel. Dan hasil uji crossmatch pada darah K2EDTA dengan lama simpan selama segera, 3 hari, 5 hari, 7 hari menunjukkan hasil kompatibel. Secara statistik didapatkan nilai signifikan 1.000 > α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh lama penyimpanan dan tingkat hemolisis darah K2EDTA terhadap hasil crossmatch metode gel.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN LAMA PEMAKAIAN SEPATU TERHADAP ANGKA KEJADIAN TINEA PEDIS PADA KAKI MAHASISWA
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1541

Abstract

Personal hygiene adalah cara seseorang menjaga kebersihan. Individu yang kurang memperhatikan personal hygiene akan mengalami kurang perawatan diri. Kulit terinfeksi oleh mikroorganisme, bakteri, virus maupun jamur salah satunya penyakit yang disebabkan oleh infeksi dermatofitosis yaitu Tinea pedis. Praktik ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai hubungan personal hygine dan lama pemakaian sepatu terhadap kejadian tinea pedis pada sela kaki mahasiswa Jurusan Teknologi laboratorium Medik. Jenis penelitian yang dipakai merupakan deskriptif survei studi hubungan terhadap pendekatan penelitian adalah cross sectional karena faktor penyebab dan akibat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Hasil observasi dari 40 responden mahasiswa tingkat dua jurusan Teknologi laboratorium Medik bahwa mahasiswa jurusan Teknologi laboratorium Medik lebih banyak yang pentingnya personal hygiene, sebanyak 3 responden (7,5%) tidak melakukan personal hygiene. Gambaran kedua, mahasiswa tingkat 2 lebih banyak memakai sepatu lebih dari 6 jam dengan 39 (97,5%) responden. Gambaran ketiga mahasiswa tingkat 2 lebih banyak yang tidak mengalami tinea pedis yaitu sebanyak 37 responden (92,5%). Untuk melihat ada atau tidaknya hubungan penggunaan personal hygiene terhadap kejadian tinea pedis digunakan uji chi-square dan didapatkan nilai Asymp. Sig = 0,011 yang bisa dijelaskan adanya hubungan mengenai personal hygiene terhadap kejadian tinea pedis. Sedangkan hubungan lama pemakaian sepatu terhadap kejadian tinea pedis diperoleh nilai Asymp. Sig = 0,925 yang artinya tidak ada korelasi signifikan mengenai lama pemakaian sepatu terhadap kejadian tinea pedis.
HUBUNGAN NILAI C-REACTIVE PROTEIN DAN TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1546

Abstract

Pada tahun 2019, pasien diabetes di seluruh dunia pada usia 20-79 tahun mencapai 463 juta orang, dengan tingkat prevalensi sebesar 9,3%.Prevalensi terbanyak adalah daiabetes tipe 2 sekitar 90%. Diabetes merupakan kondisi gangguan metabolik kronis dengan peningkatan kadar gula darah karena kelainan sekresi insulin sel beta pankreas, ketidaksesuaian kerja insulin. Tingginya insulin dan resistensi insulin pada Diabetes tipe 2 berdampak pada metabolisme lemak menyebabkan ketidaknormalan lipid seperti meningkatnya kadar trigliserida dalam plasma. Pada beberapa pasien diabetes terutama pasien dengan kelainan genetik pada metabolisme lipid, trigliserida akan meningkat secara ekstrim yang mengakibatkan peradangan pada pankreas. C-Reactive Protein yaitu protein fase akut diproduksi oleh hati sebagai respons inflamasi, bahkan pada obesitas menjadi penanda inflamasi kronis. C-Reaktif Protein merupakan penanda sensitif aktivitas inflamasi pada dinding arteri, merupakan prediktor penting terhadap risiko kardiovaskular dan merupakan penanda inflamasi yang paling stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan nilai C-Reactive Protein dengan kadar Trigliserida pada penderita Diabetes tipe 2. Deskriptif observasi secara kuantitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Desain penelitian ini survei analitik. Populasi adalah seluruh penderita Diabetes tipe 2 yang diperiksa di Laboratorium Klinik Pertama , sampel adalah 30 orang. Hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gambaran C-Reactive Protein 100% tinggi sedangkan, gambaran kadar Trigliserida menunjukkan 8 orang atau 26,7% kadar Trigliserida normal dan 22 orang atau 73,3% kadar Trigliserida tinggi. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p sebesar 0.450 > 0.05, sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara C-Reactive Protein dengan Trigliserida pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S DENGAN PENERAPAN TERAPI SEFT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAKARYA KABUPATEN GARUT
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1547

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif yang menjadi bagian dasar dari filosofi kebidanan meyakini bahwa proses kehamilan dan persalinan merupakan hal yang fisiologis. Prinsip kenormalan ini dapat dijaga dengan memperhatikan kesejahteraan ibu serta janin melalui asuhan berkelanjutan. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan menerapkan terapi komplementer SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). Laporan ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan sejak bulan Januari sampai Maret 2023 dengan subyek kasus adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 36 minggu. Masalah yang ditemukan pada saat melakukan asuhan kebidanan komprehensif adalah adanya perasaan cemas karena belum adanya tanda persalinan dan saat menghadapi persalinan, adanya  kenaikan berat badan yang kurang, laserasi derajat dua serta bendungan ASI. Perasaan cemas dapat teratasi oleh penerapan terapi SEFT ditandai dengan ibu lebih tenang,  percaya diri, siap menjadi ibu dan yakin berhasil menyusui.
PERBANDINGAN PENGENCERAN LARUTAN GIEMSA 3% DAN 5% TERHADAP PEMERIKSAAN MORFOLOGI PLASMODIUM FALCIPARUM
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1583

Abstract

Pewarnaan sediaan darah malaria menggunakan cat Giemsa stok yang harus diencerkan terlebih dahulu dengan konsentrasi tertentu agar parasit dalam sel darah merah dapat menerima zat warna Giemsa sehingga memudahkan mengidentifikasih parasit.konsentrasi pengenceran Giemsa untuk pemeriksaan parasit malaria yang di anjurkan oleh Direktur Jendral PP dan PI.Kementrian kesehatan adalah Giemsa dengan konsentrasi 3%,tetapi di lapangan baik puskesmas maupun rumah sakit memiliki pengenceran larutan Giemsa yang berbeda.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil pewarnaan pada morfologi plasmodium falciparum yang di warnai menggunakan larutan Giemsa 3% dan 5%. Jenispenelitia eksperimen.sampel penelitian yaitu darah positif terinfeksi malaria falciparum.Hasil pewarnaan pada pengenceran Giemsa 3% diperoleh inti dengan kategori baik sebanyak 14%,tidak baik 2% bagian sitoplasma diperoleh hasil kategore baik 10% tidak baik 6% pada titik mourer dengan hasil kategori baik 13% tidak baik 3% pada pewarnaan pengenceran Giemsa 5% diperoleh inti dengan kategori baik 11% tidak baik 7%,pada bagian sitoplasma dengan kategori baik 5% tidak baik 11% pada titik mourer dengan kategori baik 7% dan tidak baik 8%. Hasil yang didapat menggunakan uji chi square sehingga di dapat nilai p=0.003<a= 0.05 artinya nilai p<a menunjukan ada perbedaan morfologi plasmodium falciparum yang di warnai menggunakan pengenceran larutan Giemsa 3% dan 5%.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DARAH DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI ANTIKOAGULAN TERHADAP PEMERIKSAAN PROTROMBIN TIME (PT)
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1584

Abstract

Pada pemeriksaan PT antikoagulan yang digunakan adalah natrium sitrat 3,2%. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai antikoagulan alternatif adalah buah mengkudu dikarenakan memiliki banyak kandungan senyawa yang bermanfaat, salah satunya adalah coumarin yang membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah pembentukan bekuan darah. Buah mengkudu dapat menghambat pembuatan faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K (Faktor II/Protrombin, Faktor VII, Faktor IX, dan Faktor X). Hal ini menunjukkan bahwa proses penghambatan buah mengkudu sebagai antikoagulan berikatan dengan enzim vitamin K reduktase dan vitamin K epoksida reduktase. Hal ini dapat menganggu proses koagulasi yang ditandai dengan semakin meningkatnya waktu koagulasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi esktrak buah mengkudu sebagai antikoagulan alternatif terhadap pemeriksaan protrombin time (PT). Jenis penelitian ini adalah merupakan eksperimen yang dilakukan perlakuan esktrak buah mengkudu terhadap pemeriksaan protrombin time (PT). Hasil penelitian dapat disimpulkan ekstrak buah mengkudu dapat digunakan sebagai antikoagulan yang akan menghambat darah 1 ml pada konsentrasi 0,128 g dan 0,192 g pada lama penyimpanan selama 2 jam terhadap pemeriksaan protrombin time (PT) memberikan hasil yang memanjang.
Efektivitas Ekstrak Bunga Kenanga (Cananga odorata) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Instar III Aedes aegypti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1589

Abstract

Virus dengue ditularkan oleh nyamuk betina terutama dari spesies A.aegypti. Salah satu  cara pengendalian nyamuk A.aegypti dengan penggunaan larvasida alami. Larvasida alami terbuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap serangga pada stadium larva. Salah satu bahan alami yang dapat di gunakan untuk menghambat pertumbuhan larva nyamuk A.aegypti yaitu tanaman bunga kenanga (Cananga odorata). Bunga kenanga dapat digunakan sebagai larvasida dikarenakan mengandung flavonoid, tanin, steroid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder yang dibuktikan dengan uji fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) yang dapat membunuh larva instar III A.aegypti lebih dari 50% (LC50) dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap. Simplisia bunga kenanga diekstraksi dengan metode maserasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah larva A.aegypti instar III sebanyak 10 ekor setiap perlakuan dengan melakukan pengujian ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dengan berbagai konsentrasi terhadap mortalitas larva A.aegypti selama 8 jam, 16 jam, dan 24 jam. Pada penelitian ini terdapat 3 konsentrasi yaitu 0,02%, 0,04%, dan 0,06% dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mortalitas larva A.aegypti yaitu 20%, 60%, dan 100%. Setelah dilakukan uji probit didapatkan konsentrasi LC50 yaitu 0,031%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga kenanga berpotensi sebagai larvasida terhadap mortalitas larva A.aegypti.
Pengaruh Waktu Penyimpanan dan Jenis Spesimen Air Susu Ibu terhadap Titer Antibodi Golongan Darah O
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1590

Abstract

Titer dan spesifisitas antibodi pada sel darah merah mempengaruhi keparahan suatu penyakit. Air Susu Ibu (ASI) mengandung sekretori IgA, IgM, dan IgG yang berfungsi sebagai pertahanan pertama untuk melawan infeksi mukosa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran dan pengaruh waktu penyimpanan dari jenis spesimen ASI yang berbeda terhadap titer antibodi golongan darah O. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen yaitu dibuat dua kelompok spesimen ASI dan supernatan ASI. Kedua kelompok ASI tersebut disimpan pada suhu ruang dengan variasi waktu penyimpanan, kemudian diperiksa menggunakan hemaglutinasi metode tabung. Hasil penelitian dari kelima data pemeriksaan menunjukkan rentang titer antibodi A dan B  - . Sedangkan pada supernatan ASI menunjukkan rentang titer antibodi A dan B  - , di mana spesimen ASI dan supernatan ASI semakin disimpan lama maka mengalami penurunan titer antibodi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan spesimen ASI dengan nilai p (sig) sebesar 0,034 dan supernatan ASI dengan nilai p (sig) 0,039. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan titer antibodi pada spesimen ASI dan supernatan ASI yang segera diperiksa dan disimpan selama 4 jam pada suhu ruang. Sedangkan hasil uji Friedman terhadap jenis spesimen ASI menunjukkan p (sig) 0,257 sehingga disimpulkan bahwa distribusi data pemeriksaan titer antibodi tidak terdapat perbedaan yang bermakna
HUBUNGAN KEBERSIHAN DIRI DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PESANTREN TANWIRIYYAH CIANJUR TAHUN 2022
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1607

Abstract

Praktik kebersihan diri meliputi kebiasaan penggunaan peralatan dan perlengkapan sehari-hari seperti  kegiatan mencuci tangan, frekuensi penggunaan handuk, sabun,  pakaian,  spray, tempat tidur, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies  pada Santri di Pesantren Tanwiriyyah tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif  yang bersifat analitik. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional atau potong lintang dengan pendekatan observasional. Populasi dari penelitian ini adalah Santri di Pesantren Tanwiriyyah Cianjur tahun 2022 sebanyak 208 orang. Sampel penelitian ini diambil dari populasi yang akan memenuhi kriteria inkluisi dan ekslusi.Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis penelitian dengan Fisher exact menunjukan terdapat hubungan kebersihan diri dengan kejadian skabies pada santri di Pesantren Tanwiriyyah Cianjur tahun 2022 diperoleh bahwa responden yang memiliki kebersihan diri cukup lebih banyak mengalami kejadian skabies. Dari hasil uji statistic didapatkan  nilai p value = 0,000. Hasil analisis penelitian dengan Fisher exact menunjukan terdapat hubungan kebersihan diri dengan kejadian skabies pada santri di Pesantren Tanwiriyyah Cianjur tahun 2022 diperoleh bahwa responden yang memiliki sanitasi lingkungan cukup lebih banyak mengalami skabies. Dari hasil uji statistic didapatkan nilai p value = 0,000.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A DENGAN PENERAPAN PAIN RELIEF METODE COUNTER PRESSURE
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v4i1.1608

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan yang berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga masa nifas. Saat proses persalinan ibu mengalami rasa nyeri fisiologis, dikarenakan adanya kontraksi uterus. Agar rasa nyeri ini berkurang, bidan dapat memfasilitasi pemberian asuhan pain relief metode counter pressure. Asuhan ini dilakukan dengan penerapan evidence based melalui manajemen Varney, hingga dapat disusun menjadi laporan studi kasus. Asuhan ini di mulai sejak Maret hingga Mei 2023, yaitu ketika klien memiliki usia kehamilan 38 minggu hingga masa nifas. Asuhan ini dilakukan di Puskesmas Balubur Limbangan dan di rumah klien yaitu di Desa Dunguswiru. Ketika masa kehamilan, ibu mengalami ketidaknyamanan fisiologis trimester III yaitu pegal pada bagian pinggang dan kencang pada bagian perut. Lalu, pada masa persalinan penulis melakukan penerapan pain relief metode counter pressure yang dievaluasi menggunakan pengukuran skala nyeri numeric rating scale. Klien merespon baik, juga rasa nyeri yang dirasakannya berkurang dan merasa lebih nyaman. Selanjutnya, pada masa nifas tidak ditemukan masalah dan ibu memlih kontrasepsi suntik DMPA. Lalu pada asuhan bayi baru lahir, bayi mengalami penurunan berat badan sebanyak 200 gram pada minggu pertama, penurunan ini masih dalam batas normal karena bayi beradaptasi dengan dunia luar. Selama asuhan komprehensif dilakukan masih terdapat kesenjangan yang terjadi. Antara lain mengenai edukasi nutrisi yang kurang tepat, juga penulis kurang teliti dalam mengategorikan IMT hingga tidak mendeteksi adanya overweight. Setelah asuhan dilakukan, diharapkan bidan dapat menerapkan pain relief metode counter pressure dalam persalinan. Selain itu, bidan juga diharapkan memberikan edukasi sesuai dengan kebutuhan klien dan mendeteksi dini resiko yang dapat terjadi pada klien.