cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko Mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281399091484
Journal Mail Official
jurnal.siliwangi@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Direktorat Politenik Kesehatan Kemenkes Bandung Jl.Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 28071530     DOI : https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1671
Jurnal Kesehatan Siliwangi menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus, pengabdian masyarakat, penelitian kualitatif/dan kuantitatif di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Teknik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles 560 Documents
Pengembangan Video Edukasi GDS untuk Penderita Diabetes Tipe II di Posyandu Nabila Yumna Zhafira; Ridwan Setiawan
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.00.3646

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a global health problem with increasing prevalence, including in Indonesia. Timed blood sugar screening education is important for the prevention of complications. The development of ADDIE-based “VIP-GDS” video media is expected to increase understanding and compliance with routine checks, considering that videos are effective for adult education based on preliminary studies. The objective of developing Video Information Media for Random Blood Sugar Testing (VIP-GDS) for type II diabetes patients at the Cilame Village Community Health Center using the ADDIE model. Methods: This type of research uses the R&D method with the ADDIE model approach (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) with research subjects 43 DM patients at the Cilame Village Area Health Center, The data analysis used in this study is descriptive analysis.Results: shows that the target needs audiovisual media with important aspects such as visual, audio, quality, and duration. The media was declared very feasible, with a material feasibility score of 97.22% and media feasibility of 94.64%. Implementation was carried out with informed consent, pretest, intervention 3 times, posttest. Wilcoxon test analysis showed a significant difference in knowledge before and after the intervention (p < 0.05), namely 0.00 with an increase in knowledge of 51.88%. Conclusion: VIP-GDS media is very feasible as a medium for efforts to prevent DM complications and is proven to have an effect on increasing patient knowledge about GDS examination.
MEDIA EDUKASI VIDEO SEBAGAI UPAYA PROMOTIF PADA KELUARGA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALEENDAH Jeri Sofian; Atin Karjatin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.00.3653

Abstract

Background: The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia increased to 11.7% in 2023. In West Java, there are 570,611 recorded cases, with Bandung Regency ranking second highest (59,205 cases), including 1,540 cases at Baleendah Health Centre. Given this high number of cases, it is necessary to provide education through media to prevent further increases. Objective: To determine the effect of developing educational video media on improving promotive knowledge among families of type 2 diabetes mellitus patients using the 4D model approach. Method: The research employed the 4D development model, consisting of define, design, development (with material testing, media testing, small-scale testing, and pre-experimental testing using a one-group pretest-posttest design involving 37 participants), and dissemination. Results: Needs analysis from the preliminary study indicated that the target audience required educational media in the form of real-life video combined with animated elements. Based on statistical testing, the educational video was declared feasible and effective in increasing participants’ knowledge. The educational video can be accessed at https://youtu.be/uHDU5R7ZntQ?si=KQMpQX2nJ2ENGAuV. Conclusion: The educational video can be utilised as a health promotion medium for promotive efforts related to type 2 diabetes mellitus.
LAPORAN KASUS : PEMENUHAN KEBUTUHAN MP-ASI & TUMBUH KEMBANG PADA BAYI USIA 7 BULAN Rafiqah Tri Zahra; Ina Handayani Handayani; Yohana Wulan Rosaria; Elin Supliyani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.00.4247

Abstract

Masa balita merupakan periode emas yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kurangnya pemahaman ibu mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan anak. Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan pemberian MP-ASI dan stimulasi tumbuh kembang yang tidak optimal. Hal ini berdampak pada gangguan tumbuh kembang, termasuk risiko stunting. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada Bayi A usia7 bulan dengan kebutuhan pemberian edukasi MP-ASI dan pemantauan tumbuh kembang di Puskesmas Cijeruk. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi literatur. Asuhan dilakukan menggunakan pendekatan SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa, Penatalaksanaan). Hasil pengkajian awal didapatkan data subjektif bahwa By.A belum mendapatkan MP-ASI yang sesuai dan belum dilakukan pemantauan tumbuh kembang dan stimulasi secara optimal. Data objektif keadaan umum baik pemeriksaan antopometri Baik pemeriksaan tumbuh kembang dan stimulasi hasilnya meragukan. Analisa yang diperoleh By. A usia 7 bulan dengan kebutuhan pemberian edukasi MPASI dan pemantauan tumbuh kembang. Penatalaksanaan yang diberikan adalah Edukasi mengenai cara pemberian MP-ASI yang tepat, menu makanan bergizi seimbang, serta pentingnya stimulasi motorik dan sensorik sesuai usia berdasarkan Buku KIA. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu dan penerapan edukasi dalam kegiatan sehari-hari. Kesimpulan dari asuhan yang diberikan menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan peran serta ibu dalam pemberian MP-ASI dan pemantauan tumbuh kembang. Disarankan agar tenaga kesehatan secara aktif memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya nutrisi dan stimulasi pada masa balita.
KONSELING INTERAKTIF DENGAN MEDIA LEMBAR BALIK: STRATEGI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP Maudy Fatthurochmah Karlie Maudy; Desi Hidayanti; Anita Megawati Fajrin; Sri Wisnu Wardani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.00.4360

Abstract

Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit menular pada anak, namun cakupannya masih belum optimal di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi adalah melalui edukasi menggunakan media yang mudah dipahami, seperti lembar balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling menggunakan media lembar balik terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai IDL di Puskesmas Tamblong Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Alat ukur berupa kuesioner pengetahuan dan sikap tentang IDL. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan McNemar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu kategori baik dari 70% menjadi 90% dan sikap positif dari 50% menjadi 80%. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dengan nilai p=0,035 (pengetahuan) dan p=0,024 (sikap), serta nilai effect size keduanya dalam kategori medium effect yaitu pengaruhnya cukup sehingga konseling menggunakan media lembar balik dapat digunakan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai IDL. Diharapkan media ini dapat dimanfaatkan secara luas dalam pelayanan kebidanan untuk mendukung keberhasilan program imunisasi nasional.
LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN ANEMIA SEDANG DI RSUD LEUWILIANG Raidatul Jannah; Elin Supliyani; Fauzia Djamilus; Titi Nurhayati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis bagi ibu dan bayi, di mana berbagai komplikasi fisik maupun psikologis dapat terjadi, salah satunya adalah anemia. Anemia nifas yang tidak ditangani dapat menyebabkan subinvolusi uteri, perdarahan, infeksi, penurunan produksi ASI, hingga meningkatkan risiko kematian ibu. Oleh karena itu, asuhan yang tepat sangat penting diberikan. Laporan ini membahas asuhan kebidanan masa nifas pada Ny. S, 20 tahun, P1A0, dengan anemia sedang di RSUD Leuwiliang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi, dan literatur. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan pusing dan lemas, dengan Hb 9,1 g/dl serta tanda klinis anemia. Penatalaksanaan meliputi pemantauan kondisi ibu, edukasi tanda bahaya, konseling nutrisi, dan pemberian tablet tambah darah 60 mg dua kali sehari. Setelah 29 hari, kadar Hb meningkat menjadi 12,4 g/dl tanpa komplikasi lanjutan. Disarankan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi, istirahat cukup, dan menggunakan kontrasepsi. Fasilitas kesehatan diharapkan rutin memeriksa Hb dan memberikan tablet tambah darah selama 40 hari pasca persalinan.
EVIDENCE BASED CASE REPORT (EBCR) PENERAPAN COUNTER PRESSURE MASSAGE PADA KALA I FASE AKTIF Mayang Sabrina; Neneng Widaningsih; Diyan Indrayani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri persalinan fase aktif merupakan keluhan utama yang dapat memengaruhi kemajuan persalinan, yang disebabkan oleh aktivitas fisiologis rahim. Salah satu intervensi non-farmakologis berbasis bukti adalah pijat tekanan balik. Tujuan dari laporan kasus berbasis bukti ini adalah untuk menentukan efektivitas penerapan teknik pijat tekanan balik dalam mengurangi nyeri persalinan fase aktif. Pencarian basis data jurnal digunakan dalam metode laporan kasus berbasis bukti. Basis data jurnal yang digunakan adalah Google Scholar dan PubMed pada tanggal 1 Agustus 2025, menggunakan kata kunci “ibu melahirkan ATAU wanita dalam persalinan DAN pijat tekanan balik DAN nyeri persalinan, nyeri melahirkan,” yang menghasilkan 938 artikel. Seleksi dilakukan menggunakan kriteria inklusi yang terdiri dari artikel yang membahas intervensi pijat tekanan balik pada ibu yang sedang melahirkan, artikel dengan teks lengkap gratis, diterbitkan dalam 5 tahun terakhir, dan desain penelitian yang mencakup setidaknya eksperimen semu, RCT, atau tinjauan sistematis/meta-analisis. Setelah ditinjau menggunakan metode VIA, 2 artikel memenuhi kriteria. Tinjauan jurnal tentang teknik tekanan balik ini menemukan bahwa teknik ini dapat mengurangi nyeri persalinan akibat aktivitas fisiologis rahim. Teknik non-farmakologis ini efektif dalam mengelola nyeri melalui pijat. Dapat disimpulkan bahwa pijat tekanan balik dapat digunakan sebagai manajemen nyeri selama fase aktif tahap pertama persalinan. Kata kunci: Pijat tekanan balik, nyeri persalinan.
ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S DENGAN HEPATITIS B DAN PENERAPAN ENDORPHIN MASSAGE DI PUSKESMAS GARUDA Lailatul Tasya
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan kebidanan berkesinambungan merupakan pelayanan menyeluruh sejak kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Ibu dengan HBsAg reaktif berisiko mengalami transmisi vertikal serta kecemasan selama kehamilan. Endorphin massage merupakan intervensi nonfarmakologis yang membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan relaksasi. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. S dengan HBsAg reaktif melalui pemberian endorphin massage pada kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan tahap keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kondisi ibu dan janin berada dalam batas normal, dengan HBsAg terdeteksi pada usia kehamilan 37 minggu. Endorphin massage diberikan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan menjelang persalinan. Proses persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi, dan endorphin massage membantu sebagai manajemen nyeri. Pada masa nifas, ibu tidak mengalami komplikasi dan intervensi ini mendukung relaksasi serta produksi ASI. Bayi mendapatkan imunisasi Hepatitis B dosis lahir dan HBIG sesuai protokol, dengan kondisi adaptasi baik. Pada tahap keluarga berencana, ibu memilih IUD setelah konseling mengenai keamanan pada kondisi HBsAg reaktif. Simpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan berkesinambungan efektif dalam memantau kondisi ibu dengan HBsAg reaktif serta mencegah komplikasi. Endorphin massage terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kenyamanan ibu. Temuan ini diharapkan menjadi referensi dalam praktik kebidanan, terutama dalam penatalaksanaan ibu dengan risiko infeksi melalui pendekatan komplementer yang aman
CONTINUOUS MIDWIFERY CARE FOR MRS. R WITH THE APPLICATION OF WARM COMPRESS DURING PREGNANCY IN THE WORKING AREA OF THE PACET PUBLIC HEALTH CENTER BANDUNG REGENCY Nadhaafa Nur Karliena; Yulia Ulfah Fatimah; Ida Widiawati; Yulidar Yanti
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Continuity of midwifery care is provided during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. In the case of Mrs. R at the Pacet Community Health Center, warm compresses were used during pregnancy to address back pain caused by postural changes and fetal pressure. Warm compresses can increase blood flow, reduce muscle tension, and have a relaxing effect on maternal physical comfort. Care was continued through postpartum and the newborn period, implementing evidence-based midwifery management. Objective: This report aims to provide continuous care by applying warm compresses during Mrs. R's pregnancy at the Pacet Community Health Center. Methods: This report presents a case study of continuous midwifery care practices, comprising a comprehensive report of evidence-based continuous midwifery care. Results: The mother received three antenatal care visits during her pregnancy. At 39 weeks of pregnancy, she experienced back pain, which was addressed with warm compress therapy. At 40 weeks and 2 days of gestation, a complication of oligohydramnios was discovered, requiring hospitalization. Further examination indicated fetal distress, leading to a cesarean section. The baby was then hospitalized for three days due to infection. The mother's choice of contraception after the cesarean section was an intrauterine device (IUD). Conclusion: Warm compresses can reduce lower back pain in pregnant women. The mother's delivery, which involved oligohydramnios and fetal distress, was performed by cesarean section. The baby was hospitalized for three days due to leukocytosis. She was given cefotaxime and breastfed on demand. During the postpartum period, the mother experienced breast engorgement, which was successfully addressed with breast care. Recommendation: Healthcare workers should continue to improve the quality of care in providing continuous midwifery care.
LAPORAN KASUS BERBASIS BUKTI (EBCR): PENGARUH PIJAT ENDORFIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN Sintia Nurul Hikmah; Djudju Sriwenda; Diyan Indrayani
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses persalinan yang bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stress dan kecemasan yang menyebabkan pemanjangan durasi persalinan. Bidan dapat memfasilitasi penggunaan metode non-farmakologis yang dapat mengurangi rasa nyeri seperti pijat endorphin yang sudah terbukti menghasilkan penurunan skor nyeri persalinan sacara signifikan. Evidence based case report ini bertujuan untuk mengetahui apakah pijat endorphin dapat mengurangi nyeri persalinan kala I di Puskesmas Pacet Kabupaten Bandung. Penelusuran pencarian literatur tentang efektifitas pijat endorphin pada ibu bersalin dilakukan di Pubmed, Scient direct dan Google Scholar kata kunci yang digunakan adalah “Pijat endorphin” dan “nyeri persalinan”. Pencarian artikel dibatasi oleh kriteria inklusi yaitu artikel yang diterbitkan 5 tahun terakhir, berupa artikel full text, dan sesuai pertanyaan klinis. Hasil penelitian ditemukan 1 artikel penelitian dengan metode Quasi Experimental oleh Pujiastutik, dkk.yang memenuhi kriteria inklusi dan telah disaring kemudian dianalisis secara kritis yang menunjukkan bukti bahwa pijat endorphin berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase laten. Setelah meninjau secara kritis penelitian, itu dinyatakan valid, penting, dan berlaku untuk pasien. Pijat endorphin terbukti efektif mengurangi nyeri persalinan kala I fase laten.
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN HIPERTENSI KRONIS SUPERIMPOSED PREEKLAMPSIA: SEBUAH LAPORAN KASUS: Chronic hypertension superimposed preeclampsia: a case report Minhatus Saniyyah Oktafiyani; Fuadah Ashri Nurfurqoni; Maya Astuti; Ina Handayani; Sinta Nuryati
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 189/100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu salah satunya disebabkan oleh gangguan hipertensi dan preeclampsia. Penyebab kematian ibu di Kabupaten Bogor pada tahun 2023 salah satunya yaitu hipertensi sebesar 23,61%. Hipertensi dalam kehamilan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti preeklamsia, eklamsia, dan gangguan pertumbuhan janin. Tujuan asuhan pada kasus ini yaitu untuk memahami dan melakukan asuhan kebidanan pada Ny.A usia 41 tahun dengan Hipertensi Kronis Superimposed Preeklampsia di RSUD Leuwiliang. Metode yang digunakan adalah laporan kasus. Bentuk pendokumentasiannya yaitu SOAP sedangkan teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, studi dokumentasi, dan studi literatur. Hasil pengkajian data subjektif Ny.A usia 41 tahun usia kehamilan 42 minggu dengan keluhan hipertensi sejak sebelum masa kehamilan, dan bengkak pada wajah dan kaki. Data objektif keadaan umum sedang, kesadaran compos mentis, tekanan darah 150/90 mmHg, TFU 29 cm, DJJ 130x/menit teratur, pemeriksaan dalam pembukaan 9 cm, protein urin positif 2. Analisa yang didapat Ny.A usia 41 tahun dengan hipertensi kronis superimposed preelampsia. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu pemberian obat oral methyldopa 500mg dan nifedipine 10mg, pemasangan infus NaCl 100 cc + 4 gr MgSO4 40%, infus RL 500 cc + 5 IU oksitosin, melakukan asuhan persalinan, pemberian dosis pemeliharaan MgSO4 selama 24 jam pasca persalinan. Asuhan yang telah diberikan kepada pasien sudah sesuai dengan SOP rumah sakit. Setelah dilakukan asuhan pada Ny.A, pasien mengalami perubahan tekanan darah pasca persalinan, serta preeclampsia ibu dapat tertangani. Diharapkan pasien dapat memperhatikan kondisi kesehatan diri terutama tekanan darahnya.