cover
Contact Name
Petrus A. Andung
Contact Email
petrusanaandung@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jikom@undana.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Undana Jl. Adisucipto, Penfui, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi
ISSN : 22524592     EISSN : 27455769     DOI : https://doi.org/10.35508/jikom.v12i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Communio focuses on publishing research on contemporary topics in the field of Communication Science from various perspectives, including: 1. Mass Communication including Media and Journalism Studies 2. Public Relations and Marketing or Business Communication 3. Intercultural or Cross-Cultural Communication 4. Tourism Communication
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018): July" : 8 Documents clear
Penerapan Pesan Literasi Media oleh Perempuan dalam Keluarga (Studi Terhadap Keluarga di Kota Kupang) Ferly Tanggu Hana; Struce Andriyani
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2022

Abstract

This study is focused on identifying domestic media literacy messages of families in Kupang City. The author was interested in figuring out the application of media literacy messages by women (housewives) within family. The research question for this study was: How is the application of media literacy messages by women in families in Kota Kupang, NTT?. The aim to be achieved was to find out the application of media literacy messages by housewives in the family. The method used was in-depth interviews with housewives in various professions and educational backgrounds in Kota Kupang, NTT. The results of the study showed that media literacy messages have been conveyed in the informants' families, such as rules of media consumption either through TV or the Internet. These messages were dominated time constraint on watching TV or accessing Internet and the selection of certain broadcast contents. However, assisting process which is actually an important part of the media literacy process has not been applied by the informants. Keywords: Communication, Housewives, Media Literacy, Family
Makna Tu’u Belis bagi Masyarakat Kelurahan Mokdale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Christy Pratiwi Magdalena Fanda; Lukas L. Daga; Syamsuriadi Syamsuriadi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2023

Abstract

The culture of each region varies both arts, home form, the procedure of marriage and other social traditions, this shows a multi-cultural society. This difference becomes own peculiarities for Mokdale village society. Mokdale village society has a distinctive tradition, that is Tu'u Belis tradition, this tradition is a tradition practiced by generations as it has its own value and meaning in social life. This study aims to determine the meaning Tu'u Mokdale Belis for the village society. The study was conducted in the village of Mokdale. Informan in this research is the general public who were four people with two criteria of the traditional leaders and the two society leaders. Data for this study were obtained from the results of observations, interviews, documentary studies and analyzed descriptively qualitative. The results showed that the meaning Tu'u Mokdale Belis for the village society is to strengthen the relations between familial and kinship as well as ease the burden in the payment of bride price. Tu'u Belis deemed to have solidarity value in establishing kinship systems such as mutual help among men’s family in terms of fund-raising to pay the magnitude bride price on the part of Women. This will take place on a reciprocal basis. Tu'u Belis traditions have also been associated with symbolic interaction theory, this is shown by the interaction between the groom's family and the local society and in the implementation, Tu'u Belistradition becoming the socialization process from of generation to generation by the individual to the society.
Jurnalisme Empati dalam Berita www.antaranews.com tentang HIV dan AIDS di Kota Kupang Monika Wutun
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2038

Abstract

Penelitian jurnalisme empati dalam berita www.antaranews.com tentang HIV dan AIDS di Kota Kupang bertujuan mendeskripsikan strategi framing Pan dan Kosicki yang dijalankan LKBN Antara Biro NTT. Strategi framing dalam penulisan berita HIV dan AIDS ini, kemudian dielaborasikan dengan prinsip penulisan dalam paradigma jurnalisme empati yang lebih menekan sisi human interest dalam proses produksi berita sejak dari mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi. Proses peliputan yang empatik akan tampil dalam berita, sebab berdasarkan hasil analisis dan pembahasan temuan penelitian diperoleh LKBN Antara Biro NTT belum menerapkan jurnalisme empati dalam penulisan berita HIV dan AIDS. Juga masih mengedepankan peliputan peningkatan angka kasus yang terkesan sebagai berita bombastis sebab sudah pasti dari tahun ke tahun temuan kasus akan meningkat akibat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dengan adanya lembaga Komisi Penanggulangan AIDS di berbagai tingkatan. Karena itu sebagai saran penelitian, diharapkan media massa di Kota Kupang khususnya LKBN Antara biro NTT untuk mulai menulis berita HIV dan AIDS lewat strategi framing yang tepat seperti menentukan unsur sintaksislewat upaya membuat lead lebih humanis, atau skrip lewat 5W+1H dengan mulai membuat unsur who menjadi 2 orang yakni dari otoritas berwenang serta ODHA atau para pejuang HIV dan AIDS. Tidak lupa strategi tematik lewat pilihan kata sesuai UNAIDS Terminology Guidelines dan retoris yang lebih humanis, serta retoris dengan pilihan gambar/grafis yang tepat.
Fungsi Komunikasi Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Remaja di Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang Lony Novitha Kadja Rihi; Yeremia Djefri Manafe; Ferly Tanggu Hana
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2039

Abstract

Communication is a process of delivering information (messages, ideas) from one party to another. The form of communication activities used are to write, read, speak and listen to others speak. The purpose of this thesis is to know the function of family communication in the formation of teen personality in Sikumana Village, Maulafa District, Kupang City. This research was conducted in Sikumana Village, RT 014 / RW 006 by taking the object of family communication function in the formation of teen personality. This study examines the function of family communication in the formation of teen personality. This research type is descriptive qualitative, that is studying data obtained in field by using data in the form of written or oral sentence, behavior, phenomenon, event of knowledge or object of study with emphasize on understanding, thinking and perception of researcher. The informants of this study are the people who are determined by purposive sampling, that is selected based on certain considerations that informants are considered competent in answering the questions of researchers. Primary data was obtained through interviews with resource persons at the time of the study. Secondary data is obtained through literature study in the form of books, journals and so on that related to the problem under study.The results obtained, showing the function of family communication in the formation of teen personality refers to the daily activities of the family. The function of family communication used in this research there are 2 functions, namely Social Function and Cultural Function. Apparently in Sikumana Village, RT 014 / RW 006, teenage personality is often complained of the unruly personality. This happens because the lack of attention from parents because of busy with work, family communication functions that do not work properly, teenagers who become disobedient to parents, lazy school, so that children listen to more peers and spend more time with friends, friend. The conclusions of this study indicate that the family communication function that occurs in Kelurahan Sikumana using Social Functions and Cultural Functions in shaping teen personality and expectations of parents so that their teenagers can become a better person without damaging their future.
Adaptasi Komunikasi Masyarakat Asal Pulau Jawa di Kota Kupang Mas’amah Mas’amah
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2040

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini, lazim dtemui perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Perpindahan ini bisa disebabkan karena tuntutan pekerjaan, menempuh pendidikan tinggi ataupun sekedar jalan-jalan. Kota Kupang merupakan tempat banyak dikunjungi oleh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, sehingga banyak pendatang yang mengalami proses adaptasi komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses adaptasi komunikasi, kendala yang dihadapi dan cara mengatasi kendala dalam proses adaptasi komunikasi masyarakat Asal Pulau Jawa Di Kota Kupang. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pengurangan Ketidakpastian, Adaptasi Komunikasi, dan bentu-bentuk hubungan antar etnik. Sedangkan paradigma penelitian ini adalah konstruktivis, metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, subyek penelitian adalah orang tua wali siswa SDN Angkasa Kota Kupang. Informan penelitian ini detentukan dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses adaptasi dan komunikasi para informan mengalami berbagai masalah, seperti tidak memahami bahasa lokal, yang berakibat munculnya rasa khawatir ketika akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Adapun cara mengatasi masalah tersebut adalah dengan berusaha memahami bahasa lokal, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan lingkungann seperti arisan dan pengajian
Dinamika Masyarakat dalam Proses Adaptasi Budaya Cristina Agnes Pongantung; Yeremia Djefri Manafe; Yohanes K. Nula Liliweri
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika masyarakat dalam proses adaptasi budaya pada pendatang baru perumahan Bougenville Indah Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode Deskriptif dan Teori yang digunakan adalah Teori Adaptasi Budaya untuk menelaah proses adaptasi pendatang baru perumahan Bougenville Indah. Subyek dari penelitian adalah Pendatang Baru perumahan Bougenville Indah dan unit analisisnya adalah pada 5 orang pendatang baru yang masing-masing berasal dari Bima, Bogor, Medan, Makassar, dan Manado. Data yang digunakan untuk menunjang penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi.Teknik analisis data yang dipakai oleh peneliti menggunakan 3 tahapan meliputi: Reduksi Data, Display Data dan Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Individu dalam masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan melalui proses belajar dimana dalam prosesnya berlangsung secara cepat maupun lambat. Proses perubahan dalam masyarakat disebut dinamika masyarakat. Dinamika masyarakat pendatang baru perumahan Bougenville Indah dalam proses adaptasi budaya meliputi proses Internalisasi yakni masyarakat pendatang baru mendekatkan diri dengan masyarakat lokal dengan mempelajari bahasa dan dialek masyarakat local setempat untuk berkomunikas dengan masyarakat lokal. Proses Sosialisasi yakni masyarakat pendatang baru menunjukkan partisipasi aktif mereka dalam lingkup masyarakat dengan ikut terlibat dalam pemilihan kepala desa dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai lambing atau symbol komunikasi pendatang baru bahwa mereka mau berbaur dengan masyarakat local setempat. Proses Enkulturasiyakni proses pembudayaan yang dilakukan oleh masyarakat pendatang baru dengan mengikuti acara kumpul keluarga dan juga ikut melayat orang yang meninggal yang pada akhirnya akan melahirkan pola komunikasi yang baik dalam proses adaptasi masyarakat pendatang baru dengan masyarakat lokal. Proses Difusi yakni penyebaran unsure kebudayaan yang dilakukan oleh masyarakat pendatang baru dal hal ini memperkenalkan kuliner asal daerah kepada masyarakat lokal.Dalam konteks ini, komunikasi merupakan alat yang digunakan oleh masyarakat pendatang baru dalam memperkenalkan kuliner daerah asal kepada masyarakat lokal.Para pendatang baru ingin memperkenalkan identitas budaya asal mereka kepada masyarakat lokal.Hal ini juga bertujuan untuk memperkaya budaya local setempat.
Konstruksi Makna Lansia pada Dunia Kerja dalam Film The Intern Fredriek. H. B. Radja; Lukas. L. Daga; Silvania S. E. Mandaru
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konstruksi makna lansia pada dunia kerja dalam film The Intern. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Semiotika John Fiske dengan memakai kode-kode sosial John Fiske yaitu Level Realitas, Level Representasi dan Level Ideologi. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan kode televisi yaitu, pada level realitas konstruksi makna lansia yang dibentuk adalah seorang lansia memiliki kecendrungan untuk tampil formal dalam berbagai kesempatan. Seorang lansia juga masih memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri dan bekerja untuk memberikan sisa-sisa kemampuannya. Banyaknya pengalaman yang dimiliki membantu dalam memecahkan berbagai persoalan yang sedang terjadi. Pada level representasi konstruksi makana lansia yangt dibentuk adalah seorang lansia masih memiliki hasrat untuk memberikan kemampuan terbaiknya dan beradaptasi dengan perkembangan zaman (teknologi). Lansia membutuhkan penerimaan dalam lingkungan di mana dirinya berada sehingga memudahkan proses beradaptasi.Pada level ideologi konstruksi makna lansia yang dibentuk adalah seorang lansia memiliki sikap rendah hati dan bersedia membantu dan bekerja sebaik mungkin dalam lingkungannya. Lansia memiliki prinsip kerja yang dijunjung tinggi oleh dirinya. Selain itu seorang lansia bersedia mendengarkan arahan agar memudahkan dirinya untuk beradaptasi terhadap lingkungan barunya.
Peningkatan Peran Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Menjaga Kebhinekaan dalam Kehidupan Kebangsaan Blajan Konradus
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v7i2.2043

Abstract

Diskursus seputar penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di tengah realitas sosial kehidupan berbangsa di Negara Indonesia seolah-olah berwajah ganda. Pertama, diskursus dengan tema penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ini seakan-akan ingin menunjukkan betapa negara (baca: Pemerintah Indonesia, melalui kementerian terkait) begitu peduli terhadap rakyatnya (baca: masyarakat bangsa Indonesia) yang sejatinya adalah masyarakat multikultur terbesar di dunia, dan Kedua, diskursus dengan tema penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sama ini sesungguhnya juga secara tidak langsung mau mempertontonkan betapa rapuhnya komintmen dari sejumlah elemen masyarakat bangsa Indonesia ini dalam mengimplementasi kesadaran sekaligus kebanggaan sebagai warga negara Indonesia yang memang secara nyata merupakan negara multikultur terbesar di muka bumi ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 8