cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 25 Documents clear
Elastisitas Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Padang Tahun 2010-2013 dan 2014-2017 Tiara Mulyani; Rahmanelli .; yudi antomi
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.385

Abstract

ABSTRACT The study aims to determine the magnitude of employment and GRDP in the city of Padang, the level of elasticity of employment in each sector as well as the leading economic sectors of the Padang City region in 2010-2013 and 2014-2017. This type of research is quantitative descriptive. Data analysis is an analysis of the growth of employment, the level of labor elasticity and analysis of Location Quotient and Shift Share. The results of the study show that: (1) The amount of employment in the City of Padang in 2010-2013 were 16,65% and years 2014-2017 were 4,40% and growth of PDRB Padang in 2010-2013 were 8,33% and years 2014-2017 were 5,95%, (2) The level of elasticity of employment in Padang in 2010-2017 is inelastic , and (3) The leading sectors of the economy of the Padang City region in 2010-2013 and 2014-2017, the highest percentage of economic growth is the construction sector and the lowest is the processing industry. Keywords: Labor elasticity, leading sector,
Analisis Pola Persebaran dan Aksesibilitas Masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Cici Febrianty; Hendry Frananda
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.389

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola persebaran dan aksesibilitas masjid di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar. Ada sebanyak 34 masjid yang tersebar di 8 nagari di Kecamatan Batipuh. Berdasarkan tipologinya masjid-masjid ini terbagi atas Masjid Besar, Masjid Bersejarah dan Masjid Jami’. Jenis penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masjid yang berada di Kecamatann Batipuh. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 masjid. Hasil penelitian ini menemukan bahwa persebaran masjid secara umum memiliki pola pola acak (Random Patten) dengan indeksnya 1.13, yang tersebar sebanyak 34 masjid yang terdiri dari Masjid 2 Besar, 3 Masjid Bersejarah dan 29 Masjid Jami’ yang terdapat di 8 nagari. Sedangkan untuk pola persebaran masjid jami’ memiliki pola seragam (disprersed pattern) dengan indeks tetangga terdekatnya 1.46 dengan jumlah masjid sebanyak 29 masjid. Untuk aksesibilitas masjid-masing masjid dianalisis dengan menggunakan analysis network dengan menggunakann rute tercepat yang diukur dari pusat pemerintahan kecamatan dan nagari. Kata kunci: Pola Persebaran dan Aksesibilitas Abstract This study aims to describe the pattern of distribution and accessibility of mosques in Batipuh Subdistrict, Tanah Datar District. There are 34 mosques in 8 villages in Batipuh District. Based on the typology, the mosques are divided into the Great Mosque, the Historical Mosque and the Jami Mosque. This type of research is a description with a quantitative approach. The population in this study were all mosques in Batipuh Subdistrict. The population in this study was 34 mosques. The results of this study found that the distribution of mosques generally had a Random Patten pattern with an index of 1.13, spread over 34 mosques consisting of 2 Large Mosques, 3 Historical Mosques and 29 Jami Mosques in 8 nagari. Whereas the pattern of distribution of jami 'mosques has a disprersed pattern with the nearest neighbor index of 1.46 with a total of 29 mosques. For the accessibility of mosques each mosque was analyzed using analysis network by using the fastest route measured from the center of the district and nagari government. Keywords: Distribution and Accessibility Patterns
Analisis Implementasi Perencanaan Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya Dari Tahun 2011-2017 viki novita; Ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya (2) mengetahui penyebab ketidaksesuaian pembangunan dngan rencana pola ruang Kabupaten Dharmasraya (3) mengetahui permasalahan yang akan ditimbulkan jika terjadinya ketidaksesuaian pembangunan dengan perencanaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik analisis overlay dan calculate geometry. Berdasarkan anilisis data ditemukan terjadinya ketidaksesuain antara pembangunan dengan perencanaan dalam RTRW yakni pada kawasan perkebunan, permukiman, persawahan, pertanian lahan kering dan hutan rakyat. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengawasan pemerintah terhadap pemanfaatan ruang, Satuan Kerja Perangkat Daerah tidak terikat dengan RTRW dan peta status lahan tidak menjadi pertimbangan dalam RTRW
PERUBAHAN GARIS PANTAI DI NAGARI SUNGAI PINANG KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN ahmad Rusdi Kamal; Triyatno .; Widya prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.397

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui berapakah nilai dari aktivitas gelombang (panjang gelombang,kecepatan gelombang, energi gelombang, dan tinggi hempasan gelombang). (2) Untuk mengetahui nilai transportasi sedimen. (3) Untuk mengetahui nilai faktor penentu (Go) abrasi/akresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran di lapangan, observasi, dan dokumentasi penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pantai akan mengalami abrasi ketika nilai Go < 0.0556, pantai dikatakan akresi ketika nilai Go > 0.111 dan pantai seimbang apabila nilai Go berada diantara 0.0556 sampai 0.111. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata- rata panjang gelombang(Lo) pada saat itu di daerah penelitian adalah 293.006 meter. rata-rata kecepatan gelombang(V) pada saat itu di daerah penelitian adalah 19.93 meter/detik. rata-rata energi gelombang(E) pada saat itu di daerah penelitian maka nilai energi gelombang keseluruhan sekitar 0.278 Kg/s2 . rata-rata tinggi hempasan gelombang(Hb) pada saat itu di daerah penelitian adalah sekitar 0.617 meter. rata-rata daya angkut transport sedimen pada saat itu di daerah penelitian adalah sebesar 75,764 meter3/hari. Pada daerah penelitian pantai yang mengalami abrasi terdapat pada titik sampe II dan IV, pantai yang mengalami akresi terdapat pada titik sampel I, dan pantai yang mengalami seimbang terjadi pada titik sampel III dan V.
FOREST LAND CONVERSION CONVERSION TO SETTLEMENT IN LIMA PULUH KOTA DISTRICT Mesa Gusmelia; iswandi U; Triyatno .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.407

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui perubahan tutupan lahan hutan menjadi permukiman di Kabupaten Lima Puluh Kota. 2) mengetahui kesesuaian perubahan tutupan lahan hutan menjadi permukiman dengan RTRW Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa data sekunder yang terdiri dari data numeric yaitu data yang berupa angka yang diperoleh dari instansi terkait dan data peta. Teknik analisa data yang digunakan adalah overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perubahan luas tutupan lahan hutan menjadi permukiman di Kabupaten Lima Puluh Kota selama kurun waktu 22 tahun dari tahun 1996 – 2018 yang didapat melalui analisis peta tutupan lahan tahun 1996, 2006, 2018. Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami perubahan luas hutan sebesar 2.195,27 Ha yang berubah menjadi lahan permukiman. 2) perubahan tutupan lahan hutan menjadi lahan permukiman yang sesuai dengan RTRW Kabupaten lima puluh kota sebesar 305,967,68 Ha dan yang tidak sesuai sebesar 1.969,3 Ha.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERANAN DOSEN PENASEHAT AKADEMIK DI PRODI PKK FPP UNP mutia indah Meliska; Ernawati .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.409

Abstract

ABSTRACT This research discusses the alertness of the studentsin agreement with academic advisors for academic guidance given 2 out of 5 indicators,namely : fillingout study plan cards, and changing courses. The population study was 457 students. Sampling methods is the proporsional random sampling.The sample of this research was 92 students. Techniques for collecting data using a questionnaire. Data were analyzed throught descriptive analysis with the method of the categorizing assessment based on the average score and assessment percentage. The result of the research concluded that respondents’ level of the achievement in the indicators 1) filling out the study plan cards 68,45% stated quite well, and 2) changes in the course 66,12% stated fairly well. Keywords:The role ofacademic advisors, academic guidance
Pemetaan Palang Merah Remaja (PMR) di Kota Padang noveri yarmansyah; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.411

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran Palang Merah remaja, Kegiatan Palang Merah Remaja SMP/MTs dan SMA / SMK / MAN di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriftif. Data dikumpulkan melalui survey lapangan dan wawancara. Teknik analisis data yaitu menggunakan aplikasi (software) Sistem Informasi Geografi yaitu Arcgis 10.1. Penelitian ini memperoleh : (1) peta sebaran Palang Merah Remaja (PMR), pada tingkat SMA/SMK/MAN terdapat 34 titik sekolah yang memiliki PMR. Sedangkan pada tingkat SMP/MTs terdapat 23 titik sekolah yang memiliki PMR. (2) kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) SMP/MTS dan SMA/SMK/MAN di Kota Padang. Pada tingkat SMP/MTs terdapat 15 sekolah yang aktif kegiatan PMR nya dan terdapat 8 sekolah yang kegiatannya tidak aktif. kegiatan PMR pada tingkat SMP semuanya sama yaitu: PAB, Diklat, Latihan Gerakan, Mubes, Pelantikan Pengurus, Ltihan Mingguan, Kepemimpinan kesiapsiagaan bencana, PK. Pada tingkat SMA/SMK/MAN terdapat 29 sekolah yang aktif kegiatan PMR nya, dan 5 sekolah yang kegiatannya tidak aktif adapun kegiatan nya antara lain PAB, Diklat,Latihan Pendalaman, Mubes, Pelantikan Pengurus, Pelantikan anggota, TDO, Lomba Oasis, Lomba Jumbara, Latihan Gabungan, Simulasi Gabungan, Donor Darah, Tim Medis, Bakti Sosial, Pertolongan Pertama. Kata Kunci: Pemetaan, Palang Merah Remaja, Padang Abstract This study aims to view about distrbution all of Youth Red Cross in Padang City, and the activities of the Youth Red Cross (PMR) of JHS / MTS and SHS / VHS / MAN in Padang City. This study use quantitative approach. Data collection tools use field surveys, interviews. Data analysis techniques are used, first, by using Global Positioning System (GPS) and processed using the Geographic Information System (software) application, Arcgis 10.1. The results showed that: (1) the Youth Red Cross (PMR) distribution map, at the level of SMA / SMK / MAN there were 34 school points that had PMR. There are 23 school / junior high school / junior high school level points that have PMR. (2) the activities of the Junior Red Cross (PMR) of SMP / MTS and SMA / SMK / MAN in Padang City. At the SMP / MTs level there are 15 schools that are active in PMR activities and there are 8 schools whose activities are not active. PMR activities at the junior high school level are all the same: registration of new members, Education and Training, Exercise Movement, Great Deliberations, Inauguration of Administrators, Weekly Exercises, Disaster Preparedness Leaders, Family Equipment. At the SMA / SMK / MAN level there are 29 schools that are active in their teenage Red Cross activities. And 5 schools whose activities are not active as for their activities include registration of new members, Education and Training, Deepening Training, Large Deliberations, Inauguration of Administrators, Inauguration of members, Basic training of organizations, Oasis Contest, Happy Service Meeting Competition, Joint Training, Combined Simulation, Blood Donors, Medical Team, Social Service, First Aid. Keywords: Mapping, Youth Red Cross, Padang
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR MINUM ISI ULANG DAN SUMBER AIR BAKU DARI GUNUNG TALANG, BUNGUS DAN BUKIT GADO-GADO Aidila Fitri Fitri; Widya Prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.412

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas sumber air baku dan air minum isi ulang meliputi parameter kimia (Fe dan Mn) dan mengetahui persebaran kandungan logam Fe dan Mn pada sumber air minum isi ulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel berupa 3 sumber air baku dan 5 air minum isi ulang. Analisis data dilakukan dengan metode AAS dan analisis secara spasial menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Pada sampel SABG kandungan Fe telah melebihi konsentrasi yang diperbolehkan menurut Kepmenkes RI Nomor 492 tahun 2010 yaitu 0,305 mg/l. Jenis batuan yang terdapat di sekitar sumber air baku SABG terdiri dari Qtau dan Qh yang mengandung zat – zat kimia terlarut berkadar cukup tinggi. Kata kunci : AAS, FE dan Mn, Jangkauan Abstract This study aims to obtain an overview of the quality of raw water sources and refill drinking water including chemical parameters (Fe and Mn) and find out the distribution of Fe and Mn content in refill drinking water sources. The method used in this study is quantitative descriptive. The sampling technique used was purposive sampling. The sample is in the form of 3 raw water sources and 5 refill drinking water. Data analysis was carried out using the AAS method and spatial analysis using the Inverse Distance Weighted (IDW) interpolation method. In the SABG sample the content of Fe has exceeded the permissible concentration according to the Minister of Health Decree No. 492 of 2010 which is 0.305 mg / l. The types of rock found around SABG raw water sources consist of Qtau and Qh which contain high levels of dissolved chemicals. Keywords: AAS, FE and Mn, Range
The STUDI KARAKTERISTIK LAHAN TERHADAP LONGSOR DI KELURAHAN BALAI GADANG KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Rizki Putra; Helfia Edial; Widya Prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.417

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Balai Gadang yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan dan tingkat ancaman bencana longsor di Kelurahan Balai Gadang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, sampel diambil berdasarkan kemiringan lereng dan variasi penggunaan lahan. Teknik analisa data yang digunakan adalah melakukan penjumlahan seluruh pengharkatan (14 kriteria). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ancaman longsor rendah terdapat pada daerah “Bukit Cubadak” dan jalan alternatif “Padang – Solok” dengan kemiringan lereng 25 – 30 % dan penggunaan lahan kebun campuran. Tingkat ancaman longsor sedang dengan kemiringan lereng 40 – 50 % dan penggunaan lahan hutan terdapat pada kawasan “Bukit Barisan”. Tingkat ancaman longsor tinggi dengan kemiringan lereng 40 – 50% dan penggunaan lahan kebun campuran dan permukiman terdapat pada daerah” Anak Air” dan dan “Batu Gadang”. Kata Kunci : Karakteristik Lahan, Longsor ABSTRACT This research was conducted in Balai Gadang Village which aims to determine the characteristics of the land and the level of threat of landslides in Balai Gadang Village. The method used in this research is quantitative descriptive. The sampling technique used was purposive sampling, samples were taken based on slope and variations in land use. The data analysis technique used is to summarize all awards (14 criteria). The results showed that the threat of low landslides was found in the Bukit Cubadak area and the alternative road Padang - Solok with a slope of 25 - 30% and mixed garden land use. The level of threat of moderate landslides with slopes of 40 - 50% and forest land use is found in the Bukit Barisan area. The threat of high landslides with slopes of 40 - 50% and the use of mixed garden and settlement areas are in the area of ​​Anak Air and and Batu Gadang. Keywords: Land Characteristics, Landslides
Mapping the Distribution of Basic Substrate of Pasumpahan Island in Padang City Ahmad fadil; Widya Prarikeslan; ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v3i2.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tentang kondisi terkini substrat dasar perairan Pulau Pasumpahan, Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah analisis citra dan survei lapangan. Penentuan sampel yaitu secara purposive sampling, pertimbangan dalam penelitian ini adalah berdasarkan kedalaman dan penampakan substrat dasar perairan, kedalaman yang dipilih yaitu antara 3-10 m dan substrat dasar perairan yang berupa terumbu karang, sehingga muncul 4 titik stasiun pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran substrat dasar perairan Pulau Pasumpahan didominasi oleh terumbu karang yaitu sebesar 59%, yang terdiri dari karang hidup 36% dan karang mati 23%, kemudian sisanya terdiri dari abiotik berupa pasir, batuan, lumpur sebesar 41%. Kata Kunci : Karang, Peta, Substrat perairan

Page 2 of 3 | Total Record : 25