cover
Contact Name
Ngudiyono
Contact Email
portalabdimas@unram.ac.id
Phone
+628123736955
Journal Mail Official
portalabdimas@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram Jl. Majapahit No 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) +62-0370-636126
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PORTAL ABDIMAS
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 29864577     DOI : https://doi.org/10.29303/portalabdimas.v1i1
PORTAL ABDIMAS, merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat sebagai sarana publikasi bagi para akademisi dan pihak-pihak terkait dalam bidang pengembangan dan penerapan IPTEKS yang berhubungan dengan keteknikan, lingkungan, biosains, kesehatan, gizi, agroindustri, agrobisnis, sosial, ekonomi, humaniora dan lain lain. Artikel dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Tulisan harus asli, bukan merupakan terjemahan atau saduran dari artikel lain yang belum dan tidak akan dipublikasikan dalam jurnal yang lain.
Articles 65 Documents
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Melalui Sosialisasi Mitigasi Keruntuhan Bendungan Meninting Dewandha Mas Agastya; Hasyim; Rohani; Eko Pradjoko; Evrianti Syntia Dewi; Muhammad Fauzan Muhtadi
Portal ABDIMAS Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dym17464

Abstract

Rencana Tindak Darurat (RTD) merupakan bentuk antisipasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan bendungan. Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015 diharapkan kegiatan rencana tindak darurat dapat mengurangi dampak akibat keruntuhan bendungan yang dapat menyebabkan korban jiwa dan kerugian materi. Bencana keruntuhan bendungan ditandai dengan terjadinya overtopping yang menyebabkan terjadinya erosi dan longsoran pada bagian tubuh bendungan (main dam). Keruntuhan ini menyebabkan debit dengan kecepatan tinggi mengalir ke hilir bendungan dan menggenangi pemukiman dan lahan pertanian. Salah satu desa yang terletak di hilir bendungan yaitu Desa Gegerung dan berjarak 5 km dari hilir bendungan. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang risiko keruntuhan bendungan, minimnya pengetahuan mitigasi dan belum adanya pelatihan ataupun simulasi mitigasi, serta kurangnya rambu jalur evakuasi dan titik pengungsian. Kajian dan sosialisasi rencana tindak darurat kepada masyarakat di Desa Gegerung sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan mengetahui prosedur evakuasi yang tepat. Kegiatan mitigasi bencana keruntuhan bendungan meliputi beberapa kegiatan yaitu pembuatan peta kondisi terdampak dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi dihadari oleh Kepala Desa Gegerung, Kepala Dusun, anggota Bintara Pembina Desa dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram. Sosialisasi dilaksanakan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi yang sangat baik oleh masyarakat dengan antusias mendengarkan dan aktif dalam diskusi tanya jawab yang komunikatif. Adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat lebih tanggap pada kondisi darurat. 
Penyuluhan Sambungan pada Rumah Sederhana Tahan Gempa di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Fathmah; I Nyoman Merdana; Suparjo; Akmaluddin; Buan Anshari; Ni Nyoman Kencanawati
Portal ABDIMAS Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/428fmm85

Abstract

Rentetan gempa besar di pulau Lombok tahun 2018  desa Guntur Macan hampir semua bangunan terjadi kerusakan ada yang ringan bahkan sampai yang berat diakibatkan karena desa Guntur macan dekat dengan lokasi sumber gempa dan kondisi geologis Guntur macan yang berpasir, serta bangunan yang tidak tahan gempa, Metode pelaksanaan PKM dimulai dari survey ke desa Guntur Macam berupa permintaan langsung dari penduduk desa untuk memberikan materi sambungan pada bangunan/rumah tahan gempa, penyuluhan yang diberikan perlunya bangunan tahan gempa,detailing sambungan sambungan pada bangunan tahan gempa baik pada balok-kolom, stek slof-dinding, stek kolom-dinding, stek ring balok-dinding, sambugan pondasi kolom, stek pondasi-slof, dan sambungan kuda kuda. Diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi tentang materi yang sudah diberikan. Hasil kegiatan sosialisasi ini juga menunjukkan tingkat antusias dan respon peserta atas pertanyaan-pertanyaan tim pengabdian setelah usai pemaparan materi.
Edukasi Rumah Sehat Sejak Usia Dini Melalui Lomba Mewarnai di PAUD Raudhatul Athfal (RA) Al-Ma’arif Desa Bonjeruk, Lombok Tengah Tri Sulistyowati; Ngudiyono; Didi Supriyadi Agustawijaya; Ismail Hoesain Muchtaranda; Muhajirah; Salehudin; Mualan Tunandar Hakti
Portal ABDIMAS Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wwh2x676

Abstract

Penerapan pola hidup sehat melalui lingkungan rumah sehat yang bersih perlu ditanamkan sejak dini untuk membentuk karakter generasi masa depan yang peduli kesehatan. Masa kanak-kanak merupakan periode emas (golden age) di mana pembentukan kebiasaan hidup sangat krusial. Lingkungan rumah merupakan tempat pertama anak berinteraksi, namun kesadaran akan standar rumah sehat seringkali masih rendah. Pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting untuk membangun pondasi kesehatan jangka panjang dan mencegah penyakit infeksi maupun kronis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada anak-anak PAUD RA Al-Ma’arif Desa Bonjeruk mengenai konsep rumah sehat melalui pendekatan kreatif berupa lomba mewarnai. Metode yang digunakan adalah pemberian materi singkat mengenai ciri-ciri rumah sehat, seperti ventilasi udara, pencahayaan alami, dan kebersihan lingkungan yang kemudian divisualisasikan melalui media gambar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak-anak terhadap elemen dasar hunian sehat serta tingginya antusiasme peserta dalam mengekspresikan pesan kesehatan melalui karya seni. Lomba mewarnai ini terbukti menjadi instrumen edukasi yang efektif karena menggabungkan unsur bermain dan belajar, sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan rumah lebih mudah diserap dan diingat oleh anak usia dini. Penanaman konsep rumah sehat sejak usia dini bukan hanya tentang menjaga kebersihan fisik bangunan, tetapi juga membangun budaya sehat yang berkelanjutan. Diperlukan kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Efektivitas Model Edukasi Partisipatif dalam Meningkatkan Literasi Konservasi Air melalui Implementasi Biopori di Desa Tampak Siring Ahmad Sazili; Lalu Beni Jayusman; Chrisnanti Nadira Ayu Putri; Hizbi Maulina; Rohayanti; Adinda Mariska; Dinda Arini Octavianty; Ditha Zanetti Octavia; Rami Laili Yanti; Muhammad Sahrul Adami; Alifa Najmi Ariz Zaennuri
Portal ABDIMAS Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/636gwj17

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dilaksanakan sebagai respons atas permasalahan lingkungan berupa rendahnya daya serap tanah terhadap air hujan, tingginya limpasan permukaan, serta belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga. Permasalahan ini menjadi penting untuk ditangani karena karakter desa yang agraris sangat bergantung pada kualitas tanah dan ketersediaan air dalam menunjang produktivitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa adanya upaya konservasi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan, menurunnya kesuburan tanah, dan meningkatnya volume sampah organik. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi kegiatan sosialisasi tentang pentingnya konservasi tanah dan pengelolaan sampah organik, pelatihan teknis pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), serta implementasi langsung LRB di pekarangan rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian. Kegiatan ini melibatkan masyarakat secara aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan, terbentuknya lubang biopori di sejumlah titik strategis desa, serta pemanfaatan kompos hasil penguraian sampah organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Program ini menegaskan bahwa penerapan teknologi sederhana berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Implementasi Program Penghijauan, Ekowisata Lokal, dan Irigasi Tetes untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Desa Durian Muhammad Haris Satyawan Rahman; I Kt Mahesa Gilang Cahya Kaningin; Amanda Maharani; Ida Apriani; Putri Nurul Khalifah; Sahrul Gunawan; Resti Aulia Lestari; Miftahul Jannah; Ida Ayu Indira Prameswari; Anid Supriyadi
Portal ABDIMAS Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3vs7sx75

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram di Desa Durian, Kecamatan Janapria, dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui integrasi kegiatan penghijauan, pengembangan ekowisata, dan edukasi konservasi air. Desa Durian memiliki potensi sumber daya alam yang cukup baik, namun pemanfaatannya belum optimal serta masih diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang ramah dan efisien. Oleh karena itu, mahasiswa KKN merancang program penanaman bibit tanaman dan pohon pada area strategis desa, pemetaan serta penataan awal lokasi yang berpotensi menjadi destinasi ekowisata, serta penyuluhan dan demonstrasi sederhana mengenai sistem irigasi tetes sebagai teknologi hemat air.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, dan pelibatan langsung masyarakat serta aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam menjaga tanaman yang telah ditanam, serta munculnya ketertarikan untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam. Edukasi mengenai irigasi tetes juga memberikan wawasan baru bagi kelompok tani terkait efisiensi penggunaan air dan peluang peningkatan produktivitas pertanian, khususnya pada musim kemarau.Secara umum, program KKN PMD ini memberikan dampak positif baik dari sisi ekologis maupun sosial ekonomi masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan dukungan berbagai pihak melalui pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan desa, serta komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.