cover
Contact Name
Herin Setianingsih
Contact Email
herin.setianingsih@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257037541
Journal Mail Official
putra.abdullah@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung no. 1 Komplek Barat RSAL dr. Ramelan Surabaya 60111 Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Surabaya Biomedical Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 2808649X     DOI : https://doi.org/10.30649/sbj.v1i1
Core Subject : Health, Science,
The scope of the journal includes: - marine medicine - hyperbaric medicine - general medicine - dentistry - nursing - related health sciences - pharmacy
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2024): September" : 7 Documents clear
HUBUNGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN DI POSYANDU BALITA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINGAN SURABAYA -, Herdy Primanda I.A
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.90

Abstract

Stunting adalah salah satu kondisi malnutrisi akibat kurangnya asupan zat gizi yang diperlukan anak, ditandai dengan salah satu indikator yaitu tinggi badan menurut umur kurang dari -2 SD. Stunting memberikan gambaran masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti nutrisi ibu, umur ibu, interval kelahiran, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, berat badan lahir dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir rendah dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di posyandu balita wilayah kerja puskesmas Bangkingan Surabaya. Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Penentuan stunting dilakukan dengan pengukuran tinggi badan dan umur secara langsung kepada anak, sedang untuk mengetahui riwayat ASI eksklusif digunakan kuesioner kepada 59 ibu dari anak yang berusia 24-59 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas Bangkingan Surabaya. Untuk mengetahui riwayat BBLR digunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariate yang digunakan adalah contingency coefficient. Hasil penelitian yang dilakukan pada 59 responden didapatkan anak yang mengalami stunting sebanyak 9 anak, anak yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 50 anak dan memiliki riwayat BBLR sebanyak 7 anak. Berdasarkan hasil uji contingency coefficient tidak ada hubungan signifikan antara berat badan lahir rendah dengan stunting (p=0,297) dan antara pemberian ASI eksklusif dengan stunting (p=0,707).Tidak ada hubungan antara berat badan lahir rendah dan pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada anak usia 24-59 bulan di posyandu balita wilayah kerja puskesmas Bangkingan Surabaya.
POTENSI FUKOIDAN PADA TERIPANG (Holothuroidea) SEBAGAI AGEN ANTIKANKER Pratama, Ramadhani Yoga
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.100

Abstract

Kanker adalah kelainan dengan multifaktorial kompleks dan dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi sehingga membuat kanker menjadi ancaman serius. Berbagai upaya dilakukan untuk menangani kasus kanker salah satunya adalah dengan kemoterapi. Akantetapi kemoterapi juga dapat melukai sel sehat seperti sel darah, sel kulit dan sel pencernaan. Pendekatan terapi baru yang tidak menimbulkan efek samping diperlukan. Salah satunya adalah terapi berbasis bahan alam yaitu fukoidan pada teripang. Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa fukoidan memiliki efek antikanker. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi fukoidan pada teripang sebagai agen antikanker. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur. Hasil yang diperoleh mengenai efektifitas potensi dari fukoidan sebanyak 15 jurnal ilmiah dengan topik yang relevan didapat dari PubMed. Fukoidan sendiri berinteraksi dengan berbagai jalur seluler terkait kanker. Jalur yang dilaporkan paling penting adalah jalur PI3K/Akt dan MAPK/ERK. Mekanisme dari fukoidan sendiri dengan cara menghambat fosforilasi jalur PI3K/Akt dan MAPK/ERK yang menghasilkan apoptosis, menghambat proliferasi, aktivitas antiangiogenik, menurunkan viabilitas, menekan kapasitas migrasi dan invasif pada sel kanker.
PENGARUH LATIHAN RENANG INTENSITAS SUBMAKSIMAL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH BETINA KELOMPOK TERLATIH DAN TIDAK TERLATIH Alexander, Michael; Dagradi, Eric Mayo; Andisari, Hendrata Erry
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.118

Abstract

Olahraga adalah kegiatan fisik yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang berolahraga, penting untuk memahami batasan intensitas olahraga yang dilakukan. Intensitas olahraga yang melampaui kemampuan tubuh akan menyebabkan munculnya stres oksidatif. Stres oksidatif akan menimbulkan berbagai masalah fisiologis tubuh, termasuk metabolisme glukosa. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris. Tikus putih (Rattus norvegicus) betina galur Wistar usia 2 bulan dengan berat badan 180-200 gram dikelompokkan ke dalam 5 kelompok melalui teknik random sampling. K1 merupakan kontrol, K2 diberi latihan setiap hari selama 2 minggu, K3 diberi latihan sekali seminggu selama 2 minggu, K4 diberi latihan setiap hari selama 2 minggu, dan K5 diberi latihan sekali seminggu selama 2 minggu. Semua kelompok setelahnya diistirahatkan selama 1 minggu. K1, K2, dan K3 tidak diberi intervensi. K4 dan K5 diberi intervensi latihan submaksimal 85% rerata waktu tenggelam pertama. Penelitian diterminasi dan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian kadar glukosa darah acak. Hasil kadar glukosa darah acak diolah statistik dengan uji parametrik one-way Anova dan uji post hoc LSD. Hasil kadar glukosa darah (K1) 127,8 mg/dL, (K2) 133,4 mg/dL, (K3) 186,4 mg/dL, (K4) 160,6 mg/dL, dan (K5) 140,6 mg/dL. Uji one-way Anova menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok terlatih dengan intervensi dan tidak terlatih dengan intervensi (p>0,05). Intervensi latihan submaksimal setelah istirahat satu minggu pada kelompok terlatih dan tidak terlatih dengan latihan submaksimal tidak memiliki pengaruh terhadap kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) betina galur Wistar.
Tantangan dan Solusi Terkini dalam Penanganan Penyakit Menular Putri, Titania
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.145

Abstract

Infectious disease management continues to face various dynamic challenges along with environmental changes, human travel patterns, and the emergence of new pathogens. This study aims to analyze and identify current challenges and the solution in infectious disease management through a literature review method. The review covered scientific literature from various relevant sources, including journals, books, and reports from international health organizations. The results of this study show that the main challenges include antimicrobial resistance, and lack of health infrastructure in some regions. In addition, global issues such as climate change and urbanization exacerbate the situation by increasing the risk of disease spread. The study also found that international collaboration, innovations in medical technology, and increased public awareness and education are key to overcoming these challenges. In conclusion, addressing infectious diseases requires a multidisciplinary and cross-sectoral approach to improve the global response to evolving health threats.
PROFIL KASUS KULIT DI PUSKESMAS TENGGILIS PERIODE JANUARI-APRIL 2024 Al Abdul, Teo
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.146

Abstract

Objective: To provide an overview of the profile of skin disease cases at the Tenggilis Health Center for the period January-April 2024. Methods: This study is a quantitative descriptive study using medical record data from all patients with skin diseases who underwent treatment at the Tenggilis Health Center for the period January-April 2024. Results: Based on research conducted at the Tenggilis Health Center in the period January-April 2024, 568 patients were obtained with a gender distribution of 233 male patients (41%) and 335 female patients (59%), the distribution of the largest age category was 15- 44 years with 189 cases (33%), the distribution of the largest skin disease category was dermatitis with 302 cases (53%). Conclusion: Based on research conducted at the Tenggilis Health Center for the period January-April 2024, it was found that skin diseases most often occur in women. While 15-44 years old is the largest age category for skin diseases. Dermatitis is the most common skin disease.
Atrial Septal Defect Hakim, An Nahl Aulia; Adnaya, Anak Agung Ngurah Maheza; Prasetyo, Ananda Bangun; Pikir, Rizqi Rokhmadhoni; Diarsvitri, Wienta; Suhadi, Ananda Rizki; Dita, Anastasia
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.147

Abstract

Background: Atrial Septal Defect (ASD) is one of the most common congenital heart diseases, occurring in about 25% of children and accounting for 6-10% of all congenital heart conditions. ASD is more frequently observed in females with a ratio of 2:1 and often does not show symptoms in infants, unless there is an increase in right ventricular volume. Case Report: A 7-year-old girl was referred with complaints of shortness of breath and cyanosis at the fingertips, accompanied by palpitations. Initial diagnosis was established through physical examination and echocardiography, which revealed a secundum ASD measuring 1.9 cm. The ASD closure surgery was performed but had to be halted due to intraoperative bradycardia. The patient then underwent subsequent therapy with Lisinopril and Spironolactone and was in good condition at the last follow-up. Discussion: Management of ASD, whether through surgical or catheter-based intervention, is recommended to prevent further complications such as paradoxical embolism and pulmonary hypertension. This case underscores the importance of timely diagnosis and treatment to prevent long-term health impacts in patients with ASD.
Exoftalmus Pada Eutiroid Grave's Ophthalmopathy Denga Katarak Senilis Murti, Tiara Rachma
Surabaya Biomedical Journal Vol 4 No 1 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i1.148

Abstract

Exoftalmus merupakan manifestasi paling umum terjadi pada Thyroid-associated ophthalmopathy (TAO) atau Grave’s Ophthalmopathy (GO). Dimana GO bisa terjadi pada pasien dengan hipertiroid, hipotiroid ataupun eutiroid. Katarak sendiri merupakan penyebab utama terjadinya gangguan penglihatan di dunia. Pada laporan kasus, pasien laki-laki usia 60 tahun datang dirujuk dari RS lain dengan keluhan kedua mata kabur dan menonjol. Pada pemeriksaan fisik didapatkan visus okuli dextra 1/60 dan okuli sinistra 1/300, kedua mata proptosis, dan pada pemeriksaan segmen anterior terdapat kekeruhan pada lensa. Tidak didapatkan pembesaran kelenjar tiroid, kadar FT4 normal yakni 1.28 ng/dL. Selanjutnya pada pasien dilakukan operasi katarak secara bertahap dengan tehnik ECCE disertai pemsangan IOL dan kemudian diberi obat tetes mata Xitrol Eyedrop dan Lyteers Eyedrop dilanjutkan dengan control rutin berkala untuk evaluasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7