cover
Contact Name
Didah Nurhamidah
Contact Email
didah.uinjkt@gmail.com
Phone
+6285710777541
Journal Mail Official
didah.uinjkt@gmail.com
Editorial Address
Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaGedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 5Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaJalan Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Dialektika
ISSN : 25025201     EISSN : 2407506X     DOI : 10.15408/dialektika
Dialektika : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia published two times a year (June and December ) as a medium of distributing scientific research in the field of language, literature , and the Indonesian language and literature education. Dialektika is published in collaboration between the Department of Indonesian Language and Literature Education,  Faculty of Educational Sciences, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta and the Association of Indonesian Language and Literature Lecturer (ADOBSI). Dialektika has been a CrossRef member since 2015 and all of the published writings have a unique number in the DOI and been indexed in DOAJ, Google Scholar, Moraref,  Indonesia One Search- National Library of Indonesia, and Portal Garuda.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022)" : 13 Documents clear
PEMBENTUKAN RASA BERUMAH DAN CULTURAL BELONGING TOKOH IMIGRAN PADA NOVEL TANAH SEBERANG (2018) Farah Dibaj; Suma Riella Rusdiarti
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.23804

Abstract

In literary works, how immigrants build a sense of home and culture can be seen in the novel titled Tanah Seberang (2018) by Kurnia Gusti Sawiji. This research using qualitative-descriptive method aims to show how the process of feeling at home and cultural belonging is built by immigrant characters in the novel Tanah Seberang (2018). This study will use the concept of narratology proposed by Gérard Genette (1983) and the theory of Home and Belonging and “in-between” Identity proposed by John McLeod (2000). The results showed (1) one novel contains variable focalization that represents the children's point of view, (2) in the process of the characters in building a sense of home and cultural belonging, there is contestation between Malaysia, other countries, and Indonesia, other countries. origin of the immigrants. The contestation of the country of origin, namely Indonesia, and the migrant country, namely Malaysia, shows that Malaysia can provide a good life from a financial perspective, however, the cultural belonging and sense of home of the migrant population in the novel are still embedded in their country of origin, Indonesia.
KEBUTUHAN BUKU AJAR BAHASA SEJARAH SASTRA INDONESIA PERSPEKTIF ISLAM DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Ahmad Bahtiar; Novi Diah Haryanti; Nur Siswo Dipurnomo
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.25287

Abstract

Abstrak: Distingsi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)  dengan  perguruan tinggi lainnya adalah  integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Ketiga hal tersebut harus dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga perlunya buku ajar sejarah sastra perspektif Islam di PTKI. Kajian  ini  menggunakan  penelitian dan pengembangan (Research and Developtment) dengan Teori Borg dan Gall untuk mengetahui kebutuhan tersebut. Data penelitian berupa hasil diskusi terpumpum (FGD) dan hasil angket yang diberikan kepada dosen dan mahasiswa PTKI serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kebutuhan buku ajar sejarah sastra Indonesia perspektif Islam. Buku ajar tersebut disusun secara kronologis dan tematik yang mencakup pengarang dan karyanya, persoalan Islam, peristiwa terkait Islam dan lembaga atau komunitas Islam.
MAKNA VERBA MEMASAK BAHASA BANJAR: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI Zindi Nadya Wulandari; Agus Subiyanto
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.23079

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to find the meaning of the verb cooking in Banjarese. The data in this study were obtained through interviews with native speakers of the Banjarese. The researcher did the interviews which followed by the note-taking technique in collecting the data. Then, the researcher used the theory of Natural Semantic Metalanguage (MSA) by Wierzbicka (1996) to analyze the data. The result of the data analysis shows that cooking in Banjarese consists of 13 lexicons, which are categorized based on cooking techniques, facilities and tools used. The 13 lexicons of cooking verbs in Banjarese are tumis, oseng, jarang, sangging, gangan, sumap, tumpi, tu'up, pais, banam, ubar, samgrai, sanga. Keywords: Banjarese; Natural Semantic Metalanguage; Cooking Verb Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk untuk mengungkapkan makna yang ada dalam verba memasak dalam bahasa Banjar. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan penutur asli bahasa Banjar. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan wawancara yang dilanjutkan dengan teknik catat yang digunakan untuk mencatat jawaban dari informan Kemudian, peneliti menggunakan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA) oleh Wierzbicka (1996). Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa memasak dalam bahasa Banjar terdiri atas 13 leksikon, yang dikategorikan berdasarkan teknik memasak, sarana dan alat yang digunakan. 13 leksikon verba memasak dalam bahasa Banjar antara lain tumis, oseng, jarang, sangging, gangan, sumap, tumpi, tu’up, pais, banam, ubar, sangrai, sanga. Kata Kunci: Bahasa Banjar; Metabahasa Semantik Alami; Verba Memasak

Page 2 of 2 | Total Record : 13