cover
Contact Name
Dewi Puspita Rahayu
Contact Email
dewi.rahayu@ub.ac.id
Phone
+6282335606641
Journal Mail Official
bjss@ub.ac.id
Editorial Address
Lantai 3 Gedung A FISIP UB Jalan Veteran, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Brawijaya Journal of Social Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 28097068     EISSN : 28097025     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.bjss
Core Subject : Social,
Our journal covers the following areas of study in the current context: Community Development, Education, and Social Transformation Cultural and Postcolonial Studies Democracy, Citizenship, and Civil Society Economy, Organization, and Society Gender and Family Studies Inclusion, Social Justice, and Social Policy Industrial and Labor Relations Peace, Conflict, and Security Studies Rural and Urban Ecology, Disaster Studies, and Environmental Justice Rural and Urban Sociology Science, Technology, and Society Sociology of Crime Sociology of Religion Sociology of Sports
Articles 100 Documents
1969 Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1969 adalah momentum kebenaran bagi studi sosial-budaya atas ruang dan tempat. Di tahun itu, kita tidak sekadar menyaksikan realitas ala petualangan bajak laut Kapten Jack Sparrow dalam kisah fantasi Disney Pirates of the Carribean. Kita disuguhi ekspedisi luar angkasa layaknya fiksi-ilmiah Hollywood, seperti E.T., Star Wars, Avatar, ataupun Interstellar. Berkat kemajuan teknologi, peristiwa pendaratan manusia di Bulan pada 20 Juli 1969 itu disebarluaskan menembus batas-batas ruang dan waktu sehingga manusia di seluruh dunia dalam kurun waktu berbeda dapat menyaksikan (kembali) momentum kebenaran itu. Akan tetapi, peristiwa bersejarah itu adalah juga tonggak peneguhan mental egosentris-kolonialis. Gagasan dan penjelajahan telah membongkar logika atas ruang, namun produksi pengetahuan tentangnya masih berpusat dan berorientasi pada para penghuni bumi.
Tentang Ruang, untuk Generasi Y Radhar Panca Dahana
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ini adalah naskah Orasi Ilmiah Radhar Panca Dahana yang disampaikan pada Refleksi Akhir Tahun 2015, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang (22 Desember 2015). Pada kesempatan itu, Dahana menyampaikan pesan-pesan moral-intelektual bagi Generasi Y tentang apa itu "ruang" dan tantangan-tantangan riil yang dihadapi Generasi Y dalam menghadapi realitas meruang saat ini.
Sosiologi Ruang dan Tempat John Urry; Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diterjemahkan dari John Urry “The Sociology of Space and Place”, dalam Blau (editor) The Blackwell Companion to Sociology, Malden: Blackwell, 2004, hlm. 3-15.Artikel ini membahas bahwa ruang (dan tempat) perlu menjadi pusat perhatian sosiologi. Artikel ini merangkum beberapa tulisan “klasik” tentang ruang yang dikembangkan dalam konteks kolonisasi geografi atas ruang. Artikel ini juga menunjukkan apa yang mengubah pandangan itu pada akhir 1970an dan kembalinya ruang dalam teori sosiologi dan ilmu sosial secara lebih umum. Pada bagian analisis akhir dihadirkan perkembangan terkini tentang sebuah proyek penelitian sosiologi tentang ruang yang mengikutsertakan pentingnya perbedaan mobilitas spasial antara, dalam, dan melampaui ruang-ruang tersebut.
Tentang Ruang-Ruang yang Lain (atau Heterotopia) Michel Foucault; Anton Novenanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan terjemahan, yang kesekian kalinya ke dalam bahasa Inggris (lih. J. Miskowiec [1986], Jurnal Lotus [1986], & R. Hurley [1998]), dari sebuah kuliah bertajuk “Des espaces autres” yang disampaikan Michel Foucault pada 14 Maret 1967 untuk Cercle d’études architecturales (Lingkar Studi Arsitektur).Dalam kuliah tersebut Foucault menguraikan konseptualisasinya tentang ruang-ruang yang lain, atau heterotopia. Foucault menyebutkan ciri-ciri heterotopia sebagai panduan untuk melakukan analisis relasi ruang dan kekuasan.
Pengendalian dan Penguasaan Lahan Pertanian di Pegunungan Tengger Lereng Atas Anik Susanti
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai adaptasi masyarakat pedesaan melalui sistem waris sebagai upaya dalam merespon tekanan penduduk pada lahan pertanian. Jumlah lahan pertanian yang tersedia cenderung terus berkurang, sedangkan jumlah tenaga kerja di pedesaan cenderung terus bertambah. Akibatnya, pedesaan mengalami surplus tenaga kerja. Padahal lahan pertanian merupakan salah satu faktor produksi yang paling utama dan tidak tergantikan khususnya pada usaha tani yang bersifat land-based agriculture. Isu pemilikan dan penguasaan lahan bukanlah hal yang baru di bidang kajian sosiologi. Meskipun demikian, isu ini tetap penting untuk diteliti karena terkait dengan penyebaran pendapatan dan diferensiasi masyarakat pedesaan. Walaupun jumlah penduduk di Jawa semakin bertambah dan sumberdaya semakin langka, namun tidak seperti di negara-negara berkembang lainnya, di pedesaan Jawa masyarakat tidak terkutub menjadi sekelompok tuan tanah dan sekelompok hamba tani. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pedesaan dapat melakukan adaptasi untuk merespon tekanan yang timbul akibat peningkatan jumlah penduduk terhadap keterbatasan lahan.Kata kunci: pengendalian dan penguasaan lahan, sistem waris, adaptasi, petani This paper attempts to explain how rural adaptation to the increase of population and limitation of land through their system of inheritance. Land ownership and control have been a long-standing issue within sociological studies. Nevertheless, they remain relevant today. Distribution of wealth and societal differentiation in this case are closely related to social differentiation in rural areas, in which the number of agricultural land tends to be inversely proportional to population growth. The population surplus consecutively causes a surplus of human resources. Human resources increase while land decreases. Despite the importance of human resource, land is an essentially important factor in agriculture. In land-based agriculture system, land determines whether the family can farm from generation to generation. Within such system, land is irreplaceable. Landowners will occupy the high place in the village’s social class, while no-land peasants will be forced in poverty. The high number of peasants in a village is one of the signs of impoverishment. Despite the increase of population and scarcity of resources in Java, its rural areas inhabitants are not rigidly polarized into landowners and peasants, which sets the island apart from other places in other developing countries. This signifies that rural inhabitants in Java could adapt to the pressure of population growth on land scarcity.Keywords: land ownership and control, system of inheritance, adaptation, farmers
“Gemah Ripah Loh Jinawi, Untuk Siapa?”: Makin Jauhnya Cita-cita Kedaulatan Agraria Eko Cahyono
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya masalah agraria saat ini terkait dengan Reforma Agraria yang belum terlaksana secara menyeluruh. Kompleksitas serta lapisan-lapisan hubungan manusia, tanah dan sumber daya alam yang terganggu secara terus menerus akan dapat menggoncangkan sendi-sendi sosial, ekonomi, politik dan keberlanjutan ekologis. Penyelesaian masalah agraria seharusnya diikuti penyelaman ketimpangan struktural dan relasi agraria serta modus-modus pelestarinya. Akar masalah agraria perlu diselesaikan, yakni ketimpangan-ketimpangan struktur agraria (kepemilikan, penguasaan, distribusi dan pemanfaatan) secara konsekuen dan menyeluruh. Sulitnya mengatasi masalah agraria disebabkan oleh beberapa hal. Dua di antaranya adalah penghilangan ingatan historis dan pemusatan kebijakan politik sumberdaya alam pada kepentingan modal. Kebijakan semacam ini mengabaikan batas layanan alam maupun keberlanjutan ekologis. Belum lagi, perubahan kondisi global dan nasional ikut memperparah masalah pengelolaan sumber agraria. Upaya serius dapat ditawarkan untuk mengatasi beragam krisis sosial-ekologis tersebut. Pertama, belajar kembali ke kampung. Kedua, mendorong dan memperbanyak simpul belajar komunitas di beragam level sosial. Ketiga, membangun strategi perlawanan harian dan “interupsi”/advokasi kebijakan terus menerus. Keempat, melibatkan diri secara intens untuk berbagi peran dengan jaringan gerakan sosial lainnya dalam mendorong perombakan ketimpangan struktural agraria.Kata kunci: reformasi agraria, masalah agraria, keadilan sosial, kebijakan Land problems are related to incomplete Land Reform. Continuous disturbance on complexities and layers of relationships among people, land and natural resources have agitated the social, economy, ecological sustainability pillars. Thus, any attempts to provide solutions to land problems must be succeeded by a thorough understanding of land-related structural and relation imbalance as well as its modes of preservation. The roots of land problems, i.e. structural imbalance (ownership, control, distribution, and handling) must be addressed consistently and thoroughly. Impediments in surmounting land problems emanate from several sources. Two of these are the obliteration of history and centralization of natural resources policies on capital accumulation. Such policies ignore environmental carrying capacity along with ecological sustainability. Changes in global and national situation exacerbate problems in land resources management. Diverse efforts might be put forward in prevailing socio-ecological crisis. First, learning from local wisdom. Second, encouraging and promoting community-learning nodes in distinct social levels. Third, building incessant daily struggle strategy and “interruption”/advocacy on policies. Fourth, intensely getting involved in role sharing with other social movement networks and promoting eradication of land structure imbalance.Keywords: land reform, land problem, social justice, policy
Pariwisata dan Kekuasaan: Sebuah Telaah Foucauldian Abdul Karim
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Outcome pariwisata sering dianggap sebagai hasil dari wisatawan. Pengaruh pariwisata pada masyarakat sering dipandang menjadi sesuatu hal yang negatif. Kajian konseptual ini memperluas kosakata kekuasaan Michel Foucault untuk melawan ekslusivitas pandangan yang mainstream tentang pariwisata. Kekuasaan dikonseptualisasikan sebagai mana dalam sistem tripartit dari wisatawan, penduduk setempat, dan makelar. Kerangka Foucauldian mengungkapkan bahwa turis seperti orang gila dan pelaku kriminal yang dipenjara. Selanjutnya, kerangka tersebut menunjukkan bahwa kekuasaan produktif dan represif telah menghasilkan pengetahuan wisata. Orientasi wisata berkuasa ini meningkatkan perhatian analitis untuk peran terkemuka makelar dalam pengembangan pariwisata.Kata kunci: Foucault, kekuasaan, sistem pariwisata, makelarThe outcome of tourism has been mostly recognized as tourists’ contribution. The effect of tourism in society today is seen as negative thing. This conceptual review widens Foucault’s concept of power to criticize mainstream-exclusive view on tourism, where power is demonstrated in triad system of tourists, local community and broker. Foucauldian framework defines that tourists are like imprisoned perpetrator as well as madmen. Furthermore, it says that productive and repressive power has suceessfully produced tourism knowledge. This tourism orientation heightens analytical tension to main roles of broker in developing tourism itself.Keywords: Foucault, power, tourism system, broker
Pengurangan Resiko Bencana Tsunami Pesisir Pantai Puger, Jember Martyasari Indra Kusuma; Turniningtyas Ayu Rachmawati; Nindya Sari
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kawasan pesisir pantai selatan Jawa Timur yang memiliki potensi wisata bahari adalah Pantai Puger di Kabupaten Jember. Akan tetapi, Pantai Puger memiliki potensi kerawanan terhadap bencana tsunami. Kondisi ini dapat mempengaruhi keselamatan wisatawan dan masyarakat yang bermukim di sekitar pantai. Saat ini, belum terdapat rencana strategi mitigasi bahaya tsunami di sana. Makalah ini mengusulkan upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Pantai Puger. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis risiko bencana dan analisis jalur evakuasi. Hasil analisis jalur evakuasi menghasilkan usulan peta jalur evakuasi bencana tsunami.Kata kunci: pariwisata, tsunami, risiko bencana, jalur evakuasi One of beautiful coasts in Southern (East) Java, which has maritime tourism potent, is Puger Beach in Jember Regency. However, the beach is vulnerable to tsunami. The situation can affect tourists’ and local communities’ safety. Up to recently, there is no strategic mitigation of tsunami disaster in the region. This paper suggests the necessity of strategic plan of tsunami disaster risk reduction in Puger Coastal. The analysis, which is used in this research, is disaster risks analysis and evacuation routes analysis. The result of evacuation routes analysis suggest tsunami evacuation route map.Key words: tourism, tsunami, disaster risk, evacuation routes
Inequality Across Space: A Sociological Imagination Wida Ayu Puspitosari
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In recent decades, the study of space has been truthfully appealing to social researchers, as it encourges them to walk through complexity of social life in which people engage to space. Space, all we know, is multiciplity dimension of the world in which we live.
Analisis Pendekatan A.C.T.O.R.S dalam Pemberdayaan Masyarakat Lansia Di Kampung Wonosari 3G Kota Malang Angelus Vecky Kopong Tifaona; Siti Kholifah; Sanggar Kanto
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 2 No. 1 (2022): Civil Liberties
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2022.002.01.3

Abstract

Tulisan ini memberikan gambaran mengenai strategi pemberdayaan melalui pendekatan teori A.C.T.O.R.S yang dikemukakan oleh Sarah Cook dan Steve Maculay pada masyarakat lansia di Kampung Wonosari 3G Kota Malang. Pada umumnya stigma negatif melekat pada lansia dimana mereka selalu dianggap sebagai beban sosial dan tidak produktif, sehingga kelompok ini seringkali mengalami diskriminasi dan ketimpangan sosial di masyarakat. Melalui pembangunan komunitas barulah masyarakat lansia di Kampung Wonosari 3G mampu merubah kondisi RW. 19 Kelurahan Purwantoro yang sebelumnya merupakan lingkungan yang rawan banjir, kumuh dan tidak sehat menjadi salah satu kampung hijau popular di Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara mendalam (dept-interview), observasi serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi Authority dengan memberikan wewenang pada lansia dilakukan dengan memberikan kepercayaan kepada lansia untuk melakukan perubahan. Selanjutnya, pada strategi Confidence and compentence dilakukan dengan menimbulkan dan memupuk rasa percaya diri dalam melihat potensi yang dimiliki lansia. Responsibility dimaksudkan dengan memberikan rasa tanggung jawab pada lansia dalam melakukan pembangunan kampung. Dan strategi terakhir merupakan support yaitu dukungan dari berbagai pihak (dalam maupun eksternal komunitas) agar proses perubahan dan pemberdayaan pada lansia terus berkelanjutan. Output yang dihasilkan juga menunjukan peningkatan self-respect (pengakuan diri), self-confident (Kepercayaan diri) serta self-relience (kemandirian) pada masyarakat lansia Kampung Wonosari 3G Kota Malang.

Page 6 of 10 | Total Record : 100