cover
Contact Name
Alvan Maulana Azzayni
Contact Email
alvanmaulanaazzayni@gmail.com
Phone
+6282140898548
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Callus: Journal of Agrotechnology Science
ISSN : 3025910X     EISSN : 3025910X     DOI : https://doi.org/10.47134/callus.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Focus Callus: Journal of Agrotechnology Science the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Callus: Journal of Agrotechnology Science covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, seed science and technology, horticulture, and soil science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024" : 5 Documents clear
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil Rahayu, Riska; Hasbi, Hudaini; Umarie , Iskandar
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2253

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh sistem pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 2) Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 3) Interaksi dari perlakuan sistem pengolahan tanah dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). Penelitian ini menggunakan RAK split plot dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama sistem olah tanah sebagai petak utama (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa olah tanah (T0), olah tanah minimum (T1), dan olah tanah maksimum (T2). Sedangkan faktor kedua yaitu jarak tanam sebagai anak petak (P) yang terdiri dari tiga taraf yaitu P1 (40 x 30 cm), P2 (40 x 35 cm), dan P3 (40 x 40 cm). Hasil menunjukkan bahwa sistem olah tanah menunjukkan berbeda sangat nyata pada variabel jumlah polong isi pertanaman dan jumlah biji pertanaman. Berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 14 hst. Jarak tanam berbeda sangat nyata terhadap variabel jumlah polong isi pertanaman, berat biji pertanaman, dan jumlah biji pertanaman. Berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman ( 14, 28, dan 42 hst), umur berbunga, berat biji perpetak, dan berat 1000 biji. Interaksi sistem pengolahan tanah dan jarak tanam berbeda nyata terhadap variabel jumlah polong isi pertanaman. Perlakuan olah tanah maksimum dengan jarak tanam 40 x 40 cm (T2P3) merupakan perlakuan interaksi terbaik.
Potensi Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) Terhadap Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Kandang Kambing Prayuda, Alex; Umarie, Iskandar; Suroso , Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2312

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan tanaman legum atau polong-polongan yang dibudidayakan, dan menjadi kacang-kacangan terpenting kedua di Indonesia setelah kedelai, selain itu kacang tanah mempunyai kandungan gizi terutama protein yang tinggi sehingga membuat kacang tanah menjadi tanaman pangan yang bernilai ekonomi tinggi namun produksi di Indonesia mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulasi rhizobium dan pemberian pupuk kandang kambing yang optimal supaya produksi kacang tanah meningkat. Penelitian ini bertempat di Dusun Kidul Sawah, Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial 2 faktor 3 ulangan. Faktor yang pertama pemberian inokulasi rhizobium (R) meliputi R0 : Tanpa inokulasi rhizobium, R1 : konsentrasi inokulasi rhizobium 6 g/kg, R2 : konsentrasi inokulasi rhizobium 12 g/kg, R3 : konsentrasi inokulasi rhizobium 18 g/kg. Faktor kedua pemberian pupuk kandang kambing (K) meliputi K0 : Tanpa pupuk kandang kambing, K1 : dosis pupuk kandang kambing 2 kg/plot, K2 : dosis pupuk kandang kambing 4 kg/plot, K3 : dosis pupuk kandang kambing 6 kg/plot. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa variable pengamatan Tinggi tanaman 28 HST, Jumlah cabang 28 HST, Jumlah daun 28 HST, Umur berbunga, Jumlah polong berisi, Jumlah polong hampa. Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa produksi kacang tanah dominan tertinggi di peroleh dari R3 : konsentrasi inokulasi rhizobium 18 g/plot dan K3 : 6 kg/plot.
Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (allium acalonicum l. ) terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan poc ampas tahu Supiyanto, Angga; Umarie, Iskandar; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2316

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang berasal dari famili Liliaceae yang tergolong populer di masyarakat. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dengan umbi yang besar dan jumlah siung yang banyak apabila ditanam pada tanah yang mempunyai kandungan unsur hara yang cukup. Ketersediaan unsur hara pada media tanam dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk.Pupuk ini dapat diberikan secara organik maupun anorganik. Secara organik pupuk dapat diberikan menggunakan pupuk kotoran ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Kelurahan Sumbersari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan dan tiap ulangan terdapat 16 kombinasi perlakuan, yakni faktor pertama pupuk kotoran sapi dengan taraf U0 (kontrol), U1 (2 kg/plot), U2 (4 kg/plot), U3 (6 kg/plot) dan faktor kedua POC ampas tahu dengan taraf R0 (kontrol), R1 (400 ml/plot), R2 (600 ml/plot), R3 (800 ml/plot). Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang sapi dan POC ampas tahu memberikan perbedaan pada parameter tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan perumpun, jumlah umbi, diameter umbi (mm), berat umbi basah per plot (g), berat umbi kering per plot (g).
Respons Pertumbuhan Vegetatif Terhadap Berbagai Varietas Sorgum Dan Konsentrasi Giberelin Ramadani, A. Rifqi; Hazmi, Muhammad; Arum, Laras Sekar
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2380

Abstract

Sorgum (Shorgum bicolor L) merupakan tanaman serealia yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pangan, pakan ternak, bioenergy, dan bahan baku industri, sehingga banyak di budidayakan di berbagai negara. Pemanfatan potensi sorgum di Indonesia belum maksimun dan produksinya juga masih rendah, sehingga perlu dikembangkan terutama melalui penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui respons pertumbuhan vegeratif terhadap berbagai varietas dan konsentrasi giberelin. Penelitian dilaksanaan mulai dari Juni sampai dengan September 2023 di lahan Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor perlakuan pertama varietas sorgum, meliputi: V1= Suri 4, V2= Bioguma, dan V3= Super 1. Faktor perlakuan kedua konsentrasi giberelin, melliputi: P1= 0 ppm, P2 = 50 ppm, P3= 100 ppm, P4= 150 ppm, P5= 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang berbeda nyata antar varietas sorgum. Perlakuan varietas super 1 (V3) memberikan perlakuan yang terbaik, terbukti pada parameter tinggi tanaman.
Respon pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau (solanum melongena l.) Terhadap beberapa macam dan interval waktu pemberian pupuk daun Alghoni, Muhammad Ilyas; Oktarina, Oktarina; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2528

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman pangan yang yang tergolong dalam family solanaceae dan banyak diminati oleh masyarakat dan murah harganya karena mengandung beberapa zat gizi seperti: vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalium, fosfor, zat besi, protein, lemak, dan karbohidrat. Salah satu upaya untuk mendapatkan hasil tanaman terung yang optimum yaitu dengan melakukan teknik budidaya tanaman terung yang baik dan pengunaan pupuk yang efisien menggunakan pupuk organik karena mengandung sejumlah nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan beberapa macam pupuk daun , interval waktu pemberian, dan interaksi antara bebrapa macam pupuk daun dan interval waktu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di dusun Lengkong Barat, RT 04 RW 01, desa Mrawan, kecamatan Mayang, kabupaten Jember. Dilaksanakan pada bulan Juli – September 2023 dengan ketinggian tempat 102 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis pupuk daun (P) yaitu :P0: (Tanpa pupuk Daun), P1= Gandasil D, 3 g/L), P2= (Hanamaru, 3ml/L) dan interval waktu pemberian (I) yaitu : I1 = 7 hari sekali, I2= 9 hari sekali, I3= 11 hari sekali, I4= 13 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara antara jenis pupuk daun dengan interval waktu pemberian berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.), terbukti pada variabel pengamatan jumlah daun dan total berat buah persampel.

Page 1 of 1 | Total Record : 5