cover
Contact Name
Alvan Maulana Azzayni
Contact Email
alvanmaulanaazzayni@gmail.com
Phone
+6282140898548
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Callus: Journal of Agrotechnology Science
ISSN : 3025910X     EISSN : 3025910X     DOI : https://doi.org/10.47134/callus.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Focus Callus: Journal of Agrotechnology Science the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Callus: Journal of Agrotechnology Science covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, seed science and technology, horticulture, and soil science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2025): September" : 5 Documents clear
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Konsentrasi POC Azolla Fatahillah, Bayu; Hasbi, Hudaini; Suroso, Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3799

Abstract

Terong merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat karena selain rasa enak juga biasanya dibuat asinan dan manisan terong serta dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi untuk menunjang kesehatan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, nilai komersil serta konsumsi dari masyarakat mengalami pelonjakan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair azolla terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Juni hingga bulan September 2024 dengan ketinggian ±89 meter diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, faktor pertama adalah pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf: (K0 = Tanpa Pemberian Pupuk Kandang Kambing, K1 = 3 kg/plot, K2 = 6 kg perplot), faktor kedua yaitu pupuk organik cair azolla yang terdiri dari 4 taraf: (A0 = tanpa perlakuan, A1 = 100 ml/l, A2 = 120 ml/l, A3 = 140 ml/l). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pupuk kandang kambing (K2 = 6 kg/plot) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan pupuk organik cair (POC) azolla (A2 = 120 ml/l) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan kombinasi K2A2 (6 kg/plot : 120 ml/l) merupakan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman terung.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium fistuloum L.) Berbasis Stek Batang Terhadap Pengaplikasian Mol Kulit Pisang Dan Poc Azolla Akhsanul, Ridho; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3801

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) termasuk salah satu jenis tanaman sayuran genus Allium yang banyak dibudidayakan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MOL kulit pisang dan POC azolla terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah MOL kulit pisang yang terdiri dari 4 taraf : (M0 = 0 ml/L, M1 = 15 ml/L, M2 = 30 ml/L, M3 = 45 ml/L), Faktor kedua yaitu POC azolla yang terdiri dari 4 taraf : (A0 = 0 ml/L, A1 = 10 ml/L, A2 = 15 ml/L, A3 = 20 ml/L). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan MOL kulit pisang (M3 dengan konsentrasi 45 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi tanaman bawang daun. Perlakuan POC azolla (A3 dengan konsentrasi 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun. Perlakuan interaksi (M3A3 dengan konsentrasi 45 ml/L + 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada produksi tanaman bawang daun
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens) Terhadap Pemberian Jakaba Dengan Media Tanam Pupuk Kandang Dalam Polibag Mutiur Rohman, Muchamad; Hasbi, Hudaini; Wijaya, Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3805

Abstract

Sektor pertanian menjadi salah satu andalan utama mata pencaharian penduduk Indonesia, salah satu contoh hasil pertanian Indonesia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah tanaman cabai. Tanaman cabai merupakan tanaman hortikultura yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, sambal atau saus, industri bubuk cabai, dan mie instan yang membutuhkan cabai dalam jumlah puluhan bahkan ratusan ton per bulan dapat mengakibatkan harga cabai meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jakaba dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan Jakaba (J4 dengan konsentrasi 80 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan tanaman cabai rawit sedangkan perlakuan jakaba (J3 dengan konsentrasi 60 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi tanaman cabai rawit. Perlakuan pupuk kandang kambing (K1 = pupuk kandang kambing 1 kg : 2 kg tahah) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Perlakuan kombinasi J3K1 (jakaba 60 ml/L dan pupuk kandang kambing 1 kg : 2 kg tanah) merupakan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit.
Efektivitas pemberian Beauveria Bassiana Dan Ekstrak lengkuas (Alpinia galanga L.) Terhadap Pengendalian OPT Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Alaida Yahya, Fifin; Oktarina; Suroso , Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi Beauveria bassiana dan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga L.) terhadap pengendalian OPT cabai dan mengetahui dampak serangan OPT dari pemberian Beauveria bassiana dan ekstrak lengkuas terhadap hasil produksi tanaman cabai (Capsicum annum). Penelitian dilaksanakan di Desa Kepanjen, Gumukmas, Jember. Pada September sampai Januari 2023. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dan enam kali ulangan yaitu: Faktor pemberian Beauveria bassiana konsentrasi 60 g/L dan Ekstrak lengkuas konsentrasi 100 g/L, dengan empat perlakuan yang terdiri dari B0 (perlakuan kontrol), B1 (B. Bassiana konsentrasi 60 gr/L), B2 (Ekstrak lengkuas konsentrasi 100 gr/L), dan B3 (B. Bassiana konsentrasi 60 gr/L dan Ekstrak lengkuas konsentrasi 100 gr/L). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B3 berpengaruh nyata dalam mengendalikan hama Thrips parvispinus Karny, Oxya chinensis, Leptocorisa acuta Thumb. serta penyakit Colletotrichum capsici, Fusarium oxysporum. Dan berpengaruh nyata dalam meningkatkan hasil produksi pada tanaman cabai serta merupakan perlakuan yang terbaik pada variabel pengamatan Jumlah buah sehat pertanaman, jumlah buah total pertanaman, berat total buah pertanaman, dan berat total buah perplot.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Terhadap Pemberian Poc Daun Kelor Dan Poc Daun Lamtoro Amal, Ihlasul; Tripama, Bagus; Wijaya, Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3973

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) atau juga disebut dengan daun bawang merupakan tanaman sayuran penting, bukan hanya di kota tertentu namun di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC daun kelor dan POC daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penggunaan pupuk anorganik yang secara terus menerus dengan tidak dilakukan penambahan pupuk organik dapat mengakibatkan ketidak seimbangan unsur hara di dalam tanah, struktur tanah menjadi rusak. Oleh karena itu untuk meningkatkan produksi tanaman dan memperbaiki struktur tanah yang rusak dapat menggunakan bahan-bahan organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah POC daun kelor yang terdiri dari 4 taraf : (K0 = 0 ml/L, K1 = 100 ml/L, K2 = 200 ml/L, K3 = 300 ml/L), Faktor kedua yaitu POC daun lamtoro yang terdiri dari 4 taraf : (L0 = 0 ml/L, L1 = 75 ml/L, L2 = 150 ml/L, L3 = 225 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakun POC daun kelor (K3 dengan konsentrasi 300 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi bawang daun. Perlakuan POC daun lamtoro (L3 dengan konsentrasi 225 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi bawang daun. Perlakuan interaksi (K2L3 dengan konsentrasi 200 ml/L+ 225 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada produksi bawang daun

Page 1 of 1 | Total Record : 5