cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek STIKES Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kebidanan is an electronic journal published by Panca Bhakti Midwifery Academy of Pontianak with ISSN 2252-8121 (print) and ISSN 2620-4395 (online). This journal used to present the development of science and technology, especially in midwifery services. In addition, this journal serves as a medium for researchers to present scientific works in the form of research results and other scientific works. Jurnal Kebidanan has been accredited with SINTA 5. The scope of this Journal includes: 1. Pregnancy 2. Labor 3. Postpartum 4. Neonates, Infants and Toddlers 5. Reproduction health 6. Family planning
Articles 166 Documents
Pengaruh Asupan Asam Folat dan Kadar Haemoglobin terhadap Perkembangan Neurologis Janin: Systematik Review pada Ibu Hamil Megawati
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i1.330

Abstract

Background: Fetal neurological development is influenced by maternal nutritional status during pregnancy, particularly folic acid intake and haemoglobin levels. Folic acid plays a role in central nervous system formation, while haemoglobin ensures optimal oxygen supply to the fetal brain. Objective: This study sytematic reviews the effects of folic acid intake and haemoglobin levels on fetal neurological development in pregnant women. Methods: The research design is a systematic review with literature searches in PubMed, Scopus and Science Direct for articles published from 2015 to 2024. The study population is pregnant women, with samples being articles meeting inclusion criteria : observational and experimental studies assessing the relationship between folic acid intake and haemoglobin levels with fetal brain development. Article quality was assessed using the Newcastle-Ottawa Scale and Cochrane Risk of Bias Tool. Results: Review of 10 articles showed that adequate folic acid intake (400-800 mcg/day) and optimal haemoglobin levels (11-13 g/dL) consistently correlate with reduced risk of neural tube defects, delayed cognitive development, and other neurological disorders in the fetus. The combination of folic acid deficiency and anemia doubles the risk of fetal neurological disorders. Conclusion: Monitoring and intervention of folic acid and haemoglobin status in pregnant women are essential to support optimal fetal neurological development. Health workers are advised to strengthen education and monitoring of maternal nutritional status to prevent fetal brain development disorders.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK SAAT PUBERTAS DI SMPN 24 PONTIANAK TAHUN 2024 Alexander, Desty Wulan Sari , Katarina Iit,
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i1.334

Abstract

Abstrak Latar Belakang Masa remaja merupakan masa periode pertumbuhan dan perkembangan fisik, psikologis, dan intelektual yang pesat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan bahwa kalimantan barat terdapat jumlah remaja 5.541. 376 jiwa yang terdiri dari remaja berusia 10-14 tahun berjumlah 468.968 jiwa dan remaja berusia 15-19 tahun berjumlah 472. 478 jiwa. Sedangkan dikota Pontianak remaja mulai dari usia 10-14 tahun berjumlah 53.560 jiwa dan remaja berusia 15-19 tahun berjumlah 42.256. berdasarkan data tersebut masih ada masalah yg terjadi yaitu ketidak tahuan remaja putri mengenai pubertas. Dan jumlah renmaja putri di kelas VII dan VIII SMPN 24 Pontianak sebanyak 145 Siswi. Peneliti melakukan wawancara terhadap 10 remaja putri dan didapatkan hasil wawancara sebanyak 3 remaja yang mengerti tentang perubahan fisik saat pubertas, sedangkan 7 remaja yang belum paham tentang pubertas. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Remaja Putri Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Saat Pubertas Di SMPN 24 Pontianak Tahun 2024. Metode Penelitian menggunakan metode analisis korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan di SMPN 24 Pontianak Tahun 2024. Populasi berjumlah 145 orang dan Sampel berjumlah 60 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar dari responden yaitu 43 (71,7%) berpengetahuan baik. Sebagian besar responden yaitu 40 responden (66,7%) bersikap mendukung. Sebagian besar responden yaitu 41 responden (68,3%) dengan usia 15-17 tahun. Sebagian besar responden yaitu 43 responden (71,7%) mendapatkan informasi dari guru. Sebagian kecil dari ayah responden yaitu 19 responden (16,7) berpendidikan SMA. Sebagian kecil dari ibu responden yaitu 20 responden (33,3%) berpendidikan SMA. Kesimpulan penelitian ada pengaruh antara usia dan sumber informasi terhadap pengetahuan, dan ada pengaruh antara usia terhadap sikap. Saran agar Sebaiknya lebih meningkatkan lagi pengetahuan dengan cara mengaktifkan bimbingan konseling disekolah Kata Kunci: Perubahan Fisik, Remaja Putri, Pengetahuan, Sikap Abstract Background Adolescence is a period of rapid physical, psychological, and intellectual growth and development. According to the Central Statistics Agency (BPS) in 2022, West Kalimantan had 5,541,376 teenagers, consisting of 468,968 teenagers aged 10-14 years and 472,478 teenagers aged 15-19 years. Meanwhile, in Pontianak city, teenagers aged 10-14 years numbered 53,560 and 42,256 teenagers aged 15-19 years. Based on these data, there is still a problem that occurs, namely the ignorance of teenage girls about puberty. And the number of teenage girls in grades VII and VIII of SMPN 24 Pontianak is 145 students. The researcher conducted interviews with 10 teenage girls and the results of the interviews showed that 3 teenagers understood physical changes during puberty, while 7 teenagers did not understand puberty. The purpose of this study is to determine the factors that influence the attitudes of adolescent girls in dealing with physical changes during puberty at SMPN 24 Pontianak in 2024. The research method uses a correlation analysis method, with a cross-sectional approach. The location of this research was conducted at SMPN 24 Pontianak in 2024. The population was 145 people and the sample was 60 respondents, the data collection technique used a questionnaire and the data analysis technique used chi square. The results of the study obtained that most of the respondents, namely 43 (71.7%) had good knowledge. Most of the respondents, namely 40 respondents (66.7%) were supportive. Most of the respondents, namely 41 respondents (68.3%) were aged 15-17 years. Most of the respondents, namely 43 respondents (71.7%) got information from teachers. A small portion of the respondents' fathers, namely 19 respondents (16.7) had a high school education. A small portion of the respondents' mothers, namely 20 respondents (33.3%) had a high school education. The conclusion of the study is that there is an influence between age and sources of information on knowledge, and there is an influence between age and attitudes. Suggestion: It is better to increase knowledge by activating guidance and counseling at school Keywords: Physical Changes, Adolescent Girls, Knowledge, Attitude
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT IMUNISASI, PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA MEGA TIMUR Melyani; Katarina Iit; Yuliana; Noviarita Andini
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Masalah gizi pada balita merupakan salah satu isu kesehatan utama yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk imunisasi dan penyakit infeksi. Di Desa Mega Timur, cakupan imunisasi dasar lengkap menunjukkan penurunan dari 83% (2022) menjadi hanya 19,2% pada tahun 2025. Dalam kurun waktu yang sama, angka kejadian penyakit infeksi seperti ISPA dan diare tetap tinggi, bersamaan dengan meningkatnya kasus gizi kurang dan stunting pada balita. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara riwayat imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Mega Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini di dilakukan Polindes Desa Mega Timur 2025. Populasi berjumlah 552 balita danSampel berjumlah 42 Responden, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian menunjukan sebagian dari reponden 59,5% balita memiliki status gizi kurang, sebagian dari responden 50% balita memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap, dan sebagian dari responden 50% pernah mengalami penyakit infeksi. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dengan status gizi (p value = 0,757), namun terdapat hubungan yang signifikan antara penyakit infeksi dengan status gizi (p value = 0,012). Kesimpulan Penyakit infeksi memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita, sementara riwayat imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
EVALUASI PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP MASA AMENOREA PADA IBU POSTPARTUM DI DUSUN ALAS KUSUMA PADA TAHUN 2024 Alexander, Lisnawati, Palentina
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.390

Abstract

ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai metode kontrasepsi alami bagi ibu. Cakupan bayi yang diberikan ASI ekslusif di kubu raya pada tahun 2023 sebanyak 62%, dan target Kemenkes yaitu 80%. Banyak ibu yang tidak mengetahui manfaat dari pemberian ASI ekslusif, sehingga angka kelahiran semankin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pemberian ASI ekslusif dan susu formula terhadap masa amenorea pada ibu postpartum di dusun alas kusuma. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan cross-sectional, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 ibu postpartum dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan rata-rata lama amenorea pada ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 178,55 hari, sedangkan pada ibu yang memberikan susu formula adalah 44,00 hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara lama amenorea pada kedua kelompok dengan nilai uji Man-whitney sebesar 5.527 dengan p-value 0,000 < 0,05. Terdapat perbedaan masa amenorea pada ibu postpartum yang memberikan ASI ekslusif dan susu formula pada ibu postpartum di Dusun Alas Kusuma pada tahun 2024. Perlu adanya sapeningkatan program edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kesehatan untuk memperkuat intervensi yang ada.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS BULANGAN HAJI Sri Kustiyati, Fitria Ningsih,
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.374

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah sudah mengupayakan pencegahan anemia pada ibu hamil dengan pemberian tablet tambah darah namun kejadian anemia pada ibu hamil masih terjadi di Indonesia khususnya di kabupaten pamekasan angka kejadian anemia pada tahun 2023 terdata 1.440 (24,11%) hal ini desebabkan oleh ibu hamil yang tidak teratur mengkonsumsi tablet tambah darah. Oleh karena itu selain minum tablet tambah darah ibu hamil dapat mengkonsumis air rebusan kurma untuk membantu mengatasi anemia pada ibu hamil, kurma yang kaya akan manfaat dan sumber nutrisi serta mengandung zat besi sangat baik di konsumsi oleh ibu hamil dan dengan direbus dapat mengurangi enek dan rasa manis pada kurma serta lebih mudah dikonsumsi dalam bentuk cairan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kurma terhadap peningkatan haemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Metode: Desain penelitian yaitu pre eksperimen dengan pendekatan one grup pretest post-test dan jumlah responden sebanyak 18 responden. sampel yang digunakan yaitu Random sampling dengan uji analisis paired simple t test. Hasil: Dari 18 responden sebelum diberikan air rebusan kurma rata-rata kadar haemoglobin 9,6887 gr/dl dan setelah diberikan air rebusan kurma kadar haemoglobin rata-rata 11,0111 gr/dl. Terjadi kenaikan 1,1444 gr/dl setelah di berikan air rebusan kurma. p value 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan pada pemberian air rebusan kurma terhadap peningkatan kadar haemoglobin pada ibu hamil anemia.
EFEKTIFITAS EKSTRAK PUNICA GRANATUM TERHADAP KADAR NITRICT OXYDE PADA KULTUR HUVECS YANG DIPAPAR PLASMA PREEKLAMPSI Januarsih, Fitria Jannatul Laili, Megawati,
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.384

Abstract

Preeclampsia is one of the leading causes of maternal morbidity and mortality, with pathogenesis involving oxidative stress due to increased free radicals and decreased antioxidant activity. Red pomegranate (Punica granatum) contains polyphenols, anthocyanins, and tannins, which act as natural antioxidants. This study aimed to investigate the effect of Punica granatum extract on Nitric Oxide (NO) levels in Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) exposed to preeclampsia plasma. An experimental study with a post-test only control group design was conducted with five groups: negative control (HUVECs + normal plasma), positive control (HUVECs + preeclampsia plasma), and three treatment groups with Punica granatum extract at 14 ppm, 28 ppm, and 56 ppm. NO levels were measured using the ELISA method after 24 hours of incubation. The results showed significant differences among groups (p < 0.05). The 56 ppm extract dose resulted in the most significant decrease in NO levels (20.3 µM), comparable to the normal control group (18.4 µM). This study is at TRL 3–4, representing a proof-of-concept based on in vitro testing. In conclusion, Punica granatum extract has potential as a natural antioxidant and a complementary therapy candidate for preeclampsia, although further studies in animal models and clinical trials are required.