cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek STIKES Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kebidanan is an electronic journal published by Panca Bhakti Midwifery Academy of Pontianak with ISSN 2252-8121 (print) and ISSN 2620-4395 (online). This journal used to present the development of science and technology, especially in midwifery services. In addition, this journal serves as a medium for researchers to present scientific works in the form of research results and other scientific works. Jurnal Kebidanan has been accredited with SINTA 5. The scope of this Journal includes: 1. Pregnancy 2. Labor 3. Postpartum 4. Neonates, Infants and Toddlers 5. Reproduction health 6. Family planning
Articles 166 Documents
GAMBARAN PERBEDAAN KENAIKAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA INTERVENSI PEMBERIAN JUS KURMA DAN AIR KELAPA PADA REMAJA Tiara Rosa; Ratna Wulandari
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar haemoglobin dapat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang, dan pada remaja putri yang mengalami siklus mentruasi, resiko anemia semakin meningkat. Pentingnya pemenuhan gizi remaja dan pencegahan anemia pada remaja lebih kepada untuk pencapaian prestasi yang baik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kenaikan kadar Haemoglobin pada 2 kelompok remaja yang diberikan intervensi air kelapa dan intervensi jus kurma pada saat mengalami anemia disamping tetap mengkonsumsi tablet tambah darah. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yakni dengan memilih remaja yang mengalami anemia. Setelah diberikan intervensi berupa pemberian jus kurma pada kelompok pertama dan air kelapa pada kelompok lainnya, diperoleh hasil bahwa kelompok yang diberikan jus kurma memiliki kenaikan Hb rata-rata 1gr/dL dan kelompok yang diberikan air kelapa memiliki kenaikan Hb rata-rata 0,6gr/dL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, kenaikan kadar Hb pada kelompok yang diberikan jus kurma lebih tinggi dari pada pemberian air kelapa pada remaja yang mengalami anemia. Hal ini dapat menjadi salah satu saran dalam pemberian edukasi pada remaja yang mengalami anemia untuk mengkonsumsi jus kurma untuk peningkatan Hb.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGU TAHUN 2022 Pratiwi Cahya Skania, Eva Kholifah, Selvira Ayustina, Agriyaningsih Oktaviana Hadi,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.256

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z- score) kurang dari -2 SD. Stunting berisiko meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan dan kemamuan kognitif pada masa anak-anak, bahkan kematian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cimanggu tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir pada tahun 2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan total 166 orang. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil : Menunjukkan ibu yang mengalami hipertensi saat hamil sebanyak 19 orang (11,4%), anemia 46 orang (27,7%), berisiko KEK 31 orang (18,7%), memiliki tinggi badan <150 cm sebanyak 42 orang (25,3%), dan melahirkan dengan jarak kelahiran ≤ 2tahun sebanyak 21 orang (12,7%). Terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian stunting yaitu hipertensi dalam kehamilan (p-value = 0,028 (bivariat); 0,064 (multivariat)), anemia (p-value = 0,037 (bivariat); 0,047 (multivariat)), risiko KEK (p-value = 0,028 (bivariat); 0,024 (multivariat)), dan tinggi badan ibu (p-value = 0,000 (bivariat); 0,001 (multivariat). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dalam kehamilan, status anemia, risiko KEK, dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada bayi baru lahir. Saran diperlukannya peningkatan pengetahuan tentang bahayanya stunting, dan cara pencegahannya demi perkembangan bayi yang baik.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (PUBERTAS) DENGAN PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI SISWA KELAS VII (A-F) DI SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN 2024 Ivan Harwin Utama , Elise Putri,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.258

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI (PUBERTAS) DENGANPERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI SISWA KELAS VII (A-F) DI SMP NEGERI1 SUNGAI RAYA TAHUN 2024Elise Putri1, Ivan Harwin UtamaNama Asal Institusi : STIKES Panca Bhakti PontianakEmail Korespondensi: alice.poeth90@gmail.comABSTRAKLatar belakang :Pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi sangat pentingapabila seorang remaja tidak memiliki pengetahuan yang baik dan cukup tentang kesehatanreproduksi, remaja akan cenderung bersikap mengabaikan sehingga dapat membahayakan dirinyasendiri. Dari wawancara yang dilakukan didapatkan masih banyak remaja yang mengaku sudahberpacaran, berpegang tangan dengan lawan jenis dan mengatakan bahwa menstruasi sebagaitanda awal terjadinya pubertas.Tujuan:untuk mencari hubungan pengetahuan remaja putri (pubertas) dengan perilakukesehatan reproduksi siswa kelas VII (A-F) di SMP Negeri 1 Sungai Raya.Metode: Desain penelitian ini adalah desain deskriptif korelasi dengan pendekatanpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 90 orang, sampel yangdigunakan total sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi, pengumpulan data menggunakankuesioner dengan analisis univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Dari 90 orang responden, diperoleh sebagian besar responden yaitu 66 (72,2,%)memiliki pengetahuan cukup tentang kesehatan resproduksi dan sangat sedikit dari respondenyaitu 4 (4,4%) responden memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi. Dan sebagiandari responden yaitu 48 (53,3%) responden memiliki perilaku yang mendukung terhadapkesehatan reproduksi. Kemudian dianalisis menggunakan chi square dengan taraf signifikan (a0,05) didapatkan p value 0,641> 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan denganperilakuKesimpulan: tidak ada Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Putri (Pubertas) DenganPerilaku Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas VII (A-F) Di SMP Negeri 1 Sungai Raya Tahun2023. Diharapkan kepada pihak SMP Negeri 1 Sungai Raya, untuk dapat meningkatkanpengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi melalui penyuluhan dan pembelajarandisekolah, sehingga siswa mengetahui perilaku apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatanreproduksi
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI KESEHATAN PANCA BHAKTI PONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2023 Divyani Angel Fs. Turnip, Lisnwati, Melyani, Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.261

Abstract

Volume 14 Nomor 1 Mei 2024Jurnal Kebidanan-ISSN 2252-812196HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJAPUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI KESEHATAN PANCA BHAKTIPONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2023Divyani Angel Fs. Turnip, Alexander, Lisnwati, MelyaniProgram Studi D III Kebidanan, STIKES Panca Bhakti Pontianakemail korespondensi : divyaniturnip@gmail.comABSTRAKAnemia masih menjadi masalah kesehatan yan sering terjadi di dunia, khususnya di negaraberkembang, seperti Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya data Riset Kesehatan Dasar terjadikenaikan kasus anemia remaja putri sekitar 37.1 % naik menjadi 48.9 %. Berdasarkan studi pendahuluandi Asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Raya didapatkan 4 dari 10 remajaputri mengalami kadar hemoglobin tidak normal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadarhemoglobin remaja putri di asrama Sekolah Tinggi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak Kubu RayaTahun 2023.Jenis penelitian ini mengunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasidalam penelitian ini berjumlah 31 remaja putri, sampel yang digunakan sampel jenuh. Pengumpulandata mengunakan data primer dilakukan secara observasi dengan analisis univariat dan bivariat (Chi-square).Hasil penelitian terhadap 31 remaja putri diperoleh sebagian besar responden yaitu 20 remajaputri (64,5%) memiliki indeks massa tubuh normal. Dan Kadar hemoglobin diperoleh sebagian besarresponden yaitu 23 remaja putri (74,2%) normal. Setelah dilakukan analisis dengan mengunakan SPSS( uji Chi-Square) dengan taraf signifikan (a 0,05) didapati hasil dengan p-value 1,000 0,05.Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar hemoglobin padaremaja putri di Asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Raya Tahun 2023.Saran diharapkan para remaja di asrama Sekolah Tinggi Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Kubu Rayadapat memperhatikan aktivitasnya dan memahami tentang pentingnya gizi seimbang bagi remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI DESA WAJOK HILIR TAHUN 2023 Liza Erviana, Febrina Millennia, Katarina Iit,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.265

Abstract

Latar belakang: Menopause merupakan suatu gejala dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi. Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, namun juga adanya beberapa perubahan, mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis.Wanita dikatakan menopause jika sudah tidak menstruasi lagi selama 1 tahun. jumlah wanita premenopause di kabutaen mempawah sebanyak 68.406 jiwa, dan di desa wajok hilir berjumlah 344 jiwa. Dari hasil wawancara dengan responden, didapatkan,1 diantaranya tidak mengetahui apa itu menopause,3 orang lainnya tidak mengetahui tanda-tanda menopause, dan 4 orang lainnya tidak mengetahui perubahan-perubahan apa yang kemungkinan akan terjadi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang menopause dengan kesiapan menghadapi masa menopause di desa wajok hilir tahun 2023. MetodePenelitian: menggunakan deskritif kuantitatif,dengan pendekatan cross sectional,lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Wajok Hilir tahun 2023. Sampel berjumlah 33 orang,tehnik penggumpulan data menggunakan kuesioner dan tehnik analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian: Sebagian dari responden berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (42,4%), sebagian dari responden siap menghadapi menopause sebanyak 17 responden (51,5%). uji Statistic menunjukan nilai pvalue sebesar 0,005<0,05 yang artinya , Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat perbedaan signifikan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause pada ibu usia 40-49 tahun Di Desa Wajok hilir Tahun 2023. Saran: Agar pihak Desa Wajok Hilir dapat memberikan penyuluhan tentang menopause,supaya ibu dapat menambah wawasan pengetahuan tentang menopause sebagai upaya dalam mempersiapkan diri menjelang masa menopause.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Kehamilan Rsiko Tinggi Ddengan Keteraturan Kunjungan Anc di UPTD PUSKESMAS WAIRORO Febri Heldayasari Prabandari, Yunri Merida, Ati Ratna Sari,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.263

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan WHO 2018 menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) mencerminkan efektivitas sistem kesehatan, setiap hari, sebanyak 830 wanita kehilangan nyawa mereka akibat komplikasi yang terkait dengan kehamilan. seharusnya dapat dihindari, terutama di negara berkembang. Antenatal Care (ANC) penting untuk mendeteksi komplikasi dan memberikan informasi bagi ibu hamil. Namun, di Indonesia, kepatuhan terhadap ANC masih rendah. Pengetahuan ibu hamil berpengaruh besar terhadap perilaku kesehatan mereka, sehingga yang memahami pentingnya ANC cenderung menganggapnya sebagai kebutuhan krusial, bukan sekadar kewajiban. Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan antara tingkat pemahaman ibu mengenai kehamilan berisiko tinggi dan frekuensi kunjungan untuk perawatan antenatal. di wilayah kerja Puskesmas Wairoro. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara dua variabel atau lebih dalam satu kelompok. Desain ini termasuk kategori non-eksperimental, berfokus pada penelitian hubungan antar variabel. Dan menggunakan analisa data univariat dan bivariat dengan uji uji chi square. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah total sampling. Hasil: Dari total responden, 7 orang (12,7%) memiliki pengetahuan baik tentang risiko tinggi kehamilan, 25 orang (45,5%) cukup, dan 23 orang kurang. Di Puskesmas Wairoro, 15 ibu hamil (27,3%) tidak rutin melakukan kunjungan ANC, sedangkan 40 ibu hamil (72,7%) melakukannya secara teratur. Analisis statistik dengan uji chi square menunjukkan p value 0,221 (p > 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima. Simpulan: Responden dengan pengetahuan baik, cukup, atau kurang semuanya cenderung melakukan kunjungan ANC secara teratur. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi tidak berhubungan dengan keteraturan kunjungan ANC, dengan p value uji chi-square sebesar 0,221
PENGARUH EDUKASI MEDIA VIDEO ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMK TORSINA SANGGAU Selasih Putri Isnawati Hadi, Zesika Intan Navelia, Eka,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.264

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri berisiko tinggi mengalami anemia akibat siklus menstruasi bulanan. Di Kabupaten Sanggau, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 46,20%, tergolong tinggi menurut WHO (lebih dari 40%). Salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan anemia adalah melalui edukasi melalui media video animasi yang sesuai dengan karakteristik audiens. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pendidikan melalui media video mengenai anemia terhadap pemahaman remaja putri tentang kondisi anemia di SMK Torsina. Metode: Desain penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan pra eksperimen dalam satu kelompok (one group pretest and posttest without control). Penelitian ini melakukan analisis data dengan menerapkan uji Wilcoxon untuk menguji kebenaran hipotesis yang diajukan dengan jumlah populasi sebesar 70 siswi dan sampel sebanyak 45 responden. Hasil penelitian: Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi memakai media video anemia dengan nilai median 46,67, serta pengetahuan remaja putri sesudah diberikan edukasi memakai media video anemia dengan nilai median 80,00. Presentase peningkatan pengetahuan 33,33%. Hasil uji Wilcoxon didapati nilai p-value sebesar 0,000 <0,05. artinya terjadi perubahan yang signifikan pengetahuan anemia remaja putri stelah di berikan edukasi menggunakan media video. Simpulan: adanya pengaruh edukasi media video anemia terhadap pengetahuan anemia remaja putri.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG METODE KONTRASEPSI IUD TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WUS DENGAN MEDIA LEAFLET DI PUSKESMAS PATANI Zesika Intan Navelia, Fatya Nurul Hanifa, Sandra Dewi Pratiwi,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.267

Abstract

Latar Belakang : Partisipasi aktif peserta KB di Kabupaten Halmahera Tengah mencapai 70% pada tahun 2023, dengan Puskesmas Patani mencatat 61,68% peserta KB aktif. Sebagian besar menggunakan suntik 87,30%, sementara hanya 0,76% yang menggunakan IUD, meskipun IUD memiliki efektivitas tinggi. Studi pendahuluan menunjukkan rendahnya penggunaan IUD karena kurangnya pengetahuan tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Hal ini menekankan pentingnya edukasi mengenai pilihan kontrasepsi yang tersedia. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang metode kontrasepsi IUD terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur di Puskesmas Patani. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan Eksperimental dengan desain one group pre and post test yang berarti hanya mencakup satu kelompok subjek yang pengukurannya dilakukan sebelum dan sesudah penerapan perlakuan. Sebelum melakukan analisis data dilakukan uji normalitas Kolmogorov Smirnov yang hasilnya menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon mengenai pengaruh edukasi kontrasepsi IUD. Hasil : Sebelum penyuluhan KB IUD dengan leaflet, 81,6% responden memiliki pengetahuan cukup, 15,8% memiliki pengetahuan kurang, dan 2,6% memiliki pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, 68,4% responden masih berpengetahuan cukup, sementara pengetahuan baik meningkat menjadi 26,3%, dan pengetahuan kurang menurun menjadi 5,3%. Kesimpulan : Penyuluhan KB IUD menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan responden dengan nilai p value sebesar 0,000.
PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU TERKAIT PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KEBADU Mia Dwi Agustiani, Selasih isnawati Hadi, Jeanny Posmauli Hutagalung,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.271

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan kondisi balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini dapat dicegah dengan asupan gizi yang seimbang dari sejak ibu hamil. Upaya mencegah stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyuluhan atau memberikan edukasi menggunakan ceramah atau video untuk mencegah stunting Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting di Desa Kebadu Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat Metode: metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan two group pre-post with control group, dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 39 orang, jadi total sampel sebanyak 78 orang Hasil: analisis distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa hampir sebagian 59 (75,6%) ibu dengan pendidikan menengah. Hasil analisis distribusi fekuensi berdasarkan pekerjaan hampir semua 64 (82%) tidak bekerja. Hasil analisis distribusi frekuensi berdasarkan umur hampir sebagian 59 (75,6%) usia antara 20-35 tahun. Pengetahuan ibu saat dilakukan pre test kategori baik (12,8%) dan setelah intervensi dilakukan post test kategori baik lebih dari sebagian (71,8%) dengan pengetahuan baik Uji statistik metode video menggunakan Chi-Square dengan nilai p= 0,001. Dengan demikian metode Video sangat mempengaruhi peningkatan pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting. Kesimpulan: The results of the research show that there is an influence of education using video media on mothers' knowledge regarding stunting prevention.
KEPATUHAN PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI PADA IBU HAMIL : STUDY RANDOMIZED SAMPLING Y G, Salsalina; Yuliana; G, Elpinaria; Agu Yosali, Magdalena; S, Rizka; S, Reny; S, Ratih
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.281

Abstract

Latar belakang: Diperkirakan sebanyak 8.604 bayi dengan HIV lahir setiap tahun. Prevalensi pada ibu hamil untuk HIV sebesar 0,39%, untuk sifilis 1,7% dan untuk Hepatitis B 2,5%. Risiko penularan dari ibu ke bayi untuk HIV 25-45%, sedangkan sifilis 60-80%, dan hepatitis B sekitar 90%. Tujuan: penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Ciawi tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dan pendekatan cross sectional. Data yang di dapatkan berupa analisa univariat dan bivariate. Populasi 130, dengan sample 98 responden menggunakan Probability Sampling dengan teknik random sampling, maka dilakukan analisis sampai dengan analisis multivariat. Hasil : uji chi square tingkat pengetahuan = 0,004 dan nilai OR (Odds Ratio) = 3,52, dukungan keluarga P-value = 0,008 dan nilai OR (Odds Ratio) = 3,44 dan sikap ibu P-Value 0,025 dan nilai OR (Odds Ratio) = 2,68 yang berarti ada hubungan pengetahuan yang kurang baik beresiko beresiko 3,52 kali, kurang mendapat dukungan keluarga beresiko 3,44 kali dan Sikap ibu negatif beresiko 2,68 kali untuk tidak patuh melakukan pemeriksaan triple eliminiasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Ciawi.