cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek STIKES Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kebidanan is an electronic journal published by Panca Bhakti Midwifery Academy of Pontianak with ISSN 2252-8121 (print) and ISSN 2620-4395 (online). This journal used to present the development of science and technology, especially in midwifery services. In addition, this journal serves as a medium for researchers to present scientific works in the form of research results and other scientific works. Jurnal Kebidanan has been accredited with SINTA 5. The scope of this Journal includes: 1. Pregnancy 2. Labor 3. Postpartum 4. Neonates, Infants and Toddlers 5. Reproduction health 6. Family planning
Articles 166 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 6 SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Fatya Nurul Hanifa, Selasih Putri Isnawati, Diana Puji Lestari,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.283

Abstract

ABSTRAK Anemia gizi besi merupakan masalah gizi yang utama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Rendahnya status gizi berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh terhadap penyakit, kematian bayi, kematian ibu dan produktivitas kerja. Selama masa remaja, pengkajian status gizi perlu dilakukan, salah satu cara sederhana yang dapat digunakan untuk menilai status gizi pada remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 6 Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian menggunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yaitu sebanyak 65 remaja putri. Analisis data univariat dengan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan chi square. Hasil penelitian diperoleh karakteristik usia adalah usia remaja pertengahan (15-17 tahun)) sebanyak 65 orang (100%) dan berdasarkan usia menarche distribusi frekuensi responden tertinggi usia menarche normal (11-13 tahun) sebanyak 60 responden (92,3%). Status gizi terbesar yaitu kurus ringan sebanyak 22 orang (33,8%), kejadian anemia terbesar yaitu tidak anemiasebanyak 32 orang (49,2%).Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan p value = 0,002 kurang dari nilai α = 0,05 (0,929>0,05) sehingga diperoleh tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiananemia pada remaja putri. Kesimpulan tidakAda hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiananemia pada remaja putri di sman 6 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.
EVALUASI PERBEDAAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP MASA AMENOREA PADA IBU POSTPARTUM DI DUSUN ALAS KUSUMA PADA TAHUN 2024 Palentina, Alexander,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.284

Abstract

ABSTRAK ASI ekslusif dapat memperpanjang masa amenorea postpartum yang berfungsi sebagai metode kontrasepsi alami bagi ibu.Cakupanbayi yang diberikan ASI ekslusif di Kubu Raya pada tahun 2023 sebanyak 62%, dan target Kemenkesyaitu 80%. Banyak ibu yang tidak mengetahui manfaat dar ipemberian ASI ekslusif, sehingga angka kelahiran semankin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan pemberian ASI ekslusif dan susu formula terhadap masa amenorea pada ibu postpartum di dusun alas kusuma. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi denganp endekatan cross-sectional, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 ibu postpartum dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan rata-rata lama amenorea pada ibu yang memberikan ASI eksklusif adalah 178,55 hari, sedangkan pada ibu yang memberikan susu formula adalah 44,00 hari. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara lama amenorea pada kedua kelompok dengan nilai uji Man-whitney sebesar 5.527dengan p-value 0,000 < 0,05. Terdapat perbedaan masa amenorea pada ibu postpartum yang memberikan ASI ekslusif dan susu formula pada ibu postpartum di Dusun Alas Kusuma pada tahun 2024. Perlu adanya peningkatan program edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui, serta kerjasama dengan lembaga pendidikan dan kesehatan untuk memperkuat intervensi yang ada
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 RASAU JAYA TAHUN 2024 Lisa Abpriyani, Yuliana,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.285

Abstract

Abstrak Masa remaja adalah suatu tahap kehidupan yang bersifat peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa yang berisiko melakukan perilaku seks pra nikah. Hasil studi pendahuluan di SMAN Rasau Jaya diketahui 1 siswi sudah melakukan hubungan seksual, 14 siswi aktif mengakses konten pornografi, 7 siswi berpacaran, 5 siswi pernah check in di hotel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Faktor-Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja putri di SMAN 01 Rasau Kelas XI Tahun 2024’. Metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi 100 orang, sampel 50 orang dengan random sampling. Analisis data bivariat (chi square). Hasil penelitian sebagian dari responden 44 orang (88%) berpengetahuan baik tentang seks pranikah, sebagian kecil dari responden 31 orang (62%) peran orang tua pasif, sebagian kecil dari responden 31 orang status ekonomi rendah dan terpapar konten pornografi, sebagian serta berperilaku seks pranikah. Uji statistik didapatkan ada hubungan antara faktor pengetahuan (p 0,013), peran orang tua (p : 0,004) dengan perilaku seks pranikah pada remaja putri. Tidak ditemukan hubungan antara status ekonomi (p : 0,287) dan paparan pornografi (p : 0,096) dengan perilaku seks pra nikah. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seks pra nikah secara rutin mengingat banyaknya remaja putri yang sudah berpacaran dan tidak dikontrol oleh orang tua.
( STUDI FENOMENOLOGI ) BUDAYA PERAWATAN MASA NIFAS SUKU TEONGHUA DI DESA SIAGA, KECAMATAN SUNGAI RAYA.KABUPATEN KUBU RAYA. PROVINSI KALIMANTAN BARAT. TAHUN 2024 Windiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.286

Abstract

Latar belakang Angka kematian ibu ( AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada Tahun 2030. Dan menurut WHO di Tahun 2019 Angka kematian ibu disunia yakni 303.000 jiwa. per 100.000 kelahiran hidup. 75% kematian ibu disebabkan oleh kematian, kontaminasi, atau hipertensi selama kehamilan (World Health Organization, 2020). Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 189 yang artinya terdapat 189 kematian perempuan pada saat hamil.melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia termasuk dalam 13 negara Tujuan penelitian mengetahui Budaya Suku Tionghua Tentang Perawatan Nifas ( Co Gwue Lai) Di Desa Siaga.Kecamatan Sungai Raya .Kabupaten Kubu Raya Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mendalami kebiasaan suku teonghua pendekatan fenomenologi yang dilakukan di desa siaga, kecamatan sungai raya dan kabupaten kubu raya. Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian : seluruh responden wanita suku teonghua 10 orang (100%) mengatakan badan menjadi segar dan enak , tidak lemas serta nafsu makan bertambah, kemudian dari 10 orang responden dilakukan perlakuan pemeriksaan HB dari HB awal rata-rata 10.2g/dl -10.5 g/dl meningkat menjadi rerata 11.2 g/dl-11.8g/dl Dan seluruh Responden (no1,2,3,4,5,6,7,8,9dan 10) ) menyebutkan, arak terutama digunakan untuk konsumsi wanita masa nifas untuk melancarkan peredaran darah mendorong produksi Asi. Menurutnya, mengkonsumsi arak paska melahirkan bisa merangsang saraf-saraf peredaran darah dalam tubuh. Kesimpulan Seluruh partisipan (100%) tetap melaksanakan tradisi Guek lai ini sampai selama 30 hari. Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak keluar rumah selama 30 hari dan Seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi hanya konsumsi makanan ayam arak dan ayam masak angkak selama 30 hari serta seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi tidak melakukan keramas rambut selama 30 hari dan seluruh partisipan (100%) melakukan tradisi mendapat pelayanan nifas wanita paruh payah (Co Gwek Ie) selama 30 hari
ANALISIS PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) DINI DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 0-6 BULAN PADA SUKU MADURA DI DESA MADUSARI TAHUN 2024 Windiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.287

Abstract

Latar belakang Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan yang diberikan kepada bayi guna memenuhi kebutuhan bayi atau anak dalam melengkapi ASI dan biasanya diberikan pada bayi berusia 6 - 12 bulan. Penelitian ini masih relevan untuk dilakukan dikarenakan masih terdapat ibu yang memberikan MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan padahal seperti yang diketahui bhawa ASI merupakan nutrisi yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini terhadap status kesehatan bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024. Metode: Menggunakan jenis penelitian Analisis korelasi, penelitian ini memiliki populasi sebanyak 40 orang dengan sampel 40 responden. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian MPASI dini dengan status gizi bayi usia 0-6 bulan, berdasarkan olah data statistik dengan nilai signifikansi (P = 0,005), didapatkan hasil hitung dengan nilai P value sebesar 0,005 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara pemberian makanan pendaming ASI (MPASI) dini terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan pada suku Madura di desa Madusari tahun 2024.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI Luluk Handayani
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.290

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek atau sangat pendek dari anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada masa kehamilan atau 1000 hari pertama kehidupan anak. Stunting masih menjadi permasalahan gizi global khususnya dinegara berkembang. Prevelensi stunting di Indonesia sebesar 31,8% pada tahun 2020 turun menjadi 24,4% pada tahun 2021dan mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2022, namun angka ini masih tergolong cukup tinggi untuk mecapai target 14% pada tahun 2024. Salah satu faktor penting kejadian stunting dipengeruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu, apabila pengetahuan dan sikap ibu baik terhadap stunting dapat membantu dalam upaya pencegahan stunting pada anak. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 55 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh hasil p-value 0,352 (p>0,05) Sehingga tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pencegahan kejadian stunting di Puskesmas Korpri. Hal ini dikarenakan usia ibu didominasi usia ideal dalam merawat anak (20-35 tahun), sebagian besar responden adalah ibu tidak bekerja sehingga lebih fokus dalam merawat dan memenuhi gizi anak.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI (IMT DAN HB) REMAJA PUTRI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANCA BHAKTI PONTIANAK KUBU RAYA TAHUN 2024 Windiyati, Gabrielle Rainblessty, Elise Putri,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.291

Abstract

Latar Belakang : Status gizi adalah sebuah kondisi yang ditentukan oleh tingkat kebutuhan fisik terhadap energi dan zat-zat gizi yang didapatkan dari asupan makanan dengan dampak fisik yang dapat diukur. Berdasarkan studi pendahuluan di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak diketahui dari 7 orang remaja terdapat 3 orang remaja yang mengalami anemia sedang. Tujuan dari penelitian : Ini adalah untuk mengetahui “ Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak Tahun 2024 “. Metode Penelitian : Analisis korelasi. Dengan pendekatan cross-secsectional. Populasi dalam penelitian 34 remaja. Sampel dan total populasi. Variabel dalam penelitian ini menggunakan dua variabel. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak dengan nilai p = 0,410 > 0,05. Kesimpulan : Hasil penelitian Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi (IMT/HB) Pada Remaja Putri di Asrama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti Pontianak tidak ada hubungan. Saran : diharapkan remaja lebih memperhatikan pola makan yang baik dan mengonsumsi makanan gizi seimbang.
PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN NUTRISI PUTIH TELUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RASAU JAYA TAHUN 2024 Agatha Theadila, Yuliana,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.292

Abstract

Kejadian luka perineum di Dunia saat persalinan akibat tindakan episiotomy ataupun spontan pada tahun 2020 sebanyak 2,7 juta kasus dan 75% di Indonesia. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Rasau Jaya dari 31 persalinan, 16 luka perineum dan masih banyak ibu nifas yang belum mengkonsumsi nutrisi putih telur sebagai alternatif penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan pemberian nutrisi putih telur di Puskesmas Rasau Jaya tahun 2024. Metode penelitian yaitu kualitatif untuk meneliti kondisi luka perineum derajat II pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya sebanyak 12 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan karakteristik seluruh responden dalam usia reproduksi, 6 orang pendidikan menengah (SMP), multipara sebanyak 6 responden dan 6 primipara, seluruh responden (12 ibu) sebagai ibu rumah tangga dan tidak mengalami KEK. Konsumsi nutrisi putih telur dilakukan oleh seluruh responden sebanyak 4 butir telur putih perhari selama 7 hari terbagi dalam 2 putih telur dipagi dan 2 di malam atau sore hari dengan cara pengolahan direbus selama 9-10 menit. Seluruh responden mengalami penyembuhan luka perineum berlangsung pada hari ke 4- 6. Disarankan untuk bidan melakukan edukasi manfaat putih telur sebagai sumber protein alami yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka perineum.
PERBANDINGAN ANTARA KOMPRES PARUTAN BAWANG MERAH DENGAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK DEMAM DI PMB RUSMINI TAHUN 2023 Rusmini, Imroatul Azizah,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.300

Abstract

Fever is a condition where body temperature increases. If not treated quickly and appropriately, it will cause complications such as hyperthermia, seizures, and decreased consciousness. One way to lower body temperature in children with fever is non-pharmacological measures by providing grated shallot compresses and warm water compresses. The purpose of this study was to determine the effectiveness of grated shallot compresses and warm water compresses on reducing body temperature in children. The design of this study was Quasi Experiment with a Pre-testPost-test approach. The sampling method was carried out by Purposive Sampling with a sample size of 60 children. The sample was divided into 2 groups. 30 people in the grated shallot compress group, and 30 people in the warm water compress group. The data collection technique used a questionnaire sheet and a body temperature observation sheet. The analysis used was the Paired T-Test with a significance limit = <0.05. The results of this study indicate that grated shallot compresses can lower body temperature (P <0.000). Meanwhile, warm water compresses are also able to lower body temperature (P < 0.000). The Independent T-Test showed that there was a significant difference in effectiveness between red shallot compresses and warm water compresses where the decrease in temperature in grated shallot compresses (1.00) was greater than warm water compresses (0.44). The results of this study found that grated shallot compresses were more effective in lowering body temperature than warm air compresses.
Evaluasi Pola Asuh Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Madu Sari: Evaluasi Pola Asuh Orang Tua Pada Balita Stunting Di Desa Madu Sari MELYANI, NURUL ARRIZA,
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.301

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan nilai Z score TB/U di bawah -2 SD berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tahun 2020 prevalensi stunting di dunia mencapai 22,2%, atau sekitar 150,8 juta balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola asuh orang tua pada balita stunting di Desa Madu Sari. Metode : Penelitian dengan pendekatan mix method. Metode kuantitatif menggunakan jenis analitik observasional pendekatan case control, penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenologi interpretif. Penelitian pada bulan Desember 2023 dengan sampel 60 responden dibagi 2 kelompok yaitu 30 responden stunting dan 30 responden tidak stunting, serta 5 orang informan. Analisis data menggunakan regresi logistik berganda dan teknik analisis triangulasi model interaktif. Hasil : Kelompok balita stunting sebagian besar responden menerapkan pola asuh (menu dan makan) penelantaran yaitu 19 orang (63.4%) sedangkan kelompok balita tidak stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (menu dan makan) demokratis yaitu 17 orang (56.6%), nilai p-value 0.000, pada kelompok balita stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (kesehatan dan perawatan) penelantaran yaitu 15 orang (50%) sedangkan kelompok balita tidak stunting sebagian responden menerapkan pola asuh (kesehatan dan perawatan) demokratis yaitu 15 orang (50%) nilai p-value 0.003. Kesimpulan : Hasil uji regresi logistik memperlihatkan bahwa variabel pola asuh menu dan makan (p-value 0,001) mempunyai pengaruh terbesar terhadap kejadian stunting pada balita dibandingkan pola asuh kesehatan dan perawatan (p-value 0,012).