cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
stikespancabhaktipontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek STIKES Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kebidanan is an electronic journal published by Panca Bhakti Midwifery Academy of Pontianak with ISSN 2252-8121 (print) and ISSN 2620-4395 (online). This journal used to present the development of science and technology, especially in midwifery services. In addition, this journal serves as a medium for researchers to present scientific works in the form of research results and other scientific works. Jurnal Kebidanan has been accredited with SINTA 5. The scope of this Journal includes: 1. Pregnancy 2. Labor 3. Postpartum 4. Neonates, Infants and Toddlers 5. Reproduction health 6. Family planning
Articles 166 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG SEKSUALITAS DAN IMPLIKASINYA PADA REMAJA DI SMP ADISUCIPTO KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2018 Katarina Iit, Telly Katharina
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i1.76

Abstract

HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA KERING STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR TAHUN 2019 Elise Putri, Megalina Limoy
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i1.77

Abstract

HUBUNGAN PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA KERING STERIL SESUAI STANDAR DENGAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR TAHUN 2019Elise Putri1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi : akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakSalah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia adalah angka kematian bayi. World Health Organization pada Tahun 2016 menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 dari kelahiran hidup yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Infeksi tali pusat dapat terjadi dikarenakan perawatan tali pusat yang tidak sesuai standar. Sejumlah 39% ibu tidak melakukan perawatan tali pusat sesuai standar yaitu menggunakan kassa kering steril di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hilir tahun 2019. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perawatan tali pusat menggunakan kassa kering steril sesuai standar terhadap lama pelepasan tali pusat bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif korelasi dengan analisa data Chi Square. Populasi yang diteliti 154 bayi. Pengambilan sampel dengan random sampling jumlah sampel 31 bayi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil analisa data dengan Chi Square didapatkan hasil P-value 0,022 < ? 0,05 maka H0 tolak Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan perawatan tali pusat menggunakan kassa kering steril sesuai standar dengan lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Saran kepada pihak puskesmas untuk tetap memberikan informasi tentang perawatan tali pusat sesuai standar yaitu dengan kassa kering steril karena dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa kassa kering steril sesuai standar efektif untuk melakukan perawatan tali pusat.Kata kunci: Perawatan Tali Pusat, Kassa Kering Steril, BBL
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN IMUNISASI TETANUS TOXOID DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Alexander, Thesa Aulia Putri
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i1.78

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN IMUNISASI TETANUS TOXOID DI PUSKESMAS SIANTAN HILIRKOTA PONTIANAK TAHUN 2019Alexander1, Thesa Aulia Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakAngka kematian bayi di Indonesia tercatat 24 per 1000 kelahiran hidup, angka kematian neonatus 15 per kelahiran hidup dan angka kematian maternal 305 per 100.000 kelahiran. Penyebab kematian bayi ini salah satunya adalah tetanus dimana pada neonatus lebih dikenal dengan tetanus neonatorum. Tahun 2017 di Indonesia kejadian infeksi tetanus neonatorum di Indonesia dari 25 kasus berdasarkan faktor resiko 16 kasus terjadi pada ibu hamil yang tidak dilakukan TT2. Dengan cakupan Imunisasi TT2 hanya sebesar 65,3 %. Persentase cakupan imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil di Puskesmas Siantan Hilir Kota Pontianak tahun 2017 yang melakukan TT2+ sebanyak (38,20%). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan imunisasi tetanus toxoid. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional dan menggunakan total sampling yaitu dengan jumlah populasi 38 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukan responden berusia < 20 tahun-> 35 tahun tahun sebesar (63,2%), berpendidikan tinggi (57,8%), paritas 1-?4 (71,0%), pengetahuan baik (78,9%), suami mendukung (60,5%), ekonomi tinggi (%), media informasi (73,7%), dukungan petugas kesehatan baik (78,9%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor usia, pendidikan, paritas, pengetahuan, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan imunisasi tetanus toxoid.Kata Kunci: Faktor-faktor, ibu hamil, Imunisasi Tetanus Toxoid
PERBEDAAN STATUS GIZI ANTARA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN TIDAK SECARA EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018 Yuliana, Melyani
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i1.79

Abstract

PERBEDAAN STATUS GIZI ANTARA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN PEMBERIAN ASI SECARA EKSKLUSIF DAN TIDAK SECARA EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM TAHUN 2018Yuliana1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakData Kemenkes RI (2017), memperlihatkan bahwa terdapat 4.770.444 jumlah bayi yang ada di Indonesia. Diantara keseluruhan bayi di Indonesia hanya terdapat 29,5% bayi yang mendapat ASI Eksklusif usia 6 bulan Menurut hasil Riskesdas didalam Data Kemenkes RI (2017), bahwa terdapat jumlah balita gizi buruk dan kurang masih sebesar 19,6%. Indonesia masih menjadi negara dengan anak berstatus gizi buruk. Sebab, saat ini gizi balita di Indonesia berada di bawah standar yang di tetapkan WHO yakni dibawah 10%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Status Gizi antara Bayi Usia 6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan Tidak Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional, total populasi pada penelitian ini sebanyak 148 orang sedangkan sampel yaitu 60 orang. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan sebagian besar responden mempunyai bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan status gizi normal yaitu 26 orang (86,7%) dan bayi yang diberi ASI Eksklusif dengan status gizi abnormal yaitu 4 orang (13,3%). Sedangkan bayi yang tidak diberi ASI Eksklusif dengan status gizi normal yaitu 16 orang (53,3%) dan 14 orang (46,7%) bayi yang tidak diberi ASI Eksklusif dengan status gizi abnormal. Hasil uji statistik Mann Whitney U didapatkan nilai Z sebesar -3.894 dengan taraf signifikansi (p) 0,000 atau probabilitas dibawah 0,05 (0,000 < 0,05) yang artinya Ho ditolak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada perbedaan status gizi antara bayi usia 6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak diberikan ASI Eksklusif di Puskesmas Kampung Dalam Tahun 2018.Saran untuk Puskesmas Kampung Dalam agar dapat lebih mengoptimalkan pemberian konseling, penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan untuk memberikan ASI secara Eksklusif yang bertujuan untuk perbaikan status gizi bayi usia 0-6 bulan.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Tidak ASI Eksklusif, Status Gizi, Bayi usia 6 bulan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019 Melyani, Alexander
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.84

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH SMPN 09 PONTIANAK TAHUN 2019Melyani1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakAnemia pada remaja putri juga dapat berdampak pada prestasi belajar siswi karena anemia pada remaja putri dapat menurunkan konsentrasi siswi dalam belajar. Kejadian anemia pada remaja putri di Kalbar pada tahun 2017 sebesar 18,30% dan pada tahun 2018 sebesar 23,8%. Pada tahun 2018 dilakukan pemeriksaan anemia pada remaja putri didapatkan hasilnya 55% remaja putri yang mengalami anemia di sekolah binaan Puskesmas Alianyang. Tujuan penelitian ini yaitu apa sajakah Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Remaja Putri Di Sekolah SMPN 09 Pontianak Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling (Saryono,2016), menggunakan instrumen kuesioner. Jumlah populasi 376 responden dan besar sampel sebanyak 102 responden yang memenuhi kriteria inklusi diuji menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada remaja putri yaitu:Faktor PengetahuanP=0.611,Faktor umur P=0.851,Faktor pola makan P=1.144,Faktor status gizi P=0.041,Faktor pola menstruasi P=1.000,Faktor penyakit yang disertai P=0.169,Faktor pendapatan P=0.169. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan anemia pada remaja putri dengan faktor status gizi. Hasil uji statistik menunjukan menggunakan Chi Square, hasilperhitungan P=0.041, hasil analisis diperoleh OR=2.565 nilai rata-rata, serendah-rendahnya 1.120 dan setinggi-tingginya 5.876. Artinya remaja putri yang memiliki staus gizi kurus mempunyai peluang 2.565 kali untuk mengalami anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki staus gizi yang normal. Saran kepada remaja putri untuk bisa mengetahui dan mengendalikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia, bagi remaja putri yang memiliki masalah status gizi sebaiknya menjaga asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya menjadi seimbang.Kata Kunci: Faktor-Faktor, Hubungan, Anemia, Remaja Putri
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN PANCA BHAKTI PONTIANAK TAHUN 2019 Telly Katharina, Denny Pebrianti
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.85

Abstract

HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019 Alexander, Melyani
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.86

Abstract

HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMASSIANTAN HILIR PADA TAHUN 2019Alexander1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakKontrasepsi suntik mempunyai permasalahan utama efek samping Pemakaian KB suntik mengalami beberapa permasalahan utama, yaitu gangguan pola menstruasi. Gangguan menstruasi yang terjadi seperti perdarahan bercak, perdarahan irregular, amenorea dan perubahan dalam frekuensi, lama dan jumlah darah yang hilang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Ganggua Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriftif korelasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan KB suntik bulan Mei Tahun 2019 yang berjumlah 34 orang dengan menggunakan total sampling. Hasil univariat di dapatkan hasil data dari 34 responden yaitu 24 orang (70,5%) sudah mengguanakan KB suntik 3 bulan selama ? 1 tahun serta mengalami gangguan menstruasi dan 10 orang (29,5%) menggunakan KB < 1 tahun dan tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan hasil bivariat dilihat dari uji staristik chi squere di dapatkan hasil x2hitung lebih besar dari x2 tabel yaitu x2 hitung = 8,503> x2 tabel = 3,841 maka dapat di simpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada Hubungan Lama Pemakain Alat Kontasepsi KB Suntik 3 Bulan Dengan Gangguan Menstruasi Pada Akseptor KB di Puskesmas Siantan Hilir Pada Tahun 2019. Bagi Puskesmas Siantan Hilir Pihak Puskesmas tetap dilakukan informasi pada pengguna KB suntik 3 bulan terutama tentang efek samping pemakaian KB suntik 3 bulan, serta menjelaskan pada klien bahwa ada hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan gangguan menstruasi, dan menganjurkan klien jika merasa ada gangguan terhadap pemakaian KB suntik 3 bulan untuk mengganti metode kontrasepsi lainnya.Kata Kunci: Lama Pemakaian, Suntik 3 Bulan, Gangguan Menstruasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSA TAHUN 2019 Katarina Iit, Megalina Limoy
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.87

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BATITA DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) PADA BATITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU PEDULI BANGSATAHUN 2019Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti Email korespondensi: katarinaiit17@gmail.comAbstrakGizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, menyimpan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. Status gizi merupakan prediktor kualitas sumberdaya manusia. Penanganan yang tepat pada awal kehidupan anak akan menentukan kualitas hidup mereka di kemudian hari. Usia dua tahun awal kehidupan rentan pada usia satu hingga dua tahun kehidupan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 responden. Hasil penelitian dari 48 responden ini adalah 33 responden (68,7%) berpengetahuan baik dan 24 responden (50%) status gizi baik. Hasil analisis ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi batita usia 1-3 tahun dari nilai X2 hitung lebih besar dari nilai X2 tabel yaitu 12,762 > 3841, artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi pada batita usia 1-3 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar dari responden yang memiliki pengetahuan baik, dan tidak ada seseorang responden yang berpengetahuan kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini belum pernah peneliti melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan ibu tentang gizi batita dengan status gizi (IMT/U) pada batita usia 1-3 tahun di Posyandu Peduli Bangsa, peneliti memberikan beberapa saran untuk di Posyandu Peduli Bangsa lebih baik memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang gizi bagi batita di usia 1-3 tahun.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, Gizi Batita, Status Gizi (IMT/U)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU TUNAS MELATI DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2019 Windiyati
Jurnal_Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Kebidanan Volume 9 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v9i2.88

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN ALAT KELAMIN (VULVA HYGIENE) SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 09 PONTIANAK TAHUN 2019 Yuliana, Alexander
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i1.90

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM MELAKUKAN PERAWATAN ALAT KELAMIN (VULVA HYGIENE) SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 09 PONTIANAK TAHUN 2019Yuliana1, Alexander2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrakPraktik kebersihan saat menstruasi pada remaja usia sekolah perlu mendapat perhatian. Pengetahuan yang kurang sesuai dan sikap yang tidak mendukung perawatan alat kelamin yang benar selama menstruasi dapat memicu terjadinya masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi atau keputihan. Studi pendahuluan terhadap 20 orang siswi diketahui 12 orang siswi tidak mengetahui cara perawatan alat kelamin yang benar yaitu mengganti pembalut 2 kali sehari pada saat mandi saja, dan mengganti pembalut jika tembus tanpa dibasuh terlebih dahulu jika terjadinya gatal kemerahan di area pinggir vagina hanya memberikan salap pi kang shuang saja atau dibiarkansehingga menggalami infeksi (keputihan) 3 orang siswi dan 5 orang siswi mengatakan sering merah dibagian selangkangan pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam melakukan perawatan alat kelamin (vulva hygaine) saat menstruasi pada remaja putri kelas X dan XI di SMA negeri 09 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan jumlah sampel sebanyak 99 remaja putri dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menguji pengetahuan dan sikap responden dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian univariat dengan distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian responden 61 remaja putri (63,6%) berpengetahuan cukup tentang perawatan alat kelamin vulva hygiene pada saat menstruasi, kategori sikap menunjukkan bahwa 57 responden (59,4%) memiliki sikap mendukung terhadap perawatan alat kelamin (vulva hygiene) saat menstruasi. Hasil analisis bivariat dengan distribusi X hitung 5,37 > X tabel tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap dalam melakukan perawatan alat kelamin (vulva hygiene) pada saat menstruasi pada remaja putri kelas X dan XI di SMA negeri 09 Pontianak. Saran Agar pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas daerah binaan wilayah pontianak timur untuk memberikan penyuhan tentang perawatan alat kelamin (vulva hygiene) pada saat menstruasi.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perawatan Alat Kelamin, Menstruasi, Remaja Putri

Page 4 of 17 | Total Record : 166