cover
Contact Name
Muhammad Faisal
Contact Email
palanggapraja@ipdn.ac.id
Phone
+6281524235275
Journal Mail Official
palanggapraja@ipdn.ac.id
Editorial Address
Gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan Jl. Je'nemadingin Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kab. Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia » Tel / fax : 085341977552
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pallangga Praja
ISSN : 27160262     EISSN : 27985229     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pallangga Praja (JPP) diterbitkan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan pertama kali pada bulan Oktober 2019 sebagai media /majalah ilmiah bidang sosial di lingkungan IPDN Kampus Sulawesi Selatan. Jurnal ilmiah ini memuat karya tulis ilmiah untuk ilmu sosial, menyangkut pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk politik, hukum, ekonomi, dan keuangan, termasuk isu-isu seperti gender, lembaga pemerintah dan lembaga sosial, sistem pengetahuan lokal. JPP bertujuan menyebarkan pemikiran-pemikiran konseptual serta hasil penelitian.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2023): April" : 8 Documents clear
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI WAHANA MEMBANGUN WARGA NEGARA YANG BAIK DAN MENGANTISIPASI KRISIS KARAKTER PEMUDA Pipit Widiatmaka
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3041

Abstract

Indonesia di era digital saat ini sedang mengalami krisis karakter, mengingat banyak pemuda yang melakukan tindakan-tinakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Di sisi lain, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam perkembangannya selalu menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi krisis tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perkembangan pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter bangsa dan peran pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana pendidikan demokratis untuk membangun karakter demokratis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulaitatif dan metode penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan analisis data yang digunakan ialah analisis data konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan menjadi solusi krisisnya karakter pemuda di Indonesia, karena merupakan kajian yang megembangkan tiga kompetensi, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, karakter kewarganegaraan, dan keterampilan kewarganegaraan. Sejak berdirinya negara Indonesia, pendidikan kewarganegaraan dari tahun ke tahun mengalami perubahan materi yang tercakup di dalamnya untuk diajarkan ke anak didik dan selalu mengalami perubahan dalam penggunaan istilah. Pendidikan kewarganegaraan dapat diberikan di setiap jalur pendidikan, dari pendidikan informal, formal, hingga pendidikan nonformal, karena pendidikan kewarganegaraan merupakan ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan kewarganegaraan juga bisa digunakan sebagai wahana pendidikan demokrasi, sehingga dapat membentuk warga negara yang memiliki karakter demokratis yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan anak didik mampu menguasai dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat menjadi warga negara yang baik
EFEKTIVITAS KINERJA PROGRAM RUMAH PINTAR PEMILU (RPP) DALAM MEMBANGUN TINGKAT PENDIDIKAN POLITIK MASYARAKAT PADA PILKADA 2020 KOTA MAKASSAR Pertiwi Utami Ridwan; Denesha Putri Patricia Naseer; Juwandi Panab
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3085

Abstract

Komisi Pemilihan Umum merupakan lembaga penyelenggara Pemilihan Umum, dan memiliki tugas untuk terus meningkatkan pendidikan politik di masyarakat, agar masyarakat dapat berpartisipasi secara maksimal dalam berpolitik. Maka dari itu diperlukan inovasi dari KPU agar dapat menarik perhatian dari masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan oleh KPU Kota Makassar yang menjalankan program Rumah Pintar Pemilu dalam membangun tingkat pendidikan politik masyarakat pada pilkada 2020 Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas kinerja program RPP dan kinerja program RPP dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendidikan politik. Teori yang digunakan dalam penulisan ini adala teori efektivitas program menurut Budiani dalam Hermawan (2018) yang menyatakan bahwa untuk mengetahui ukuran efektivitas suatu program dapat dilakukan dengan melihat ketepatan sasaran program, sosialisasi program, pencapaian tujuan program, dan pemantauan program. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penulisan yang dilakukan, program RPP (Rumah Pintar Pemilu) sudah berjalan akan tetapi masih banyak masyarakat yang masih belum mengetahui tentang program RPP dengan baik, program RPP belum efektif karena pengadaan pembangunan untuk Rumah Pintar Pemilu belum terlaksana sehingga ketika masyarakat berkunjung ke KPU Kota Makassar tidak bisa menikmati secara langsung salah satu program RPP yang didalamnya terdapat pembelajaran mengenai pemilihan umum yang dapat dipraktikkan secara langsung.
MEMBANGUN PELAYANAN PUBLIK YANG INOVATIF DAN EFISIEN DI ERA DIGITAL DI INDONESIA Dahyar Daraba; Rudi Salam; Indra Dharma Wijaya; Aris Baharuddin; Denok Sunarsi; Bustamin Bustamin
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3428

Abstract

Pelayanan publik yang inovatif dan efisien merupakan salah satu indikator penting dalam pengukuran kemajuan suatu negara. Di era digital, teknologi memainkan peran penting dalam membentuk cara orang berinteraksi dengan layanan publik, serta menciptakan peluang baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Artikel ini membahas bagaimana Indonesia dapat membangun pelayanan publik yang inovatif dan efisien di era digital, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi. Berdasarkan tinjauan literatur dan analisis data, artikel ini menyimpulkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan investasi pada infrastruktur teknologi dan SDM, serta membangun budaya inovasi dalam pelayanan publik. Selain itu, penting untuk menerapkan prinsip desain berorientasi pengguna dan memperluas penerapan teknologi dalam layanan publik ke sektor-sektor lain. Pemerintah juga harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan implementasi teknologi dalam pelayanan publik. Selain itu, transparansi, akuntabilitas, dan ketidakdiskriminan layanan publik juga merupakan prinsip penting dalam membangun pelayanan publik yang baik di era digital. Dalam menghadapi tantangan dan membangun pelayanan publik yang lebih baik, pemerintah perlu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan publik serta memperkuat partisipasi dan kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Dengan upaya-upaya ini, diharapkan Indonesia dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik, efisien, dan inovatif untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia.
DAMPAK DAK FISIK BIDANG KESEHATAN, BIDANG PENDIDIKAN, KEMISKINAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP IPM Saiful Saiful; Jumading Jumading
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3429

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah suatu indikator yang digunakan untuk menilai aspek kualitas dari pembangunan suatu negara atau daerah, apakah suatu negara atau daerah termasuk negara atau daerah maju, berkembang atau terbelakang. Salah satu sumber pendanaan dalam APBD adalah Dana Transfer ke Daerah (TKDD) dari Pemerintah Pusat termasuk di dalamnya adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang sangat berperan dalam menggiatkan pembangunan fisik di daerah. Disamping DAK Fisik, tingkat kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi juga menjadi variabel terhadap peningkatan IPM. Pada penelitian ini penulis memberikan gambaran dampak DAK Fisik Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap peningkatan IPM. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi linear data panel random effect model dengan data gabungan cross-section sejumlah 24 kab/kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan data time-series tahun 2019 s.d. 2021. Kesimpulannya adalah DAK Fisik Bidang Pendidikan, DAK Fisik Bidang Kesehatan, Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh signifikan terhadap nilai IPM di wilayah Luwu Raya.
MODAL SOSIAL MELALUI KEPERCAYAAN(TRUST) MASYARAKAT DI DUSUN 1 DAUNGPARUE DESA BETAO RIASE KECAMATAN PITU RIAWA KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Umar Nain; Moch Dienul Fajry Kadir; Aryo Sosiawan
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3430

Abstract

Untuk keberlangsungan masyarakat Pedesaan yang memiliki solidaritas tinggi, maka tidak bisa terlepas dari Modal Sosial yang mereka bangun dan jaga selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana modal sosial melalui kepercayaan(Trust) Masyarakat di Dusun 1 Daungparue Desa Betao Riase Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan secara Induktif. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, yang terdiri dari unsur Kepala Desa, Masyarakat Desa, dan Tokoh Adat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam (indept interview), dan Dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, mulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial melalui Kepercayaan(Trust) masyarakat masih sangat kuat karena tidak terlepas dari Sejarah Kepemimpinan yang ada di Desa Betao Riase. Sehingga, bentuk modal sosial yang masih terbangun dan terjaga hingga saat ini seperti : (1). Kepercayaan pada Model atau bentuk Rumah; (2). Kepercayaan antara masyarakat yang sedang berpergian; (3). Kepercayaan terhadap keterbukaan informasi terhadap orang lain dan (4). Kepercayaan terhadap Hasil Pertanian Masyarakat.
PENGUATAN MODAL SOSIAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN PEDESAAN Rosliana Rosliana
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3432

Abstract

Modal sosial berkaitan dengan tingkat produktivitas, olehnya itu kajian modal sosial untuk pemberdayaan masyarakat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model penguatan modal sosial untuk pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumen, observasi, dan catatan lapangan. Selanjutnya data dianalisis dengan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan modal sosial untuk pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan dilakukan oleh pemerintah desa dengan menghidupkan norma resiprositas, kegiatan gotong royong, membentuk kelompok-kelompok ekonomi produktif, membentuk majelis taklim di desa, menghidupkan kegiatan-kegiatan olahraga bagi pemuda desa. Disarankan supaya pemerintah desa senantiasa memperbanyak kelompok-kelompok sosial yang bersifat formal maupun informal sebagai basis terendapnya modal sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN ABON DAGING KUDA MEREK “JEKA” OLEH SANGGAR BELAJAR PANRITA DI KABUPATEN JENEPONTO Suaib Ibrahim; Aryulhandy Nur Zulhijjah
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3433

Abstract

Pemberdayaan masyarakat yang diIakukan oleh komunitas Sanggar Belajar Panrita pada kegiatan usaha Abon daging Kuda. kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan lingkup operasional pembuatan abon yang bersumber dari daging kuda. Sumber data kajian ini adalah masyarakat pengrajin abon daging kuda yang bermerek “Jeka” Analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil lebih menekankan makna generalisasi. Metode deskriptif digunakan sebagai metode yang yang bertujuan melukiskan atau menggambarkan keadaan di lapangan secara sistematis terhadap fakta-fakta dengan interpretasi yang tepat dan data yang saling berhubungan, serta mencari kebenaran mutlak dan juga pada hakekatnya mencari pemahaman observasi. Hasil kajian diperoleh bahwa abon daging kuda merek “Jeka”, biasanya abon daging kuda dipasarkan melalui media sosial yang dimiliki oleh pengrajin. Dalam rangka pemberdayaan tersebut maka ada empau (4) bentuk pemberdayaan yang dilakukan guna meningkatkan usaha Abon daging kuda merek “Jeka” tersebut yaitu Bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan melalui Usaha Sanggar Belajar Panrita dengan berbagai kekurangan dan kebutuhan pengembangan usaha.
PEMERINTAHAN YANG MEMBAHAGIAKAN MASYARAKAT Riani Bakri; Murtir Jeddawi
Jurnal Pallangga Praja (JPP) Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61076/jpp.v5i1.3434

Abstract

Selama ini, pendekatan mengukur keberhasilan pembangunan secara obyektif, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, atau penurunan angka kemiskinan. Perspektif dimaksud, tidak dapat disalahkan. Namun, secara subyektif, kebahagiaan masyarakat/warga Negara, setidaknya juga sudah perlu mendapatkan perhatian. Idealnya, kondisi obyektif dan subyektif diharapkan berjalan seiring. Fakta hasil kajian BPS (2021) tidaklah demikian. Dari perspektif pemerintahan, kondisi dimaksud harusnya menjadi perhatian utama dengan fungsi dan kewenangan yang dimiliki. Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk membuat Kebijakan, yang idealnya selain mengarah pada keberhasilan indikator obyektif makro, tetapi juga indikator mikro subyektif yaitu keberhasilan dalam membuat kebahagiaan masyarakat/warga Negara.

Page 1 of 1 | Total Record : 8