cover
Contact Name
Qholiva Yuni Fadilla
Contact Email
qholiva.yuni.fadilla@umy.ac.id
Phone
+6282323199490
Journal Mail Official
audiens.ik@umy.ac.id
Editorial Address
Department of Communication Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Audiens
ISSN : -     EISSN : 27224856     DOI : https://doi.org/10.18196/jas
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Audiens focuses on issues of media review, whether print, electronic, film, social media and new media and various on communication including: 1. Advertising, Public Relations, and Broadcasting 2. Social Media, New Media, Information Communication and Technology 3. Health Communications, Disaster Communications, Sport Communication 4. Political Communication, Political Marketing 5. Multiculturalism, Islam and Communication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): March" : 15 Documents clear
Resepsi Audiens atas Kekerasan Seksual Terhadap Pemberitaan Korban Pelecehan Seksual Baiq Nuril Miranda Ainin Prihandini
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8608

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana resepsi audiens atas kekerasan seksual terhadap pemberitaan korban pelecehan seksual Baiq Nuril. Isu kekerasan seksual di media menarik untuk diteliti karena melalui pemberitaan yang dilakukan oleh media dapat memunculkan pemaknaan dari audiens. Audiens memiliki pemaknaan mereka masing-masing atas kekerasan seksual dalam kasus ini maupun yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana resepsi audiens atas kekerasan seksual terhadap pemberitaan korban pelecehan seksual Baiq Nuril? Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dari pemikiran Hall dengan menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan memiliki pemaknaan yang beragam mengenai pemberitaan kasus Baiq Nuril. Informan memiliki pemaknaan atas kekerasan seksual berdasarkan latar belakang mereka masing-masing yaitu perspektif, pendidikan, gender, dan peran sosial mereka. Berdasarkan pemaknaan informan, posisi perempuan pada kasus kekerasan seksual sebagai pihak yang rentan karena perempuan dianggap sebagai objek bahkan pemicu.
Rasisme Terhadap Kulit Hitam dalam Iklan H&M Jaza Tirahmawan; Bryan Atfis Luthfi Melody; Muhammad Naufal Nur Ahly
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8708

Abstract

Penelitian ini dimulai dari rasisme terhadap kulit hitam di iklan H&M. Awalnya iklan ini ditayangkan pada tahun 2018 dan dianggap rasis dan menyerang komunitas kulit hitam karena menggunakan sebuah foto seorang anak kulit hitam dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana rasisme yang dilakukan ras kulit putih terhadap ras kulit hitam. Dalam hal ini merupakan suatu bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian melalui cara-cara seperti digunakan dalam teks termasuk iklan sebagai produk media massa untuk mempresentasikan citra tertentu tentang dunia. Penelitian ini menggunakan metode nalisis semiotika dengan metode Semiotika. Iklan dianalisis melalui analisis semiotik Roland Barthes. Tanda-tanda dalam iklan dikaji secara bertahap untuk mendapatkan makna pesan dan bentuk rasisme terhadap kulit hitam. Hasil analisis semiotik menemukan bahwa iklan H&M menunjukkan unsur rasisme yang terlihat dari model seseorang yang memiliki warna kulit hitam yang diagapnya sebagai monyet. Lelucon yang menjadikan ras hitam sebagai objek rasisme. Praktek merendahkan ras kulit hitam menjadi hal yang biasa karena kepercayaan pada ideologi supremasi kulit. Di mana gagasan bahwa kulit putih lebih unggul daripada kulit hitam adalah keyakinan yang tidak berdasar untuk merendahkan ras kulit berwarna.
Strategi Komunikasi Kampanye Adopt Don't Buy Komunitas Adopsi di Kota Yogyakarta Ella Antika; Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.9974

Abstract

Hewan-hewan peliharaan saat ini, dapat ditemukan di sekitar kita dalam keadaan terlantar dan liar. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan jumlah pembuangan dan penelantaran hewan peliharaan yang tinggi. Animal Friend Jogja (AFJ) menyatakan bahwa sebanyak 393 laporan kasus pembuangan dan penelantaran hewan peliharaan, termasuk 96 laporan terkait kelebihan populasi sejak bulan Januari sampai Oktober tahun 2019. Kampanye “Adopt Don’t Buy” merupakan gerakan yang dilakukan oleh komunitas adopsi organisasi non profit pecinta hewan yang ada di Kota Yogyakarta. Gerakan ini mengusung pesan “Adopsi Bukan Beli” yang bertujuan untuk membantu menyelamatkan hewan terlantar tanpa harus mengeluarkan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dalam kampanye “Adopt Don’t Buy” melalui media sosial. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi strategi komunikasi dalam kampanye “Adopt Don’t Buy”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan ialah dengan mengutamakan pemilihan komunikator yang baik dalam hal ini para selebritis influencer, Musisi lokal Yogyakarta baik secara langsung lewat kampanye pertunjukkan dan lewat media sosial. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa Kampanye Adopt Don’t Buy mampu menarik perhatian masyarakat lewat strategi komunikasi yang telah diterapkan hal ini ditandai dengan antusias masyarakat saat kampanye pertunjukkan berlangsung, bertambahnya anggota dan jumlah followers yang meningkat di Instagram.
Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Pompa Air Shimizu Alip Suprayitno; Donny Chairul
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8886

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengiklankan iklan tv yang tidak sesuai dengan etika periklanan karena penggunaan seksualitas wanita. Fakta bahwa iklan tv adalah salah satu saluran periklanan yang efektif untuk mempromosikan suatu produk dan meningkatkan citra perusahaan. Namun ada banyak kesalahan dalam menerapkan iklan tv untuk membujuk konsumen dengan menunjukkan percakapan dan adegan dengan banyak gambar seksual. Gambar seksual dalam iklan terjadi di banyak acara dan program pemasaran. Itu telah dianggap sebagai pendekatan yang efektif untuk menarik perhatian konsumen dan pesan akan mudah diingat dan diinternalisasi dalam memori. Fenomena ini juga telah terjadi di Indonesia di mana iklan tv konten gambar seksual yang telah menyebabkan kontroversi dan penolakan di kalangan konsumen dan pihak berwenang. Ini bertentangan dengan Kode Etik Periklanan Indonesia. Sampel iklan tv yang memuat gambar- gambar seksual di Indonesia dan dianggap tidak etis adalah iklan Shimizu Water Pump. Iklan tv ini telah muncul di saluran tv nasional pada tahun 2011 dan banyak kata-kata negatif, gambar seksual dan gerakan yang dapat dilihat sebagai tindakan porno. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang masalah etika dalam industri periklanan. Oleh karena itu penelitian ini memperkuat penelitian sebelumnya yang telah menyimpulkan bahwa etika harus diterapkan dalam industri periklanan dan tidak ada ruang untuk perilaku pelanggaran aturan ini. Metode pengamatan dan pendekatan penelitian kualitatif adalah bagian dari proses analisis untuk mencapai tujuan dan menyimpulkan fenomena.
Bingkai Pemberitaan Tirto.id dan Suara.com tentang Konflik antara Mahasiswa Papua dan Masyarakat Lokal di Surabaya Tahun 2019 Aditya Purnama Aji
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.11143

Abstract

Peristiwa pengepungan mahasiswa Papua oleh aparat pemerintah dan organisasi massa di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya pada 16 Agustus 2019, berujung penangkapan 42 mahasiswa oleh pihak Kepolisian. Banyak pro dan kontra di berbagai headline media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing tirto.id dan suara.com dalam memberitakan konflik antara mahasiswa Papua dan masyarakat lokal di Surabaya serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Mengunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Data penelitian ini diambil selama periode 17 Agustus – 10 September 2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Media online tirto.id memosisikan peranya dalam memperluas eskalasi konflik dengan menunjukan keritik terhadap pemerintah melalui dua pembingkaian diantaranya; aparat pemerintah refresif terhadap mahasiswa Papua, dan rasisme dalam konflik Papua Surabaya. (2) suara.com yang memosisikan peranya dalam mendamaikan eskalasi konflik menunjukan citra positif pemerintah melalui dua pembingkaian diantaranya: kesigapan aparat pemerintah menangani konflik, dan persekusi memicu konflik yang lebih besar. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pembingkaian. Secara internal seperti, ideologi, individu, organisasi media, dan rutinitas media. Sedangkan secara eksternal seperti, sumber berita, khalayak, sumber pendanaan, teknologi, dll.
Stereotip Tenaga Kerja Indonesia dalam Iklan RoboVac Muhammad Masyaril Hraoom; Azhar Rizky Bumi; Pradipta Ade Arkan
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8783

Abstract

Menjadi seorang TKI merupakan salah satu jalan yang banyak dipilih oleh warga Indonesia dan juga salah satu program pemerintah untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Sebuah iklan RoboVac asal Malaysia berupa robot penyedot debu ternyata dianggap diangap menyinggung dan menimbulkan stereotip yang buruk terhadap TKI. Penelitian ini melihat stereotip tenaga kerja Indonesia dalam iklan RoboVac yang menggunakan kata “fire your Indonesian maid now (pecat pembantu Indonesia mu sekarang).” Penelitian ini dianalisis menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Adapun kata-kata yang muncul merupakan kata-kata yang menyudutkan para TKI karena dengan harga yang murah dengan itu majikan bisa mempekerjakan TKI, dan terdapat pemaksaan untuk secepatnya memecat TKI yang sudah bekerja dan menggantikannya dengan robot.
Stereotype Ojek Pangkalan dalam Iklan Grab Bike Shabrina Andani; Meissy Sakina Firdausa
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8784

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis iklan yang masih tidak sesuai dengan etika periklanan yang berlaku karena iklan tersebut mengandung unsur diskriminatif terhadap suatu pihak, serta menampilkan beberapa adegan yang tidak layak untuk dikosumsi khalayak ramai. Tindakan diskriminatif tidak layak dilakukan dalam sebuah iklan, karena sama saja dengan menjatuhkan suatu pihak demi kepentingan pribadi. Penelitian ini melihat bagaimana iklan Grab Bike #PilihAman yang dianggap diskriminatif dan membentuk steretip baru terhadap ojek pangkalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis. Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda yang muncul dalam iklan tersebut seperti adanya unsur diskriminatif terhadap ojek pangkalan melalui voice over iklan tersebut cuplikan adegan-adegan yang tidak layak ditayangkan. Berdasarkan hasil analisis, Grab Indonesia membangun stereotip masyarakat terhadap ojek pangkalan bahwa ojek pangkalan itu tidak aman dan dapat mencelakai para pelanggannya.
Representasi Rasisme Warna Kulit dalam Iklan Lotion Dove Muhammad Naufal Reyhan; Rifqii Almubasysyir; Muhammad Febriansyah
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8830

Abstract

Penelitian ini dimulai dari adanya bentuk rasisme terhadap kulit hitam di iklan sabun Dove. Awalnya iklan ini ditayangkan pada tahun 2017 dan dianggap rasis dan menyerang komunitas kulit hitam karena mengeluarkan iklan yang cukup kontroversial. Pariwara yang dirilis di Facebook memperlihatkan seorang model perempuan berkulit hitam yang sehabis mandi dengan produk tersebut berubah menjadi berkulit putih. Iklan itu dikecam karena bernada rasis. Atas kritikan tersebut, pihak Dove pun menyampaikan permohonan maaf melalui tokoh yang berperan dalam iklan tersebut. Penelitian ini melihat rasisme yang dilakukan ras kulit putih terhadap ras kulit hitam pada iklan Dove mengenai cara mempresentasikan citra tertentu tentang dunia. Penggambaran iklan ini dianggap bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian dalam mengkonsumsi produk industri produk media massa untuk. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Tanda-tanda dalam iklan dikaji secara bertahap untuk mendapatkan makna pesan dan bentuk rasisme terhadap kulit hitam. Berdasarkan penelitian ini, ditamukan bahwa keunggulan ras kulit putih tidak hanya menyebar dari mulut ke mulut, tetapi melalui media massa juga. Posisi ras kulit putih juga dikonstruksikan sebagai ras yang paling unggul. Iklan yang merupakan produk media massa juga bias dianggap rasis.
Representasi dan Stereotip pada Perempuan Berkulit Gelap dalam Iklan “Fair and Lovely” Ma’ruf Fathoni; Della Fadillah
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8837

Abstract

Iklan merupakan suatu media untuk mempromosikan sebuah produk atau brand. Banyak pengiklan berlomba-lomba mencari cara untuk menarik minat pembeli agar barangnya dibeli oleh masyarakat. Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang bagi banyak orang sulit dipisahkan. Tuntutan untuk selalu tampil cantik akan selalu mengikuti sosok perempuan kemana pun ia pergi. Termasuk produk kecantikan, para produsen kosmetik akan terus-menerus mencoba untuk menyodorkan konsep-konsep baru (atau konsep lama yang diperbarui) kepada masyarakat dan perempuan tentunya, tentang apa itu yang dinamakan kecantikan ideal. Melalui produk-produknya, mereka berusaha untuk memberikan konseptualisasi tentang menjadi cantik yang terkini. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis iklan Fair and Lovely pada tahun 2016 yang merepresentasikan perempuan berkulit gelap menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat tanda-tanda yang muncul dalam gambar iklan di media televisi Fair and Lovely tahun 2016, mulai dari ekspresi wajah, warna kulit yang ditampilkan dalam iklan tersebut. Pada iklan ini merepresentasikan seolah-olah perempuan yang memiliki kulit gelap merupakan sebuah kejelekan, maka itu harus diubah melalui kulit putih bersinar.
Marginalisasi Ojek Pangkalan dalam Iklan Grab Versi #PilihAman Fani Zafira Suryani; Navika Dwi Nurfariza Hermawan
Jurnal Audiens Vol. 2 No. 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammdiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jas.v2i1.8954

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menyadarkan masyarakat bahwa masih adanya praktik marjinalisasi dalam iklan ini yang tidak kita sadari. Dengan adanya iklan tersebut merugikan pihak ojek pangkalan karena anggapan atau persepsi yang terbentuk dari adanya iklan ini sehingga orang dapat berpaling dan menggunakan ojek online. Dalam iklan ini ojek pangkalan digambarkan tidak memiliki keselamatan yang baik dalam bergendara dan juga perawatan motor. Penelitian ini menggunakan metode semiotika oleh Roland Barthes yang mengembangkan dari pemikiran Ferdinand De Saussure untuk menganalisis objek penelitian dalam iklan Grab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui marginalisasi ojek pangkalan yang terdapat pada iklan Grab versi pilih aman. Berdasarkan temuan dan diskusi dalam penelitian ini, iklan Grab #PilihAman telah memarginalisasi ojek pangkalan melalui beberapa hal yaitu sistem keamanan, informasi pengendara, dan motor yang terawat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15