Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti (JPICB) adalah jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti dengan Nomor : B.31.489.1/2379/SLBN1BDG/DIKPORA dan Nomor : 292/F73/NOK/V-2023. Jurnal ini adalah jurnal kemitraan antara SLB Negeri 1 Badung (Bali) dengan STKIP Citra Bakti (NTT). JPICB terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Surat Keputusan ISSN (2988-7852) Nomor 29887852/II.7.4/SK.ISSN/08/2023 Jurnal ini menerbitkan karya ilmiah dari guru, dosen, dan mahasiswa sesuai dengan scope jurnal. Scope jurnal adalah Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Pembelajaran dan Media Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Isu isu Terkini dalam Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Berkebutuhan Khusus Permasalahan Pendidikan secara Umum seperti kesulitan belajar, gaya belajar, parenting, dan konseling. Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 2 (2023)"
:
9 Documents
clear
PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR
Alfensiana Ayuti Ratna Ndasi;
Maria Iko;
Antonia Ripo Meo;
Marselina Yolanda Bupu;
Maria Isabela Dhiu;
Maria Srimaya Inggo;
Algiana Yuliana Rasapril Jaun;
Rifaldus Wogo
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2106
Semua warga Negara berhak memperoleh pendidikan baik bagi anak normal maupun anak berkebutuhan khusus, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional dan dipertegas dalam Pemendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa, dengan memberi peluang kepada anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan bimbingan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peranan guru dalam memberikan layanan pendidikan terhadap anak dengan kebutuhan khusus terutama dalam pengembangan individu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana data dikumpulkan melalui kajian literatur. Hasil penelitian menununjukan bahwa peran guru dalam memberikan layanan pendidikan terhadap anak dengan kebutuhan khusus sangat penting. Peran tersebut terlihat dari penugasan guru dalam memberikan bimbingan yang mengharuskan guru untuk kreatif mengembangkan pola serta metode pendekatan terhadap anak.
MENGENALI DAN MEMAHAMI KARAKTERISTIK PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TINGKAT SEKOLAH DASAR
Aprilia Ayuni Nuwa;
Christina Ngadha;
Viviana Meo Longa;
Yosefania Una;
Maria Patrisia Wau
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2117
Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus menjadi sebuah tantangan didalam dunia pendidikan, karena tidak semua sekolah berdesia menerima anak berkebutuhan khusus didalam lingkungan pendidikannya. Anak-anak berkebutuhan khusus pada umumnya adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah Anak Berkebutuhan Khusus dengan kebutuhan khusus tidak mengacu pada sebutan untuk anak-anak penyandang cacat tetapi mengacu pada karakteristik yang khusus yang dimiliki oleh anak berkebutuhan khusus. Ada berbagai jenis dalam lingkup jangka waktu dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam pendidikan khusus di Indonesia, anak-anak yang berkebutuhan khusus dikategorikan dalam hal anak-anak tunanetra, tunarungu,tunadaks, tunagrahita, dan tunalaras. Setiap anak dengan kebutuhan khusus juga membutuhkan layanan khusus yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik dari anak-anak itu sendiri. Penting untuk melaksanakan kegiatan dalam hal untuk mampu mengenali karakteristik anak berkebutuhan khusus serta kemampuan dan kebutuhan dari anak-anak.
STUDI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: IMPLEMENTASI MATAKULIAH PENDIDIKAN ABK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Yosefa Kafasin Owa;
Maria Alfonsa Kero;
Maria Alexandria Itu;
Maria Goreti Gowa Ledu
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2132
Hakikat pendidikan merupakan suatu hal penting yang sangat dibutuhkan oleh anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan literatur tentang Hakikat anak berkebutuhan khusus dan penerapannya dalam pendidikan di sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelusuri artikel-artikel dari jurnal elektronik yaitu melalui google cendekia yang dapat memperkuat hasil analisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan yaitu organizer, synthesize, dan identity. Hasil penelitian menunjukan bahwa Setiap peserta didik berhak memperoleh pelayanan dan kemajuan Pendidikan yang signifikan, terlepas dari mereka yang normal dan mereka yang memiliki keterbatasan fisisk maupun mental. Sekolah luar biasa yang didirikan untuk anak berkebutuhan khusus memberikan pembelajaran tentang berbagai hal seperti layaknya anak normal walaupun jauh dibawah orang normal, yang bertujuan agar kelak mereka tidak bergantung pada orang lain.
PENDEKATAN LAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Luxcya Martir Wona Una;
Veronika Yuliana Beku;
Viorentina Meo Soro;
Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2133
Pendidikan anak berkebutuhan khusus menjadi sebuah tantangan didalam dunia pendidikan, karena tidak semua sekolah bersedia menerima anak berkebutuhan khusus didalam lingkungan pendidikannya. Penerapan pendidikan berkebutuhan khusus di Indonesia dilakukan dalam 2 bentuk, yaitu segregatif dan mainstream. Para pendidik yang menangani anak berkebutuhan khusus, tidak jarang mengalami tekanan-tekanan secara emosional, sehingga sangat diperlukan sebuah pendekatan yang mampu membantu para pendidik untuk mengontrol emosinya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan Pendekatan Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus dengan menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur yang sesuai dengan topik kajian. Adapun pendekatan Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus secara umum ada dua pendekatan yakni : pendekatan kelompok/klasikal dan pendekatan individual. Para pendidik bagi anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat menyadari pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, karakteristik anak berkebutuhan khusus, dan pendekatan bagi anak berkebutuhan khusus.
INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS DI SEKOLAH INKLUSI
Wishti Christyastari;
Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2406
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi sosial anak autis di sekolah inklusi Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial anak autis di sekolah yang mencakup pola komunikasi (verbal dan non-verbal), pola bermain, perasaan atau emosi (positif dan negatif), interaksi dengan shadow, guru, dan teman, serta perilaku positif dalam berinteraksi. Subjek penelitian ini adalah satu siswa autis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis dapat melakukan interaksi sosial dengan baik. Hal tersebut dikarenakan anak autis mendapat dukungan dari lingkungan sekolah.
STRATEGI DAKWAH PADA PROGRAM SEKOLAH INKLUSI DI BOJONGWETAN DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK MARGINAL
Amidda Mazaya;
Khaerunnisa Tri Darmaningrum
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2407
Dalam berdakwah tidak asal menyampaikan pesan yang akan disampaikan namun harus ditata seperti dalam pengucapan, materi, memilih sasaran mad’u yang tepat juga itu semua harus memiliki strategi agar dakwah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh Mad’u nya. Oleh karena itu dalam berdakwah pun harus ada strateginya, adapun Strategi dakwah merupakan proses menentukan Upaya guna menghadapi sasaran dakwah dalam situasi dan kondisi tertentu agar mencapai tujuan dakwah dengan maksimal. Dalam menentukan strategi untuk berdakwah tidak memihak kepada siapapun, asalkan dakwah yang akan disampaikan bisa diterima disemua kalangan. Tujuan berdakwah juga berupaya untuk memberdayakan suatu proses perencanaan perubahan sosial yang bertindakan pada nilai-nilai Islam dengan bersifat netral. Seperti dalam kelompok marginal juga perlu dilakukan dakwah pemberdayaan karena masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagi bidang, seperti status sosial yang paling rendah, kelompok ini sangat membutuhkan pendekatan dari segi manapun, dengan status sosial rendah kelompok marginal membutuhkan dorongan agar bisa merubah nasibnya. Bukan hanya bantuan materi saja namun bantuan seperti pemberdayaan dari semua aspek, pendekatan keagamaan, sikap saling menghargai itulah yang sangat dibutuhkan dari mereka. Dakwah pemberdayaan sendiri bertujuan agar perubahan sosial yang ingin dicapai lebih baik lagi sehingga dapat mengubah dan mengembangkan sikap dan pola berfikir agar mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat atau sekelompok sasaran guna meningkatkan kesadaran untuk berperilaku yang lebih baik. Kelompok marginal bisa dikategorikan sebagai kelompok sosial golongan kalangan bawah seperti pengemis, pemulung, bahkan orang yang memiliki kebutuhan khusus. Artikel ini akan membahas mengenai Strategi Dakwah Pada
MOTIVASI BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI
Nadia Aulia Nabiilah;
Siti Mahmudah;
Diah Anggraeny
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2408
Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar anak berkebutuhan khusus di sekolah. Dengan adanya pemparan hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak melalui beberapa strategi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan sehingga semua informasi yang diperoleh berasal dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Motivasi belajar pada anak ABK tentunya akan sangat mempengaruhi performanya dalam mengikuti pembelajaran dan tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus memiliki upaya untuk meningkatkan motivasi tersebut menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Ketika anak telah memiliki motivasi belajar yang tinggi maka harapannya anak berkebutuhan khusus mampu mencapai suatu prestasi tertentu.
ANALISA KENDALA GURU DALAM MENGHADAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER DI SEKOLAH DASAR
Shinta Permata Ningrum;
Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2409
Guru kelas di SD Inklusi di Yogyakarta menghadapi berbagai kendala dalam memberikan pelayanan kepada siswa dengan ADHD. Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah Guru pendamping khusus (GPK) yang dapat memberikan bantuan. Tanggung jawab guru untuk siswa dengan ADHD melampaui ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi oleh guru sekolah dasar di Yogyakarta yang bertugas mendampingi siswa dengan gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD). Pendekatan kualitatif dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas sebagai objek penelitian. Informasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidik yang menangani siswa yang memiliki ADHD menghadapi sejumlah tantangan dalam memfasilitasi pendidikan mereka. Masalah pertama adalah kurangnya guru GPK yang tersedia untuk membantu anak-anak yang menderita ADHD. Ini menempatkan tuntutan tambahan pada guru kelas yang sudah sibuk. Tantangan kedua adalah perilaku siswa yang sulit diatur dan sulit diatur. Kendala ketiga adalah terkait dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru kelas seringkali menghadapi kesulitan dalam membuat RPP khusus untuk siswa ADHD, karena mereka menganggap proses pembelajaran siswa ADHD sama dengan siswa normal. Kendala keempat adalah terkait dengan media pembelajaran. Guru kelas seringkali menghadapi kendala dalam menciptakan media pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa ADHD memahami materi pembelajaran. Kendala terakhir adalah terkait dengan sarana dan prasarana pendidikan. Guru kelas menghadapi tantangan dalam menyediakan tempat khusus untuk melayani dan berkonsultasi dengan siswa ADHD.
PERILAKU KOMUNIKASI ANAK DOWN SYNDROME DALAM INTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH INKLUSI
Mega Putri Naba Ghazia;
Rusmawan
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jpicb.v1i2.2410
Tujuan dari penelitian ini berguna untuk mengetahui perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial di salah satu sekolah inklusi di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jenis single case. Objek dalam penelitian ini adalah perilaku komunikasi anak down syndrome dalam interaksi sosial. Subjek penelitian ini adalah satu siswi down syndrome. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi dan wawancara. Pemeriksaan kebenaran data dilaksanakan dengan uji kredibilitas berupa uji triangulasi, uji transferabilitas, uji dependabilitas, dan uji konfirmabilitas. Analisis data menggunakan analisis model Spradley dengan melalui tahapan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak down syndrome belum cukup baik dalam perilaku komunikasi interaksi sosial di lingkungan sekolah. Peran guru di sekolah inklusi dapat membantu perkembangan perilaku komunikasi anak yang dapat dikembangkan melalui aktivitas yang berfokus pada hal yang memikat ketertarikannya dan melibatkan kegiatan motorik.