cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari" : 14 Documents clear
PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI LINGKUNGAN (STUDI KASUS KELURAHAN SITI REJO I MEDAN) Siti Zulfah
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi adalah suatu perangkat yang digunakan seseorang untuk mangolah data,mendapatkan informasi dan sebagainya ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan di masyarakat serta memberikan dampak yang negatif dan positif pula tergantung bagaimana seseorang menggunakannya begitu pula dengan masyarakat yang berada dilingkungan kelurahan Siti Rejo I Kecamatan Medan kota memanfaatkan teknologi informasi di dalam kehidupannya sehari-hari bukan hanya dari kalangan anak mudanya bahkan ibu-ibu rumah tangga pun menggunakan teknologi diantaranya, handphone, gadget, dan komputer dan ini memberikan dampak positif bagi mereka terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan sampingan selain mengurus rumah tangga dan bagi mereka kalangan muda terutama yang memiliki segudang aktivitas di dalam dan di luar lingkungannya, dengan aktivitas yang yang super sibuk tentunya kalangan muda lebih memilih hal yang serba instan dan cepat yaitu dengan menggunakan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi di dalam masyarakat ternyata memberikan efek yang begitu banyak baik dari kalangan muda maupun tua yaitu dimana teknologi memudahkan mereka dalam melakukan pekerjaan serba instan contoh jika merek membeli suatu barang mereka tak perlu susah-susah cukup dengan menggunakan handphone saja atau gadget mereka dapat membeli barang yang mereka inginkan tanpa harus datang ke tokonya ini telah menghemat waktu, ,jadi dengan adanya teknologi informasi segala yang kita kerjakan dapat menjadi instan tanpa harus membuang-buang waktu dengan tidak ada manfaatnya
ANALISA MUTU MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE TAGUCHI (Studi Kasus Di PT. Sumber Sawit Makmur) Bonar Harahap; Tri Hernawati; Aulia Rachman Hasibuan
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sumber Sawit Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan kelapa sawit yang tidak lepas dari masalah yang berhubungan dengan mutu hasil pengolahan TBS menjadi Minyak kelapa sawit yang diakibatkan oleh tidak sesuainya dengan standar kualitas/mutu. Hal ini dapat terlihat dengan frekuensi kecacatan yang terjadi pada produksi kelapa sawit akibat kerusakan tersebut target produksi tidak tercapa peningkatan mutu Minyak Kelapa sawit pada perusahaan ini adalah dengan melakukan identifikasi faktor-faktor yangberpengaruh terhadap Mutu Minyak Kelapa sawit dengan menggunakan metode Taguchi untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dan meningkatkan Mutu Minyak Kelapa sawit. Dari hasil penelitian yang telah diselesaikan  rata-rata dari setiap faktor yang  memiliki pengaruh yang lebih besar terhadapMutu Minyak Kelapa sawit. Dimana nilai G1 (Unit Klarifikasi) sebesar 19.75. D1 (Tekanan  pada perebusan) sebesar 26 dan B2  (Lama penimbunan pada loading ramp) sebesar  25,5. Dari pengolahan  data dan analisa dapat diketahui bahwa pengaruh kualitas disebabkan tiga faktor utama yaitu  unit klarifikasi, tekanan pada perebusan dan lama penimbunan pada loading Ramp).
PERANCANGAN KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR UNTUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA DENGAN KAPASITAS 600 L/JAM Muslih Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matahari pada posisinya sedangkan bumi berputar pada sumbunya sambil bergerak mengelilingi matahari dalam suatu orbit yang berbentuk elips yakni hampir berupa lingkaran. Radiasi surya merupakan suatu bentuk radiasi termal yang mempunyai distribusi panjang gelombang yang khusus, karena radiasinya terkonsentrasi pada panjang gelombang pendek (berlawanan dengan yang lebih panjang untuk kebanyakan radiasi termal di bumi). Kolektor disebut juga sebagai pengumpul panas atau kalor. Secara umum kolektor surya adalah suatu peran khusus alat penukar kalor yang berfungsi untuk menyerap surya dan mentransfer masukan radiasi tersebut menjadi energi termal yang  berguna melalui suatu medium fluida kerja. Kolektor yang akan direncanakan adalah kolektor surya pemanas air
PENILAIAN DAYA SAING INOVASI Luthfi Parinduri
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja reformasi pendidikan tinggi adalah dengan cara-cara inovatif untuk menghasilkan beragam inovasi yang berdaya saing dari pendidikan tinggi, pada gilirannya akan menjadikan bangsa yang mandiri. Hingga saat ini Kerja Inovatif, dan Kompetitif  belum merupakan budaya bangsa, terkesan seolah olah bangsa ini kehilangan semangat. Semangat itu perlu digairahkan kembali melalui seruan, pengingatan dan tentunya motivasi dan keteladanan. Untuk membangun karakter bangsa yang mandiri, seluruh bangsa perlu memunculkan budaya inovasi yang dapat bersaing di kancah internasional. Inovasi pada dasarnya merupakan sebuah elemen di balik kemajuan sebuah negara. Inovasi yang berkelanjutan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan menjadi kata kunci memperkuat daya saing suatu negara dalam percaturan  internasional. Agar inovasi yang dilakukan terarah, maka perlu diketahui faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat terjadinya inovasi. juga peran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai suatu bangsa, indikator kemampuan atau daya saing bangsa terletak pada faktor pendidikan tinggi dan inovasi. Sehingga peran perguruan tinggi dalam membudayakan inovasi dan meningkatkan daya saing bangsa menjadi sangat penting. Adapun faktor ataupun indikator lainnya merupakan porsi dan tanggung jawab pemerintah maupun dunia usaha. Salah satu strategi dalam bingkai competitiveness untuk mencapai kualitas pendidikan tinggi yang diakui dalam berbagai kalangan secara global adalah kerja sama.
ANALISA PERLAKUAN PANAS TERHADAP BAJA KARBON NS 1045 Samsul Bahri
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi atau baja sangat luas pemakaiannya dibidang teknik, atau boleh dibilang hampir sebagian besar pengembangan teknologi selalu berhadapan dengan besi atau baja, baik untuk transportasi, peralatan bangunan, peralatan pertanian, mesin-mesin dan sebagainya., bila besi maupun baja tidak dapat digunakan untuk keperluan tertentu dapat dipilih bahan lain yaitu baja paduan. Baja paduan ini baja yang telah dipadu dengan unsur-unsur lain sehingga sifat-sifatnya mendekati dengan sifat-sifat yang diperlukan. Setelah dilakukan pemanasan baja NS 1045 masing-masing pada temperatur 8000C, 9000C dan 10000C kemudian dicelupkan ke dalam media pendingin masing-masing air (H2O), air garam (NaCl) dan minyak oli. Dari hasil pemanasan tersebut dilakukan pengujian kekerasan yang dipanaskan pada 8000C, 9000C dan 10000C dan dicelup ke dalam media pendingin air (H2O) kekerasannya 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRcdan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing 32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc
ANALISIS PERBANDINGAN KUAT LEKAT TULANGAN POLOS DENGAN TULANGAN BERULIR Gunawan Tarigan
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu percobaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui perilaku dari sifat– sifat monolit balok terhadap material tarik lainnya adalah melalui percobaan tarik (pull out test). Melalui percobaan ini, tulangan beton yang sudah ditanamkan ke dalam beton dengan bentuk serta ciri-ciri yang telah ditentukan akan ditarik dengan kecepatan konstan sampai beton tersebut pecah atau tercabut baja tulangannya. Oleh karena itu nantinya diharapkan diperoleh nilai–nilai perilaku beton seperti kuat lekat baja tulangan terhadap beton. Melalui percobaan tarik (pull out test) ini pula kita dapat membandingkan kuat lekat baja tulangan ulir yang umumnya dipergunakan dalam proyek besar terhadap kuat lekat tulangan polos yang umumnya dipergunakan dalam proyek skala kecil. Dengan demikian, dapat diketahui dan dibuktikan secara empiris bahwa nilai kuat lekat baja tulangan ulir adalah jauh lebih besar dari pada kuat lekat tulangan polos untuk material dan campuran beton yang sama. 
ANALISA STABILITAS LERENG PADA TEPI SUNGAI TEMBUNG Jupriah Sarifah; Bangun Pasaribu
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan material yang sangat berpengaruh dalam suatu pekerjaan konstruksi, terutama pondasi. Karena suatu daerah tidak akan memiliki sifat tanah yang sama dengan daerah yang lainnya. Lereng adalah suatu permukaan tanah yang miring dengan sudut tertentu terhadap bidang horizontal dan tidak dilindungi. Lereng dapat terjadi secara alamiah atau buatan. Masalah kelongsoran pada konstruksi lereng merupakan masalah penting dalam aktifitas lalu lintas. Dapat dipahami betapa pentingnya konstruksi lereng pada tepi sungai, supaya tanah tidak terkikis oleh air dan tidak longsor dan lereng tersebut bisa ditanami dengan tanaman yang menghasilkan agar lereng tahan terhadap erosi. Karena di dalam lereng ada gaya geser yang bekerja menahan atau melawan sehingga kedudukan tanah tersebut tetap stabil. Hal-hal yang menyebabkan kelongsoran antara lain, tidak adanya tumbuhan di sekitar lereng yang berguna untuk menahan tanah dari pengaruh hujan, hal tersebut berdampak pada pengikisan tanah, terjadinya pengurugan tanah secara berlebihan dan adanya/meningkatnya penebangan liar. Nilai permukaan tanah tidak datar, maka komponen berat tanah yang tidak sejajar dengan kemiringan lereng akan menyebabkan tanah akan bergerak ke arah bawah dan bila komponen berat tanah cukup besar kelongsoran lereng dapat terjadi, yaitu tanah dapat tergelincir ke bawah yang menyebabkan naiknya air kepermukaan tanah yang mengakibatkan banjir. Pengaruh kelongsoran dapat dilihat dari karakteristik tanah dan geometriknya, yang tidak sama dari satu daerah ke daerah lainnya. Dan faktor keamanan dari lereng itu berbeda pula, misalnya penyebaran butiran tanah, kemampuan menyerap air, kekuatan geser tanah, dan kapasitas daya dukung tanah terhadap beban akibat pengaruh cuaca. Berdasarkan hasil perhitungan di atas beserta hasil dari penelitian di lapangan maka analisa Terzaghi lebih aman dipergunakan untuk mencari angka keamanan lereng. Melalui pengujian  Analisa Saringan (sieve shaker Analyze), diperoleh jenis tanah pada lereng adalah pasir berliat (sandy loam) dan dari hasil pengujian Atterberg tidak memiliki nilai plastis.
PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI SUBTITUSI CAMPURAN BATA RINGAN KEDAP SUARA R.Exaudi Simon Purba; Kamaluddin Lubis
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makin meningkatnya kebutuhan perumahan saat ini menyebabkan kebutuhan akan bahan bangunan semakin meningkat pula. Hal tersebut dapat memberikan suatu alternatif untuk memanfaatkan limbah-limbah industri yang dibiarkan begitu saja. Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Serbuk gergaji kayu dapat juga digunakan sebagai peredam suara. Pada penelitian ini, limbah kayu dimanfaatkan untuk pengganti sebagian agregat halus yang digunakan pada campuran pembuatan bata ringan.Pada penelitian  ini  bertujuan membahas  tentang karakteristik  kedap suara dengan pemanfaatan  limbah serbuk gergaji kayu, semen PC, dan pasir sebagai bahan pembentuknya. Pada kajian ini serbuk gergaji kayu yang digunakan adalah berasal dari Sumatera  Utara  dengan  variasi  komposisi  0%,  20%,  dan 30% (massa) , sedangkan komposisi material lainnya dibuat tetap. dengan ukuran serbuk kayu yang dipakai 0,25 mm - 2,0 mm  . Untuk pengujian beton peredam suara  akan dibuat benda uji berbentuk silinder dengan diameter  11 cm dan tebal 6 cm sebanyak 6 benda uji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada campuran 30% serbuk gergaji kayu yaitu pada variasi ke-III menunjukkan nilai koefisien serap bunyi terbesar yaitu 0.6832 dengan frekuensi 1000 Hz dengan koefisien absorbsi 0,50% dan dengan kecepatan rambat gelombang bunyi menunjukkan 683,2 m/det. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besarnya persentase campuran serbuk gergaji kayu maka kemampuan untuk meredam suara semakin besar.
ANALISIS RUGI-RUGI DAYA PADA PENGHANTAR NETRAL JARINGAN DISTRIBUSI SEKUNDER AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN Zulfadli Pelawi; Yusmartato Yusmartato
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem ini menggunakan konduktor tanpa isolasi. Dikerenakan beban disuplai melalui sistem satu fasa, maka ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi. Akhirnya akan menyebabkan mengalirnya arus pada netral transformator, sehingga timbul rugi-rugi  pada penghantar netral. Bila arus netral (arus bocor) yang mengalir pada penghantar netral terlalu besar, sehingga rugi-rugi daya yang timbulkan akan semakin besar. Seharusnya bila keadaan sistem benar-benar setimbang, maka rugi-rugi daya yang ada hanyalah pada saluran R, S dan T saja. Setelah dianalisa, diperoleh bahwa bila terjadi ketidakseimbangan beban sebesar 4,67%, maka arus netral yang muncul 20,43, dan rugi-rugi akibat arus netral yang mengalir ke tanah sebesar 1,27%.
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KECAMATAN HELVETIA KOTA MEDAN Anisah Lukman
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi drainase primer dan sekunder yang berada di Kawasan Helvetia sebagian dari saluran yang ada tidak lagi sesuai dengan fungsinya, dimensi penampang yang tidak beraturan, kurangnya perawatan maupun sistem pengaliran dan pembuangan yang tidak sesuai lagi dengan lingkungan. Mengingat begitu banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh banjir atau genangan, maka perlu direncanakan dengan cermat penanganan kelebihan air pada daerah tersebut, hal ini merupakan alasan mendasar untuk menganalisis kapasitas dan sistem drainase pada kawasan Helvetia. Adapun lokasi yang diambil pada kawasan Drainase Helvetia Kota Medan yang dipusatkan di Kecamatan Medan Helvetia dikarenakan di wilayah ini rawan terjadi genangan. Data mengenai curah hujan harian maksimum wilayah kecamatan Medan Helvetia didapat melalui Stasiun Klimatologi Sampali Medan. Luas total area wilayah Medan Helvetia adalah 1.316 Ha. Dengan luas area genangan sebesar 1,46 km² = 146 Ha apakah masih mencukupi untuk mengalirkan serta membuang air yang berasal dari daerah tangkapan air tersebut  disepanjang drainase primer dan sekunder pada saat banjir (curah hujan tinggi). Berdasarkan hasil analisa hidrologi dan uji sebaran distribusi, digunakan distribusi Log Person type III sehingga di dapat intensitas curah hujan maksimum (I maks)= 14,644 mm/jam, debit banjir rencana maksimum (Q)= 5,646 m³/det dan waktu konsentrasi (tc)= 1,087 jam. Dari hasil Q analisis rancangan dan Q analisis kapasitas  saluran di atas dibuat perbandingan hasil perhitungan untuk mengetahui kondisi drainase primer kawasan Medan Helvetia dari analisa didapat Drainase Primer sebesar 1,7188  m3/det pada Q Eksisting Saluran. Untuk  Q Rancangan didapat sebesar 0,5646 m3/det pada kondisi 10 tahun.

Page 1 of 2 | Total Record : 14