cover
Contact Name
Satria Yudha Prayogi
Contact Email
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281360936699
Journal Mail Official
satria.yp@ft.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Teladan, Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buletin Utama Teknik
ISSN : 14104520     EISSN : 25983814     DOI : -
Jurnal Buletin Utama Teknik memuat tentang artikel hasil penelitian dan kajian konseptual rumpun ilmu bidang teknik. Secara garis besar topik utama yang diterbitkan adalah: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro Teknik Informatika Teknik Arsitektur Teknik Industri.
Articles 434 Documents
ANALISIS PENGARUH WAKTU PEMERAMAN CAMPURAN TANAH LEMPUNG DAN SEMEN TERHADAP NILAI CBR PADA STABILISASI TIMBUNAN JALAN Bastian Bastian; Kamaluddin Lubis
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12140

Abstract

Kualitas tanah dasar (subgrade) sangat menentukan kestabilan konstruksi jalan, karena harus mampu menahan beban lalu lintas yang bersifat statis dan dinamis. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur daya dukung tanah adalah nilai California Bearing Ratio (CBR). Tanah dengan nilai CBR rendah menunjukkan kemampuan dukung yang tidak memadai. Dalam kondisi tertentu, penggantian tanah dasar dengan material timbunan dari luar lokasi menjadi solusi umum. Namun, keterbatasan sumber daya menyebabkan tanah plastis tinggi seperti tanah klasifikasi A-7 sering dimanfaatkan sebagai alternatif timbunan, meskipun memiliki karakteristik teknik yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah plastis tinggi melalui metode stabilisasi kimia menggunakan semen Portland. Variasi kadar semen yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% terhadap berat kering tanah, dengan waktu pemeraman selama 1, 7, 14, dan 28 hari pada kondisi kadar air optimum. Pengujian laboratorium dilakukan untuk menilai perubahan sifat fisik dan mekanik tanah, terutama nilai CBR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan kadar semen dan perpanjangan waktu pemeraman secara signifikan meningkatkan nilai CBR tanah. Nilai tertinggi sebesar 69,31% diperoleh pada campuran 15% semen dengan pemeraman selama 28 hari, dibandingkan dengan nilai awal tanah tanpa stabilisasi sebesar 3,01%. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilisasi menggunakan semen merupakan metode yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan daya dukung tanah plastis tinggi sebagai material timbunan jalan..
ANALISA PERFORMA SEPEDA MOTOR PCX 150 INJEKSI STANDARD DENGAN PCX 150 INJEKSI MENGGUNAKAN HYBIRD SYSTEM PARALLEL DAN MOTOR ASSIST BERBAHAN BAKAR PERTAMAX DENGAN MENERAPKAN PERAWATAN PREVENTIVE MAINTENANCE Junaidi Junaidi; Yulfitra Yulfitra; Aditya Agung Pradipta
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12145

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Analisa Performa Sepeda Motor Pcx 150 Injeksi Standard Dengan Pcx 150 Injeksi Menggunakan Hybird System Parallel Dan Motor Assist Berbahan Bakar Pertamax Dengan Menerapkan Perawatan Preventive Maintenance, Metode yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada Motor Honda PCX 150 FI. Torsi engine yangdihasilkan oleh motor Honda PCX 150 F1 lebih besar dengan menggunakan Hybrid yaitu 18,4 Nm pada putaran engine 6000 rpm, sedangkan Torsi engine terendahyaitu 8,3 Nm pada putaran engine 2000 rpm menggunakan bahan bakar Pertmax. Daya engine yang dihasilkan oleh motor Honda PCX 150 F1 lebih besar dengan menggunakan Hybrid yaitu 11,8 hp pada putaran engine 6000 rpm, sedangkan Daya engine terendah yaitu 1,8 hp pada putaran engine 2000 rpm menggunakan bahan bakar Pertamax.
PERBANDINGAN PERFORMA SEPEDA MOTOR HONDA VARIO 160 FI MENGGUNAKAN WEIGHT ROLLER STANDARD SEBERAT 19 GRAM DAN WEIGHT ROLLER RACING SEBERAT 12 GRAM BESERTA PENGARUH PREVENTIVE MAINTENANCE PADA CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION Oscar Fredriek Sembiring; Junaidi Junaidi; Muhammad Arifin
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12150

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Perbandingan Performa Sepeda Motor Honda Vario 160 Fi Menggunakan Weight Roller Standard Seberat 19 Gram dan Weight Roller Racing Seberat 12 Gram BesertaPengaruh Preventive Maintenance Pada Continously Variable Transmission, metode yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 160 Fi. Torsi engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat12 gramdengan torsi maksimum sebesar 16,2 Nm pada putaran engine 7000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat 19 gram torsi engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 14,5 Nm pada putaran engine 7000 rpm. Daya engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat 12 Gram dengan Daya maksimum sebesar 12,4 kw pada putaran engine 8000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat19 gram Daya engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 11,4 kw pada putaran engine 8000 rpm. Maintenance atau rutinitas pada perawatan cvt sangat perlu dilakukan setiap 8000 km / 8 bulan sekali dan pergantian part sering dilakukan setiap 24.000 km / 2 tahun sekali terkecuali jika sepeda motor matic melewati jalanan yang tergenang banjir hendaknya segera melakukan overhaul cvt, karena banyak kasus yang telah terjadi jika melalaikan perawatan cvt, komponen cvt yang paling utama yaitu drive belt sering putus pada saat dikendarai yang mengakibatkan sepeda motor tidak dapat dikendarai. Weight roller standard seberat19 gram memiliki ukuran 19,95 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,05 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dan weight roller racing seberat 12 gram memiliki ukuran 19,76 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,24 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dengan ukuran standard 19,84 mm – 20,00 mm.
ANALISA KEPADATAN TANAH MENGGUNAKAN SAND CONE PADA PENINGKATAN STRUKTUR TANGGUL BENDUNG LAU SIMEME SIBIRU-BIRU DELI SERDANG Say Krisna Persat; Kamaluddin Lubis
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12141

Abstract

Pembangunantanggul Bendungan Lau Simeme Sibiru-Birudirencanakanuntuk mencegah atau mengurangi dampak banjir luapan sungai agar konstruksi bendungan terhindar dari bahaya longsor.Stabilitas tanggulsangat ditentukan oleh kepadatan tanah timbunan yang diperoleh melalui proses pemadatan denganmenggunakan peralatan berat. Untuk menjamin kekuatan dan keandalan struktur, tanah timbunan harusmencapai derajat kepadatan sekurang-kurangnya 95% dari kepadatan maksimum menurut standar uji laboratorium. Apabila nilai tersebut tidak tercapai, maka kapasitas dukung tanah akan menurun secara signifikan dan berpotensi menyebabkan degradasi atau kerusakan pada struktur bendungan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah timbunan tanah pada bagian tanggul Bendungan Lau Simeme telah memenuhi persyaratan kepadatan sesuai standar teknis yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian inibersifateksperimental,mencakup pengujian sifatfisistanah,ujiProctor Modified,dan ujisandcone. Nilai berat volume kering tanah hasil pengujian laboratorium digunakan sebagai parameter acuan untuk menentukan derajat kepadatan tanah. Analisis dilakukan terhadap hasil uji laboratorium dan lapangan guna memperoleh nilai berat volume kering. Berdasarkan hasil pengujian Atterberg Limit, tanah memiliki nilai batas cair sebesar 58,45%, batas plastis sebesar 38,94%, dan indeks plastisitas sebesar 19,19%. Hasil pengujian pemadatan menunjukkan kadar air sebesar 34,59%, berat volume basah 1,62 gr/cm³, berat jenis 2,57, kadar air optimum 31,75%, dan berat isi kering maksimum sebesar 1,670 gr/cm³. Dari hasil pengujian menggunakanmetode sandcone, diketahui bahwa seluruh titik pengujian pada Jalur A memenuhi syarat kepadatan dengan derajat kepadatan lebih dari 95%. Sebaliknya, Jalur B tidak memenuhi kriteria tersebut. Oleh karena itu, pada bagian timbunan yang telah memenuhi syarat, pekerjaan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya, sedangkanbagian yang belum memenuhi persyaratan harus dilakukan pemadatan ulang. Berdasarkan karakteristiknya,tanah yang digunakan tergolong dalam klasifikasi kerikil berpasir dengan kondisi padat.