Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, Ekonomi, adalah jurnal nasional peer-review yang diterbitkan oleh CV Anugrah Anggota IKAPI. Musytari: Neraca Manajemen, Akuntasi, Ekonomi membahas ekonomi dan bisnis dalam ruang lingkup berbagai disiplin ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi. Tim editorial menyambut baik seluruh masyarakat, terutama akademisi dan peneliti, untuk menyumbangkan dedikasi intelektualnya dalam bentuk artikel asli yang diterbitkan dalam jurnal ini yang belum pernah dipublikasikan di media manapun. Artikel dapat berupa hasil penelitian maupun kajian ilmiah lainnya.
Articles
2,923 Documents
EVALUASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN ACEH SELATAN
Henni Shintia Dewi
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2114
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan daerah yang di pungut daerah yang berasal atau diperoleh berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan kebijakan peraturan perundang-undangan. PAD merupakan tolok ukur untuk menghitung kemandirian keuangan suatu daerah dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tingkat kemandirian suatu daerah akan meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan PAD, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya.. Salah satu penyumbang terbesar pendapatan asli daerah adalah bersumber dari pendapatan pajak daerah. Pemberian kewenangan kepada Kepala Daerah telah mengakibatkan pemungutan berbagai jenis pajak daerah dan retribusi salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 pengalihan PBB P2 menjadi pajak daerah memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan PAD. Pendapatan Daerah merupakan komponen penting dalam susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena merupakan sumber pendapatan yang dapat digunakan untuk kebutuhan keuangan di daerah. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan harus mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan PAD termasuk dari penerimaan PBB P2. Rumusan masalah dalam penelituan ini adalah “Bagaimana evaluasi kebijakan dalam pembayaran PBB terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Aceh Selatan” Tujuan penelitian adalah “Untuk menganalisis dan menjelaskan hasil evaluasi kebijakan dalam pembayaran PBB terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Aceh Selatan”. Metode peneltian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil pada penelitian ini dihubungkan pada teori evaluasi kebijakan William N. Dunn pada Efektifitas, Efisiensi, Kecukupan, Responsifitas, Ketepatan dan Perataan, dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Aceh Selatan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN BERAU
Sahuda Sahuda
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2116
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dan Fokus penelitian ini adalah menjelaskan proses Implementasi Kebijakan Dalam Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Berau dan mengidentifikasi apa yang menjadi faktor penghambat dalam mengimplementasikan program tersebut. Peneliti menjabarkan focus penelitian tersebut dengan pengembangan analisa teori implementasi kebijakan dari Edward III. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1)Komunikasi, telah berjalan dengan baik. Setiap ada kebijakan dan program yang akan diimplementasikan dan menyasar UMKM, Diskoperindag selalu mensosialisasikannya terlebih dahulu. (2)Sumber Daya, Diskoperindag memiliki sumber daya yang cukup mendukung. Secara sumber daya manusia, Diskoperindag telah memiliki sumber daya aparatur yang kompeten dan mampu menjadi pendamping pelaku UMKM mengatasi masalah yang mereka hadapi. Untuk sumber daya anggaran dan sarana prasarana, Diskoperindag memiliki pos anggran yang cukup dan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan-kegiatan pemberdayaan UMKM. (3)Disposisi, Diskoperindag memalui aparatur birokrasinya sangat mendukung suksesi pengembangan UMKM di Berau. Mereka menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan standart operational prosedur. (4)Struktur Birokrasi, aparatur birokrasi dari Diskoperindag telah menjalankan tugas, wewenang dan tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat dalam jabatan yang mereka sandang sekarang. Kendala dalam implementasi yakni Diskoperindag kekurangan sumber daya aparatur. Selain kendala dalam aspek sumber daya aparatur, Diskoperindag memiliki keterbatasan anggaran dalam memberdayakan UMKM.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN BERAU
Tritura Andang Mangeka
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2117
Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini menjelaskan proses kolaborasi antar stakeholders dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau dan menjelaskan peran Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan dalam menjadi mitra. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa telah terjadi kerjasama dalam kolaborasi antar aktor guna mengembangkan UMKM di Kabupaten Berau. Kolaborasi tersebut dapat terlihat dari; (1)Assessment, actor kolaborasi memiliki komitmen yang sama dalam memajukan dan mengembangkan UMKM di Kabupaten Berau. Setiap actor menjalankan peranannya dengan sungguh-sungguh sebagai upaya untuk mewujudkan misi kolaborasi yang dijalankan. (2)Initiation, Diskoperindag aktif memberikan pelatihan dengan menggandeng PT Berau Coal sebagai mentor dan pemateri dalam pelatihan. (3)Deliberation, Diskoperindag telah dengan baik menjalin komunikasi denga para pelaku UMKM. Diskoperindag juga terbuka dengan usulan dan masukan yang diberikan oleh para pelaku UMKM. (4)Implementation, Diskoperindag berau berperan sebagai fasilitator, regulator dan katalisator.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN SIKAP KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI SENTRA WISATA KULINER BRATANG BINANGUN
Dwi Anggraeni;
I.A Sri Brahmayanti
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2118
Dalam hal ini Literasi keuangan dan sikap keuangan perlu adanya penilaian terhadap pengelolaan keuangan khususnya pada Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun membutuhkan pemahaman dalam Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan yang dapat diukur dengan opininya terhadap uang yang lebih menunjukkan atau mengarahkan pelaku UMKM bersikap rasional dan percaya diri dalam pengendalian pendapatan tentang praktik keuangan, yang nantinya individu tersebut dapat mengukur pengelolaan keuangan dengan keuangan pribadi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dikarenakan data yang digunakan berupa kuesioner dengan total responden 38 Orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM di Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun. Secara simultan Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan pada pelaku UMKM di Sentra Wisata Kuliner Bratang Binangun.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PERLENGKAPAN DAN PENGAWASAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) SERTA FASILITAS JALAN BERBASIS APLIKASI PADA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BERAU
Aidil Hamka
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2119
Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan proses implementasi sistem informasi pengelolaan perlengkapan dan pengawasan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) serta fasilitas perlengkapan berbasis aplikasi di Kabupaten Berau. Peneliti menjabarkan focus penelitian tersebut dengan pengembangan analisa teori implementasi kebijakan dari Edward III. Adapun analisis tersebut peneliti jabarkankan dalam beberapa indikator yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sistem informasi pengelolaan perlengkapan dan pengawasan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) serta fasilitas perlengkapan berbasis aplikasi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Berau telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat terlihat dari aspek – aspek berikut; (1)Komunikasi, sosialisasi dan diskusi di lingkup internal Dinas Perhubungan untuk memberikan pemahaman ke aparatur birokrasi terkait program yang akan dijalankan dan memantapkan program tersebut sebelum disosialisasikan ke organisasi perangkat daerah dan masyarakat Kabupaten Berau. (2)Sumber daya, sumberdaya manusia diberikan pelatihan dan bimbingan teknis. Sumberdaya anggaran mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Berau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk pengadaan alat dan perangkat penunjang program. Untuk sarana prasarana sudah dilakukan peremajaan alat operasional dan pengadaan alat pendukung lainnya. (3)Disposisi, pelaksana program telah memiliki komitmen untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan sudah sesuai dengan kewenangan serta tugas pokok dan fungsi sesuai dengan posisinya, dan (4)Struktur birokrasi, telah ditetapkan tugas pokok dan fungsi dalam menjalankan kewenangan sesuai dengan posisinya dan telah disusun prosedur pelaksana berupa SOP pelaksanaan. Untuk factor penghambat adalah biaya pengadaan dan pemasangan alat dan perangkat yang mahal dan tidak setaranya kemampuan sumberdaya manusia di Dinas Perhubungan yang memiliki kompetensi dibidang teknologi informasi.
PENINGKATAN EFISIENSI PROSES KONTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GUDANG DENGAN MENGADAPTASI TEKNOLOGI KONTRUKSI MODERN PADA PABRIK SINDABAD MARINE PIONEER DI PASURUAN, JAWA TIMUR
Revina Febrianti;
Ulfi Pristiana
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 10 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i10.2121
Waktu yang optimal dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi sangat perlu diterapkan, agar apa yang dikerjakan menjadi efektif dan tidak membuang banyak waktu. Dalam menyelesaikan sebuah proyek pembangunan, diperlukan waktu yang optimal, agar tidak terjadi keterlambatan dengan waktu yang telah ditentukan. Sehingga menyebabkan biaya yang dibutuhkan semakin meningkat dan pekerjaan tidak menjadi efektif. Penelitian ini menggunakan metode CPM (Crithical Path Method), yaitu suatu metode untuk menentukan jalur kritis dalam analisis jaringan kerja pada suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan, sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi optimal dan efektif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah untuk kegiatan yang optimal dalam menyelesaikan proyek pembangunan rumah kos yaitu sebanyak 18 kegiatan dan durasi kegiatan yang optimal yang diperoleh adalah 126 hari.
IMPLEMENTASI SI PENYU BERAMAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN BERAU
Sabaruddin Sabaruddin
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i11.2122
Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan proses implementasi dari program Si Penyu Beramal dalam upaya meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Berau dan mengidentifikasi apa yang menjadi factor penghambat dalam mengimplementasikan program tersebut. Peneliti menjabarkan focus penelitian tersebut dengan pengembangan analisa teori implementasi kebijakan dari Edward III. Adapun analisis tersebut peneliti jabarkankan dalam beberapa indikator yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1)Komunikasi, Disdukcapil Berau telah dengan baik mengkomunikasikan aplikasi Si Penyu Beramal dengan mengadakan sosialisasi secara langsung melalui event, pemasangan banner informasi, dan disosialisasikan di semua media sosial milik Disdukcapil Berau. (2)Sumber daya, Disdukcapil Berau menyediakan sarana prasarana penunjang layanan dengan peremajaan peralatan teknologi informasi spek terbaru dan juga menyediakan wifi yang dapat diakses publik. Kualitas sumber daya aparatur juga dipersiapkan dengan berbagai pelatihan. (3)Disposisi, aparatur birokrasi sangat mendukung suksesi pelayanan berbasis digital dengan komitmen selalu mengarahkan masyarakat untuk melakukan pengajuan melalui aplikasi. Mereka menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan standart operational prosedur pelayanan. (4)Struktur birokrasi Disdukcapil Berau telah mempunyai standart operasional procedure yang jelas dalam menjalankan pelayanan melalui aplikasi Si Penyu Beramal. (5) Faktor Penghambat, ketersediaan jaringan internet yang belum mencukupi dan jaringan internet yang terintegrasi langsung ke database operator Disdukcapil Berau saat ini hanya menjangkau daerah pusat permukiman penduduk di Kabupaten Berau. Selain itu masih ada sebagian masyarakat yang gagap teknologi.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, DAN STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN BELIA COSMETIC (STUDI KASUS PADA KONSUMEN BELIA COSMETIC DI KECAMATAN GUBENG SURABAYA)
Firda Nur Aini;
Hotman Panjaitan
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i11.2123
Peningkatan yang dilakukan dalam manajemen pemasaran bertujuan untuk mengembangkan suatu usaha dalam pangsa pasarnya. Dengan adanya pengembangan, maka suatu usaha yang dijanlankan akan semakin maju dan terus berkembang. Kualitas yang dimiliki dari offline store ini mempunyai banyak pelanggan, dan sudah terbukti dengan kualitas produk yang bagus serta menyediakan barang lokal yang banyak diminati oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh signifikan kualitas pelayanan, harga, dan Store Atmosphere secara simultan terhadap konsumen Belia Cosmetic di Kecamatan Gubeng Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dikarenakan data yang digunakan berupa kuesioner dengan total 97 responden. Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Store Atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Belia Cosmetic di Kecamatan Gubeng Surabaya. Dan secara simultan Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Store Atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen Belia Cosmetic di Kecamatan Gubeng Surabaya.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA EDELWEIS WONOKITRI KABUPATEN PASURUAN
Arif Rachman Kinanggi
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i11.2124
Merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan tentang proses tata kelola kolaboratif dalam pengembangan Desa Wisata Endelweis Wonokitri. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1)Network Strukture, Keterlibatan stakeholders dalam kolaborasi sesuai dengan tupoksi dan peran masing-masing. Kerja sama yang dicapai hanya sebatas kesepakatan, tidak ada batasan atau kesamaan struktur organisasi, struktur organisasi hanya untuk masing-masing instansi. (2)Trust Building, Kepercayaan antar actor sudah cukup berjalan dengan baik, hal tersebut didasarkan dengan konsistensi masing-masing actor menjalankan peranannya dalam mengembangkan dan mengelola Desa Wisata Wonokitri. (3)Commitment to process, Semua aktor kolaborasi berkomitmen untuk mengembangkan Desa Wisata Wonokirti melalui budidaya bunga edelweiss. Setiap stakeholders memiliki peran masing-masing yang dijalankan dalam kolaborasi tersebut. dengan komitmen yang telah disepakati berasama mengharuskan para actor tersebut melakukan kerjasama dan menjalankan peranannya. (4)Information Sharing, berbagi informasi antar stakeholders dalam tata kolaborasi pengembangan Desa Wisata Wonokitri telah berjalan dengan baik, tiap stakeholders rutin dan berkelanjutan melakukan komunikasi satu dengan yang lainnya dan ada pertemuan rutin juga yang melibatkan keseluruhan stakeholder guna membahas kendala dan masalah dalam pengeloaan Desa Wisata. (5)Access to Resource, belum semua stakeholders dapat mengakses sumber daya yang telah ada. Seperti kelompok tani Hulun Hyang, masih kesulitan modal dalam budidaya bunga edelweiss. Adapun Faktor penghambat dalam kolaborasi tersebut adalah motivasi dari kelompok tani pembudidaya Bunga Edelweis masih rendah, rendahnya motivasi tersebut salah satunya adalah keterbatasan akses permodalan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN BERAU
Sayni Husin
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 3 No. 11 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.8734/musytari.v3i11.2125
Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah menjelaskan bentuk partisipasi dari masyarakat Berau dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau dan mengidentifikasi apa yang menjadi factor pendorong partisipasi dari masyarakat Berau dalam pengembangan pariwisata. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1)Partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata, dalam proses perencanaan, masyarakat ikut terlibat dalam forum musyawarah yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata sebelum melakukan pengembangan objek wisata. Dalam proses pelaksanaan, masyarakat tergerak ikut dalam proses pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata. (2)Partisipasi masyarakat dalam promosi objek wisata, masyarakat juga aktif dalam kegiatan promosi wisata dengan sadar melakukan proses penyebaran informasi atas objek wisata yang ada di Berau ke media sosial dengan jangkauan dan akses informasi yang lebih mudah dan luas. (3)Faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata, meningkatnya lapangan pekerjaan, dimana ketika objek wisata dikembangkan di wilayah tertentun yang ada di Kabupaten Berau, akan menyerap angkatan kerja baru. Selanjutnya, pengembangan pariwisata dengan pembukaan objek wisata juga akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Berau di area wisata tersebut.