cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 354 Documents
Valuasi Potensi Ekonomi Jasa Lingkungan Mangrove pada Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Lombok Barat Apriadi; Budastra, I Ketut; Sjah, Taslim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y3kmzg30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi jasa lingkungan ekosistem mangrove serta mengidentifikasi strategi pengelolaan yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Bagek Kembar, Lombok Barat. Analisis dilakukan menggunakan metode narrative literature review terhadap 42 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total (TEV) jasa lingkungan mangrove di Bagek Kembar mencapai sekitar Rp 963 juta per tahun, yang mencakup manfaat ekowisata, perikanan, perlindungan pantai, penyerapan karbon, produksi oksigen dan keanekaragaman hayati. Nilai ini relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah studi nasional maupun kisaran valuasi global, sehingga optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan masih perlu ditingkatkan. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain lemahnya kapasitas kelembagaan lokal, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan kebijakan daerah. Oleh karena itu, hasil kajian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan infrastruktur ekowisata, integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan daerah, serta penyusunan roadmap multipihak guna mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan mangrove secara berkelanjutan.
Respon Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang Terinfeksi Sclerotium roflsii Sacc. pada Fase Vegetatif dan Generatif Sulfaida Pratami; A. Farid Hemon; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vg2wh023

Abstract

Permintaan kacang tanah yang terus meningkat, perlu didukung oleh peningkatan produksi. Namun penyakit busuk pangkal batang akibat infeksi Sclerotium rolfsii menjadi faktor pembatas utama yang dapat menurunkan hasil secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau respon pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kacang tanah yang terinfeksi S. rolfsii pada fase vegetatif dan generatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Plastic House Desa Sigerongan, Lombok Barat. Pecobaan menggunakan rancangan split plot dalam Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 10 genotipe kacang tanah (G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, G9, dan G10) sebagai petak utama dan waktu inokulasi (vegetatif dan generatif) sebagai anak petak. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi pada fase vegetatif menghasilkan masa inkubasi yang lebih singkat (3,6 hari) dibandingkan fase generatif (5,6 hari), serta tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi (67-90% dibandingkan 50-73%). Berdasarkan kategori ketahanan, genotipe G3, G9, dan G10 tergolong agak rentan pada fase vegetatif dengan tingkat keparahan <70%, sedangkan Poncosari dan G10 menunjukkan kategori agak tahan dengan tingkat keparahan <60%. Produktivitas tertinggi, yaitu jumlah polong (5,1 polong) dan bobot polong (10,8 g), diperoleh pada inokulasi fase generatif. Biomassa tertinggi pada fase vegetatif ditunjukkan oleh G9, G10, G4, G1, dan G3, sedangkan pada fase generatif oleh G7, G8, G10, G4, G5, dan G1. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan ketahanan antar genotipe serta pengaruh waktu inokulasi terhadap perkembangan penyakit, sehingga dapat menjadi dasar seleksi genotipe kacang tanah tahan S. rolfsii.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Produksi Beberapa Galur Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) yang ditanam di Labuapi Kabupaten Lombok Barat Julha Nisa, Nadya; Liana Suryanigsih Badrun; Suprayanti Martia Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7bzzyh65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil produksi beberapa galur jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Percobaan dilaksanakan di Taman Agrowisata Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor utamanya adalah galur dengan 5 jenis galur harapan jagung manis yang berbeda yaitu: sm1xt13, sb8xsm1, sm9xsm12, sm12xsb8, sb13xsm9. Setiap ulangan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Setiap percobaan terdapat 34 tanaman. Setiap lubang tanam berisi satu benih. Untuk pengambilan sampel, diambil 4 tanaman dari setiap galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pertumbuhan terdapat perbedaan yang nyata antar galur jagung manis dalam merespon faktor lingkungan dan perlakuan budidaya. Hal ini tercermin pada indikator parameter pertumbuhan, yaitu tinggi tanaman pada umur 14 dan 56 hari setelah tanam (HST) dimana galur dengan tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada galur sm12×sm8 dengan rata-rata 19,53 cm, sedangkan galur dengan tinggi tanaman terendah adalah sm9×sm12 dengan rata-rata 17,43 cm, diameter batang pada umur 42 hari setelah tanam (HST) dimana galur sb13xsm9 memiliki diameter batang tertinggi yaitu 2,38 cm, sedangkan galur sm9xsm12 memiliki diameter terkecil yaitu sebesar 2,22 cm, panjang daun pada umur 42 hari setelah tanam (HST) dimana galur dengan panjang daun terpanjang diperoleh pada galur sm12xsb8 dengan nilai berturut-turut 64,56 cm, sedangkan galur dengan panjang daun terendah diperoleh pada galur sb8xsm1 dengan nilai berturut-turut 54,26 cm, dan lebar daun pada umur 56 hari setelah tanam (HST) dengan pembacaan berturut-turut sebesar 10,16 cm, galur sm1×t13 memiliki lebar tanaman terbesar, dan galur sm12×sb8 memiliki lebar tanaman terkecil, yaitu 7,36 cm. Sementara itu, pada fase produksi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar galur jagung manis terkait parameter berat tongkol dengan kulit, berat tongkol tanpa kulit, panjang tongkol, diameter tongkol, dan jumlah biji per baris.
Pertanian Terpadu: Prospek, Tantangan, dan Inovasi dalam Budidaya Terpadu Ikan dan Tanaman dalam Sistem Akuaponik Ida Ayu Widhiantari; Wayan Wangiyana; Husnul Jannah; Hanifah Ayu; Siska Cicillia; Sudarli, Sudarli
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3n6z8965

Abstract

Akuaponik merupakan sistem pertanian terintegrasi, yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik dalam sebuah sirkulasi tertutup. Sistem ini memanfaatkan limbah nitrogen dari ikan yang diubah oleh bakteri menjadi unsur hara bagi tanaman, yang pada gilirannya menyaring air untuk dikembalikan ke kolam ikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis prospek, inovasi terkini, dan tantangan dalam budidaya pertanian secara akuaponik, khususnya dalam aspek kinerja biologis, integrasi teknologi, dan kelayakan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kajian komprehensif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas komponen sistem, pemilihan spesies, manajemen nutrisi, serta implementasi teknologi seperti Internet of Things (IoT). Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler memungkinkan pemantauan dan kontrol parameter kunci (seperti pH, suhu, amonia) secara real-time, yang sangat meningkatkan efisiensi dan stabilitas sistem. Secara biologis, larutan nutrisi dari sistem akuaponik yang diperkaya atau complemented aquaponic (CAP) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti selada, hingga 39% lebih tinggi dibandingkan dengan sistem hidroponik konvensional, yang diduga akibat adanya senyawa organik dan mikroba yang merangsang pertumbuhan (PGPR). Namun demikian, profitabilitas sangat bergantung pada skala ekonomi dan strategi pemasaran, sedangkan diversifikasi produk olahan seperti fillet juga dapat meningkatkan Return on Investment (ROI). Tantangan utama ke depan adalah pengelolaan nutrisi, khususnya pendaurulangan fosfor dan kalium dari lumpur padat melalui teknologi mineralisasi yang efisien untuk mencapai sistem yang benar-benar berkelanjutan.
Pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dalam Melihat Pengaruh Nilai Tukar dan Inflasi Terhadap Ekspor Pertanian di Indonesia Sab’ul Masani; I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/p9trry40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara nilai tukar rupiah dan inflasi terhadap ekspor pertanian baik dalam jangka dan jangka panjang. Data yang digunakan merupakan data bulanan periode Januari 2015 - Desember 2024 dan dianalisis dengan pendekatan ARDL. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa variabel ekspor pertanian, nilai tukar rupiah, dan inflasi mencapai kondisi stasioner setelah dilakukan differencing pertama. Uji Bound Test mengindikasikan adanya kointegrasi, sehingga ketiga variabel memiliki hubungan jangka panjang penentuan Model ARDL yang digunakan yakni (3,2,0) dimana lag optimum untuk Ekspor 3 lag, Kurs 2 lag dan Inflasi 0 lag. Pada jangka pendek, variabel lag ekspor mencerminkan adanya pola persistensi dalam perilaku ekspor. Koefisien EKSPOR(-1) sebesar 0,60 meskipun tidak signifikan, serta EKSPOR(-2) sebesar 0,32 yang signifikan dan bertanda positif, mengindikasikan bahwa peningkatan ekspor pada satu dan dua periode sebelumnya cenderung mendorong kenaikan ekspor pada periode berjalan. Sebaliknya, koefisien negatif pada EKSPOR(-3) sebesar -0,19 menunjukkan adanya mekanisme koreksi atau penyesuaian setelah tiga periode. Koefisien KURS pada periode berjalan dan lag kedua bernilai positif (masing-masing sebesar 0,042), sementara koefisien KURS pada lag pertama bernilai negatif (-0,069). Sementara Koefisien inflasi yang besar dan bertanda negatif (-48,11) menunjukkan bahwa kenaikan inflasi memberikan tekanan yang signifikan terhadap kinerja ekspor dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, KURS(-1) berpengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,0556; p = 0,0084), sedangkan pengaruh inflasi tetap negatif namun tidak signifikan (koefisien –179,427; p = 0,057). Stabilitas model telah terkonfirmasi melalui uji CUSUM dan CUSUMQ.
Tata Kelola Irigasi dan Resolusi Konflik: Peran HIPPA dalam Transisi menuju Water Governance 4.0 di Kabupaten Jember Purnamasari, Meidiana; Rahmawati Ika Ramandhani, Vanisa; Bagus Satrio, Bayu; Novia Agustin, Feni; Putri Ellyda, Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/bf470043

Abstract

Pengelolaan air irigasi merupakan elemen kunci dalam keberlanjutan produksi pertanian, terutama di wilayah yang mengalami ketimpangan distribusi air dan tekanan pembangunan non-pertanian. Di Kelurahan Gebang, Kabupaten Jember, konflik antara petani hulu dan hilir serta konflik eksternal dengan pengembang perumahan masih menjadi persoalan utama dalam pengelolaan irigasi. Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) berperan sebagai lembaga sentral dalam mengatur distribusi air, memediasi konflik, dan menjaga keberlangsungan sistem irigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran HIPPA dalam penerapan prinsip Water Governance 4.0, penyelesaian konflik, serta penyusunan strategi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan air pertanian di tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapang, dan dokumentasi yang dianalisis melalui triangulasi sumber dan metode untuk meningkatkan validitas temuan. Analisis SWOT digunakan sebagai dasar perumusan strategi pengelolaan air dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi HIPPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HIPPA telah menjalankan fungsi pengelolaan air melalui sistem pembagian air bergiliran, musyawarah kolektif, dan mekanisme mediasi konflik, serta mulai mengadopsi elemen Water Governance 4.0 melalui komunikasi digital sederhana, seperti pemanfaatan media WhatsApp. Namun, implementasi penuh masih berada pada tahap transisi awal akibat keterbatasan legalitas kelembagaan, belum optimalnya digitalisasi manajemen air, alih fungsi lahan, serta tekanan pembangunan perumahan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan legalitas dan kapasitas HIPPA, digitalisasi pengelolaan irigasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan tata kelola air pertanian yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Agrowisata “Sajang Retreat” di Desa Sajang Kabupaten Lombok Timur I GN Aryawan Asasandi; Sab’ul Masani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/tjgycm57

Abstract

Jumlah wisatawan nusantara yang melakukan perjalanan ke Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2024 sebesar 1,3 juta jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Lombok Timur sedang berada dalam tren positif dan memiliki momentum yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Agrowisata “Sajang Retreat” yang berada di Desa Sajang, Kabupaten Lombok Timur, memiliki karakter unik sebagai tempat yang menggabungkan pengalaman berwisata dengan kebun/pertanian dan kuliner lokal. Melihat potensi yang ada dan data trend yang mendukung maka diperlukan strategi pengembangan yang komprehensif agar agrowisata “Sajang Retreat” dapat berkembang menjadi destinasi agrowisata unggulan di Desa Sajang. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan September 2025. Jenis data yaitu data primer diperoleh langsung dari pengelola usaha (Sajang Retreat), Pemerintah Desa dan Pengunjung, sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur dan dokumen yang terkait dengan penelitian ini. Data diolah dengan menggunakan analisis matriks IFAS, matriks EFAS dan Analisis SWOT. Kesimpulan yang diperoleh yaitu strategi dengan nilai tertinggi adalah Strategi S–T sebesar 3,35. Hal ini menunjukkan bahwa organisasi memiliki kekuatan internal yang dominan yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi berbagai ancaman eksternal. Terutama meningkatkan diferensiasi produk, memperkuat kualitas layanan, serta mempertajam keunggulan kompetitif agar mampu bertahan dan bersaing di tengah tekanan lingkungan eksternal.
Kajian Agribisnis Cabai Rawit berdasarkan Perspektif Pendapatan (Studi Kasus Usahatani Cabai Rawit di Kabupaten Lombok Timur) Fadli; Edy Fernandez; Ririn Vantika Sari; Muhammad Marzuki; Sahrul Alim; Lalu Edy Herman Mulyono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/hngbtr22

Abstract

Tujuan kajian ini adalah menganalisis pendapatan usahatani cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur. Metode penentuan responden dalam kajian ini menggunakan metode acidental sampling. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerimaan usahatani cabai rawit diperoleh sebesar Rp106.405.000, biaya usahatani sebesar Rp53.418.215, dan pendapatan sebesar Rp52.986.785. Nilai pendapatan usahatani ini mengindikasikan bahwa usahatani cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur menguntungkan secara finansial. Implikasinya adalah semakin tinggi pendapatan usahatani, maka kesejahteraan petani akan meningkat dan sebaliknya.
Inventarisasi Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) pada Dua Spesies Cabai di Dataran Tinggi Sembalun Rio Febrian; Bambang Supeno; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/xkhm7y47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama lalat buah pada cabai besar (Capsicum annuum) dan cabai rawit (Capsicum frutescens), di sentral produksi sayuran dataran tinggi Sembalun, Lombok Timur. Metode yang digunakan yaitu pengambilan sampel buah cabai dari lapangan, pemeliharaan sampel hingga keluarnya imago lalat buah, serta identifikasi morfologi berdasarkan kunci taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua jenis cabai ditemukan 4 spesies lalat buah, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera alibistrigata, Bactrocera pyrifoliae, Indeks keragaman 2 jenis cabai memiliki nilai yang sama yaitu (H’= 1,37). Indeks dominansi memiliki nilai yang sama pada 2 jenis cabai yaitu (C = 0,26). Persentase kerusakan yang diakibatkan oleh lalat buah pada jenis cabai rawit sebesar 2,35%, dan cabai besar sebanyak 2,85%.
Seleksi Mutan M5 Padi Beras Merah 200 Gy dan 300 Gy Berdasarkan Sifat Agronomi Menggunakan Analisis Hierarchical Clustering Luluk Qolbuana; A.A. Ketut Sudharmawan; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/nb3kbd89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi awal galur mutan M5 padi beras merah hasil iradiasi gamma 200 Gy dan 300 Gy melalui pengelompokan multivariat sifat agronomi menggunakan analisis Hierarchical Clustering, serta mengidentifikasi klaster yang mengandung kandidat galur unggul sebagai dasar pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bagik Payung, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada bulan Maret–Agustus 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 20 genotipe mutan dengan tiga kali ulangan sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Analisis yang digunakan yaitu ANOVA, uji BNT 5% dan analisis Hierarchical Clustering terhadap galur mutan dan tanaman kontrol. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya tiga klaster, yaitu klaster A, B, dan C. Klaster B yang terdiri atas genotipe G4, G11, G12, dan G17, memiliki komponen hasil relatif lebih tinggi dibandingkan klaster lainnya. Di antara genotipe tersebut, G12 memiliki performa hasil setara dengan varietas kontrol, sehingga berpotensi menjadi kandidat galur unggul pada tahap seleksi awal. Namun, genotipe ini masih memerlukan pengujian lanjutan, khususnya uji stabilitas dan uji multilokasi, sebelum dapat direkomendasikan sebagai galur unggul yang stabil.