cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Valuasi Potensi Ekonomi Jasa Lingkungan Mangrove pada Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Lombok Barat Apriadi; Budastra, I Ketut; Sjah, Taslim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/y3kmzg30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi jasa lingkungan ekosistem mangrove serta mengidentifikasi strategi pengelolaan yang mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan di Bagek Kembar, Lombok Barat. Analisis dilakukan menggunakan metode narrative literature review terhadap 42 artikel ilmiah yang terbit pada periode 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total (TEV) jasa lingkungan mangrove di Bagek Kembar mencapai sekitar Rp 963 juta per tahun, yang mencakup manfaat ekowisata, perikanan, perlindungan pantai, penyerapan karbon, produksi oksigen dan keanekaragaman hayati. Nilai ini relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah studi nasional maupun kisaran valuasi global, sehingga optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan masih perlu ditingkatkan. Permasalahan utama yang ditemukan antara lain lemahnya kapasitas kelembagaan lokal, keterbatasan infrastruktur, serta rendahnya integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan kebijakan daerah. Oleh karena itu, hasil kajian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan kelembagaan, peningkatan infrastruktur ekowisata, integrasi valuasi ekonomi dalam perencanaan daerah, serta penyusunan roadmap multipihak guna mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan mangrove secara berkelanjutan.