cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Analisis Pemasaran Tanaman Hias di Kecamatan Ampenan Kota Mataram, NTB M. Yusuf; I GN Aryawan Asasandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/bd96vm90

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) Menganalisis rantai pemasaran tanaman hias di Kecamatan Ampenan Kota Mataram; (2) Menganalisis efisiensi pemasaran tanaman hias di Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 2 (dua) rantai pemasaran tanaman hias di Kecamatan Ampenan Kota Mataram NTB yaitu: I: Petani/pengusaha tanaman hias – Konsumen Akhir; Saluran II. Petani/pengusaha tanaman hias – Pengecer – Konsumen Akhir; (2) Pemsaran usahatani tanaman hias di Kecamatan Ampenan Kota Mataram sudah efisien. Saluran I memberikan efisiensi tertinggi bagi petani secara teoritis (share 100%), tetapi volume rendah menandakan terbatasnya akses pasar, sedangkan Saluran II juga sudah efisien.
Strategi Pengembangan Agribisnis Manggis sebagai Komoditas Unggulan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat M. Yusuf; Muji Rahayu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0h38qm76

Abstract

Manggis merupakan salah satu buah tropika yang digemari oleh masyarakat, bernilai ekonomis tinggi dan dijuluki Queen of tropical fruit. Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi dan menganlisis faktor-faktor internal dan eksternal (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dari sistem agribisnis manggis di Kabupaten Lombok Barat; dan (2) Merumuskan strategi pengembangan agribisnis manggis sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan survei. Data dianalisis secara deskriptif dan analissi SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) a. Faktor internal yang mempengaruhi pengembangan agribisnis manggis di Kabupaten Lombok Barat, meliputi kekuatan dan kelemahan. Kekuatan; buah manggis segar grade A, pelabelan atau branding produk, industri pengolahan pasca panen rintisan; Kelemahan: produksi satu tahun sekali, jangka waktu mulai berbuah di atas 5 tahun, proses budidaya secara tradisional; b. Faktor eksternal, berupa: Peluang; buah manggis sebagai salah satu produk unggulan daerah, berkembangnya industri pariwisata, pengembangan kawasan; Acaman: alih fungsi lahan, perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu; (2) Agribisnis manggis di Kabupaten Lombok Barat berada pada posisi kuadran II dalam matriks IE. Strategi yang sesuai untuk kuadran II yaitu growth strategy (Strategi Pertumbuhan) dengan konsentrasi melalui Integrasi Horizontal. Strategi pertumbuhan yang dilakukan melalui konsentrasi horizontal akan mengarahkan unit usaha ke suatu kegiatan untuk memperluas usaha dengan cara pengembangan wilayah dan peningkatan jenis produk atau jasa. Sehingga pengembangan bisnis dapat dilakukan dengan perluasan pasar, fasilitas produksi, dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal.
Karakteristik Fisik Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil Fermentasi dan Pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga Malaka Nusa Tenggara Timur Maria Dyah Ayu Pitaloka; Egidius Naitkakin; Maria Imelda Humoen; Maria Yestiana M.K. Leo; Frangki Rionardo Lay; Siti Rahmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/b6zg0981

Abstract

Kualitas biji kakao sangat dipengaruhi oleh penerapan proses pascapanen, terutama fermentasi dan pengeringan. Fermentasi berperan dalam menurunkan kadar polifenol penyebab rasa sepat, membentuk prekursor cita rasa, serta memperbaiki warna biji, sedangkan pengeringan berfungsi menurunkan kadar air untuk mencegah pertumbuhan kapang dan memperpanjang daya simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik biji kakao hasil fermentasi dan pengeringan di PT. Timor Mitra Niaga, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, serta menilai kesesuaiannya dengan standar mutu biji kakao berdasarkan SNI 2323:2008. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif melalui pengamatan terhadap perubahan suhu, warna, tekstur, dan aroma selama fermentasi, serta pengujian kadar air, jumlah biji per 100 gram, dan uji belah setelah proses pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi selama empat hari menghasilkan biji kakao dengan warna cokelat kemerahan, aroma asam khas kakao, kadar air sebesar 7,1%, jumlah biji 95 butir per 100 gram yang termasuk golongan A, serta 62,5% biji terfermentasi sempurna tanpa biji cacat. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, biji kakao yang dihasilkan PT. Timor Mitra Niaga memenuhi kriteria Mutu I sesuai SNI 2323:2008 dan layak digunakan sebagai bahan baku produk kakao bermutu tinggi.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Komunitas Mikroba Tanah dan Implikasinya pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Auliya Safitri; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fwpexd49

Abstract

Perubahan iklim memberikan tekanan besar terhadap sistem pertanian Indonesia, terutama melalui dampaknya pada komunitas mikroba tanah yang berperan penting dalam siklus nutrien, kesehatan tanah, dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peningkatan suhu, kekeringan El Niño 2023–2024, variabilitas kelembapan, dan peningkatan CO₂ terhadap struktur serta fungsi mikrobioma tanah, sekaligus mengevaluasi peran mikroba indigenus sebagai strategi adaptasi. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 20 artikel unggulan yang memenuhi kriteria kualitas ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu di atas 32°C menurunkan kolonisasi mikoriza hingga 45%, kekeringan mengurangi keanekaragaman mikroba sebesar 41,7%, dan perubahan pola presipitasi memicu pergeseran komunitas menuju bakteri termotoleran. Namun, aplikasi PGPR, mikoriza arbuskular, Trichoderma, dan konsorsium Bacillus terbukti meningkatkan toleransi tanaman melalui produksi osmoprotektan, aktivasi enzim antioksidan, serta modulasi ekspresi gen stres. Teknologi bioinokulan, agroforestri, dan integrated nutrient management juga dinilai efektif meningkatkan ketahanan mikrobioma tanah, hasil tanaman, dan efisiensi input. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan mikrobioma tanah sebagai strategi kunci dalam memperkuat ketahanan pertanian Indonesia terhadap perubahan iklim.
Pengembangan Sistem Pertanian Peternakan Terpadu pada Lahan Kering di Kabupaten Lombok Tengah: Kajian Systematic Literature Review dan Rekomendasi Kebijakan Lalu Kurniawan; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/z3ybdt03

Abstract

Pertanian lahan kering di Lombok Tengah menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air, penurunan kesuburan tanah, dan rendahnya produktivitas. Sistem Pertanian Peternakan Terpadu (SPPT) dipandang sebagai strategi yang mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan ketahanan produksi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2020–2025 untuk menilai efektivitas SPPT pada agroekosistem lahan kering. Dari 82 artikel yang ditemukan, 24 jurnal memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPPT meningkatkan kesuburan tanah melalui pemanfaatan pupuk kandang dan biomassa tanaman, memperbaiki retensi air, serta menurunkan ketergantungan pada input kimia. Secara ekonomi, SPPT mampu menekan biaya pakan dan pemupukan serta meningkatkan diversifikasi pendapatan petani. SPPT juga memperkuat ketahanan sistem produksi terhadap kekeringan melalui peningkatan struktur tanah dan efisiensi nutrisi. Meski demikian, adopsinya masih terkendala keterbatasan air, modal awal, dan kapasitas teknis petani.
Pupuk Organik Cair Daun Kelor: Nutrisi, Ekstraksi, dan Aplikasi dalam Pertanian Berkelanjutan Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/g3bmfz35

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai sumber nutrisi alami yang kaya akan nitrogen, fosfor, kalium, serta berbagai mikronutrien dan senyawa bioaktif. Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus memperbaiki kesehatan tanah. Artikel ini bertujuan memberikan sintesis kritis terhadap bukti empiris mengenai efektivitas POC berbasis daun kelor serta mengidentifikasi celah riset yang menghambat adopsi skala luas. Temuan review menunjukkan bahwa POC daun kelor konsisten meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman dan beberapa indikator kualitas tanah, namun variasi metode ekstraksi dan dosis aplikasi menghambat perbandingan lintas studi.
Integrasi Pertanian dan Kehutanan dalam Kerangka Agroekologi: Strategi Pengendalian Deforestasi Melalui Agroforestri Apriadi; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4sfeba38

Abstract

Deforestasi menjadi masalah lingkungan yang serius di Indonesia, terutama akibat perluasan pertanian dan perkebunan. Agroforestri, sebagai bagian penting dari agroekologi, dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan ekologi dan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kajian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah 36 artikel terbitan 2010–2025 untuk menilai fungsi, manfaat, dan tantangan agroforestri dalam mengendalikan deforestasi. Hasilnya, agroforestri membantu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan mengendalikan erosi. Selain itu, sistem ini mendukung diversifikasi pendapatan, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan. Namun, penerapannya masih terkendala keterampilan teknis yang terbatas, akses pasar yang lemah dibanding komoditas monokultur, insentif ekonomi yang kurang, dan ketidakpastian hak atas lahan. Agroforestri berpotensi besar menekan deforestasi jika didukung koordinasi lintas sektor, insentif ekonomi dan ekologi yang seimbang, serta penguatan kapasitas.
Efektivitas Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai terhadap Pemulihan Hutan dan Daya Dukung Lahan di Kabupaten Lombok Barat Welmy Soumena; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cbx97k30

Abstract

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan instrumen penting untuk memulihkan fungsi ekologis hutan dan meningkatkan daya dukung lahan pada wilayah yang mengalami degradasi. Kabupaten Lombok Barat termasuk daerah dengan tingkat kerusakan lahan yang tinggi akibat deforestasi, perambahan, penggembalaan liar, dan lemahnya pengawasan kawasan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas rehabilitasi DAS terhadap pemulihan hutan dan kondisi biofisik melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengintegrasikan 30 artikel primer internasional dan nasional, laporan BPDAS, serta dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas teknis rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit, kesesuaian jenis tanaman, dan pemeliharaan tiga tahun pertama, di mana keberhasilan hidup tanaman di Lombok Barat masih berada pada kisaran 35–70%, belum mencapai standar nasional. Secara ekologis, rehabilitasi meningkatkan tutupan vegetasi dan indeks NDVI, namun fluktuasi musim kering serta kedalaman tanah dangkal membatasi kestabilan pemulihan. Dari aspek sosial, partisipasi masyarakat cenderung tinggi pada tahap penanaman tetapi menurun pada fase pemeliharaan karena minimnya insentif ekonomi. Pada aspek kelembagaan, koordinasi BPDAS, pemerintah daerah, dan pemegang IPPKH masih belum optimal sehingga pemantauan dan pemeliharaan jangka panjang tidak konsisten. Secara keseluruhan, efektivitas rehabilitasi DAS di Lombok Barat dinilai moderat, dengan kebutuhan penguatan aspek teknis, sosial, dan tata kelola untuk mencapai pemulihan yang berkelanjutan.
Agroekologi sebagai Solusi Berkelanjutan: Review Sistematis terhadap Praktik dan Dampaknya pada Sistem Pertanian Rismawati Sudarsih; Lolita Endang Susilowati; Suwardji
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7p61xy39

Abstract

Sektor pertanian global saat ini menghadapi dilema kritis antara kebutuhan meningkatkan produksi pangan dan dampak lingkungan negatif dari pertanian konvensional. Review sistematis ini bertujuan mengkaji potensi agroekologi sebagai solusi berkelanjutan dengan menganalisis tiga prinsip utama: daur ulang nutrisi, diversifikasi sistem, dan produktivitas tingkat sistem. Menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) 2020, penelitian ini menelaah 20 studi ilmiah (2010–2025) yang mencakup perbandingan sistem pertanian global. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik agroekologi mampu meningkatkan layanan lingkungan tanpa mengorbankan hasil panen, dengan 78% penelitian melaporkan dampak positif terhadap ketahanan pangan. Secara spesifik, sistem daur ulang nutrisi meningkatkan layanan ekosistem hingga 17-24%, sementara diversifikasi pertanian terbukti meningkatkan hasil panen pada 63% kasus serta mengurangi serangan hama. Temuan ini sangat relevan bagi Indonesia karena memvalidasi efektivitas sistem lokal seperti integrasi tanaman-ternak dan agroforestri. Disimpulkan bahwa agroekologi memberikan bukti ilmiah yang solid sebagai alternatif nyata untuk pertanian berkelanjutan yang produktif, yang membutuhkan dukungan transformasi kebijakan dan sosial.
Agroekologi sebagai Gerakan Sosial Digital: Transformasi Media Sosial dalam Pendidikan, Mobilisasi, dan Advokasi untuk Pangan Berkelanjutan di Indonesia Muh Hayatullah; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dxnddc17

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola penyebaran informasi lingkungan, produksi pengetahuan, dan bentuk partisipasi sosial. Media sosial menjadi ruang yang banyak digunakan aktor agroekologi di Indonesia untuk berbagi praktik budidaya, membangun jejaring pangan, dan menyebarkan informasi terkait isu pangan. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis yang bertujuan mengidentifikasi bagaimana media sosial digunakan dalam aktivitas agroekologi dan bagaimana pemanfaatan tersebut berkontribusi pada munculnya pola interaksi baru dalam gerakan agroekologi di Indonesia. Kajian dilakukan menggunakan metode PRISMA dengan menyeleksi 52 artikel nasional dan internasional terbitan 2010–2024. Analisis tematik diterapkan untuk memetakan pola diseminasi pengetahuan, bentuk pengorganisasian digital, struktur jejaring komunitas, serta hambatan yang muncul dalam penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, media sosial digunakan untuk menyebarkan pengetahuan agroekologi melalui unggahan visual, dokumentasi praktik lapangan, dan diskusi antarpetani maupun pendamping. Kedua, ruang digital dimanfaatkan untuk menghubungkan petani dengan konsumen melalui pasar komunitas, kanal distribusi pangan lokal, dan kelompok berbasis wilayah. Ketiga, berbagai kampanye lingkungan dan isu pangan memanfaatkan media sosial sebagai sarana koordinasi, penyampaian informasi, serta pengumpulan dukungan. Keempat, interaksi rutin dalam jaringan digital membentuk pola representasi bersama mengenai praktik pertanian, nilai keberlanjutan, dan posisi komunitas pangan. Selain itu, ditemukan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada algoritma platform dalam jangkauan konten, serta kecenderungan komersialisasi informasi yang dapat menyederhanakan konsep agroekologi. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai cara kerja agroekologi dalam ekosistem digital dan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika tersebut.