cover
Contact Name
Lilik Hartati
Contact Email
involusi@umkla.ac.id
Phone
+6285642019065
Journal Mail Official
involusi@umkla.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Soekarno Km.1 Buntalan Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
INVOLUSI
ISSN : 20891474     EISSN : 26851202     DOI : https://doi.org/10.61902/involusi
Core Subject : Health,
Involusi: Jurnal Ilmu Kebidanan particularly focuses on the main problems in the development of the midwifery sciences areas. It covers the inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families.
Articles 101 Documents
Implementasi Triad Sehat Kehamilan Pada Kelas Ibu Hamil: Deskripsi Pola Gizi-PHBS-Aktivitas Fisik Ibu Hamil Endang Wahyuningsih; Ana Uswatun Qoyyimah; Astri Wahyuningsih; Eka Apriadi Farkhati Nafi'ah
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 1 (2026): Vol. 16, No. 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i1.2223

Abstract

Kehamilan sehat sangat dipengaruhi oleh pemenuhan gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta aktivitas fisik yang adekuat, yang dirumuskan dalam konsep Triad Sehat Kehamilan dan diadopsi dalam kelas ibu hamil sebagai upaya pencegahan primer risiko maternal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Triad Sehat Kehamilan yang meliputi pola gizi, PHBS, dan aktivitas fisik pada ibu hamil peserta kelas ibu hamil di Desa Buntalan, Klaten Tengah. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling, melibatkan 14 ibu hamil yang mengisi kuesioner Triad Sehat Kehamilan; data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan seluruh ibu hamil mengonsumsi gizi seimbang, seluruhnya menerima suplementasi kalsium dan hampir seluruhnya mendapat TTD, membatasi konsumsi kafein, serta sebagian besar membatasi asupan garam dan memperhatikan hidrasi, meski masih terdapat ibu dengan lingkar lengan atas <23,5 cm yang mengindikasikan risiko gizi. PHBS umumnya sangat baik, ditunjukkan dengan praktik cuci tangan pakai sabun, penggunaan air bersih, sanitasi dan kebersihan diri yang terjaga, tidak merokok maupun terpapar asap rokok, serta tidak mengonsumsi alkohol dan jamu. Aktivitas fisik harian sebagian besar cukup, didukung bantuan suami dan keterlibatan dalam aktivitas rumah tangga dan aktivitas ringan, meskipun partisipasi senam hamil masih rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi Triad Sehat Kehamilan di kelas ibu hamil sudah relatif baik, namun tetap diperlukan penguatan edukasi gizi, pemantauan status gizi, promosi senam hamil, dan penguatan PHBS tertentu untuk mendukung pencapaian target SDG 3 terkait kesehatan maternal.
IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN DUKUNGAN KESEHATAN JIWA IBU HAMIL & NIFAS BAGI BIDAN DI KABUPATEN KLATEN Wiwin Rohmawati; Piscolia Dynamurti Wintoro; Sri Wahyuni; Lilik Hartati
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 1 (2026): Vol. 16, No. 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i1.2233

Abstract

Masa kehamilan dan pasca kehamilan sering meningkatkan risiko kecemasan dan depresi pada ibu. Untuk itu diperlukan sebuah dukungan layanan kesehatan jiwa dan psikososial melalui keterampilan dan peran para bidan di Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi luaran kegiatan pelatihan keterampilan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi ibu hamil yang diberikan pada bidan di Puskesmas Daerah Kabupaten Klaten. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pre-posttest design within subject untuk menganalisis hasil dari implementasi pelatihan terhadap perubahan pengetahuan bidan. Hasil pengukuran menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan/tidak pada skor pengetahuan bidan. Pelatihan gelombang 1 dengan 30 responden kenaikan sebesar 25,67 %, sedangkan pada gelombang 2 dengan 30 responden kenaikan sebesar 38,33%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan ketrampilan bidan dalam memberikan dukungan kesehatan jiwa ibu hamil. Adapun implikasi dari hasil penelitian ini serta rekomendasi akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Pengaruh Pengaruh Massage Effleurage terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1 HESTI EKA PRIHATININGRUM; Kamidah; Anna Uswatun Qoyyimah
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.1906

Abstract

Background: Labor pain is a physiological process, but if not managed properly it can increase stress and tension, which triggers an increase in adrenaline hormones and decreases blood flow to the uterus, thereby increasing the intensity of pain. One non-pharmacological method to reduce pain is effleurage massage. This technique works by stimulating large nerve fibers and activating the release of endorphins, which can inhibit pain signals to the brain through the gate control theory mechanism. Objective: To determine the effect of effleurage massage on reducing the intensity of labor pain in the first stage at PKU Muhammadiyah Karanganyar Hospital. Method: Using a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 mothers in the first stage of labor who were selected using the consecutive sampling method. Data analysis used the Wilcoxon test. Results: The study showed that out of 30 respondents before being given effleurage massage, the majority of respondents experienced moderate pain as many as 21 respondents (70%) and after being given effleurage massage, the majority of respondents experienced mild pain as many as 20 respondents (67%), moderate pain 10 respondents (33%) and none experienced severe pain (0%). Statistical tests showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05), which means there is a significant difference. Conclusion: Effleurage massage has an effect on reducing the intensity of pain in the first stage of labor.
Faktor Sosial Ekonomi Keluarga Berhubungan dengan Status Gizi Balita Puskesmas Medan Sunggal Rinawati Sembiring; Agnes Purba; Marthalena Simamora; Agus Satriani Lase; Dika Rahmin Lase
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2310

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Faktor sosial ekonomi keluarga berperan dalam menentukan status gizi balita. Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan balita dengan gizi kurang menurun dari 550 pada tahun 2022 menjadi 298 pada tahun 2023. Survei awal di UPT Puskesmas Medan Sunggal tahun 2024, tercatat 850 balita dan 24 balita mengalami masalah gizi kurang dan 10 balita mengalami stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Medan Sunggal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita (1-59 bulan) sebanyak 850 orang. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sehingga diperoleh 272 balita sebagai sampel, yang diambil secara proporsional dari empat kelurahan di Kecamatan Sunggal. Variabel independen meliputi pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan antropometri kriteria BB/U, TB/U, BB/TB, kemudian dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan status gizi balita, serta antara pendapatan keluarga dan status gizi balita. Sementara itu, jumlah anggota keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Faktor pengetahuan dan pendapatan keluarga berperan dalam menentukan status gizi balita, sedangkan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan secara signifikan. Upaya peningkatan edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi keluarga perlu menjadi perhatian dalam program perbaikan status gizi balita. Kata Kunci: Status Gizi, Balita, Pengetahuan, Pendapatan, Jumlah Keluarga
Deskriptif Empiris Holistic Care Bayi Balita Sakit di TPMB Permata Hati Matesih Kurnia Agustin; Suwarnisih
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2365

Abstract

Abstract Infants and young children are a vulnerable age group prone to various health problems due to their immune systems not yet being fully developed. Child healthcare requires a comprehensive approach that encompasses holistic care encompassing physical, environmental, developmental, and family education. This study aims to describe the implementation of holistic care for sick infants and toddlers at TPMB Permata Hati Matesih between January and June 2025, based on characteristics such as age, gender, nutritional status, medication administration, environmental conditions, complementary therapies, and developmental stimulation, early detection of health problems, and the provision of parental education. This study employed a quantitative descriptive design. The study sample comprised 42 sick infants and toddlers, selected using a total sampling approach. Data collection was carried out through a review of medical records. The data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The study found that the majority of respondents were in the toddler age group, with 54.8% male and 45.2% female. The nutritional status of most respondents was classified as good. All respondents received medication, developmental stimulation, early detection of health problems, and parental education. The respondents’ environmental conditions were generally classified as safe and supportive of child health. It was concluded that the implementation of holistic care for sick infants and toddlers at the TPMB Permata Hati Matesih primary healthcare facility was effective, particularly in medical therapy, developmental stimulation, early detection, and family education. Keyword: infant, toddler, holistic care, primary health care, child health Abstrak Bayi dan balita merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat sistem imun yang belum berkembang secara optimal. Pelayanan kesehatan anak memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui penerapan holistic care yang mencakup aspek fisik, lingkungan, perkembangan, dan edukasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan holistic care pada bayi dan balita sakit di TPMB Permata Hati Matesih pada Januari–Juni 2025 berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, status gizi, pemberian obat, kondisi lingkungan, terapi komplementer dan stimulasi tumbuh kembang, deteksi dini masalah kesehatan, dan pemberian edukasi orang tua. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif empiris. Sampel penelitian berjumlah 42 bayi dan balita sakit yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi rekam medis. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia balita dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 54,8% dan perempuan 45,2%. Status gizi sebagian besar berada pada kategori gizi baik. Seluruh responden mendapatkan pemberian obat, stimulasi tumbuh kembang, deteksi dini masalah kesehatan, serta edukasi kepada orang tua. Kondisi lingkungan responden umumnya berada dalam kategori aman dan mendukung kesehatan anak. Disimpulkan bahwa penerapan holistic care pada bayi dan balita sakit di fasilitas kesehatan primer TPMB Permata Hati Matesih telah dilaksanakan dengan baik, terutama pada aspek terapi medis, stimulasi perkembangan, deteksi dini, dan pemberian edukasi keluarga. Kata Kunci: bayi, balita, holistic care, pelayanan kesehatan primer, kesehatan anak
Hubungan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Post Partum RENI PUSPITA SARI; N Kadek Sri Eka Putri; Triana Mirasari
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2372

Abstract

Abstract It is estimated that 60% of maternal deaths related to pregnancy occur after childbirth, and 50% of postpartum deaths occur within the first 24 hours. Therefore, postpartum care is essential during this period because it is a critical time for both the mother and her baby. One of the contributing factors to postpartum hemorrhage is parity. Grand multiparity, which refers to mothers who have experienced pregnancy and childbirth five times or more, carries a maternal mortality risk eight times higher than individuals with lower parity levels. Although several risk factors for postpartum hemorrhage can be identified, most cases occur unpredictably. To reduce the risk of postpartum hemorrhage, optimal management of the third stage of labor is required. The purpose of this study was to determine the relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage. This research was a quantitative correlational study with a cross-sectional design, involving laboring mothers at PMB Permata Hati Matesih from July to September 2025, with a total of 41 participants. Based on the results of the study on the relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage among 41 laboring mothers, it was found that 38 mothers experienced normal bleeding (<500 cc within the first 24 hours), while 3 mothers experienced bleeding >500 cc within the first 24 hours. The Asymp. Sig. (2-sided) value was 0.000 < 0.05, which indicates that there is a significant relationship between parity and the incidence of postpartum hemorrhage. Keyword: Puerperium, Postpartum hemorrhage, Parity Abstrak Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Dengan demikian asuhan pada masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Faktor penyebab terjadinya perdarahan postpartum yaitu paritas. Grandemultipara yakni ibu dengan jumlah kehamilan dan persalinan 5 kali atau lebih yang memiliki resiko kematian maternal 8 kali lebih tinggi dari individu dengan angka paritas lebih rendah. Meskipun beberapa faktor risiko untuk perdarahan postpartum dapat diidentifikasi, sebagaian besar kasus terjadi tidak dapat diprediksi sebelumnya. Untuk mengurangi resiko terjadinya perdarahan postpartum, diperlukan manajemen kala tiga yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif korelasional dengan desain cros-sectional, yang meneliti ibu bersalin di PMB Permata Hati Matesih pada bulan Juli – September 2025 pada 41 ibu bersalin. Berdasarkan hasil penelitian antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum pada 41 ibu bersalin diketahui bahwa dari 38 ibu bersalin mengalami perdarahan normal (< 500 cc dalam 24 jam pertama) dan terdapat 3 ibu bersalin yang mengalami perdarahan > 500 cc dalam 24 jam pertama. Diketahui nilai Asymp. Sig. (2-sided) adalah sebesar 0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan post partum. Kata Kunci: Masa nifas, Perdarahan postpartum, Paritas
Pengaruh Edukasi Flashcard Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seks Pranikah Hanum Ainoor Fidya; Diah Atmarina Yuliani
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2406

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko, salah satunya adalah seks pranikah. Kurangnya pengetahuan dan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi menjadi faktor utama terjadinya perilaku tersebut. Edukasi yang sesuai sangat diperlukan untuk memberi pemahaman yang tepat kepada remaja. Salah satu media edukatif yang dapat digunakan yaitu flashcard karena bersifat visual, menarik, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media flashcard terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di SMK IT Ibnu Ahkam. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group pre-test post-test. Sampel berjumlah 64 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok (perlakuan dan kontrol) masing-masing 32 responden. Kelompok perlakuan diberikan edukasi media flashcard, sementara kelompok kontrol tidak diberikan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan “Baik” dari 59,4% menjadi 96,9% dan sikap “positif” 56,3% menjadi 96,9%. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi perubahan signifikan. Dapat disimpulkan bahwa media flashcard efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja terhadap seks pranikah. Oleh karena itu, media ini disarankan sebagai salah satu metode efektif edukasi kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Flashcard, Edukasi Kesehatan, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Remaja, Seks Pranikah
Anemia pada Ibu Hamil: Tinjauan Status Gizi dan Paritas di Puskesmas Kalibagor Ikhwah Muminah; khamidah Achyar; Lilik Hartati
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2415

Abstract

Anemia during pregnancy, if left untreated, can lead to serious consequences, including bleeding. Bleeding is the primary cause of the high maternal mortality rate (MMR) in Indonesia, where MMR is an indicator of public health. Government efforts to address MMR in pregnant women have been implemented, including improving the quality of services in health facilities, financing health insurance, direct community outreach efforts by providing at least 90 iron tablets during pregnancy, and providing nutrition education to the community to educate them about nutritious diets, thereby improving the nutritional status of every pregnant woman. Despite various efforts by the government and other stakeholders, anemia during pregnancy remains a health problem in Indonesia. Nutritional status and parity are among the contributing factors to anemia in pregnant women
A Intervensi Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Jiwa dan Kesehatan Anak di Indonesia Feri Catur Yuliani; Putri Kusumawati; Aminatul Fatayati; Rizal Fajri
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2455

Abstract

Abstract Indonesia faces significant challenges in three interrelated health domains: reproductive health (Maternal Mortality Rate/MMR of 183/100,000 live births), mental health (prevalence of mental and emotional disorders of 9.8% according to the 2018 Basic Health Research), and child health (stunting of 21.6% in 2022). These three issues are often addressed separately in the field, despite their interrelated determinants and solutions. This study aims to map the scope and characteristics of research in Indonesia addressing interventions or the linkages between reproductive, mental, and child health; identify research gaps; and formulate a future research and policy agenda. The method used was a scoping review with searches conducted on the Garuda portal, SINTA, Google Scholar, and institutional repositories of Indonesian universities. Inclusion criteria: Articles from national journals accredited with SINTA 1–4, in Indonesian or English, published between 2015–2024, covering at least two of the three domains. Exclusions included unpublished theses/dissertations, single case reports, and articles without full-text access. Of the 2,418 identified articles, 48 ​​met the inclusion criteria. Three dominant themes were identified: (1) postpartum depression and its impact on exclusive breastfeeding and infant growth and development (n=19; 39.6%); (2) the relationship between domestic violence (DV) and maternal mental health disorders and child health outcomes (n=16; 33.3%); and (3) the effectiveness of integrated home visiting programs by midwives and Posyandu cadres (n=13; 27.1%). The majority of studies were conducted on Java Island (72.9%), with cross-sectional designs predominating (52.1%). Conclusion: There is a strong relationship between the three domains documented in Indonesian research, but research outside Java has used longitudinal designs and evaluation of integrated programs is still very limited. Strengthening mental health screening in MCH services and empowering Posyandu cadres are key recommendations. Keywords: postpartum depression; DV; reproductive health; scoping review; stunting
POTENSI FLAVONOID BIJI ADAS (Foeniculum vulgare Mill) SEBAGAI ANTIANEMIA Erinda Nur Pratiwi
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 2 (2026): Vol. 16, No. 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i2.2496

Abstract

Anemia is a common disease worldwide, especially in developing countries. In adults, anemia occurs in women of childbearing age, especially pregnant and breastfeeding women because they often experience iron deficiency. Overall, anemia occurs in 45% of women in developing countries and 13% in developed countries. According to the World Health Organization (WHO), anemia in pregnancy is defined as a hemoglobin level of less than 11 g/dl. The pathophysiology of iron deficiency anemia (IDA) is caused by a disruption in iron homeostasis in the body. If iron stores in the bone marrow are reduced, the erythropoiesis process will be disrupted, resulting in disruption of erythrocyte formation, this indicates IDA. Iron binding and erythrocyte activity will induce the hormone erythropoietin (EPO) in the kidneys, which affects bone marrow activity in iron stores. Fennel seeds (Foeniculum vulgare Mill) contain various flavonoid compounds that can improve iron deficiency anemia. This study aims to prove the potential of flavonoids from fennel seeds as an antianemia therapy through an in-silico approach. This study used AutoDockTools 1.5.6. The materials used included two-dimensional structures of flavonoid test compounds that had been drawn and optimized with VegaZZ. The crystallized structures of target macromolecules, namely EPO, Hepcidin, TIBC, and erythrocytes, were obtained from the Protein Data Bank website. A toxicity prediction test was used to detect the toxicity level of flavonoid compounds in fennel seeds.

Page 10 of 11 | Total Record : 101