cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
tutwurihandayanikip@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Karyajaya Indah Blok C15 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2830232X     DOI : https://doi.org/10.59086/jkip
Core Subject : Education,
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan is a journal that contains articles on research results in the field of teacher training and education. Articles published in Tut Wuri Handayani have gone through a peer-review process, to maintain the best quality of articles in scientific development in the field of teacher training and education. Tut Wuri Handayani published 4 times a year March, June, September, December. Tut Wuri Handayani Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan accepts manuscripts in the field of research which are included in the scientific field: Instructional Media, Instructional Models, Learning Approach, Instructional Strategies, Instructional Methods, Teaching Techniques, Teaching Tactics, and Early childhood education, Adult education, Mathematics and science education, Guidance and counseling education, Educational technology, Character education, Special needs education, Global issues in education, Technical and vocational education, Language education, Social science education, Educational management, Sports science and physical education, Other areas in education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023" : 5 Documents clear
Pengaruh Full Day School Terhadap Peningkatan Pemahaman Religius Siswa Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Adzkia Kecamatan Babalan Veri Adrian; Muamar Al Qadri; Muhizar Muchtar
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.185

Abstract

Sistem full day school merupakan sistem pendidikan yang menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah. Anak-anak biasanya menghabiskan waktu sekitar 8 jam per hari, namun dengan diterapkannya full day school, anak-anak harus berada di sekolah hingga 9 atau 10 jam per hari. Penambahan jam ini banyak digunakan untuk pengembangan karakter anak, karena waktu di sekolah lebih banyak, metode pembelajaran yang digunakan lebih kreatif dan menyenangkan sehingga tidak membuat anak mudah bosan. Tujuan dari sistem full day school ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak, baik dari segi kognitif, psikomotorik, dan afektif menjadi lebih baik karena pendalaman materi dengan waktu yang lebih lama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Populasi penelitian berjumlah 110 siswa dan proses pengambilannya secara acak atau menggunakan sistem acak berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan menguji hipotesis melalui rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara Full Day School dalam meningkatkan peningkatan pemahaman agama siswa SMP Islam Terpadu Adzkia dengan hasil Fhitung = 31,15 dan Ftabel (1,28) (0,01) = 7,56 yang dapat disimpulkan menyimpulkan Fhitung≥Ftabel dengan menerima Ha dan menolak H0 dengan persamaan garis regresi (Y= ) ̇45.57+0.06X. Kemampuan siswa dalam meneladani guru yang mempunyai profesionalisme disiplin yang tinggi dalam bidang pengajarannya mampu memberikan semangat dan keteladanan yang baik serta akhlak dan etika yang baik baik dalam penampilan perlakuannya di sekolah maupun di rumah. itu baik dalam segala hal.   Full day school system is an education system that spends more time at school. Children usually spend about 8 hours per day, but with the implementation of full day school, children must be at school for up to 9 or 10 hours per day. The addition of these hours is widely used for developing children's character, because there is more time at school, the learning methods used are more creative and fun so they don't make children easily bored. The purpose of this full day school system is to improve children's abilities, both in terms of cognitive, psychomotor, and affective to be better because of the deepening of the material with a longer time. The type of research used is qualitative research. The research population consisted of 110 students and the process of taking it randomly or using a random system consisted of 30 students. Methods of data collection by using questionnaires, observations, interviews and documentation. The data analysis technique uses simple linear regression analysis by testing the hypothesis through the Product Moment correlation formula. The results of the study show that there is a significant influence between Full Day School in increasing the increase in the religious understanding of Adzkia Integrated Islamic Middle School students with the results Fcount = 31.15 and Ftable (1.28) (0.01) = 7.56 which can be concluded Fcount≥Ftable by accepting Ha and rejecting H0 with the equation the regression line is (Y= ) ̇45.57+0.06X. The ability of students to imitate teachers who have high disciplinary professionalism in their teaching field is able to provide enthusiasm and good examples as well as good morals and ethics both in terms of appearance of treatment at school and at home. it is good in every way.
Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Koneksi Matematis Melalui Penerapan Teori Belajar Bermakna Ausubel Pada Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan Linda Syah Putri; Tua Halomoan Harahap; Ellis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan koneksi matematis melalui penerapan teori belajar Ausubel pada siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dalam bentuk dua siklus. Subyek penelitian adalah kelas XI yang berjumlah 31 orang yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar Matematika aspek kemampuan keterampilan koneksi matematis siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 7 Medan melalui penerapan teori pembelajaran bermakna Ausubel, pemberian tindakan selama dua siklus yang rata-rata dicapai pada siklus I sebesar 76,56% yang bila dikategorikan dalam kategori sedang, dan pada siklus II yaitu 82,4% yang bila dikategorikan dalam kategori tinggi. Artinya ada peningkatan hasil belajar Matematika pada keterampilan koneksi matematis dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa yaitu 76,56 pada siklus I, meningkat menjadi 82,4 pada siklus II setelah menerapkan Teori Pembelajaran Bermakna Ausubel. Demikian pula partisipasi atau keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran keterampilan koneksi matematis melalui penerapan pembelajaran bermakna Ausubel meningkat pada siklus II dibandingkan siklus I. This study aims to improve the ability of mathematical connection skills through the application of Ausubel learning theory to class IX students of SMP Muhammadiyah 7 Medan. This research is a class action research in the form of two cycles. The research subjects were class XI, which consisted of 31 people consisting of 14 male students and 17 female students. Data were collected through tests, observations, and documentation which were analyzed descriptively. The results showed that there was an increase in Mathematics learning outcomes in the aspect of the ability of mathematical connection skills of class IX students of SMP Muhammadiyah 7 Medan through the application of Ausubel meaningful learning theory, giving action for two cycles the average achieved in cycle I was 76.56% which when categorized was in the medium category, and in cycle II that is 82.4% which when categorized is in the high category. This means that there is an increase in Mathematics learning outcomes in mathematical connection skills with an increase in the average student learning outcomes, namely 76.56 in cycle I, increasing to 82.4 in cycle II after applying Ausubel's Meaningful Learning Theory. Likewise, the participation or activeness of students in learning activities of Mathematical connection skills through the application of Ausubel meaningful learning increased in the second cycle compared to the first cycle.
Penerapan Teori Pembelajaran Robert M.Gagne Pada Proses Belajar Matematika SMA Dina Safira Hutabarat; Tua Halomoan Harahap; Ellis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.287

Abstract

Pembelajaran menggunakan teori Gagne dapat dilakukan dengan memanfaatkan sepenuhnya semua sumber informasi sebagai sumber pelajaran; memberikan pemahaman kepada siswa tentang keluasan dan keragaman sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran; mampu menggantikan aktivitas siswa dalam pembelajaran tradisional dengan pembelajaran matematika aktif; dapat meningkatkan motivasi belajar matematika; memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar matematika sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya sendiri. Berbagai lingkungan ini akan menentukan apa yang akan dipelajari seseorang dan akan menentukan akan menjadi apa dia nantinya. Bagi Gagne, belajar tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena belajar itu kompleks. Dalam pernyataan tersebut dinyatakan bahwa hasil belajar akan mengakibatkan perubahan pada diri seseorang berupa perubahan kemampuan, perubahan sikap, perubahan minat atau nilai pada diri seseorang. Perubahan ini bersifat permanen meskipun hanya sementara. Kedewasaan, menurut Gagne, bukanlah belajar karena perubahan tingkah laku yang terjadi merupakan hasil dari pertumbuhan struktur dan diri manusia itu sendiri. Learning using Gagne's theory can be done by making full use of all sources of information as a source for lessons; giving students an understanding of the breadth and variety of sources of information that can be utilized for learning; able to replace student activities in traditional learning with active mathematics learning; can increase motivation to learn mathematics; provide opportunities for students to learn mathematics at their own pace and ability. These various environments will determine what a person will learn and will determine what he will become later. For Gagne, learning cannot be defined easily because learning is complex. In this statement, it is stated that learning outcomes will result in changes in a person in the form of changes in abilities, changes in attitudes, changes in interests or values in a person. These changes are permanent even if only temporarily. Maturity, according to Gagne, is not learning because changes in behavior that occur result from the growth of the structure and the human self itself.
Penerapan Teori Piaget dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Atas: Studi Kasus di Sekolah SMA Negeri 3 Medan Mesayu Ardiningtyas; Tua Halomoan Harahap; Elis Mardiana Panggabean
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.294

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh teori perkembangan kognitif Jean Piaget tentang pembelajaran matematika menurut tingkat berpikir anak di tingkat SMA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal, artikel, observasi kelas, dan wawancara guru. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan kognitif anak pada tahap usia operasional formal (12 tahun – dewasa) dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika di SMA disesuaikan dengan tahapan usianya. Hal ini sesuai dengan penerapan teori perkembangan Jean Piaget. Mengacu pada bagaimana manusia tumbuh, beradaptasi, dan berubah sepanjang perjalanan hidupnya melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional, perkembangan kognisi (berpikir), dan perkembangan bahasa. Selain itu tingkat pemahaman model dan metode serta penanganan yang digunakan juga berbeda-beda. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengajaran guru agar pembelajaran menjadi lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Terutama untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional. The purpose of this study is to examine further the theory of cognitive development by Jean Piaget on learning mathematics according to the level of thinking of children at the high school level. Sources of data used in this research are journals, articles, class observations, and teacher interviews. The data collection technique is library research and interviews. Data analysis uses content analysis. The results of this study indicate the cognitive development of children at the formal operational age stage (12 years - adults) in learning mathematics. Mathematics learning in high school is adjusted to its age stages. This is in accordance with the implementation of Jean Piaget's theory of development. Refers to how people grow, adapt, and change throughout their life's journey through physical development, personality development, socio-emotional development, cognition (thinking) development, and language development. In addition the level of understanding of models and methods as well as the handling used also varies. The results of the research can become the basis for teaching teachers so that learning becomes more effective, efficient, and right on target. Especially to realize the achievement of national education goals.
Penerapan Layanan Konseling Kelompok dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Akuntansi Kelas XI di SMK Negeri 1 Kutacane Khanza Azahaara Pertiwi; Purbatua Manurung; Afrahul Fadhila Daulai
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i2.356

Abstract

In the current era where the era is competitive, all countries are trying to improve the quality of their education, because the quality of education can improve the welfare of society in a country. The purpose of this study was to find out the applcation of group counseling services for students' learning difficulties at SMK Negeri 1 Kutacane. This research uses Qualitative Research Methods through observation and interviews. Based on the research conducted, it can be concluded that there are still many who underestimate the understanding of difficulties in learning, and the implementation of group counseling has not reached perfection. , because some students take it seriously and some of them follow it as a formality and consider it useless. In addition, the implementation of group counseling is also carried out by supervising teachers by only providing services to students with problems and achievements.

Page 1 of 1 | Total Record : 5